You are on page 1of 70

ASPEK HUKUM PELAYANAN

KESEHATAN DI RUMAH SAKIT

R. FRESLEY HUTAPEA, SH, MH, MARS.

Kuliah S2 - MARS

1
MATERI PEMBAHASAN

TRILOGI RAHASIA MEDIS BID KESEHATAN

1. ASPEK HUKUM REKAM MEDIS.
2. ASPEK HUKUM PERSETUJUAN TINDAKAN
PELAYANAN ( INFORMED CONSENT )
3. ASPEK HUKUM RAHASIA MEDIS

2
KEWAJIBAN TENAGA KESEHATAN
• Memberikan pelayanan sesuai SOP, Standar dan aturan
yang berlaku
• Memperoleh persetujuan dari penerima pelayanan
(Informed Consent )
• Menjaga kerahasiaan (Rahasia Medis )
• Membuat dan menyimpan catatan atau dokumen
pemeriksaan, asuhan dan tindakan yang dilakukan (RM )
• Merujuk penerima pelayanan ke Nakes yang mempunyai
Kompetensi dan Kewenangan yang sesuai
MATERI PEMBAHASAN M

ASPEK HUKUM REKAM MEDIS :
- Jenis dan Isi RM
- Manfaat dan Nilai RM
- Kepemilikan RM
- Kerahasiaan RM
- Tata Cara Penyelenggaran RM

4
REKAM MEDIS
Rekam Medis merupakan:
a. dokumen hukum yg bersifat permanen;
b. berisi informasi yang relevan dengan la-
yanan kesehatan pasien;
c. informasi tersebut dicatat pada setiap
kontak dengan pasien;
d. pencatatan diteruskan selama dalam pera-
watan pasien;
e. bisa dimanfaatkan oleh setiap anggota tim;
f. semua informasi bersifat rahasia.
Waters & Murphy:
Kompendium yang dibuat secara runtut dan logik
tentang kondisi pasien selama perawatan penyakitnya
atau kondisi selama pemeliharaan kesehatannya.
Peraturan Menteri Kesehatan:
Berkas berisikan catatan dan dokumen tentang
identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan
dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pela-
yanan kesehatan.
UU Praktik Kedokteran:
Berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang
identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan
dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.
REKAM MEDIS
( PERMENKES 269 / 2008 )

Rekam Medis : Berkas yang berisikan catatan dan dokumen
tentang identitas pasien pemeriksaan, pengobatan,
tindakan & pelayanan lain yg telah diberikan kepada
pasien.

Catatan : Tulisan yg dibuat oleh Dr/Drg ttg segala tindakan yg
dilakukan kepada pasien dlm rangka pemberian
pelayanan kesehatan
Dokumen : Catatan Dr/Drg dan / atau tenaga kesehatan tertentu, lap
hasil pemeriksaan penunjang, catatan observasi dan
pengobatan harian dan semua rekaman, baik berupa
foto radiologi, gambar pencitraan dan rekaman elektro
diagnostik.

7
NILAI REKAM MEDIS

A – Administrasi
L – Legal
F – Finansial
R – Riset
E – Edukasi
D – Dokumen
8
MANFAAT REKAM MEDIS
Sebagai :

- Alat komunikasi : - dokter dgn dokter lain
- dokter dgn tenaga kesehatan lainnya
- Sumber informasi medis pasien, dokter dan sarana pelayanan kesehatan
- Dasar perencanaan pengobatan / perawatan pasien
- Bukti tertulis atau segala tindakan pelayanan
- Bahan analisa dan evaluasi pelayanan
- Perlindungan hukum pasien, dokter dan RS
- Data untuk penelitian
- Dasar perhitungan pembiayaan
- Bahan pelaporan
- Bukti di Pengadilan
9
DOKUMENTASI
Potter & Perry:
Dokumentasi adalah sesuatu yang ditulis
atau dicetak dalam sebuah catatan klinik
pasien (anything written or printed within a
patient’s record).
UU di Indonesia:
Dokumen adalah kertas atau berkas yang
berisi tulisan yang mengandung arti tentang
keadaan, kenyataan atau perbuatan.
TUJUAN DOKUMENTASI RM
1. Menunjang pembuatan keputusan dan
meningkatkan hasil bagi pasien;
2. Meningkatkan pengelolaan dokumentasi
kesehatan;
3. Menjamin keselamatan pasien (to ensure
patient safety);
4. Meningkatkan kinerja pelayanan; terapi &
pelayanan, tatakelola & manajemen;
5. Menunjang proses pelayanan kpd pasien.
MUTU DOKUMEN RM
1. Faktual:
diskriptif & objektif dari fakta yang diamati.
2. Akurat:
menggunakan ukuran yang benar dan tepat.
3. Komplit:
menggambarkan kondisi yang komprehensif.
4. Current:
tepat waktu.
5. Organized:
tersusun runtut sehingga mudah difahami.
MUTU REKAM MEDIS

1. Lengkap
2. Akurat
3. Tepat Waktu
4. Persyaratan Hukum

13
PERSYARATAN HUKUM REKAM MEDIS

- Kelengkapan (semua hrs tercatat dan terdokumentasi)
- Keakuratan (semua data hrs sesuai dg fakta yg sebenarnya
- Ketepatan waktu (dicatat pada waktu dilaksanakan, pakai tgl,
bln, th dan jam)
- Diisi / dicatat oleh dokter dan perawat, diparaf dan tanda
tangan (kalau salah di coret)
- Disimpan petugas RM dengan baik
- Pengelolaan oleh pimpinan sarana kesehatan (pengelolaan
dan penyajian)

14
TANGGUNGJAWAB RS

• Rumah sakit juga harus memastikan bahwa
sumber daya manusia di RS melakukan
pekerjaannya sesuai dengan standar profesi,
standar pelayanan rumah sakit, standar
pelayanan profesi masing-masing dan standar
prosedur operasional yang berlaku di rumah
sakit
Tanggung Jawab Pimpinan Sarana
Pelayanan Kesehatan
1. Membuat dan menyelenggarakan Rekam Medis
2. Menyediakan tempat penyimpanan Rekam Medis
3. Menetapkan pimpinan unit pelayanan Rekam Medis
4. Membina dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
perekam medis
5. Menyimpan berkas rekam medis
6. Melakukan pemusnahan
7. Mencegah kehilangan, pemalsuan, kerusakan dan
penggunaan yang tidak berhak
Tanggung jawab Tenaga Kesehatan
1. Melengkapi data pasien yang dirawat
2. Menulis secara lengkap Rekam Medis tentang
diagnosis
3. Merahasiakan isi berkas Rekam Medis
4. Menandatangani dan penulisan nama secara
jelas
5. Membuat persetujuan tindakan kedokteran
6. Membuat Resume Medis bila sudah selesai
perawatan pasien
Aspek Hukum Rekam Medis
1. Tanggung jawab:
- Dr /Drg dan Nakes yang merawat
- Nakes tertentu
- Petugas pengelola RM
- Pimpinan sarana kesehatan (sarkes)

2. Kepemilikan RM:
- Berkas RM milik fasyankes
- Isi RM milik pasien di buat dalam ringkasan RM
- Ringkasan RM dapat diberikan pada pasien atau kuasa pasien
(persetujuan pasien)

3. Rahasia RM:
- Informasi (Identitas, Diagnosis. Riwayat penyakit)
- Dr/ Drg (izien Pasien)
- Nakes tertentu, Petugas RM
- Pimpinan fasyankes
4. Alat bukti & PN:
- Keterangan ahli (187 KUHP) 18
- Surat (187 KUHP)
ASPEK HUKUM
Aspek hukum RM meliputi:
1. Aspek kepemilikan dokumen.
2. Aspek yang berkaitan dengan data
serta informasi dalam dokumen
rekam medis.
3. Aspek pemanfaatan data & informasi
dalam dokumen rekam medis.
KERAHASIAN RM DPT DIBUKA

• Untuk kepentingan kesehatan pasien.
• Memenuhi permintaan penegak hukum (atau
perintah PN)
• Permintaan, persetujuan pasien.
• Permintaan instansi/ lembaga (sesuai aturan)
• Kepentingan penelitian, pendidikan, audit
medis (tidak menyebutkan identitas)

20
Tata Cara Penyelenggaran
RM/Catatan Pelayanan
• Tenaga Kesehatan wajib membuat RM
• RM dibuat segera dan dilengkapi setelah
pasien menerima pelayanan
• Pencatatan dan pendokumentasian RM dari
hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan,
dan pelayanan lain kepada pasien.
• Dicatatat dengan membubuhi nama, waktu,
dan tanda tangan Dr atau Nakes tertentu.
• Pencatatan RM dapat dikoreksi dan harus
diparaf
21
Penyimpanan dan Pemusnahan RM
• RM pasien rawat inap RS wajib disimpan 5 th
• RM pasien non-RS wajib disimpan 2 th
• Ringkasan pulang dan persetujuan tindakan
kedokteran disimpan 10 th
• Penyimpanan RM oleh pimpinan Fasyankes

Dapat dimusnahkan sesuai aturan yang berlaku
22
ASPEK KEPEMILIKAN RM

UU di Indonesia membagi kepemilikan sebagai berikut :
Berkas milik health care-provider
• Isi dokumen milik health care-receiver

UU di negara lain :
• Rekam medis milik health care-provider
• Isi rekam medis tidak pernah disebut-sebut siapa pemiliknya,
namun karena isinya tentang pasien maka kepada pasien
diberikan hak-hak tertentu.
ASPEK PEMANFAATAN
Awalnya, dokumen medis dibuat untuk me-
menuhi kepentingan health care provider !!!
Namun dalam perkembangannya, juga dapat
dimanfaatkan oleh:
1. Pihak pasien.
2. Pihak ketiga (baik individu atau lembaga).
3. Pihak penegak hukum.
PEMANFAATAN OLEH PASIEN
Jika yang memanfaatkan pasien sendiri,
maka masalah hukumnya hampir tidak ada.
Penyampaian kpd pasien dapat dilakukan:
1. Secara lisan; atau
2. Secara tertulis, dalam bentuk:
a. resume medis;
b. laporan medis (medical report); atau
c. fotokopi, keseluruhan atau sebagian
sesuai permintaan pasien.
PEMANFAATAN OLEH PIHAK KETIGA

Jika yang memanfaatkan pihak ketiga maka
harus hati-hati dengan masalah hukumnya !!!
Penyampaian kepada pihak ketiga bisa dilak-
sanakan jika memenuhi dua syarat, yaitu:
a. ada permohonan tertulis (written request);
dengan disertai
b. izin tertulis (written consent) dari pasien.
Contoh pihak ketiga adalah asuransi.
PEMANFAATAN OLEH PENEGAK HUKUM

Jika yang memanfaatkan penegak hukum maka
harus dilihat jenis perkaranya, yaitu:
1. Perdata; atau
2. Pidana.
Jika perdata maka pasien memang berhak minta
data medis yang terdapat dalam rekam medisnya.
Jika pidana maka hanya hakim ketua sidang yang
berwenang meminta dokter membuka rahasia !!!
Polisi, jaksa dan pengacara tidak berhak menyita
atau meminta data medis & keperawatan pasien !!!
PEMANFAATAN UNTUK PENELITIAN
Rekam medis berisi data & informasi yang
dapat digunanakan untuk penelitian !!!
Data & informasi tersebut dapat ditarik:
a. beserta identitas pasien; atau
b. tanpa identitas pasien.
Jika tanpa identitas pasien maka tidak ada
masalah hukumnya !!!

Jika beserta identitas pasien maka harus di-
sertai izin pasien tertulis (written consent) !!!
PERSETUJUAN TINDAKAN PELAYANAN

1.Persetujuan Tindakan Pelayanan
2.Hubungan Nakes dengan pasien
3.Aspek Hukum Persetujuan Tindakan
 Penjelasan medis
 Cara pemberian informasi
 Bentuk persetujuan

29
PENGERTIAN INFORMED CONSENT
• “consent”arti: persetujuan, izin, menyetujui, memberikan izin
(persetujuan, wewenang) kepada seseorang untuk melakukan
sesuatu.
• “informed consent”arti: suatu izin (consent) atau pernyataan setuju
dari pasien yang diberikan dengan bebas dan rasional, sesudah
mendapatkan informasi dari dokter dan yang sudah dimengertinya
• Bentuk informed consent
a) Dengan dinyatakan (express)
Secara lisan (oral)
Secara tertulis (written)
b) Tersirat atau dianggap diberikan (implied or tacit consent)
Dalam keadaan biasa (normal or constructive consent)
Dalam keadaan gawat darurat (emergency)

30
PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN (PERMEN
KES : 290/MENKES/PER/III/2008)
- Persetujuan tindakan kedokteran : persetujuan
oleh pasien atau keluarga terdekat setelah
mendapat penjelasan secara lengkap
menyesuaikan tindakan kedokteran atau
kedokteran gigi yang akan dilakukan terhadap
pasien.
- Keluarga terdekat: suami atau istri, ayah atau ibu
kandung, saudara kandung atau pengampunya.
- Tindakan kedokteran atau tindakan kedokteran
gigi: tindakan medis berupa preventif, diagnostik,
terupetik atau rehabilitasi yang dilakukan dokter
atau dokter gigi.
31
Persetujuan Tindakan Pelayanan
kesehatan
• Persetujuan pasien atau yang sah mewakilinya atas
rencana tindakan kedokteran atau kedokteran gigi
yang diajukan oleh dokter atau dokter gigi, setelah
menerima informasi yang cukup untuk dapat
membuat persetujuan.
• Pernyataan sepihak dari pasien dan bukan
perjanjian antara pasien dengan dokter atau dokter
gigi, sehingga dapat ditarik kembali setiap saat.
• Proses sekaligus hasil dari suatu komunikasi yang
efektif antara pasien dengan dokter atau dokter gigi,
dan bukan sekedar penandatanganan formulir
persetujuan
32
INFORMED CONSENT

KELUHAN
PASIEN DOKTER

INFORMAS
I

KEPUTUSAN
SETUJU MENOLAK
(CONSENT) (REFUSAL)
.Mengerti
• Mengerti akibatnya.
• Tidak Tidak mengerti.
Tidak tahu
mengerti
33
INFORMED CONSENT

(harus ada )
(diberikan)
INFORMASI
PERSETUJUAN

34
FUNGSI INFORMED CONSENT
1. PROMOSI HAK OTONOMI PASIEN
2. PERLINDUNGAN PASIEN DAN DOKTER,NAKES
3. MENCEGAH ADANYA PENIPUAN ATAU PAKSAAN
4. RANGSANAN INTROPEKSI PROFESI
5. PROMOSI KEPUTUSAN RASIONAL
6. MEMAJUKAN PRINSIP OTONOMI SEBAGAI NILAI
SOSIAL

35
Pemberian Informasi Kepada Pasien

• Pasal 45 UU Praktik Kedokteran  batasan
minimal informasi yang diberikan kepada
pasien:
– a. Diagnosis dan tata cara tindakan medis
– b. Tujuan tindakan medis yang dilakukan
– c. Alternatif tindakan lain dan risikonya
– d. Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan
– e. Prognosis terhadap tindakan yang dilakukan
Penjelasan Tentang Penyakit Pasien

1. Kondisi pasien
2. Usulan pengobatan
3. Nama individu yang memberikan pengobatan
4. Potensi manfaat dan kekurangannya
5. Kemungkinan alternatif
6. Kemungkinan keberhasilan
7. Kemungkinan timbulnya masalah selama masa
pemulihan
8. Kemungkinan yang terjadi apabila tidak diobati.
PERSETUJUAN UMUM/ GENERAL CONSENT
Nama Pasien : No. Rekam Medis :

Jenis Kelamin : P/L Kelas Perawatan :

Tanggal Lahir : Jenis Pembayaran : Tunai/ Jaminan

…………………………………………….

Saya yang bertanda tangan di bawah ini selaku pasien/keluarga/wali pasien*
Rumah Sakit :
Nama : ……………………………………………………………………………………
Pekerjaan : ……………………………………………………………………………………
Alamat : ……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
No Telpon : ……………………………………………………………………………………

telah mendapat informasi yang cukup, telah mengerti dan memahami ketentuan-ketentuan yang berlaku
di Rumah Sakit, dengan ini saya menyatakan setuju mematuhi :

1. TATA TERTIB, HAK DAN KEWAJIBAN SEBAGAI PASIEN : yang berlaku di Rumah Sakit.

2. PELAYANAN KESEHATAN : Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit dilakukan atas indikasi
medis, meliputi preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif (a.l. pemeriksaan umum, pemeriksaan
rontgen/radiologi, pemeriksaan laboratorium, pengobatan rutin, perawatan, terapi bermain pada
anak, prosedur pemasangan infus, kateter, nasogastric tube/NGT, suntikan dan evaluasi).

3. INFORMASI DAN RAHASIA KESEHATAN PASIEN :
a. Memberi kuasa kepada setiap tenaga kesehatan yang merawat pasien untuk memeriksa dan
atau memberitahukan informasi kesehatan pasien kepada pemberi pelayanan kesehatan lain
yang turut merawat selama di Rumah Sakit.
b. Memberi kuasa kepada manajemen dan dokter Rumah Sakit dalam hal pelepasan informasi
tentang diagnosis, data penyakit, perawatan dan pengobatan dalam bentuk resume medis
selama pasien dirawat di Rumah Sakit untuk keperluan pihak ketiga sesuai ketentuan
perundang-undangan yang berlaku.
c. Pelepasan informasi kesehatan pasien dan resume medis kepada perusahaan penjamin
biaya /perusahaan asuransi/verifikator asuransi untuk keperluan klaim asuransi hanya dapat
dilakukan apabila perusahaan penjamin biaya/perusahaan asuransi/verifikator asuransi telah
bekerjasama dengan Rumah Sakit. Dalam hal perusahaan penjamin biaya/perusahaan
asuransi/verifikator asuransi tidak bekerjasama dengan Rumah Sakit maka informasi medis
dan resume medis dapat diberikan berdasarkan permohonan tertulis/surat kuasa dari
pasien/keluarga/wali pasien.

4. PRIVASI :
a. Pengambilan dokumentasi (foto, rekaman dan wawancara) diluar kepentingan pelayanan
kesehatan atas ijin pasien/keluarga/wali.
b. Selama pasien dirawat di Rumah Sakit tidak ingin di kunjungi oleh :
………………………………………………………………………………………………..................
...................................................................................................................................................
............
38
1. BARANG PRIBADI :
a. Dilarang membawa barang berharga, barang berbahaya, dan/atau barang yang dapat
menimbulkan bahaya bagi pasien maupun bagi lingkungan, dan pasien/keluarga/wali
bertanggung jawab atas segala konsekuensi apabila larangan ini dilanggar.
b. Pasien/keluarga/wali wajib menjaga keamanan seluruh barang milik pribadi dan
membebaskan Rumah Sakit (manajemen dan pegawai) dari segala tuntutan atas kehilangan,
kerusakan, pencurian dan atau kejadian tidak diinginkan berkenaan dengan barang milik
pribadi yang dibawa ke Rumah Sakit.
c. Barang berharga pasien dapat dititipkan kepada pihak Rumah Sakit melalui Penanggung
Jawab Ruangan dengan bukti serah terima.

2. KELUHAN : Saran/keluhan terkait pelayanan Rumah Sakit tetap mengedepankan musyawarah
dan mencari solusi.

3. RUMAH SAKITSEBAGAI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN : Rumah Sakit merupakan rumah sakit
pendidikan dan menjadi tempat praktik klinik bagi mahasiswa kedokteran dan profesi lain, oleh
karena itu mahasiswa terlibat dalam proses pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien.

4. PEMBIAYAAN :
a. Bersedia dan sanggup membayar semua biaya pelayanan kesehatan yang telah diberikan
kepada pasien sesuai tarif dan ketentuan yang berlaku di Rumah Sakit termasuk membayar
tagihan bertahap.
b. Dalam hal pembiayaan dijamin oleh penjamin biaya :
1) Bersedia menyelesaikan semua persyaratan untuk keperluan jaminan biaya perawatan
dan pengobatan di Rumah Sakit dalam waktu paling lama 1 x 24 jam untuk pasien
jaminan perusahaan/asuransi dan 3 x 24 jam untuk pasien jaminan BPJS.
2) Memberi kuasa kepada Rumah Sakit untuk menyerahkan tagihan dan rincian biaya
kepada perusahaan penjamin biaya/perusahaan asuransi/verifikator asuransi sesuai
ketentuan yang berlaku.
3) Rumah Sakit berhak menagih langsung kepada pasien/keluarga/wali biaya perawatan
dan pengobatan yang dikecualikan/tidak ditanggung oleh asuransi/perusahaan penjamin
dan atau selisih biaya yang dijamin.
4) Pasien/keluarga/wali wajib membayar biaya pelayanan sebagaimana diatur pada butir
3) sesuai ketentuan yang berlaku di Rumah Sakit.
c. Kuitansi/Bukti Pembayaran :
1) Kuitansi/bukti pembayaran, baik pasien dengan pembayaran tunai maupun untuk
keperluan klaim asuransi BPJS/asuransi lainnya/jaminan perusahan hanya dikeluarkan 1
(satu) kali oleh Rumah Sakit dalam bentuk kuitansi/bukti pembayaran asli tanpa
salinan/fotokopi.
2) Dalam hal pasien memiliki lebih dari 1 (satu) penjamin biaya yang membutuhkan
kuitansi/bukti pembayaran, maka pasien/keluarga/wali agar menghubungi pihak
penjamin biaya utama untuk mendapatkan salinan fotokopi (Salinan/fotokopi
kuitansi/bukti pembayaran dikeluarkan oleh pihak penjamin biaya utama).

Demikian Surat Persetujuan ini saya buat dengan sebenarnya dan penuh tanggung jawab tanpa ada
paksaan dari siapapun dan untuk dapat dipergunakan seperlunya.

Tanda Tangan dan Nama
(wali jika psien <18 tahun) Tanggal

Tanda Tangan dan Nama
Saksi Tanggal
39
Bentuk Persetujuan Tindakan Kedokteran

1. Persetujuan Tertulis

• Tindakan Medis beresiko tinggi.
• Tindakan-tindakan yang sulit diprediksi hasilnya.

2. Persetujuan Lisan

• Penjelasan tindakan telah disampaikan dan pasien atau keluarga melakukan:
• Mengiyakan.
• Mengangguk kepala.
• Mengedip mata.
• Menggerakan tangan.
• Diam (berarti mengerti).

3. Tanpa Persetujuan

• Dalam kondisi gawat darurat.
• Pasien masih anak-anak.
• Pasien tidak sadar.
• Tdk cakap secara hukum.
• Perluasan Tindakan bedah.
PERSETUJUAN ≠ PERJANJIAN

- Sukarela - Kesepakatan bersama
- Kemauan Sendiri - Menjadi UU

41
PEMBERI PERSETUJUAN

Persetujuan diberikan oleh individu yang kompeten.
• Usia 18 tahun atau > atau telah pernah menikah.
• Anak-anak usia 16 tahun dan > 18 tahun  dapat membuat
persetujuan tindakan kedokteran tertentu yang tidak berisiko
tinggi

Landasan hukum :
• Berdasarkan KUHP  umur >= 21 th atau telah menikah
dianggap sebagai orang dewasa
• Berdasarkan UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak >
= 18 tahun dianggap sudah bukan anak-anak.
SUATU PERSETUJUAN DIANGGAP SAH:

• Pasien telah diberikan Informasi;
• Pasien atau yang sah mewakilinya dalam
keadaan cakap (kompeten) untuk memberikan
keputusan/persetujuan;
• Persetujuan harus diberikan secara sukarela;

43
PENERIMA INFORMASI DIANGGAP KOMPETEN :
• Mampu memahami informasi yang telah
diberikan kepadanya dengan cara yang jelas,
menggunakan bahasa yang sederhana dan
tanpa istilah yang terlalu teknis
• Mampu mempercayai informasi yang telah
diberikan dan mampu mempertahankan
pemahaman informasi tersebut untuk waktu
yang cukup lama .
• Mampu menganalisisnya ,menggunakannya
untuk membuat keputusan secara bebas
PENGGANTI PEMBERI PERSETUJUAN DALAM KEADAAN PASIEN
TIDAK KOMPETEN:

1. Orang tua si anak, bila si anak lahir sebagai anak dari pasangan
suami isteri yang sah.
2. Ibu si anak, bila si anak lahir dari pasangan yang tidak sah 
hubungan perdata dg si ibu.
3. Wali: orang tua angkat, atau Lembaga Pengasuh yang sah
berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Perlindungan
Anak.
4. Orang yang secara adat/budaya dianggap sebagai wali si anak,
dalam hal tidak terdapat yang memenuhi a, b dan c.
5. Dokter tidak dibebani kewajiban untuk membuktikan hal-hal di
atas, bila ragu ragu maka dokter dapat meminta keterangan
kepada pihak-pihak yang berwenang
Penjelasan Tindakan Pelayanan Kesehatan
• Diberikan langsung dr atau drg yang merawat.
• Penjelasan diberikan kepada pasien atau keluarga
terdekat (baik diminta atau tidak)
• Substansi penjelasan:
- Diagnosis dan tata cara tindakan.
- Tujuan tindakan.
- Alternatif tindakan dan resikonya
- Resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi.
- Perkiraan pembiyayaan

46
CARA PEMBERIAN INFORMASI KPD PASIEN

• Informasi diberikan dalam konteks nilai, budaya dan latar belakang
mereka.
• Dapat menggunakan alat bantu, seperti leaflet atau bentuk
publikasi
• Tawarkan kepada pasien untuk membawa keluarga atau teman
dalam diskusi atau membuat rekaman
• Memastikan bahwa informasi yang membuat pasien tertekan
(distress ) agar diberikan dengan cara yang sensitif dan empati
• Mengikutsertakan salah satu anggota tim pelayanan kesehatan
dalam diskusi
• Menjawab semua pertanyaan pasien dengan benar dan jelas.
• Memberikan cukup waktu bagi pasien untuk memahami informasi
yang diberikan

47
Persetujuan Tindakan Pelayanan :

- Tertulis maupun lisan.
- Ditandatangani yang berhak.
- Persetujuan lisan melalui gerakan tertentu.
- Keadaan gawat darurat, penyelamat jiwa,
pencegahan kecacatan tidak perlu ada
persetujuan.

48
BLANKED CONSENT &
PRO-FORMA CONSENT

• “blanked consent” : pasien menandatangani
formulir ersetujuan ketika mendaftarkan diri
untuk rawat inap
• “pro-forma consent” : Persetujuan tindakan
medik pada saat pasien masuk ke kamar bedah,
tanpa diberikan suatu informasi tentang tindakan
pembedahan tersebut

tidak mempunyai nilai yuridis, tidak dapat dipakai
sebagai bukti sudah adanya suatu informed
consent.

49
Penolakan Tindakan Pelayanan

• Penolakan oleh pasien dan/ atau keluarga terdekat.
• Setelah adanya Penjelasan oleh dokter,Nakes.
• Pemahaman secara tertulis.
• Akibatnya tanggung jawab pasien.
• Hubungan dokter dengan pasien tetap dijaga dan dipertahankan.
• Penghentian / penundaan bantuan hidup harus persetujuan
keluarga terdekat pasien.
• Persetujuan penghentian setelah ada Penjelasan oleh
dokter,nakes
• Dibuat secara tertulis.
50
RAHASIA MEDIS
1. Ketentuan tentang rahasia medis
2. Kewajiban menyimpan rahasia kedokteran
3. Pembukaan rahasia kedokteran
4. Hak tolak ungkap rahasia medis
RAHASIA MEDIS
1. Rahasia medis/kedokteran mencakup data dan
informasi mengenai:
a. identitas pasien;
b. kesehatan pasien hasil anamnesis, pemeriksaan
fisik, pemeriksaan penunjang, penegakan
diagnosis, pengobatan dan/atau tindakan
kedokteran;
c. hal lain yang berkenaan dengan pasien.
2. Data dan dapat bersumber dari pasien, keluarga
pasien, pengantar pasien, surat keterangan
konsultasi atau rujukan, atau sumber lainnya.
Kewajiban Menyimpan Rahasia Medis

• Semua pihak yang terlibat dalam pelayanan kedokteran dan/atau
menggunakan data dan informasi tentang pasien wajib menyimpan
rahasia kedokteran, meliputi :
a. dokter dan dokter gigi serta tenaga kesehatan lain yang memiliki
akses terhadap data dan informasi kesehatan pasien
b. pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan;
c. tenaga yang berkaitan dengan pembiayaan pelayanan kesehatan;
d. tenaga lainnya yang memiliki akses terhadap data dan informasi
kesehatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan
e. badan hukum/korporasi dan/atau fasilitas pelayanan kesehatan
f. mahasiswa/siswa yang bertugas dalam pemeriksaan, pengobatan,
perawatan, dan/atau manajemen informasi di fasilitas pelayanan
kesehatan
• Kewajiban menyimpan rahasia kedokteran berlaku selamanya, walaupun
pasien telah meninggal dunia
Tanggung Jawab Rumah Sakit tentang lnformasi rahasia medis

• Pasien diinformasikan tentang kerahasiaan informasi dan tentang
pembukaan dan kerahasiaan informasi mengenai pasien dalam
peraturan perundang-undangan
• Pasien diminta persetujuannya untuk membuka informasi yang tidak
tercakup dalam undang-undang dan peraturan.
• Rumah sakit menghormati kerahasiaan informasi kesehatan pasien.
• Regulasi tentang perlindungan terhadap kerahasian informasi pasien
• Penjelasan ke pasien tentang rahasia kedokteran dan proses untuk
membuka rahasia kedokteran sesuai ketentuan dalam peraturan
perundang-undangan
• Permintaan persetujuan pasien untuk membuka informasi yang bukan
merupakan rahasia kedokteran
• Upaya RS untuk menjaga kerahasiaan informasi kesehatan pasien
Pembukaan informasi yang tidak memerlukan persetujuan pasien pada
keadaan-keadaan:

• Untuk kepentingan kesehatan pasien
• Memenuhi permintaan aparatur penegak
hukum dalam rangka penegakan hukum,
misalnya dalam bentuk visum et repertum
• Atas permintaan pasien sendiri
• Berdasarkan ketentuan undang-undang,
misalnya UU Wabah dan UU Karantina
PENTINGNYA SECOND OPINION

• Kesalahan diagnosis dan penatalaksaan pengobatan
dokter sering terjadi di belahan dunia manapun,
termasuk di ndoesia
• Perbedaan pendapat para dokter dalam mengobati
penderita adalah hal yang biasa terjadi, dan hal ini
mungkin tidak menjadi masalah serius bila tidak
menimbulkan konsekuensi yang berbahaya dan
merugikan bagi penderita.
• Second opinion dianjurkan bila menyangkut kerugian
biaya atau dampak finansial yang besar atau ancaman
nyawa
PEMBERI INFORMASI:

• Dokter yg merawat/pemeriksaan/operator
bertanggung jawab untuk memastikan bahwa
persetujuan tersebut diperoleh secara benar dan
layak

• Dokter memang dapat mendelegasikan proses
pemberian informasi dan penerimaan
persetujuan  tg-jawab tetap berada pada
dokter pemberi delegasi unt memastikan bahwa
persetujuan diperoleh secara benar dan layak
PERNYATAAN SEBELUM PELAYANAN
• Pada pasien yang kehilangan kapasitasnya untuk memberikan persetujuan
tindakan kedokteran, terutama yang disebabkan oleh penyakit yang progresif,
 dokter sebaiknya cari kemungkinan pesan tentang perlakuan kedokteran
yang diinginkannya, saat pasien masih kompeten
– a. Pernyataan dimuka/pesan tersebut  dapat berupa serangkaian petunjuk
tentang tindakan kedokteran apa yang diinginkan dan yang tidak diinginkan
dilakukan terhadap dirinya, atau berupa penunjukan seseorang lain untuk
membuat keputusan
– b. Pernyataan dimuka/pesan  harus tertulis dibuat oleh pasien kalautidak
mampu ditulis oleh salah satu keluarganya dan diperkuat dengan dua orang
saksi.
• Dokter /faskes wajib melaksanakan petunjuk pesan sepanjang:
– Tidak melanggar hukum
– Tidak terdapat bukti bahwa keinginan pasien tersebut telah berubah.
– Bila dokter ragu ragu dapat konsultasi dengan dr senior/dapat meminta
penetapan pengadilan.
Tanggung Jawab Pasien
1. memberikan informasi yg akurat dan lengkap ttg keluhan sakit sekarang, riwayat
medis yg lalu, hospitalisasi, medikasi/pengobatan dan hal-hal lain yg berkaitan dgn
kes pasien.
2. Mengikuti rencana pengobatan yg diadviskan oleh Dr termasuk instruksi para
perawat dan profesional kes yg lain sesuai perintah Dr
3. Memperlakukan staf RS dan pasien lain dgn bermartabat dan hormat serta tidak
melakukan tindakan yg akan mengganggu pekerjaan RS
4. Menghormati privasi orang lain dan barang milik RS
5. Tidak mbawa alkohol, obat2 yg tdk mendpt persetujuan/ senjata ke dlm RS
6. Menghormati bahwa RS adalah area bebas rokok
7. Mematuhi jam kunjungan dari RS
8. Meninggalkan barang berharga di rumah dan membawa hanya barang-barang yg
penting selama tinggal di RS
9. Memastikan bahwa kewajiban finansial atas asuhan pasien dipenuhi sebagaimana
kebijakan RS
10. Bertangg-jwb atas tindakan2nya sendiri bila mereka menolak pengobatan atau
advis Dr nya 59
INFORMASI KEPADA PASIEN TTG PENELITIAN
1. tujuan penelitian atau penapisan
2. manfaat penelitian dan penapisan
3. protokol penelitian dan penapisan, serta tindakan medis
4. keuntungan penelitian dan penapisan
5. kemungkinan ketidaknyamanan yang akan dijumpai, termasuk
risiko yang mungkin terjadi
6. hasil yang diharapkan untuk masyarakat umum dan bidang
kesehatan
7. bahwa persetujuan tidak mengikat dan subyek dapat sewaktu-
waktu mengundurkan diri.
8. bahwa penelitian tersebut telah disetujui oleh Panitia Etika
Penelitian.
Manual Persetujuan Tindakan Kedokteran. Konsil Kedokteran
Indonesia. Tahun 2006
Hak Akses (Inzagerecht)
Hak akses dan rahasia medis adalah dua sisi dari
satu mata uang. Hak akses memastikan hak
pasien atas wewenangnya untuk melihat atau
mengkopi data-data Rekam Medis nya sendiri.
Sedangkan Rahasia Medis lebih menekankan
segi kerahasiaannya. Isi rekam medis adalah
milik pasien, sedangkan BERKASNYA adalah milik
Rumah Sakit / Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Kepentingan pasien untuk mengetahui Rahasia
Medis
1. Kepentingan Finansial dalam biaya pelayanan
kesehatan
2. Kepentingan Proses Peradilan baik pasien
maupun dokter / Rumah Sakit
3. Kepentingan pengobatan diperlukan untuk
meneruskan pengobatannya pada pemberi
pelayanan lain atas dasar data-data yang ada
4. Kepentingan yang bersangkutan dalam
pengamanan yang menyangkut data-data pribadi
(privacy)
Hak Tolak Ungkap (Verschoningsrecht)
Hak Tolak Ungkap (Verschoningsrecht) yang
menyangkut kewajiban untuk menyimpan
rahasia. Setiap orang yang memegang rahasia
diwajibkan untuk menyimpan dan tidak
sembarangan mengungkapkan rahasia tersebut
kepada orang lain tanpa izin si pemilik
Rahasia artinya sesuatu yang harus dijaga agar
tidak diketahui atau agar suatu tulisan jangan
sampai dibaca oleh orang lain. Jadi berhak
menolak memberikan Rahasia Medis
• KUHP pasal 224 mewajibkan setiap orang
(termasuk juga dokter) yang dipanggil sebagai
saksi, saksi ahli atau penerjemah untuk
memberikan keterangan di Pengadilan. Pada
lain pihal pasal 322 KUHP mengancam dengan
hukuman penjara kepada meraka yang karena
jabatan atau profesinya membocorkan rahasia
yang oleh peraturan hukum diwajibkan untuk
menyimpannya
• Hak Tolak Ungkap maksudnya adalah kalau
dipanggil menghadap di Pengadilan sebagai
saksi atau saksi ahli, dalam arti bisa minta
dibebaskan dari kewajibannya untuk
memberikan keterangan yang dirahasiakan
berdasarkan profesinya. Hal itu terdapat di
dalam berbagai peraturan :
KUH Perdata (pasal 1909)
KUH Pidana (pasal 322)
KUH Pidana (pasal 170)
SANKSI PIDANA
Nakes dapat dituntut jika:
a. tidak membuat rekam medis
b. memalsukan isi rekam medis
c. membocorkan isi rekam medis
kepada pihak ketiga.
SANKSI ADMINISTRATIF
Fasyankes yang tidak menyelenggarakan rekam
medis
dapat dikenai sanksi administratif berupa:
a. Teguran;
b. Teguran tertulis; atau
c. Denda dan pencabutan izin Fasyankes.
SANKSI PERDATA

Nakes membocorkan isi dokumen medis
maka dapat digugat membayar ganti rugi
atas terjadinya:
a. kerugian materiel (nyata); dan
b. kerugian immateriel (misalnya rasa malu
atau kecewa).
SANKSI DISIPLIN
Nakes dapat diadili serta dikenai sanksi
oleh Majelis Displin masing masing
Nakes jika:
a. tidak membuat rekam medis;
b. tidak menyimpan rekam medis; dan
c. membocorkan isi rekam medis.
.KESIMPULAN
1.Tenaga Kesehatan wajib membuat RM
2.Fasyankes wajib melakukan RM dalam
Pelayanan kesehatan
3.Rekam Medis milik sarana kesehatan dan
Isinya milik pasien .
4 Persetujuan Tindakan Pelayanan harus.
ada atas semua pemeriksaan dan
tindakan.
5. Informasi medis wajib dirahasiakan semua
Nakes dalam pelayanan kesehatan..
081317565641, fresleyhutapea@yahoo.com

69
70