You are on page 1of 41

Perkembangan Anak –

Perspektif Psikologi
Presented by:
Yayi Suryo Prabandari
Department of Health Behavior,
Social Medicine & Environmental
Health
Faculty of Medicine
Universitas Gadjah Mada

Yayi Suryo Prabandari
Lahir: Yogyakarta, 15 Nov 1964 (Menikah, 3 anak)
Pendidikan:
S1 Fakultas Psikologi UGM
S2 Program Pasca Sarjana UGM Psikologi Klinis
S3 Kedokteran Komunitas, Fac. of Medicine & Health Sciences,
the University of Newcastle, Australia
Pekerjaan:
- Staf Pengajar Departemen Ilmu Perilaku, Sosial Kedokteran dan Kesehatan Lingkungan (ex
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM) untuk pendidikan S1, S2,S3
- Psikolog di RS Happy Land
- Peneliti dan pemerhati masalah perilaku kesehatan dan pengendalian merokok
Jabatan:
Ketua Minat S2 Perilaku dan Promosi Kesehatan Prodi IKM FK UGM
Sekretaris Departemen Ilmu Perilaku, Sosial Kedokteran dan Kesehatan Lingkungan FK UGM
Ketua Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan FK UGM
Anggota Komite Profesional Behavior FK UGM, koordinator tingkat S1 dan profesi
Anggota Komisi Etik FK UGM
Hobby: olah raga (aerobic, renang, jogging), baca, travelling

2

Topik yang kita diskusikan hari ini
• Perkembangan anak
• Permasalahan pada anak
• Penanganan untuk anak
• Pengembangan diri
• Menjadi orang tua masa kini

PERKEMBANGAN
ANAK

cemas ibu dan ayah akan • Afeksi kelekatan. frustrasi. reaksi dan ASI Eksklusif  berpikir sentuhan • Emosi  belajar rasa dan kasih sayang marah. mulai membantu dari ibu. pertumbuhan dan dan orang-orang di perkembangan sekitar anak . keluarga utama. Masa Bayi: 0-2 tahun 5 Pertumbuhan Perkembangan  Pentingnya Inisiasi • Kognisi  mulai dari menyusui dini & refleks.

Masa Bayi: 0-2 tahun 6 Pertumbuhan Perkembangan  ASI diteruskan • Psikomotor  mulai sampai 2 tahun dari tersenyum. diberikan  pelukan pada bayi merangkak dan dan posisi berjalan menyusui • Bahasa  mulai dari meningkatkan gumam sampai frase kelekatan ibu dan anak . duduk. setelah MP ASI tengkurap.

emosinya juga seiring dengan tokoh khayalannya 7 . meninggi •2 Belajar komunikasi dan berhubungan dengan orang lain  mulai berhubungan dengan orang di luar keluarga inti • 3 Masa bermain  perlunya dampingan orang tua untuk bermain • 4 Belajar emosi  seiring dengan perkembangan kognisi dengan khayalan. Masa Pra Sekolah: Anak 2-5 tahun •1 Pertumbuhan fisik  mulai bisa lari.

Masa Pra Sekolah: Anak 2-5 tahun • 5 Perkembangan bahasa  menata kalimat • 6 Perkembangan kognisi  mulai berpikir ttg suatu peristiwa namun sedikit kesulitan dengan konsep waktu. masa berfantasi dan berkhayal • 7 Perkembangan karakter  saatnya belajar untuk hal yang baik dan membedakan antara yang baik dan buruk 8 .

Usia Sekolah Dasar : 6-12 tahun • Pertumbuhan fisik  gizi yang cukup. puber terjadi lebih awal • Perkembangan mental: – Membentuk sikap sehat mengenai dirinya sendiri – Belajar bergaul dengan teman sebaya – Belajar peranan jenis yang sesuai dengan jenisnya – Membentuk keterampilan dasar: membaca. aktivitas anak dan mulainya berolah fisik membuat anak cepat besar  beberapa anak perempuan sudah menarche. menulis dan berhitung .

nilai moral dan nilai sosial – Memperoleh kebebasan pribadi – Membentuk sikap-sikap terhadap kelompok- kelompok sosial dan lembaga • Perkembangan kognisi: – Mulai belajar analisis dan sintesis . Usia Sekolah Dasar : 6-12 tahun • Perkembangan mental: – Membentuk konsep-konsep yang perlu untuk hidup sehari-hari – Membentuk hati nurani.

Perkembangan sosial : ERICKSON STAGES  Masa kanak-kanak (0-12 tahun): oPercaya vs kekurangpercayaan diri oOtonomi vs ragu-ragu oInisiatif vs rasa bersalah oKompeten vs rasa rendah diri .

PERMASALAHAN PADA ANAK .

kelekatan • Terlalu cepat dalam perkembangan – Kognisi – Sosial – Bahasa .Permasalahan yang berhubungan dengan perkembangan • Keterlambatan dalam perkembangan – Psikomotor – Kognisi – Bahasa – Mental yang lain  emosi.

Permasalahan lainnya • Kognisi dan akademis: – Masuk sekolah umur berapa? – Perlu tidaknya anak masuk pra TK – Kapan anak belajar membaca? – Mengapa anak tidak mau belajar • Emosi. afeksi – Kecemasan dan ketakutan – Frustrasi dan tekanan – Temperamental dan agresif • Karakter – Bagaimana mendidik anak agar menjadi anak yang membanggakan? • Bakat minat – Perlukah les? .

PENANGANAN MASALAH ANAK .

Kognisi dan akademis: KAPAN SEKOLAH? Kapan? • Pra TK: 2-4 th • TK : 5-6 th • SD : 7-12 th Tergantung pada tujuan dikirimkannya anak untuk sekolah dan Kesiapan anak 16 .

Sekolah yang seperti apa yang akan dipilih? SEKOLAH DASAR Pra TK dan TK • Rasio guru dan murid • Rasio guru dan murid • Akreditasi sekolah • Strategi belajar • Kinerja sekolah  akan mengajarnya : – Memberikan kesempatan berdampak pada yang banyak pada anak sekolah lanjutannya untuk bermain. bereksplorasi • Strategi belajar – Tidak memberikan PR mengajar akademis • Masih memberikan kesempatan bagi anak untuk bermain .

Sekolah yang seperti apa yang akan dipilih? Pra TK dan TK SEKOLAH DASAR • Fasilitas • Sarana olah raga dan tempat • Fasilitas Penunjang istirahat yang cukup. aman – Keamanan anak bermain dan bersih – Kebersihan • Penunjang • Ekstra kurikuler yang sesuai dengan perkembangan anak .

2008 . Memahami anak* • Bukan orang dewasa mini • Dunia bermain • Berkembang • Senang meniru • Kreatif Mulyadi.

Melatih emosi pada anak* • Menyadari emosi-emosi anak • Mengakui emosi sebagai peluang untuk kedekatan dan mengajar • Mendengarkan dengan empati dan meneguhkan perasaan anak • Menolong anak memberi nama emosi dengan kata- kata • Menentukan batas-batas sambil membantuk anak memecahkan masalah .

untuk mengidentifikasi. 2008 **Sternberg & Salovey (cit. orang lain dan kelompok* • Lima wilayah kecerdasan pribadi dalam bentuk kecerdasan emosi**: – Kemampuan mengenali emosi diri – Kemampuan mengelola emosi – Kemampuan memotivasi diri – Kemampuan mengenali emosi orang lain – Kemampuan membina hubungan *Wikipedia. kapabilitas. menilai. Mulyadi. 2008) . keterampilan atau kemampuan merasakan. dan menatalaksana emosi diri. Apa yang dimaksud dengan: KECERDASAN EMOSI? • Merupakan kemampuan.

memahami dan bereaksi terhadap emosi orang lain pada saat memahami jaringan sosial – Relationship management (pengelolaan hubungan) – kemampuan untuk memberikan inspirasi. 2008 . serta beradaptasi untuk mengubah sekitarnya – Social awareness (kesadaran sosial) – kemampuan untuk merasakan. mempengaruhi dan mengembangkan orang lain pada saat mengelola konflik *Wikipedia. Apa yang dimaksud dengan: KECERDASAN EMOSI? • Kompetensi emosi menurut Goleman* – Self awareness (kesadaran diri) – kemampuan untuk membaca emosi dan mengenali dampaknya pada saat menggunakan perasaan yang tepat untuk memandu keputusan – Self management (pengelolaan diri) – melibatkan cara mengontrol emosi dan dorongan.

Singkat kata: KECERDASAN EMOSI adalah • Kemampuan individu untuk: – Memahami orang-orang di sekitarnya – Berinteraksi untuk mengembangkan empati. simpati dan untuk – Kerja sama .

Ciri-ciri individu dengan kecerdasan emosi yang tinggi • Mampu mengendalikan emosi • Memahami sifat tiap orang dengan tepat • Hafal nama-nama orang yang dikenal dan mengetahui kesenangan dan ketidaksenangan orang tersebut • Mudah bekerja sama dengan orang lain • Dapat menjadi pemimpin yang baik • Sukses dalam kehidupan • Sukses dalam pekerjaan .

Hasil kajian kecerdasan emosi • Bayi prematur memperlihatkan kecenderungan untuk menunjukkan kekurangan simultan dalam dua tahap perkembangan pada: – Kecerdasan inteletual – Maturitas emosi – Bahasa – Motorik .

Memahami diri kita sebagai orang tua: siapakah kita? Orang tua Orang tua Orang tua Orang tua pengabai emosi penentang serba boleh pencerdas emosi emosi •Tidak memperhatikan •Meremehkan •Menerima •Menghargai emosi emosi anak dan mencela emosi anak anak •Ingin emosi negatif emosi anak •Selalu •Mau anak cepat hilang •Menuntut anak menghibur mendengarkan anak •Merasa gagal bila anak patuh anak •Berempati dengan menunjukkan emosi •Menghukum •Tidak kata-kata negatif anak karena mengajari anak menenangkan •Berpendapat bahwa emosi mengenali •Membantu anak emosi itu berbahaya negatifnya emosinya mengenali emosinya •Tidak menyelesaikan •Tidak •Membimbing cara masalah bersama anak membantu memecahkan anak masalah menyelesai kan masalah .

PENGEMBANGAN DIRI .

2007 Tema Penjabaran Tuhan itu ada Media: air. tetapi gula masih terasa Tuhan Maha Kendaraan untuk bepergian  pengendara selalu Esa hanya satu untuk menjalankan kendaraan Hidup bersih Foto lingkungan  diskusikan isi foto Dermawan Beri makanan kesukaan dan menanyakan perasaan terhadap makanan Diminta untuk berbagi makanan Bersyukur Film atau gambar anak yang kurang beruntung  diskusikan (bisa juga dengan musik) Marah dan Anak sedang marah atau menangis diambil fotonya emosi lainnya dan kemudian foto tersebut didiskusikan Jujur Permainan peran dengan teman . gula pasir. gelas dan sendok Gula dicampur di air  bentuk tidak ada. Mengembangkan kecerdasan multipel* *Syurfah.

Baik dan rendah hati 9. Hormat dan santun 3. Rasa hormat dan 3. dan 6. mandiri 2. (trustworthiness) 2. Tanggungjawab 7. Kewarganegaraan pantang menyerah (citizenship) 7. Cinta kepada Allah 1. Jujur (fairness) 6. 2007 . Integritas damai dan persatuan *Musfiroh. Kasih sayang. cinta 10. Percaya diri. Kerjasama 6. peduli 4. Tanggungjawab. Tanggung jawab disiplin. Dapat dipercaya 1. (responsibility) kerja keras. Peduli dan kerjasama 5. Jujur perhatian (respect) 4. Adil 5. Berani (courage) 8. Visioner 4. Toleransi. Tekun (diligence) 9. kreatif. Disiplin 3. Peduli (caring) 5. Ketulusan (honesty) kepemimpinan 8. Jujur 2. Membangun karakter* KARAKTER DASAR Heritage foundation Character counts USA Ari Ginanjar A 1. Keadilan dan 7.

Strategi Membangun karakter* • Menerapkan model belajar yang melibatkan keaktifan pembelajar • Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif • Memberikan pendidikan yang sistematis dan berkesinambungan • Memperhatikan keunikan anak • Seluruh pendekatan menerapkan perinsip praktis pengembangan yang tepat • Membangun hubungan yang mendukung dan penuh perhatian *Musfiroh. 2007 .

Strategi Membangun karakter* • Memberikan model perilaku positif • Menciptakan peluang untuk menciptakan pembelajar aktif • Mengajarkan keterampilan sosial dan emosional • Melibatkan dalam isu moral • Membuat tuas yang penuh makna dan relevan untuk anak • Tidak ada anak yang terabaikan • Kesalahan dijelaskan. 2007 . hukuman non fisik bisa diterapkan *Musfiroh.

MENJADI ORANG TUA MASA KINI .

beli .Pengasuhan anak sendiri) diserahkan pada orang . ketinggalan informasi catering.Bila “gaptek”  optimal  instant.Kebutuhan nutrisi kurang .Kecenderungan untuk lain protektif (anak & suami) . Menjadi orang tua : kerja di kantor atau di rumah Rumah Tangga RT dan Karir + Pengasuhan anak full  + Pemahaman thdp karir paruh (asal bukan lebih baik “Pengacara”) + Anak cenderung lebih + Kebutuhan nutrisi RT mandiri dapat terjamin (masak .

Jejaring sosial  sibuk Twitter. informasi Koran/ pengobatan yang fakta. termasuk informasi terkini  politik.Teknologi informasi yg pesat haruskah orang tua mengikuti jaman dan arus informasi? Sisi POSITIF Teknologi Sisi NEGATIF Teknologi Informasi Informasi • Mendapatkan Informasi terkini. dll kumpul-kumpul saja sasi Remaja  terjerat/terjebak narkoba. seks. pertemanan/organi Kaskus. maillist didapatkan • Bisa berbisnis Jejaring Pertemuan dng teman online sosial – lama CLBK • Mempertahankan Facebook. bahkan diculik . fanatisme • Menemukan teman Elektronik dan pornografi bisa berbagi ilmu Email. pengetahuan Tabloid menyesatkan.

koran. tanpa android/HP) dibatasi untuk nonton TV . Pilih pekerjaan yg masih suami/istri) memungkinkan memiliki waktu • Tetapkan waktu yang yg cukup utk keluarga berkualitas untuk kumpul Mengenalkan pekerjaan dan bersama keluarga (tidak ada lingkungan pek pd keluarga dan HP/gadget. radio mrpk berkualitas dengan anak sumber informasi  pilih Tetaplah makan bersama program penget  anak (tanpa TV.Tips & Trik utk orang tua Indonesia Rumah Tangga Karir (+RT) • Ikuti perkembangan TI Pengasuhan anak  jangan • Menambah keterampilan 100% pengasuh komunikasi (anak/remaja. tidak sambil anak menonton TV) Sediakan waktu yang • Televisi.

Tips & Trik utk orang tua: Menghadapi anak dan emosinya • Memperlakukan emosi negatif secara objektif • Menerima hal tersebut adalah normal • Menjaga agar perilaku tersebut tetap dalam pengawasan • Membantu anak yang bermasalah  bila perlu konsultasikan ke ahli • Mendengarkan • Orang tua berperan dalam pendidikan tentang nilai • Berbicara pada mereka sebanyak-banyaknya • Menjaga perilaku positif • Jangan segan untuk mengekspresikan afeksi • Kebutuhan untuk keamanan dan stabilitas .

jangan abaikan utk orang tua ucapannya Indonesia • Pastikan bahwa Ibu/Bapak memahami yang dikatakan anak . Berkomunikasi dengan anak • Mendengarkan • Memperhatikan secara seksama • Jangan memotong pembicaraan • Jangan menyiapkan jawaban • Tunda memberikan penilaian • Memandang • Lihat wajah dan bahasa tubuhnya • Pahami yang sedang diucapkan mereka • Merespon • Mulai dari kata “saya/ibu/bapak” daripada “kamu” • Walaupun anak mengatakan sesuatu yg Tips & Trik Ibu/Bapak tidak suka.

dan tidak kasar • Pahami perubahan yang sedang dialami • Kenali dan beri pujian bila anak dapat menjalani dengan tanpa hambatan pada perkembangan sosial . Tips & Trik utk orang tua: Meningkatkan kepercayaan diri anak • Identifikasi kekuatan anak  anak tidak harus berprestasi hanya di akademik • Kenali dan puji perilaku yang positif • Memberikan atmosfir yang positif  bukan over protektif • Perlakukan anak dengan penghargaan.

seni (tidak harus les) dan kegiatan lainnya • Memberikan penghargaan/pujian pada seluruh usaha • Libatkan anak pada kegiatan di rumah (membersihkan rumah. berikan hukuman (misal tidak boleh menonton acara TV kesayangan atau tidak boleh makan roti kesukaan selama 2 hari dst). olah raga. Tips & Trik utk orang tua: Meningkatkan kepercayaan diri anak • Libatkan anak pada kegiatan yang disukainya. namun bukan hukuman fisik/cacian  beritahukanlah kesalahannya . membantu memasak  memisahkan sayur dsb) • Mendorong dan memfasilitasi keinginan/cita-cita secara realistik • Bila anak melakukan kesalahan.

. 2006 Emotional intelligence training: a case of caveat emptor. Http://erbesentanu. Http://www.). S.e- psikologi. 2008 Selayang pandang IQ. T. Jakarta: Gramedia • Grigoroiu-Serbanescu. & DeClaire. Dalam Arismantoro: Character Building. Nirmala Edisi Ramadhan September 2006. 2008 Pengembangan karakter melalui pendidikan karakter.htm download 9 September • Wikipedia. J. 2008 Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak (terjem. A. Bandung: PT Syaamil Cipta Media • Ubaydillah. EQ dan SQ. Human Resources Development Review 5:422-441 • Gottman. J. Terima kasih atas perhatian Ibu dan Bapak Acuan • Anonim.com/2007/04/28 download 9 September • Clarke. International Journal of Behavioral Development 4:183-198 • Musfiroh.Psikologi com. Yogyakarta: Lembaga Penelitian UNY & Penerbit Tiara Wacara • Mulyadi. 1981 Intellectual and emotional development in premature children from 1-5 years. 2008 Emotional Intelligence • Wikipedia. 2008 Cara efektif membangkitkan kecerdasan spiritual. AN. 2007 Multiple Intelligences for Islamic Teaching. N. M. 2008 Spiritual Intelligence . 2008 Peranan pendidikan dalam membangun karakter anak. Dalam Arismantoro: Character Building.com/pengembangan/190504. Yogyakarta: Lembaga Penelitian UNY & Penerbit Tiara Wacara • Syurfah.

THANK YOU .