You are on page 1of 27

REHABILITASI MENTAL DAN

KEDARURATAN PSIKIATRI

Herlian Budiman Andry Dimas D.P


030.10.130 030.11.

Pembimbing:
dr. Savitri Sp. KJ

KEPANITRAAN KLINIK PSIKIATRI


RSJ SOEHARTO HEERDJAN
FAKULTAS KEDOKTERAN TRISAKTI
KEDARURATAN PSIKIATRI

Gangguan alam pikiran, perasaan, atau


perilaku yang memerlukan intervensi
psikiatri atau pengobatan yang segera
karena akan membahayakan pasien
ataupun orang lain
EVALUASI
Tujuan utama menilai kondisi pasien yang sedang
dalam krisis secara cepat dan tepat.
Tindakkan segera dengan pendekatan harus dilakukan
secara tepat adalah :
Menentukan diagnosis awal
Melakukan identifikasi faktor-faktor presipitasi dan
kebutuhan yang diperlukan segera oleh pasien
Memberikan terapi atau merujuk pasien ke fasilitas
yang sesuai
HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA
KEDARURATAN PSIKIATRIK
Keamanan Pasien (Yang paling utama)
Apakah aman bagi pasien ?
Apakah aman bagi petugas (mis. dokter, paramedis)
Medik atau Psikiatrik
Penyebabnya organik, fungsional, atau campuran ?
Psikosis
Apakah ada halusianasi atau waham ?
Suicidal atau Homicidal
Membahayakan diri atau orang lain ?
Kemampuan Merawat Diri Sendiri
Jika pasien atau keluarga tidak mampu Rawat Inap
Etiologi

F0

F4 Kasus
kedaruratan
F1
psikiatri

F3 F2
1. BUNUH DIRI
(KEMATIAN YANG DINIATKAN DAN DILAKUKAN OLEH SESEORANG
TERHADAP DIRINYA SENDIRI )

Risiko tinggi bunuh diri :


1. Laki-laki
2. Usia Tua
3. Isolasi sosial / hidup seorang diri
4. Riwayat bunuh diri dan percobaan bunuh diri
dalam keluarga
5. Sakit kronis
6. Menjalani Operasi
7. Pengangguran
8. Riwayat kejadian suatu kehilangan
Tatalaksana
1. Psikofarmaka
Golongan Benzodiazepine.
Lorazepam 3 x 1 mg sehari selama 2 minggu

2. Non-farmakologi
Terapi suportif membantu pasien dalam mengatasi
masalah
2. GADUH GELISAH
Agitasi : perilaku patologi berupa aktivitas
verbal/motorik yang tak bertujuan
Agresif : dapat berbentuk agresi verbal atau fisik
terhadap benda/seseorang
Kekerasan (violence) : agresi fisik oleh seseorang yang
bertujuan melukai seseorang.
KEADAAN GADUH GELISAH

Banyak bicara Marah-marah


Mondar-mandir Mengancam
Lari-lari Agresif
Loncat-loncat Ketakutan
Destruktif Euphoria
(merusak barang)
Bingung
TERAPI OBAT

Agitasi hebat: hipnotik sedatif (benzodiazepine) atau antipsikotik


Pasien psikotik: anti psikotik
Pasien non psikotik: benzidiazepine
3. TINDAK KEKERASAN
(AGRESI FISIK YANG DILAKUKAN SESEORANG TERHADAP
ORANG LAIN)

Gangguan Psikiatri yang berkaitan:


1.Gangguan psikotik
2.Intoksikasi alkohol
3.Gejala putus zat, alkohol, atau obat hipnotik sedatif
4.Depresi
5.Gangguan kepribadian yang ditandai dengan kemarahan dan gangguan
pengendalian impuls
6.Gangguan mental organik
TATALAKSANA PSIKOFARMAKA
1. Flufenazin, triofluoperazin atau haloperidol 5 mg, peroral atau IM
2. Olanzapine 2,5-10 mg IM , maks 4 injeksi perhari, dosis rata2 perhari
13-14 mg
3. Lorazepam 2-4 mg, diazepam 5-10 mg per IV perlaham dlm 2 menit
4. SINDROM NEUROLEPTIK MALIGNA
Suatu sindrom toksik yang berhubungan dengan pemakaian obat
antipsikotik
(penggunaan antipsikotik potensi tinggi dalam dosis tingggi atau dosis
yang meningkat cepat)
GAMBARAN KLINIS
Demam tinggi (mencapai 41,5C)
Kekakuan otot yang nyata sampai seperti pipa (lead-pipe rigidity)
Instabilitas otonomik (takikardi, TD yang labil, keringat yang berlebihan)
Gangguan kesadaran
TERAPI PSIKOFARMAKA
Amantadine 200-400mg PO/hari dalam dosis terbagi
Bromocriptine 2,5mg PO 2 atau 3 kali/hari,dapat dinaikkan sampai 45
mg/hari
Levodopa 50-100mg/hari IV dalam infus
Dantrolene 1mg/kg/hari IV selama 8 hari, kemudian dilanjutkan PO
selama 7 hari.
5. DELIRIUM
Prodromal (kelelahan, cemas, menjadi iritabel, gangguan tidur)
Gangguan kesadaran
Kewaspadaan
Hiperaktivitas sindrom putus asa : flushing, berkeringat,
takikardia, nausea, hipertermia
Hipoaktivitas depresi
Gangguan pemusatan perhatian : kesulitan mempertahankan,
memusatkan dan mengalihkan perhatian
DIAGNOSIS (PPDGJ III) DIAGNOSIS (DSM VI)

Gangguan kesadaran dan perhatian Gangguan kesadaran


Gangguan kognitif Hambatan dalam fungsi kognitif
Gangguan psikomotor Onset biasanya tiba-tiba
Gangguan siklus tidur-bangun Anamnesis, PF, Lab Etiologi
delirium
Gangguan emosional
Onset biasanya cepat
Tatalaksana
1. Farmakoterapi
Penyebab : toksisitas antikolinergik pisostigmin salisilat 1-2 mg iv atau
im dan dapat diulang 15-30 menit bila diperlukan menghilangkan
kegelisahan : haloperidol 2-10 mg /hari

2. Non farmakoterapi
Terapi suportif dan tenangkan pasien
Rehabilitasi Mental
Terapi psikososial dan rehabilitasi mengacu pada penggunaan
berbagai metode untuk memungkinkan orang dengan gangguan jiwa
berat mengembangkan keterampilan sosial atau kejuruan agar hidup
mandiri.
PELATIHAN KETERAMPILAN SOSIAL
Adalah perilaku interpersonal yang dibutuhkan untuk ketahanan
komunitas, untuk kemandirian, dan untuk menegakkan,
mempertahankan, serta memperdalam hubungan suportif dan secara
sosial menguntungkan.
METODE
Bermain peran adalah alat yang digunakan untuk mengkaji
kompetensi sosial pasien praterapi dan untuk melatih kelebihan atau
defisit perilaku yang ditargetkan selama terapi.
Program-program pelatihan keterampilan sosial untuk skizofrenia:
keterampilan bercakap-cakap, keterampilan manajemen konflik,
keterampilan hidup dalam komunitas, keterampilan berteman dan
berkencan.
TUJUAN
Meningkatkan keterampilan sosial di dalam situasi khusus.
Generalisasi sedang keterampilan didapat untuk situasi serupa.
Perolehan atau mempelajari kembali keterampilan sosial atau
percakapan.
Mengurangi ansietas sosial.
MODEL PELATIHAN PEMPROSESAN
INFORMASI
Metode pelatihan yang mengikuti perspektif kognitif, contohnya
strategi penyelesaian masalah enam langkah telah dikembangkan
sebagai dasar untuk membantu pasien menghadapi dilema
interpersonal:
1. Mengadopsi sikap menyelesaikan masalah
2. Identifikasi masalah
3. Mengumpulkan penyelesaian alternatif
4. Mengevaluasi penyelesaian dan memilih satu untuk diterapkan
5. Merencanakan penerapan dan menjalankannya
6. Mengevaluasi efektivitas upaya, dan jika tidak efektif memilih
alternatif lain.
TERAPI LINGKUNGAN
Ciri utama terapi ini adalah penggunaan tim untuk memberikan
terapi dan waktu yang dihabiskan pasien di dalam lingkungan.
Sebagian besar program terapi lingkungan menekankan interaksi
kelompok dan sosial.
Terapi lingkungan menekankan hak pasien terhadap tujuan dan
memiliki kebebasan gerakan serta hubungan informal dengan
petugas.
GEDUNG PERKUMPULAN PSIKOSOSIAL
DAN PROGRAM MANDIRI
Program psikososial mandiri muncul pada akhir tahun 1940an ketika
mantan pasien mulai berkumpul bersama di klub sosial untuk
memenuhi kebutuhan mereka akan penerimaan dan dukungan
emosional.
PELATIHAN KEJURUAN
Bagian penting rehabilitasi psikososial adalah memungkinkan
orang untuk bekerja.
TERIMAKASIH