You are on page 1of 14

PERANAN

AGROFORESTRI
TERHADAP MITIGASI

FATHINUN NAJIB
(145060400111027)
JENNY RETNANINGTYAS
(145060400111029)
INDAH TRI WAHYUNI
(145060400111033)
ANGELINA TUTULENAN T.
(145060400111034)

JURUSAN TEKNIK PENGAIRAN


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2017
DEFINISI MITIGASI
Dampak negatif perubahan iklim
sudah melanda seluruh dunia,
termasuk di Indonesia. Hal ini
perlu diantisipasi dengan mitigasi
dan adaptasi.
DEFINISI MITIGASI
Mitigasi adalah berbagai tindakan aktif untuk
mencegah/ memperlambat dan mengurangi
dampak perubahan iklim (melalui upaya
penurunan emisi GRK, peningkatan penyerapan
GRK, dll).
DEFINISI AGROFORESTRI

Dalam sudut pandang perubahan iklim, hutan dapat


berperan baik sebagai sink (penyerap/penyimpan
karbon) maupun source (pengemisi karbon).
Deforestasi dan degradasi meningkatkan source
sedangkan aforestasi, reforestasi dan kegiatan
penanaman lainnya serta konservasi hutan
meningkatkan sink.
DEFINISI AGROFORESTRI
Agroforestri yaitu sistem penggunaan lahan &
teknologi, dimana tanaman keras berkayu ditanam
bersamaan dengan tanaman pertanian, diusahakan
pada unit lahan yang sama dalam beberapa bentuk
pengaturan ruang dan waktu .
DEFINISI AGROFORESTRI
Agroforestri, sebagai salah satu sistem yang terdiri dari
tumbuhan berkayu (tanaman/pohon), juga ikut
berperan dalam proses mitigasi perubahan iklim ini.
SISTEM AGROFORESTRI

Agroforestri dikelompokkan
menjadi dua sistem (De
Foresta dan Michon (1997),
yaitu :

1. Sistem agroforestri sederhana


(tumpangsari) dan

2. Sistem agroforestri kompleks.


PRINSIP AGROFORESTRI

Prinsip dalam agroforestri adalah keseimbangan


lingkungan,ekonomi dan sosial. dari prinsip-prinsip
tersebut dan berbagai pendekatan yang dapat
mencegah dan mengurangi perubahan iklim, model
agroforestri dapat memitigasi perubahan iklim
dengan alasan sebagai berikut:
PRINSIP AGROFORESTRI

a) Pencampuran jenis pohon penghasil kayu, buah dan


lain-lain, merupakan salah satu model tanaman
campuran.

b) Pencampuran jenis yang didasarkan pada sifat


toleransi (kanopi dan undestory) .

c) Pencampuran perbedaan umur.


PRINSIP AGROFORESTRI

d) Pencampuran berdasarkan perbedaan waktu


pemanenan

e) Penggabungan nilai ekonomi, sosial dan budaya


sehingga perubahan vegetasi dapat berjalan seiring
dengan perubahan sosial dan budaya secara berangsur
yang dapat disesuaikan dengan perubahan iklim.
AGROFORESTRI UNTUK MITIGASI

Agroforestri ikut serta memberikan kontribusi untuk


mitigasi akumulasi GRK di atmosfer. Gas CO2 sebagai
salah satu penyusun GRK terbesar di udara diserap
pohon dan tumbuhan bawah untuk fotosintesis, dan
ditimbunnya sebagai C-organik dalam tubuh tanaman
(biomasa) dan tanah untuk waktu yang lama, mencapai
30-50 tahun.
AGROFORESTRI UNTUK MITIGASI

Besarnya C yang tersimpan pada sistem agroforestri


tidak bisa menyamai hutan alami, tetapi masih jauh
lebih baik dari pada sistem pertanian monokultur.

Selama tidak ada pembakaran di lahan, emisi CO2 ke


atmosfer dapat ditekan.
PERAN AGROFORESTRI

Menurut Maness (2009) terdapat 3 (tiga) proses


dimana pengelolaan hutan dapat mengurangi
konsentrasi GRK, yaitu:

Strategi perlindungan stok


Strategi penyerapan karbon
Strategi penggunaan energi yang dapat
diperbaharui
PERAN AGROFORESTRI