You are on page 1of 42

KERAGAMAN GENETIK

KARAKTER TANAMAN

Karakter kualitatif:
Karakter yang dikendalikan oleh gen sederhana
(satu atau dua gen) dan tidak atau sangat
sedikit dipengaruhi faktor lingkungan (warna
bunga, bentuk polong, warna polong)
Karakter kuantitatif:
Karakter yang dikendalikan oleh banyak gen
yang masing-masing memiliki pengaruh kecil
pada karakter tersebut (produksi, kualitas hasil,
kadar protein dll).
KERAGAMAN TANAMAN

Berdasar penyebab keragaman:


1. Keragaman genetik keragaman yang
disebabkan oleh faktor genetik (diwariskan).
2. Keragaman fenotip (teramati) keragaman
yang disebabkan oleh faktor genetik dan
lingkungan
3. Keragaman lingkungan keragaman yang
disebabkan oleh faktor lingkungan
KERAGAMAN TANAMAN

Pemulia tanaman concern pada keragaman


genetik karena merupakan modal dasar perakitan
varitas baru.
Ecologist/Agronomist lebih concern terhadap
keragaman lingkungan.
KERAGAMAN GENETIK SEBAGAI MODAL DASAR
PEMBENTUKAN VARIETAS

Keragaman antar jenis tanaman


(padi, jagung, sorgum, kedelai, kacang panjang,
kacang tanah, semangka, melon, dsb.)
Keragaman antar populasi/kelompok dalam jenis
sama (Padi: Rojolele, IR 36, C4, Ciherang dsb.)
Keragaman antar invidu dalam populasi
(Contoh: populasi keturunan hasil persilangan)
PUSAT KERAGAMAN GENETIK TANAMAN
(CENTERS OF DIVERSITY) (VAVILOV)

1. Pusat Cina 5. Pusat Mediteran


2. Pusat India 6. Pusat Ethiopia
2A. Pusat Indo-Malaya 7. Pusat Meksiko Selatan dan Amerika Tengah
3. Pusat Asia Tengah 8. Pusat Amerika Selatan
4. Pusat Asia Timur Dekat 8A. Pusat Chili
8B. Pusat Brasilia-Paraguay
JENIS TANAMAN PADA PUSAT KERAGAMAN
1. Pusat Cina: kedelai, kara, gandum, jeruk, sorghum
2. Pusat India: padi, sorgum, mangga
2A. Pusat Indo-Malaya: pisang, kelapa, tebu
3. Pusat Asia Tengah: gandum, bawang merah, bawang putih
4. Pusat Asia Timur Dekat: melon, barley, alfalfa
5. Pusat Mediteran: asparagus, seledri, kobis
6. Pusat Ethiopia: gandum, sorghum, kopi
7. Pusat Meksiko Selatan dan Amerika Tengah: jagung, kapas,
kakao
8. Pusat Amerika Selatan: tembakau, tomat, kentang
8A. Pusat Chili: kentang
8B. Pusat Brasilia-Paraguay: kakao, nanas, karet
DAERAH KERAGAMAN TANAMAN BUDIDAYA
(ZEVEN AND ZHUKOVSKY, 1975; DAN ZEVEN AND DE WET, 1982)

Daerah Chinese-Japanese
Prosomillet, Fox tail millet, Naked oat
Soybean, Adzuki bean
Leafy mustard
Orange/Citrus, Peach, Apricot, Litchi
Bamboo, Ramie, Tung oil tree, Tea
Daerah Indochinese-Indonesian
Rice
Rice bean, Winged bean
Cucurbits/Ash gourd
Mango, Banana, Rambutan, Durian, Bread fruit, Citrus/Lime,
Grapefruit
Bamboos, Nutmeg, Clove, Sago-palm, Ginger, Taros and Yam,
Betel Nut, Coconut
DAERAH KERAGAMAN TANAMAN BUDIDAYA
(ZEVEN AND ZHUKOVSKY, 1975; DAN ZEVEN AND DE WET, 1982)

Daerah Australian
- Eucalyptus, Acacia, Macadamia nut
Daerah Hindustan
Rice, Little millet
Black gram, Green gram, Moth bean, Rice bean, Dolichos
bean, Pigeonpea, Cowpea, Chickpea, Horse gram, Jute
Eegplant, Okra, Cucumber, Leafy mustard, Rats tail radish,
Taris, Yams
Citrus, Banana, Mango, Sunnhemp, Tree cotton
Sesame, Ginger, Turmeric, Cardamon, Areanut, Sugarcane,
Black pepper, Indigo
DAERAH KERAGAMAN TANAMAN BUDIDAYA
(ZEVEN AND ZHUKOVSKY, 1975; DAN ZEVEN AND DE WET, 1982)

Daerah Central Asian


Wheat (Bread/Club/Shot),Rye
Allium/onion, Garlic, Spinach, Peas, Beetroot, Faba bean
Lentil, Chickpea
Apricot, Plum, Pear, Apple, Walnut, Almond, Pistachio,
Melon, Grape, Carrot, Radish
Hemp/Cannabis, Sesame, Flax, Safflower
Daerah Near-Eastern
Wheat (Einkorn, Durum, Poulard, Bread), Barley, Rye/Secale
Faba bean, Chickpea, French bean, Lentil, Pea
Brassica oleracea, Allium, Melon, Grape, Plum,Pear, Appel,
Apricot, Pistachio, Fig, Pomegranate, Almond
Safflower, Sesame, Flax
Lupins, Medics
DAERAH KERAGAMAN TANAMAN BUDIDAYA
(ZEVEN AND ZHUKOVSKY, 1975; DAN ZEVEN AND DE WET, 1982)

Daerah Mediterranean
Wheat (Durum, Turgidum), Oats
Brassica oleracea, Lettuce, Beetroot, Colza
Faba bean, Radish
Olive, Trifolium/Berseem, Lupin, Crocus, Grape, Fennel,
Cumin, Celery, Linseed
Daerah African
Wheat (Durum, Emmer, Poulard, Bread)
African rice, Sorghum, Pearl millet, Finger millet, Teff
Cowpea, Bottle gourd, Okra, Yams, Cucumber
Castor bean, Sesame, Niger, Oil palm, Safflower, Flax
Cotton, Kenaf, Coffee
Kola, Bambara groundnut, Date palm, Ensete, Melons
DAERAH KERAGAMAN TANAMAN BUDIDAYA
(ZEVEN AND ZHUKOVSKY, 1975; DAN ZEVEN AND DE WET, 1982)

Daerah European-Siberian
Peach, Pear, Plum, Apicot, Apple, Almond, Walnut, Pistachio,
Cherry
Cannabis, Mustard (black), Chicory, Hops, Lettuce

Daerah South American


Potato, Sweet potato, Xanthosoma
Lima ban, Amaranth, Chenopodium, Cucurbita, Tomato, Tobacco,
Lupin
Papaya, Pineapple
Groundnut, Sea Island cotton
Cassava, Cacao, Rubber tree, Passion fruit
DAERAH KERAGAMAN TANAMAN BUDIDAYA
(ZEVEN AND ZHUKOVSKY, 1975; DAN ZEVEN AND DE WET, 1982)

Daerah Central American dan Mexican


Maize, French bean, Potato, Cucurbita, Pepper/Chili, Amaranth,
Chenopodium, Tobacco, Sisal hemp, Upland cotton
Daerah North American
Jerusalem artichoke, Sunflower, Plum, Raspberry, Strawberry
LEMBAGA KERJASAMA INTERNASIONAL
PELESTARIAN SUMBERDAYA GENETIK TANAMAN

Nama Lembaga Lokasi Tanaman Koleksi


CIAT (International Cali, Columbia padi, rumput pakan,
Center for Tropical leguminosa, ketela pohon
Agriculture)
CIMMYT (International El Batan, jagung, gandum
Maize and Wheat Meksiko
Improvement Center)
CIP (International Lima, Peru kentang, ubi jalar
Potato Center)
ICARDA (International Aleppo, Syria gandum, barley, faba bean,
Center for Agriculture pakan, leguminosa
in The Dry Area)
LEMBAGA KERJASAMA INTERNASIONAL
PELESTARIAN SUMBERDAYA GENETIK TANAMAN

Nama Lembaga Lokasi Tanaman Koleksi


ICRISAT (International Hyderabad, sorghum, millet, chickpea,
Crop Research India kacang tanah
Institute for Semi Arid)
IITA (International Ibadan, Nigeria padi, kentang, ubi jalar, kacang
Institute for Tropical tanah, kedelai, jagung, ketela
Agriculture) pohon
IRRI (International Rice Los Banos, padi
Research Institute) Filipina
AVRDC (Asian Shanhua, sayuran
Vegetable Research Taiwan
and Development
Center)
TAHAPAN KEGIATAN PEMULIAAN TANAMAN

Koleksi Plasma Nutfah

Karakterisasi

Seleksi

Perluasan keragaman genetik

Seleksi setelah perluasan keragaman genetik

Evaluasi dan Pengujian

Pelepasan Varitas dan Perbanyakan


KOLEKSI PLASMA NUTFAH DAPAT BERUPA

Species Budidaya
Varietas komersial
Landrace atau varietas lokal tradisional
Breeding line
Special genetic stock
Spesies Liar
Langsung digunakan
Digunakan secara tidak langsung
Punya potensi untuk dimanfaatkan
KOLEKSI PLASMA NUTFAH DAPAT BERUPA

Koleksi plasma nutfah dapat berupa:


Tanaman utuh
Jaringan (dalam media kultur)
Biji
Pollen
DNA
https://www.crops.org

www.treehugger.com
KARAKTERISASI

Kegiatan mendeskripsikan semua karakter yang


dimiliki oleh sumber keragaman (koleksi).
Deskripsi terutama untuk karakter yang
diwariskan.
Karakter yang dideskripsi meliputi karakter
morfologis/agronomis, protein biji hingga
molekuler.
Dilakukan untuk menyediakan informasi yang
berguna bagi pemanfaatan secara maksimal
koleksi yang dimiliki.
EVALUASI DAN SELEKSI

Kegiatan menilai sumber keragaman yang ada


serta memilih genotip yang dikehendaki.
Seleksi dapat dilakukan sebelum atau setelah
kegiatan hibridisasi (rekombinasi)
PERLUASAN KERAGAMAN GENETIK

Perluasan keragaman genetik dilakukan apabila


karakter/kombinasi karakter yang dikehendaki
tidak tersedia.
Perluasan keragaman genetik dapat dilakukan
dengan cara:
Introduksi Rekayasa Genetika
Hibridisasi Fusi Protoplas
Mutasi Variasi somaklonal
Poliploidisasi
INTRODUKSI

Introduksi : mendatangkan tanaman dari tempat


yang berbeda (antar kota, antar negara, antar
lembaga)
Penanganan varietas introduksi :
1. Bahan tetua (sumber gen)
2. Koleksi
3. Bahan seleksi
4. Langsung digunakan sebagai varietas baru
INTRODUKSI
HIBRIDISASI

Hibridisasi : persilangan buatan yang dilakukan


antar tanaman dalam satu spesies, antar spesies
dalam satu genus, antar genus atau kerabat
liarnya
Tujuan : mendapatkan kombinasi genetik (sifat)
yang diinginkan dari dua atau lebih tetua.
HIBRIDISASI

Tahapan hibridisasi:
1. Pemilihan tetua
2. Emaskulasi
3. Penyerbukan/polinasi dan pembungkusan bunga
4. Pelabelan
5. Ekstraksi (pemisahan biji dari buah)
Pemilihan tetua/jumlah tetua

Tergantung pada sifat unggul yang diinginkan,


kualitatif atau kuantitatif.
1. Sifat kualitatif:
Gen sederhana (monogenik), perbedaan fenotip =
perbedaan gen pengendali, pengaruh lingkungan
kecil sehingga lebih mudah diseleksi. Diperlukan
cukup 1 tetua.
2. Sifat kuantitatif:
Gen kompleks (poligenik),pengaruh
lingkungan besar sehingga seleksi tidak
mudah dilakukan. Diperlukan lebih banyak
tetua sebagai sumber gen.
Emaskulasi dan penyerbukan

Emaskulasi : pengambilan kepala sari dari tetua


betina untuk mencegah penyerbukan oleh polen
sendiri atau polen asing yang tidak dikehendaki.
Perlu mengetahui biologi bunga (morfologi dan
saat anthesis)
Cara emaskulasi :
a. Mekanis
b. Fisik
c. Kimia
Emaskulasi dan penyerbukan
Penyerbukan
a. pengumpulan polen
perlu mengetahui fertilitas dan viabilitas polen
b. kesiapan stigma (kepala putik) menerima polen
(receptivitas stigma).
perlu mengetahui kompatibilitas polen-stigma
Pembungkusan bunga betina

Pembungkusan bunga betina dilakukan


sebelum/setelah emaskulasi, menghindari
polinator lain (serangga)

Catatan : pembungkusan bunga kadang perlu dilakukan pada bunga


jantan untuk menghindari tercemarnya polen dengan polen yang
lain.
Pelabelan

Label meliputi : nama tetua, tanda X yang


melambangkan persilangan, tanggal persilangan
MUTASI

Perubahan genetik yang terjadi pada gen (mutasi


gen) atau kromosom (mutasi kromosom)
Terjadi secara alami (spontan) atau buatan
Mutagen:
1. Fisik : radiasi (sinar X, sinar gamma, sinar neutron)
2. Kimia : (ethylene amine, diethyl sulfate,
dimethyl sulfate, N-nitrosoethyl urea,
N-nitrosomethyl urea, methal sulfonate,
diepoxy butane, ethyleneoxide)
Contoh tanaman hasil mutasi

Sorghum hasil mutasi


Sumber : www.batan.go.id
Contoh tanaman hasil mutasi

Jeruk hasil mutasi


Sumber : http://io9.com/5791035/mutation-breeding-creates-the-worlds-most-
perfect-orange
POLIPLOIDISASI

Perubahan pada jumlah kromosom (trisomik=


2n+1) atau penggandaan set kromosom (x)
(triploid =3X, tetraploid =4X)
Allopoliploidi : hasil persilangan antar tanaman
berbeda genom,
Contoh : Semangka 3X tanpa biji, berasal dari
persilangan semangka 2X dengan 4X
Autopoliploidi: Penggandaan langsung dengan
menggunakan kolkhisin
Contoh : semangka 2X 4X
Contoh tanaman hasil poliploidisasi

Induksi poliploidi pisang secara in vitro telah menghasilkan beberapa tanaman


pisang tetraploid (Mas Madu) dengan daun jatuh, berbeda dibanding yang
diploid dengan daun ke atas. Ploidi sudah dikonfirmasi dengan flow cytometer
TUGAS PEKAN DEPAN

Pelajari tentang ragam genetik, lingkungan dan


fenotip serta cara mengukurnya!
Pelajari apa yang disebut heritabilitas!
Pelajari berbagai metode menghitung
heritabilitas!
Pelajari tentang kemajuan genetik dan cara
menghitungnya!
Akan ditunjuk 1 kelompok yang akan
menerangkan salah satu tugas.