You are on page 1of 30

LAPORAN KASUS

TINEA CORPORIS

O L EH:
M A RS EL I N A D AG OMES , S. K ED

PEMBIMBING:
DR. CHAERIL ANWAR,SP.KK
Pendahuluan
TINEA CORPORIS
Dermatofitosis pada kulit tubuh tidak berambut (glabrous skin).
Gol.dermatofita pada badan, tungkai, dan lengan, tidak termasuk lipat paha,
Definisi tangan dan kaki. Ringworm of the body,ringworm glabrose, T.Sirsinata.

Trycophyton Rubrum
Mycosporum canis, T. tonsurans
Etiologi Indonesia cukup banyak ok: Faktor keringat dan higiene (faktor predisposisi)
Epidemiologi

Prevalensi inf. Jamur


superfisial di seluruh
dunia 20-25%

Menyerang semua ras &


kelompok umur

Terkena pada negara


tropis( iklim panas &
kelembapan tinggi)
Patogenesis
Terjadi melalui tiga cara yaitu :
Di mediasi oleh serabut dinding terluar dermatofitmemproduksi keratinasehidrolisis keratin
Perlekatan
Melakukan aktifitas proteolitik dan lipolitik sering proteinase di keluarkankatabolisme
dermatofit pada proteininvasi penjamu
keratinosit

Penetrasi meghasilkan sekresi protein, lipase dan enzim musinolitiknutrisi jamur


Penetrasi dermatofit
melewati Upaya bertahanpenyamaran, pengendalian, penyerangan
dandiantara dinding
sel

Dua mekanismealamirespon cepat,


Responn imun Imunitas adaptifrespon lambat sistmimun lemahdermatofitosis yang berat dan menetap.
penjamu
Patogenesis Dermatofita

Gambar epidermikosis. Dermatofit (titik dan garis merah) memasuki


stratum korneum dengan merusak lapisan tanduk dan juga
menyebabkan respon radang (titik hitam sebagai respon radang)
Laporan Kasus

Identitas pasien
Nama : Tn .Y.A
Umur : 38 thn
Alamat : Aspol Hamadi
Agama : Kristen Protestan
Status : menikah
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : PNS
Suku bangsa : Serui
Tgl Pemeriksaan : 24 Agustus 2017
Anamnesis

Muncul bercak-bercak merah disekitar


Keluhan utama tangan dan perut, gatal

Keluhan kulit bersisik 8 bulan. Awalnya muncul kulit


besisik dari leher dan menyebar ke daerah tangan kanan

RPS dan perut


Gatal bila berkeringat yang banyak.
Sudah pernah berobat ke RS namun obatnya habis pasien
tidak datang kembali kontrol.
Sebelumnya pasien dapat terapi dari puskesmas & poli tapi pasien
RP tidak rutin untuk pengobatan dan minum obat/salep

Pernah sakit yang sama 8 bln yg lalu


RPD Riwayat PPOK (+)

Pasien tgl di rumah bersama keluarganya


RS
Pasien tdk teratur dalam membersihkan diri (mandi)
RK

Riwayat alergi obat, makanan disangkal


RA

Istri pasien juga pernah alami penyakit kulit Tinea Corporis


RK
Pemeriksaan Fisik
Ku :tampak sakit ringan,
TTV: TD: 120/80 mmHg, Nadi : 80
kali/menit, Respirasi : 20 kali/menit,
Status generalisata Suhu Aksilar : 36 C
Yang lainnyadalam batas normal

Distribusi : regional
Lokasi : regio anthebrachi dextra & regio
Status abdominalis lateralis
Ukuran :numular-plakat
Dermatologis Efluoresensi : makula eritema, batas jelas
& tegas, adanya skuama & terlihat erosi
dan krusta akibat garukan.
Status Dermatologi
Pemeriksaan Penunjang
Tidak di lakukan
Pemeriksaan Anjuran

KOH 10-20% pada bagian tubuh yang


diambil adalah kerokan kulit tangan dan
perut.
Resume
pasien dtg ke poli dgn timbul bercak merah di tangan dan perut sejak 4 bulan yg lalu, gatal
Bila berkeringat & cuaca panas tambah gatal,
pasien sdh pernah berobat namun keluhan timbul kembali
status dermatologis : Distribusi : regional
Lokasi : regio anthebrachi dextra & regio abdominalis lateralis
Ukuran :numular-plakat
Efluoresensi : makula eritema, batas jelas & tegas, adanya skuama & terlihat erosi dan krusta
akibat garukan.
Diagnosa kerja

Tinea Korporis
Diagnosa Banding
Dermatitis seboroik
Psoriasis
Pitiriasis rosea
Penatalaksanaan
1. Medikamentosa
- sistemik :
itrakonazol 200 mg
antihistamin : loratadin 10 mg
-Topikal : cream mikonazol nitrat 2 %
2. Non medikamentosa
Jaga kebersihan diri
Keringkan badan ketika keringat & ganti pakaian yg bersih
minum obat secara teratur & kontrol
Prognosis

Quo ad Vitam : Dubia ad Bonam


Quo ad functionam : Dubia ad Bonam
Quo ad sanationam : Dubia ad Bonam
Pembahasan

Diagnosis : Tinea Korporis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan :


Anamnesis
Pemeriksaan Fisik status dermatologis
Pembahasan

Anamnesis dan pemeriksaan


fisik Teori
Pasien Tn. Y.A (38 thn) datang Gambaran klinis dimulai sebagai lesi
dengan keluhan timbul bercak bulat/lonjong,batas tegas,terdiri dari
merah di daerah tangan dan eritema,skuama dan kadang kadang
perut disertai rasa gatal. terdapat lesi,papul dan erosi akibat
Mulai menyebar dan membesar. garukan
Bila gatal dan berkeringat pasien Pada tinea korporis yang menahun yang
sering menggaruknya. disebabkan Trichophyton rubrum.
Foto Pasien Sebelum diberi Terapi

Gambaran makula eritema,batas tegas


dengan skuama,
Pemeriksaan Penunjang
Teori :
Pemeriksaan Tinea Korporis
dengan KOH 10-20% pada
Pada kasus ini kerokan kulit tangan & perut.
pemeriksaan Lab tidak utk melihat adanya hifa
dilakukan pada pasien bersekat, bercabang & spora
berderet
Diagnosis banding
1. Dermatitis Seboroik
2. Psoriasis
3. Pitiriasis Rosea
Psoriasis rosea
Gambar tinea corporis
Pengobatan
Pada Pasien Teori

Medikamentosa :
Sistemik :
Itrakonazol 100mg-200 mg
Antihistamin : Loratadin 10 mg
Cream mikonazol nitrat 2%

Non medikamentosa :
jaga kebersihan diri dengan mandi 2 kali sehari
dengan menggunakan sabun bayi.
keringkan badan ketika berkeringat
ganti pakaian setelah berkeringat.
Tidak gunakan pakaian & alat mandi yang sama
dengan orang lain.
Minum obat & pakai salep teratur (kontrol)
teori
Terima Kasih