You are on page 1of 12

KELOMPOK 1

IMPLEMENTASI DEMOKRASI DAN HAM


DALAM PELAYANAN KESEHATAN

1. Agni Lahmatun Nur Aulia P17120016001


2. Andika Prameswari P17120016002
3. Ayu Khalifah P17120016004
4. Aziza Yuni Camelia P17120016005
5. Bianca Ramadhani Wibowo P17120016006
6. Gede Yudi Prayoga P17120016016
7. Nadya Putri Harahap P17120016025
8. Nindya Suksma Nindhita P17120016027
9. Suci Wulandari P17120016037
10. Wiwit Ariyati P17120016040

JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES JAKARTA 1
Pengertian Demokrasi Indonesia

Secara etimologis, demokrasi berasal dari


bahasa yunani. demos berarti rakyat dan
kratos/kratein berarti kekuasaan atau
pemerintah. demokrasi berarti rakyat
berkuasa (government of rule by the people).
Demokrasi yang diartikan sebagai
pemerintahan atau kekuasaan dari rakyat oleh
rakyat dan untuk rakyat.
Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM)

HAM : hak dasar yang sudah dimiliki oleh semua


manusia Sejak lahir, tiap-tiap manusia/individu
sudah memilikinya dan itu merupakan anugerah
dari Tuhan Yang Maha Esa. Tentunya dalam
kalangan bermasyarakat, kita seharusnya
menghormati hak-hak orang lain.
Menurut Tap MPR No.XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi
Manusia menyatakan, bahwa Hak Asasi Manusia adalah
hak dasar yang melekat pada diri manusia yang sifatnya
kodrat dan universal sebagai karunia Tuhan Yang Maha
Esa dan berfungsi untuk menjamin kelangsungan hidup,
kemerdekaan, perkembangan manusia, dan masyarakat
yang tidak boleh diabaikan , dirampas, atau diganggu
gugat oleh siapapun.
Piagam Hak Asasi Manusia Indonesia yang ditetapkan
oleh MPR dengan Tap. MPR No.XVII/MPR/1998 terdiri
atas 10 bab dengan 44 pasal, yaitu sebagai berikut:

1. Hak Untuk Hidup


2. Hak Berkeluarga dan Melanjutkan Keturunan.
3. Hak mengembangkan diri
4. Hak Keadilan
5. Hak Kemerdekaan
6. Hak atas Kebebasan Informasi
7. Hak Keamanan
8. Hak Kesejahteraan
9. Kewajiban
10. Perlindungan dan Kemajuan.
Implementasi Demokrasi Dalam
Tatanan Pelayanan Kesehatan

Pada konteks demokrasi dalam pelayanan kesehatan


sesungguhnya diharapkan adanya saling mengisi atau
sinergisitas antara pihak pemerintah, swasta, dan masyarakat
dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
Dengan adanya kondisi sinergisitas ini maka tidaklah terjadi
kecenderungan adanya pihak-pihak yang dilemahkan dan
berada dalam ketidakmampuan dalam mendapatkan
pelayanan kesehatan.
Dari pernyataan tersebut, maka ditetapkanlah empat misi
yang menjadi koridor dalam penyelenggaraan
pelayanan kesehatan, yaitu:
1). Menggerakan pembangunan nasional berwawasan
kesehatan
2). Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup
sehat
3). Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan
yang bermutu, merata, dan terjangkau.
4). Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu,
keluarga, dan masyarakat beserta lingkungannya.
Implementasi HAM Dalam
Tatanan Pelayanan Kesehatan

Deklarasi Universal HAM PBB pada pasal 22 tentang hak


jaminan sosial menyatakan bahwa setiap orang, sebagai
anggota masyarakat berhak atas jaminan sosial dan berhak
atas terlaksananya hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya yang
sangat diperlukan untuk martabat dan pertumbuhan bebas
pribadinya melalui usaha-usaha nasional maupun kerjasama
internasional, dan sesuai dengan pengaturan dan sumber
daya setiap negara
Dalam UU No.36 tahun 2009 tentang kesehatan, pasal 4-8
menyatakan setiap orang berhak atas kesehatan, akses atas
sumber daya dibidang kesehatan, pelayanan kesehatan yang
aman, bermutu, dan terjangkau.

Saat ini pemerintah telah menerbitkan kebijakan terkait


pemenuhan hak masyarakat dalam kesehatan yaitu BPJS
kesehatan & BPJS ketenagakerjaan. BPJS sebagai bentuk jaminan
pembiayaan kesehatan warga negara indonesia.
Pasal 25 Universal Declaration Of
Human Rights
1. Setiap orang berhak atas taraf kehidupan yang
memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan
dirinya sendiri dan keluarganya, termasuk hak
atas pangan, sandang, papan, dan pelayanan
kesehatan, pelayanan sosial yang diperlukan,
serta hak atas keamanan pada saat menganggur,
sakit, cacat, ditinggalkan oleh pasangannya, lanjut
usia, atau keadaan-keadaan lain yang
mengakibatkan merosotnya taraf kehidupan yang
terjadi diluar kekuasaannya.
Pasal 25 Universal Declaration Of
Human Rights
2. Ibu dan anak berhak mendapatkan perhatian
dan bantuan khusus. Semua anak, baik yang
dilahirkan didalam maupun diluar perkawinan,
harus menikmati perlindungan sosial yang
sama.
KESIMPULAN
Kesehatan merupakan dasar dari diakuinya derajat kemanusiaan.
Tanpa kesehatan, seseorang tidak akan mampu memperoleh
hak-haknya yang lain. Seseorang yang tidak sehat dengan
sendirinya akan berkurang haknya atas hidup, tidak bisa
memperoleh dan menjalani pekerjaan yang layak., tidak bisa
menikmati haknya untuk berserikat dan berkumpul serta
mengeluarkan pendapat, dan tidak bisa memperoleh
pendidikan demi masa depan. Singkatnya, seseorang tidak
bisa menikmati sepenuhnya kehidupan sebagai manusia.