You are on page 1of 6

SHOLEH BIN AGIL

THOIFUR ALBISHTOMY MASJID AGUNG DEMAK


PENGARUH BUDAYA HINDU BUDHA
DESKRIPSI BANGUNAN
Masjid Agung Demak adalah salah
satu masjid tertua yang ada di Indonesia.
Masjid ini terletak di Kampung Kauman,
Kelurahan Bintoro,
Kecamatan Demak, Kabupaten
Demak, Jawa Tengah.
KUTIPAN SEJARAH
Masjid ini dipercayai pernah menjadi tempat
berkumpulnya para Ulama (wali) yang
menyebarkan agama islam di tanah jawa yang disebut
dengan Walisongo. Pendiri masjid ini diperkirakan
adalah Raden Patah, yaitu raja pertama dari
Kesultanan Demak sekitar abad ke-15 Masehi.
Raden Patah bersama Wali Songo mendirikan masjid
yang karismatik ini dengan memberi gambar
serupa bulus. Ini merupakan candra sengkala memet,
dengan arti Sarira Sunyi Kiblating Gusti yang bermakna
tahun 1401 Saka. Gambar bulus terdiri atas kepala
yang berarti angka 1 (satu), 4 kaki berarti angka 4
(empat), badan bulus berarti angka 0 (nol), ekor bulus
berarti angka 1 (satu). Dari simbol ini diperkirakan
Masjid Agung Demak berdiri pada tahun 1401 Saka.
Masjid ini didirikan pada tanggal 1 Shofar. Prasasti Bulus Raden Patah
PERPADUAN DUA UNSUR BUDAYA
Bangunan ini berdiri di atas
lokasi sekitar alun-alun kota
Demak, seperti layaknya
masjid-masjid Agung yang
dibuat di saat raja-raja Islam
sedang berkuasa. Penonjolan
pertama pada masjid ini ialah
terletak pada bentuknya yang
menunjukkan adanya
perbauran dengan unsur Hindu
pada saat itu, yang kemudian
menunjukkan kecondongan
bentuknya pada bangunan
Di atas pengimaman (tempat
candi (Rochym,1983: 109)
imam sholat) terdapat gambar
surya majapahit, yaitu gambar
hiasan segi 8. Ada pula Dampar
Kencono yang merupakan
mimbar untuk khotbah. Dua
benda ini merupakan
peninggalan Majapahit sebagai
hadiah dari Prabu Brawijaya V
untuk puteranya Raden Fatah
Sultan Demak
ANALISIS & FILOSOFI ARSITEKTUR
MAKSURAH SOKO MAJAPAHIT
bangunan kayu berukir
Maksurah atau kholwat Delapan buah soko
yaitu tempat untuk Mujah guru serambi Masjid
adah Adipati jaman dulu Agung Demak ini
Prasasti di dalam maqsuro adalah benda
menyebut angka tahun purbakala asal
1287H atau 1866M yang kerajaan Majapahit,
saat itu Adipati Demak konon hadiah dari
dijabat K.R.M.A Aryo Prabu Brawijaya V R.
Purbaningrat.
PINTU BLEDHEG
Pintu masuk utama
SOKO GURU MASJID masjid
Terdapat 4 tiang
penyangga utama Formasi bernama Lawang
tata letak 4 Soko guru Bledeg (pintu petir)
didirikan oleh Sunan yang dipercaya
Bonang Tuban, Sunan mampu berfungsi
Gunung Jati Cirebon, sebagai penangkal
Sunan Ampel-Surabaya, petir. Pintu ini juga
oleh Sunan Kalijaga- bertuliskan Nogo
Kadilangu Demak Mulat Saliro
masyarakat menamakan Wani yaitu bermakna
soko ini dengan nama Soko tahun 1388 Saka atau
Tatal 1466 M atau 887 H.
a/a4bledeg-. Mitos ini
FILOSOFI ORNAMEN PINTU BLEDHEG
simbolis dan di*adikan seb
1.Ornamen Pintu Bledeg dilihat dari contour
terdiri dari beberapa bagian yaitu motif tumpal, mahkota,

n Walisanga.Kesimpulannya
kepala naga, jambangan, bunga tumbuhan, lung dan camara.
+alam ornamen tersebut terdapat beberapa motif yang
berasal dari Majapahit, yaitu pada motif tumpal dan
pemakaian lambang Surya Majapahit yang distilir menjadi

dalam ornamenPintu 1lede


mata naga. Susunan lung (kalpalata) dan Jambangan
mempunyai kesamaan dengan hasil seni ornamen Jawa-
Budha abad VIII. Warna yang digunakan merah, hijau, dan

ti)0moti) ornamen simbolis


putih.

2.Ornamen tersebut dilihat dari content


Motif tumpal simbol hubungan manusia dengan Allah SWT, motif

mbol konstituti) yaitusimbol0


mahkota simbol Al-Wahid, motif kepala naga simbol kekuatan dalam
berdakwah Islam, motif Jambangan simbol agama Islam, dan motif bunga
tumbuhan simbol kesuburan ajaran Islam, sedangkan warna merah, biru

an0kepercayaan dan meru


dan putih simbol keselamatan dari Allah SWT.

3.Ornamen tersebut dilihat dari context


Mengangkat mitos Ki Ageng Selo sewaktu menangkap dan menaklukkan
halilintar atau petir Jawa/bledeg. Mitos ini divisualisasikan kedalam
ornamen simbolis dan dijadikan sebagai media dakwah Islam yang
dilakukan Walisanga