You are on page 1of 32

Materi 17

KEGAWAT DARURATAN
PADA BAYI DAN ANAK

Pelatihan Emergency Nursing Intermediate Level

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


KEADAAN
KEGAWATDARURATAN

1. Gangguan Nafas
2. Syok
3. Penurunan Kesadaran
FAKTOR PREDISPOSISI
KEGAWAT DARURATAN PADA
ANAK
1. Makin muda usia, semakin tinggi risikonya
2. Adanya malnutrisi dan gangguan sistem
imun
3. Adanya kelainan anatomis atau fungsional
4. Perjalanan penyakitnya
5. Pengetahuan orang tua terhadap kesehatan
bayi dan anak
PRINSIP PENILAIAN SAMA
Mulai
dengan A( Airway), B (Breathing)
dan C (circulation)

Pada pasien tidak sadar mulai dengan L


(look), L (listen) and F (feel)
PENILAIAN KEGAWATAN PERNAFASAN
(A & B) PADA ANAK

1. Dengarkan suara nafas (mengorok, ada


stridor, mengi, parau)
2. Lihat adakah pernafasan cuping hidung,
retraksi dinding dada (substernal,
interkostal, supraklavikula)
3. Lihat posisi tubuh , menolak berbaring
BREATHING
PERHATIKAN FREKUENSI NAFAS
NORMAL ATAU TIDAK, KULIT

FREKUENSI NAFAS NORMAL PADA BAYI & ANAK

< 1 tahun 30 40 x/m


2 5 tahun 20 30 x/m
5 12 tahun 15 20 x/m
> 12 tahun 12 16 x/m

ADAKAH UAPAYA NAFAS YG SULIT,


LIHAT WARNA KULIT (SIANOSIS?)
PENILAIAN NAFAS ABNORMAL
STRIDOR Obstruksi parsial Croup, benda asing,
jalan nafas atas abses retrofaring
MENGI Obstruksi jalan Asma, ada benda asing,
nafas bawah bronkiolitis
GRUNTING Oksigenasi tidak Kontusi paru,
(merintih) adekuat pneumonia, tenggelam,
RALES Cairan/lendir/darah Kontusi paru, pneumonia
dalam jalan nafas
SUARA NAFAS Obstruksi jalan Sumbatan krn benda
TIDAK ADA & nafas total asing, asma berat,
UPAYA NAFAS pneumo/ hemotoraks,
MENINGKAT Efusi pleura, pneumonia,
pneumotoraks
GAGAL NAFAS AKUT PADA ANAK

A. OBSTRUKSI SALURAN NAFAS ATAS


(OSNA
stridor atau suara nafas yang kasar,
terutama pada saat inspirasi

B. Epiglotitis
Demam tinggi mendadak, stridor
inspiratoir, berliur, posisi tripod,
distres pernafasan / gagal nafas
GANGGUAN SALURAN NAFAS
BAWAH
PNEUMONIA
BRONKIOLITIS
SERANGAN ASMA (EKSASERBASI
AKUT)
GANGGUAN SALURAN NAFAS BAWAH
Pneumonia Bronkiolitis
2/3 oleh bakteri 1. Rinore,
2. Coryza,
3. Batuk,
Tanda 4. Wheezing,
1. Batuk, 5. Distres pernafasan,
2. Takipneu, 6. Demam ,
3. Crackles, 7. Crackles
4. Distress
pernafasan
PENANGANAN : PERLU ANTIBIOTIK
SERANGAN ASMA
Terjadi edema, inflamasi membran mukosa,
hipersekresi & bronkokonstriksi

Gejala
1. Mengi ,
2. Pemakaian otot napas tambahan,
3. Frekwensi nafas cepat

Penanganan : Menghilangkan penyempitan


lumen bronkhus perlu obat bronkodilator
dan nebulizer
PRINSIP PENANGANAN
1. Periksa Jalan Nafas ( airway ) apakah perlu
RJP, perlu aspirasi (bila sumbatan cairan),
sumbatan benda padat dan tidak sadar
apakah perlu intubasi
2. Pemberian oksigen
3. Pada henti nafas lakukan intubasi dan
gunakan Ventilasi Mekanik (sesuai
indikasi)
4. Berikan cairan dan Stabilisasi cairan
PENILAIAN KEGAWAT DARURATAN
SIRKULASI PADA PEDIATRIK
1. Lihat kulit dan mukosa : adakah sianosis,
pucat atau kemerahan

2. Bila pada ekstremitas terdapat bercak-


bercak kebiruan dan dingin
kemungkinan ada vasokonstriksi
SIRKULASI
PENILAIAN
Denyut jantung
Perfusi organ
Tekanan darah

DENYUT JANTUNG

UMUR NORMAL TAKIKARDI BRADIKARDI


< 3 bulan 85-200x/m Demam Hipoksia
3 bulan- 100-190x/m Nyeri iskemia
2tahun
2-10 tahun 60-140x/m Takut/emosi
SIRKULASI
PERFUSI ORGAN (Otak, Ginjal & Kulit)

Dapat dinilai dari:


1. denyut nadi perifer nadi brakial kuat, tidak hipotensi;
nadi sentral (-) resusitasi
2. capillary refill time, hangatnya ekstremitas, warna kulit
3. Tingkat kesadaran
4. Produksi urin

TEKANAN DARAH
- Dipengaruhi ukuran manset
- Membutuhkan kooperasi anak
- Tekanan darah rendah syok
Tekanan Sistolik Minimal =
70 + 2 x umur (tahun)
TINDAKAN SELANJUTNYA
MELIPUTI :
Resusitasi
Melakukan pemeriksaan/pemantauan lebih lanjut
Merujuk

FASILITAS TERBATAS RUJUK, antara lain:


Cedera berat
Riwayat penyakit berat
Kelainan fisiologis
Kelainan anatomis yang dapat fatal
Nyeri hebat
KEGAWAT DARURATAN LAIN

KEJANG DEMAM

KEJANG YG DISEBABKAN OLEH


DEMAM
TERJADI PADA ANAK 2-5 % PADA
USIA < 5 TAHUN
PUNCAK : 18-24 BULAN
KEJANG DEMAM
KEJANG WAKTU : KURANG DARI 15 MENIT
BERSIFAT UMUM (TONIK,
DEMAM TONIK-KLONIK, )
SEDERHANA DIDAHULUI DEMAM > 38,5o C
HANYA SATU KALI DALAM 24 JAM
TIDAK ADA INFEKSI INTRAKRANIAL &
GANGGUAN METABOLIK BERAT

KEJANG WAKTU : BERLANGSUNG


DEMAM LAMA, > 15 MENIT,
KOMPLEKS MULTIPEL DALAM 24 JAM
ATAU FOKAL
KEJANG

TERJADINYA LEPAS MUATAN LISTRIK


BERLEBIHAN DAN HIPERSINKRON DI
SEL NEURON SARAF OTAK

KEDARURATAN NEUROLOGI YANG PALING


SERING TERJADI PADA ANAK

KIRA-KIRA : 4 10 % PERNAH KEJANG, TANPA


PROVOKASI ATAU TANPA REKURENSI
KLASIFIKASI KEJANG
1. Umum
a. Kejang tonik klonik
Tubuh kaku ,Kehilangan kesadaran
hentakan kedua tangan/kaki tiba- tiba

b. Absens
Kehilangan kesadaran sesaat tanpa
gerakan abnormal anak mungkin
terbeliak/termenung
KLASIFIKASI KEJANG
2. Parsial
a. sederhana
Hentakan motorik fokal tanpa kehilangan
kesadaran mungkin sensorik, otonomik
atau psikis, Tanpa hentakan motorik

b. Kompleks
Hentakan motorik fokal, kehilangan
kesadaran kadang-kadang berubah
menjadi kejang umum tonik klonik
PENATALAKSANAAN
TUJUAN CEGAH REKURENSI

PENGOBATAN TIDAK DAPAT


MENCEGAH TERJADINYA
EPILEPSI.
TATALAKSANA AWAL SALURAN NAFAS
PADA ANAK SEDANG KEJANG
1. LETAKKAN KEPALA ANAK PADA POSISI
UTK MEMBUKA SALURAN NAFAS

2. BERSIHKAN MULUT DENGAN


PENGISAPAN LENDIR

3. PERTIMBANGKAN POSISI DEKUBITUS


LATERAL JIKA ANAK MUNTAH-MUNTAH
DAN PENGISAPAN TIDAK CUKUP UNTUK
MENGONTROL SALURAN NAFAS
TATALAKSANA AWAL SALURAN NAFAS
PADA ANAK SEDANG KEJANG
4. BERIKAN OKSIGEN 100% DENGAN
MENGGUNAKAN MASKER NON REBREATHING
ATAU BALON DAN MASKER (BLOW-BY)

5. PERTIMBANGKAN PEMASANGAN ALAT BANTU


SALURAN NAFAS NASOFARINGEAL (ALAT BANTU
SALURAN NAFAS OROFARINGEAL JARANG
DIPERLUKAN)

6. LONGGARKAN PAKAIAN YANG KETAT DAN


PASTIKAN KEPALA TIDAK MEMBENTUR BENDA
YANG KERAS
FASE AKUT
DIAZEPAM (iv) atau DIAZEPAM(rektal)
0,3 0,5 mg/kg IV (MAKS. 20 mg) 5 mg (BB<10kg)
10 mg (BB>10 kg)

BILA KEJANG TIDAK BERHENTI


DIULANGI 5 MENIT KEMUDIAN : DIAZEPAM iv/rektal

Kejang berhenti
Stop obat
Kejang tidak berhenti
FENITOIN ( 15 20 mg/kg IV) Kecepatan < 50mg/mnt
FASE AKUT
Kejang tidak berhenti
FENITOIN ( 15 20 mg/kg IV) Kecepatan < 50mg/mnt

Kejang tak berhenti Kejang berhenti

FENOBARBITAL : 12 jam kemudian (10-


20 mg/kg im) maintenance sampai panas turun
( 5 7 mg/kg/hr )

Kejang tidak berhenti : PICU Kejang berhenti : 12 jam kemudian


maintenance : 3-4 mg/kg im
HAL-HAL PENTING

SEBAGIAN BESAR PROGNOSIS ANAK DENGAN


KEJANG DEMAM (KD) ADALAH BAIK, RISIKO
MENDAPATKAN EPILEPSI RENDAH

MAKIN MUDA UMUR ANAK MENGALAMI KD


PERTAMA, MAKIN BESAR BERULANGNYA KD
HAL-HAL PENTING

MENINGITIS HARUS DISINGKIRKAN, DAPAT


SECARA KLINIS MAUPUN DISERTAI PUNGSI
LUMBAL

PENGOBATAN TIDAK MENGURANGI RISIKO


EPILEPSI, BAHKAN MEMILIKI RISIKO EFEK
SAMPING
HAL-HAL PENTING

DIAGNOSTIK LAB BUKAN HAL RUTIN, PEMERIKSAAN


PENCITRAAN NEUROLOGIK SANGAT JARANG
DIINDIKASIKAN

PERAN GENETIS ? MASIH TERUS DITELITI


KESIMPULAN
KD PROGNOSIS BAIK
RISIKO EPILEPSI KECIL
PENGOBATAN KD TIDAK CEGAH EPILEPSI
TUJUAN PENGOBATAN CEGAH REKURENSI
PENGOBATAN : DIAZEPAM (IV, REKTAL)
Terima Kasih