You are on page 1of 47

MODUL 3

TIM PELATIH GADAR

DIREKTORAT BINA PELAYANAN KEPERAWATAN DAN


KETEKNISIAN MEDIK DITJEN BINA UPAYA KESEHATAN
KEMENKES RI

1
ACUTE CORONARY SYNDROME (ACS) /
SINDROMA KORONER AKUT (SKA) merupakan
penyebab kematian utama di dunia termasuk
di Indonesia. Penanganan yang cepat dan
tepat sangat dibutuhkan terutama pada fase
golden time/waktu emas ( onset serangan
12 jam ). Karena pada fase ini kondisi otot
jantung masih reversible ( masih dapat
dikembalikan fungsinya ), sehingga dapat
survive kembali.
Tujuan pembelajaran umum
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta
pelatihan mampu memberikan Asuhan
Keperawatan sistem kardiovaskular Acute
Coronary Syndrome ( ACS )
Setelah selesai mengikuti pelatihan ini
peserta mampu :
Menjelaskan tentang ACS / SKA
Mengkaji klien ACS / SKA
Memberikan asuhan keperawatan ACS / SKA
Melakukan pencatatan dan pelaporan
Monitoring Hemodinamik non invasif
Tekanan Darah (TD)
Nadi
Pernapasan
Suhu
Perfusi perifer (kulit)
Saturasi perifer
BP / TD Tekanan
arteri yang terdiri dari nilai
puncak (tekanan sistolik )
kemudian turun ke nilai
minimal (tekanan diastolik)
yang merupakan rambatan
tekanan dari jantung.

7
Satu siklus jantung terdiri dari Sistolik dan
Diastolik.

Systolik : - Periode kontraksi


Saat jantung
memompakan darah

Diastolik : - Periode Ventrikel relaksasi


Pengisian darah (blood
filling)

www.sifalibitkim.com

8
Yang dinilai

Irama : Normal Teratur


Abnormal Tidak teratur,
mengancam curah jantung tidak
adekuat

Kekuatan : Normal Kuat


(nilainya hasil pengurangan nilai
Sistolik dgn Diastolik normal )
Abnormal : Lemah , karena
a.l.: Shock
a.l.: AI severe

Frekuensi : Nilai normal tergantung usia spt


tabel sibawah ini
Abnormal : Lambat / cepat , sesuai
kriteria normal 9
Usia Frekuensi jantung normal

Bayi 120 160 / menit


Todler 90 140 / menit
Prasekolah 80 110 / menit
Usia sekolah 75 100 / menit
Remaja 60 90 / menit
Dewasa 60 100 / menit

10
Yang harus dinilai :

Frekuensi

Irama

Kedalaman
Frekuensi
Frekuensi pernapasan rata rata normal menurut usia

Usia Frekuensi

Bayi baru lahir 50 60 / menit


Bayi (6 bulan) 30 50 / menit
Todler (2 Tahun) 25 32 / menit
Anak anak 20 30 / menit
Remaja 16 19 / menit
Dewasa 12 20 / menit

Perhitungan dilakukan selama 30 detik lalu kali 2, tapi


pada bayi dan anak kecil, dihitung pernapasan satu menit
penuh.
12
Proses difusi dan perfusi pernafasan dapat
dievaluasi dengan cara pengukuran saturasi
oksigen darah (SpO2), menggunakan alat oksimeter
nadi yang dipasang di perifer

Alat ini berfungsi mengukur presentasi oksigen yang


di ikat oleh hemoglobin diarteri,

Nilai normalnya 95 100 %


Yang dinilai :
Color / warna
Temperatur / suhu
Condition / kelembaban

Untuk anak usia < 6 Th


Capillary refill
Arteri koroner yang utama terdiri dari :

Arteri koroner kiri , yang


pangkalnya disebut Left main
artery (cabang arteri Utama)
yang kemudian bercabang dua
LAD ( left anterior desending
artery ) serta CX (Circumplex
Artery
Arteri koroner kanan,
memperdarahi sebahagian
besar jantung sebelah kanan
dan sinus node , Av node dan
His bandle (cabang dari His)
dan sebahagian kecil
memperdarhi jantung sebelah
kiri
http://id.images.search.yahoo.com
ACS/SKA adalah sindrom klinik penyakit
jantung koroner yang disebabkan penurunan
suplai oksigen miokard secara akut atau
subakut akibat erosi serta ruptur plak
aterosklerotik dan mikroembolisasi
Mekanisme utama terjadinya ACS / SKA
robek /rupturnya plak arteroaklerosis di pembuluh
koroner sehingga proses trombosis akut
sumbatan mendadak / akut aliran darah
koroner.

Selain itu, dapat juga diakibatkan oleh non


sklerotik, walaupun jarang terjadi, seperti :
arteritis, trauma, diseksi, dan lain-lain.
Definisi
Infark Miokard Akut (IMA) di definisikan
sebagai nekrosis miokard yang disebabkan
oleh tidak adekuatnya pasokan darah akibat
sumbatan akut arteri koroner

Sumbatan total STEMI


Sub total === NSTEMI / UAP
Faktor risiko mayor Faktor risiko minor
sindrom koroner sindrom koroner
akut : akut :

Hiperkolesterolemia
Obesitas
Stress
Hipertensi
Kurang olahraga
Merokok Laki-laki
Diabetes melitus Perempuan
Genetik menopause
Nyeri dada pada Infark
Miokard Akut (IMA)
biasanya berlangsung
lebih dari 20 menit,
retrosternal, berlokasi
di tengah atau dada
kiri,menjalar ke rahang,
punggung atau lengan
kiri. Rasa nyeri ini
digambarkan sebagai
perasaan seperti rasa
tertekan benda berat,
diremas, seperti
terbakar atau seperti
ditusuk-tusuk
Riwayat nyeri dada khas > 20
menit, tdk hilang dg istirahat /
Nitrat
Disertai Mual, muntah dan
keringat dingin
Merupakan syndroma klinis yg terdiri dari :

1. STEMI ( ST Elevasi Myocard Infark )


2. NSTEMI ( Non ST Elevasi myocrd Infark )
3. UAP ( Unstable Angina Pectoris )
Klasifikasi SKA Nyeri EKG Enzym Jantung
dada ST elevasi CK MB dan Trop
Typical minimal 2 lead T/I
bedekatan

APTS ( ANGINA Pektoris


Tidak Stabi ) / UAP
+ - -
NSTEMI ( Non ST Elevasi
Miokard Infark )
+ - +
STEMI ( ST Elevasi Miokard
Infark )
+ + +
Penegakan diagnosa berdasarkan
kriteria WHO
yaitu berdasarkan terpenuhinya data
minimal 2 dari 3 Kriteria dibawah ini :

Keluhan :Nyeri dada iskemik yang


khas
Evolusi EKG

Peningkatan dan penurunan enzym

jantung ( Troponin T / I dan CK-MB )


Pengkajian Primer ( ABCD )

Pengkajian primer ( ABCD ) selalu dilakukan


pada pasien kegawat darurat, begitu juga
pasien dengan SKA / ACS
Pengkajian skunder sifatnya melengkapi
pengkajian primer dan berfokus pada
keluhan utama

P = provocation
Q = quality
R = radiation
S = severity
T = time dan treatment
Adanya ST elevasi minimal di 2 lead yang berdekatan , sesuai
dengan lokasi infarknya
Contoh lokalisasi infark berdasarkan letak perubahan EKG a.l.

No Lokasi Lead

1. Septum V1- V2
2. Anterior V3 V4
3. Anteriar ekstensif I, aVL, V1 V6
4 Inferior II , III, aVF
5. RV V3R V4R
Troponin I Troponin T CK-MB

First detectable 2-4 2-4 3-4


(hours)

100% sensitivity 8-12 8-12 8-12


(hours)

Peak (hours) 10-24 10-24 10-24

Duration (days 5-10 5-14 days 2-4


Identifikasi masalah keperawatan aktual atau
resiko
a.1. Gangguan rasa nyaman : nyeri dada
a.2. Penurunan Cardiac Output

Penatalaksanaan Keperawatan pada fase


akut / golden time
Menurunkan Demand (Bed rest total,
puasa , dll),
Monitoring keluhan dan
Monitoring hemodinamik dan respiratorik
non invasif
Melakukan perekaman EKG
Mengambil sample darah untuk
pemeriksaan laboratorium / Enzim
jantung
Memberikan obat obat awal ( yang berfungsi
menstabilkan plak yang tidak stabil / rupture ) sesuai
standart AHA dengan

MONACO ( Morphin , Oksigen 2-4 lt/mnt , Nitrat


5mg SL dpt diulang 3X / IV), Aspirin 160 -325 mg
( kunyah ), Clopidogrel loading 300 mg / oral)

Persiapan Tindakan Revaskularisasi

Perhatikan tekanan darah pada pemberian Nitrat drip . (nitrat tidak boleh
diberikan pada tekanan darah < 90 mmHg)
I. TERAPI AWAL

Oksigen 4 lt / mnt , saturasi O2 > 90 %


Aspirin 160 325 mg ( kunyah )
Nitrogilserin 5 mg SL ( dpt diulang setiap 5) lalu drip bila masih nyeri
Clopidogrel 300mg /PO ( jika belum pernah diberi )
Morphin bila nyeri tidak teratasi dg nitrat

MONACO
( Morpin, Oksigen, Nitrogliserin,Clopidogrel)

II. PERBAIKAN ALIRAN KORONER dan REPERFUSI Jaringan Myocard

Obat ( Fibrinolitik )
Primary PCI
CABG
FEBRINOLITIK
1. Nitrogliserin ( anti angina )
Nitrat oral / SL 5mg setiap 5 menit , u/ mengatasi nyeri
Intravena kontinu bila sakit berlanjut, gagal jantung , hipertensi

2. Aspirin ( antiplatelet oral )


Kunyah 162 325 mg ( 2 Tab ) , selanjutnya 75 162 mg / hari

3. Clopidogrel ( anti platelet oral )


Loading 300 mg ( 4 Tab ) per oral dilanjutkan 75 mg / hari

4. Morpin
Intra vena dosis 2 4 mg deng dapat di ulang 5 15 menit

5. Heparinisasi ( anti koagulan / antithrombin )


UFH ( Unfrctioneted Hepari ) : bolus 60 U/KgBB maksimum 400 U
Lanjutkan drip 12 U / KgBB, maksimum 1000 U / jam, target APTT 1,5 2 x Kontrol
LMWH /Sub cutan

DALAM PEMBERIAN OBAT2AN PERHATIKAN EFEK DAN SIDE EFEKNYA


Gangguan perfusi miokard
Tujuan umum:
Perfusi miokard adekuat
Kriteria hasil:
Nyerimiokard berkurang
EKG dalam gambaran normal
TTV dalam batas normal
Enzim jantung dalam batas normal
kaji keluhan nyeri dada; kaji dengan metode PQRST

kaji adanya sesak, perubahan suhu akral, warna kulit

posisikan pasien:
datar bila tekanan darah normal
datar bila tekanan darah menurun dengan lokasi infark di left
ventrikel
posisi V bila tekanan darah menurun dengan lokasi infark di right
ventrikel

monitor EKG dan tanda-tanda vital, rekam EKG serial

berikan oksigen

batasi aktivitas, bed rest

Puasakan pasien
turunkan kecemasan pasien, ajarkan nafas dalam

cegah mengedan, batuk berlebih, gelisah

puasakan pasien pada 6 jam pertama setelah serangan

pasang IV akses untuk emergensi dan pengobatan

siapkan pemeriksaan laboratorium (darah) dan Rongent dada

siapkan obat-obatan sesuai program

monitor efek samping obat, serta keluhan sakit dada ( skala


nyeri )