You are on page 1of 33

BBPPSDM KEMENKES RI

MD 3. KEBUTUHAN PATIENT SAFETY


DALAM KEPERAWATAN GERIATRI

PELATIHAN KEPERAWATAN GERIATRI DASAR


BAGI PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT

BAPELKES BATAM, 15 NOVEMBER 2016


LATAR BELAKANG
KEBUTUHAN SAFETY DALAM KEPERAWATAN GERIATRI
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Umum
Setelah mempelajari materi ini peserta mampu melakukan penetapan
kebutuhan safety pada keperawatan geriatri

Tujuan Khusus
Setelah mempelajari materi ini peserta mampu:
1. Menjelaskan konsep safety dalam keperawatan geriatri
2. Menjelaskan konsep hubungan safety dan kecelakaan dalam
keperawatan geriatri
3. Menjelaskan faktor risiko dan upaya safety dalam keperawatan
geriatri
4. Menjelaskan dampak psikologis terkait masalah safety
5. Mampu menentukan kebutuhan safety pada lanjut usia
1. KONSEP SAFETY DALAM KEPERAWATAN GERIATRI
DEFINISI
Pencegahan dari bahaya untuk pasien, ditekankan pada sistem pelayanan
asuhan yang mencegah kesalahan, belajar dari kesalahan yang terjadi dan
membangun budaya aman yang melibatkan tenaga kesehatan profesional,
organisasi dan pasien (The Institute of Medicine).
Sesuatu yang mengurangi risiko akan kejadian yang tidak diinginkan
berkaitan dengan pelayanan medis dari diagnosa/ kondisi (Mitchell, 2008).
Safety dan keamanan bersama dalam integritas biologi di level dasar, dan
perasaan serta persepsi terhadap lingkungan sekitar di level yang tinggi
(Ebersole dan Hess, 1994 dalam Lueckenotte, 2000).
Safety meliputi keamanan, stabilitas, proteksi, bebas dari takut, cemas dan
bahaya (Maslow).
Lingkungan yang safety merupakan hal yang esensial dalam kesehatan
mental lansia dalam kehidupannya (Batler dan Lewis).
SAFETY
Bukan hanya fokus pada pencegahan kecelakaan saja, namun
tergantung pada kondisi individu.
Ada keseimbangan antara kebebasan bertindak dan kemampuan
lingkungan untuk melindungi pasien lanjut usia
Dalam kegiatan di klinik, safety dan autonomy menjadi perhatian
khusus bagi perawat geriatri (Hogstel dan Gaul, 1991 dalam
Lueckenotte, 2000)
Kontribusi keperawatan yang paling penting pada patient safety
pada kondisi dan lingkungan apapun adalah kemampuan untuk
mengkoordinasikan dan mengintegrasikan aspek yang beragam
dari kualitas pelayanan yang secara langsung disediakan oleh
perawat dan pelayanan kesehatan yang lain (Mitchell, 2008).
SAFETY DI RS (Kemenkes RI dan KARS, 2011)

1. Ketepatan Identifikasi Pasien


2. Peningkatan Komunikasi yang Efektif
3. Peningkatan Keamanan Obat yang Perlu
Diwaspadai
4. Kepastian Tepat Lokasi, Tepat Prosedur, Tepat
Pasien di Operasi
5. Pengurangan Resiko Infeksi Terkait Pelayanan
Kesehatan
6. Pengurangan Resiko Pasien Jatuh
2. KONSEP HUBUNGAN SAFETY DAN KECELAKAAN DALAM
KEPERAWATAN GERIATRI
SAFETY DAN KECELAKAAN LANSIA
Autonomi >> integritas individu mengatur diri sendiri untuk
memenuhi kebutuhannya

Faktor eksternal internal >> penurunan fungsi fisik lansia >>


penurunan fungsi autonomi >> kondisi bahaya bagi lansia
untuk beraktifitas

Peran perawat melakukan upaya proteksi

Keselamatan pasien sangat erat hubungannya dengan


penurunan jumlah kejadian cedera.
Dampak pasien jatuh di
RS (Schendimann, 2006,
dalam WHO, 2008):
cedera fisik
patah tulang
panggul
ketidak-mampuan
bergerak
hanya 14 21%
memulihkan
kemampuannya
dalam beraktifitas
sehari-hari.

masa hospitalisasi
memanjang

kewajiban hukum
bagi perawat
3. FAKTOR RISIKO DALAM UPAYA SAFETY PADA
KEPERAWATAN GERIATRI
FAKTOR RISIKO
FAKTOR INTERNAL FAKTOR EKSTERNAL
1. Gangguan persepsi 1. Lingkungan
2. Gangguan pergerakan 2. Tempat Asing
3. Gangguan keseimbangan 3. Tranportasi
4. Kondisi medis/ penyakit 4. Iklim/ suhu
5. Efek pengobatan
6. Penyalah gunaan obat
7. Gangguan jiwa
8. Kerusakan koqnitif
4. DAMPAK PSIKOLOGIS TERKAIT MASALAH SAFETY
PROSES MENUA
KETAKUTAN
LANSIA
MASALAH AKAN
JATUH
KESEHATAN JATUH LAGI

FISIK DAN HILANG


PSIKIS PERCAYA
MELEMAH DAMPAK DIRI
PSIKOLOGIS
TERHADAP
JATUH

ISOLASI SOSIAL,
MOBILITAS
KESEJAHTERAAN
TERGANGGU
BERKURANG

LANSIA
TIDAK
MANDIRI
DAMPAK PSIKOLOGIS
Dampak psikologis jatuh tidak bisa dianggap mudah

Masalah jatuh perlu di perhatikan dalam konteks:


kompetensi,
pengenalan masa kerja,
pengembangan profesional berkelanjutan
pelatihan untuk perawatan yang memadai, profesional, dan sukarela

Kepedulian akan jatuh >> hal yang diperhatikan dalam isolasi sosial
khususnya yang berkaitan dengan Kelompok Bidang Masyarakat dan
Sukarelawan (Voluntery and Community Sector) yang bekerja dengan
lansia dalam kondisi yang bersahabat
5. MENENTUKAN KEBUTUHAN SAFETY PADA LANSIA
PENGKAJIAN KEBUTUHAN SAFETY
1. Pengkajian status mental

2. Pengkajian performa fisik

3. Pengkajian kondisi lingkungan/ tempat tinggal


pasien lansia

4. Pengkajian terintegrasi berdasarkan sistem yang


terganggu sesuai dengan kebutuhan (faktor
internal pasien)
PENGKAJIAN KEBUTUHAN SAFETY

1. Lingkungan yang aman

2. Nutrisi dan cairan yang aman

3. Medication safety

4. Manual pencegahan kecelakaan


5. Tindakan keperawatan
LINGKUNGAN YANG AMAN

KEBERSIHAN DAN KERAPIAN


LINGKUNGAN YANG AMAN

VENTILASI ADEKUAT
LINGKUNGAN YANG AMAN

ADA TANDA PERINGATAN JALAN LANDAI, LANTAI TDK LICIN


LINGKUNGAN YANG AMAN

PENERANGAN
LINGKUNGAN YANG AMAN

PINTU KELUAR
LINGKUNGAN YANG AMAN

HANDRAIL DAN ALAT BANTU LAIN


NUTRISI DAN CAIRAN YANG AMAN
Risiko malnutrisi meningkat
7.856 kecelakaan terjadi karena kasus
kasus dehidrasi dan over-hidrasi
(National Reporting and Learning
System, 2011).
25% dari 7541 pasien di RS dan fasilitas
perawatan lansia mengalami malnutrisi
(British Association of Parenteral and
Enteral Nutrition)
Perlu peningkatan pemenuhan nutrisi
dan hidrasi yang mudah dilakukan
seperti menyusun ulang paket makanan
yang mudah dipahami oleh lansia atau
cairan untuk nasogastric placement
(Lecko, 2013)
MEDICATION SAFETY
Kesalahan manajemen pengobatan pada lansia
(Gurwits & Field, dalam Jha et al., 2008) :
Kesalahan dalam penetapan obat
Tidak sesuai, obat berlebihan, penggunaan opiat
Kesalahan dalam monitoring penggunaan obat
Kurang informasi saat mengambil resep (kondisi
relevan, pengobatan lain, hasil lab terakhir,
riwayat dosis obat)
Masalah khusus berkaitan dengan kompleksitas
pemberian obat dan keterlibatan banyaknya
tenaga kesehatan
Transisi lansia dari RS ke fasilitas perawatan
lansia lain
Perubahan fisiologis akibat penuaan
Penimbunan lemak, penurunan massa otot >>
penurunan clearance obat >> lebih lama diserap
>> konsentrasi serum meningkat, sensitifitas
meningkat
MEDICATION SAFETY
Intervensi medication safety:
Peningkatan komunikasi antara inter-provider
dan provider-patient
Pengaturan kembali protokol pengobatan dan
dukungan keputusan klinis
Komputerisasi sistem pemasukan order
Keterlibatan tim multidisiplin untuk merawat
lansia seperti perawat, apoteker dan profesi
kesehatan yang lain >> IPCP
MEDICATION SAFETY
Tips konsumsi obat yang aman untuk lansia (US. National Institute of Health.
National Institute on Aging, dalam Edelman & Ficorelli, 2012)
Buat daftar obat yang dikonsumsi
Baca dan simpan informasi tertulis tentang obat di satu tempat
Konsumsi obat sesuai dosis dan waktu yang dianjurkan
Telepon petugas kesehatan jika memiliki masalah tentang obat
Gunakan bantuan ingatan untuk minum obat tepat waktu
Jangan melangkahi proses pengobatan dan mengkonsumsi setengah dosis
Hindari mencampuri obat dengan alkohol
Minum obat sampai selesai atau sampai petugas kesehatan mengatakan
untuk berhenti
Jangan ambil resep obat yang dibuat untuk orang lain
Jangan minum obat di ruang gelap
Periksa tanggal kadaluarsa pada paket obat
Pastikan penyimpanan obat jauh dari jangkauan anak-anak.
MANUAL PENCEGAHAN KECELAKAAN
Buku manual membantu perawat terhindar dari kecelakaan pada pasien dan
perawat sendiri, meliputi cara mengangkat, memindahkan pasien lansia dari
tempat tidur ke kursi roda, posisi duduk ke berdiri ataupun berjalan.

Upaya untuk mencegah cedera/ kecelakaan


Mengikuti prosedur kerja jika menemukan faktor resiko untuk
keselamatan seperti menggunakan alat bantu mekanik untuk mengangkat,
atau memindahkan pasien yang kondisinya dependen
Mempertahankan posisi tubuh yang benar saat mengangkat atau
memegang pasien, hindari tekanan yang berlebihan saat menekuk,
lengan, tangan atau leher
Menggunakan alat bantu mekanik yang benar untuk transportasi atau
memindahkan pasien lanjut usia.
Mencari bantuan jika kondisi tidak bisa ditangangi sendiri.
TINDAKAN KEPERAWATAN
Dalam tindakan keperawatan, digunakan alat berpotensi menciderai
pasien (jarum suntik, pisau, gunting, dll).
Kontak dengan cairan tubuh pasien >> berdampak penularan bakteri
dan virus jika tidak dilakukan pencegahan

Upaya keperawatan:
Menggunakan jarum dan alat tajam dengan peralatan keamanan
Buang jarum dan alat tajam lainnya dalam tempat khusus berlabel
Buat label pada semua penyimpanan obat
Gunakan sarung tangan, masker, dan baju pelindung dalam
melakukan tindakan perawatan jika sekiranya akan kontak dengan
cairan tubuh pasien
Berikan perhatian khusus pada personal hygiene
Mencuci tangan setelah melakukan tindakan
SEKIAN DAN TERIMAKASIH

FROM THE PROJECT FOR ENHANCEMENT OF NURSING


COMPETENCY THROUGH INSERVICE TRAINING
Kementerian Kesehatan RI Japan International Cooperation Agency
PEDOMAN DISKUSI KELOMPOK
1. Peserta dibagi 4 kelompok, @7 8 peserta, tiap kelompok ada ketua dan sekretaris.
2. Setiap kelompok melakukan diskusi tentang 4 topik:
Topik a. Konsep safety dalam keperawatan geriatri dan konsep hubungan safety dan
kecelakaan dalam keperawatan geriatri
Topik b. Faktor faktor resiko dalam upaya menjaga safety dalam keperawatan geriatri
Topik c. Dampak psikologis terkait masalah safety dalam keperawatan geriatri
Topik d. Kebutuhan safety dalam keperawatan geriatri
3. Tugas diskusi:
Kelompok 1 : Topik a
Kelompok 2 : Topik b
Kelompok 3 : Topik c
Kelompok 4 : Topik d
4. Setiap kelompok menyajikan hasil diskusinya sesuai dengan penugasan, kelompok lain
bertugas sebagai moderator dan menanggapi penyajian dari kelompok lainnya.