You are on page 1of 20

Laporan Praktik Profesi

Keperawatan Manajemen
di Ruang Melati RSUD PASAR REBO
Jakarta Timur
1. Engkus Abdul S
2. Indra Gunawan
3. Rotua Mesrawati
4. Hafidzoh Fitriyyah
5. Warti
6. Relita Delimunthe
7. Yayah Rokayah
8. Yati Nurhayati
9. Yeti Nurjanah
10. Doni Setiawan
11. Putri Katnawati
12. Novita Nurhayati
13. Erni Imawaty
Tujuan Umum

Menerapkan konsep dan teori tentang


manajemen dan asuhan keperawatan
profesional dengan penerapan pelayanan
Model Praktek Keperawatan Profesional di
Ruang Melati RSUD Pasar rebo.
Tujuan Khusus
Mahasiswa mampu :

Menyusun rencana kegiatan harian kepala ruangan, ketua tim,


perawat pelaksana.
Mampu melakukan bermain peran sebagai Kepala ruang, ketua tim,
dan perawat pelaksana
Menyusun Struktur organisasi.
Menyusun daftar dinas perawat.
Menyusun daftar pasien kelolaan.
Melakukan operan sesuai dengan system pelayanan MPKP.
Melakukan pre conference dan post conference dan bedside
teaching
Mampu melakukan supervisi dan delegasi
Mampu memberikan asuhan keperawatan kepada pasien kelolaan
sesuia dengan Rencana Kegiatan Harian (RKH) .
Mampu melakukan penghitungsn analisa SWOT.
Managemen Keperawatan
Manajemen keperawatan merupakan suatu
bentuk koordinasi dan integrasi sumber-sumber
keperawatan dengan menerapkan proses
manajemen untuk mencapai tujuan dan
obyektifitas asuhan keperawatan dan pelayanan
keperawatan (Huber, 2000).
Proses manajemen dibagi menjadi lima tahap
yaitu perencanaan, pengorganisasian,
kepersonaliaan, pengarahan dan pengendalian
(Marquis dan Huston, 2010).
Model Praktek Keperawatan
Professional (MPKP)
Menurut Hoffart definisi model keperawatan
professional adalah sebagai suatu system (struktur,
proses dan nilai nilai) yang memungkinkan perawat
professional mengatur pemberian asuhan keperawatan
termasuk lingkungan untuk menopang pemberian
asuhan tersebut (Hoffart dan Wood, 1996).
Model Praktek Keperawatan Professional (MPKP)
sendiri merupakan suatu model yang memberi
kesempatan kepada para perawat professioanal untuk
menerapkan otonominya dalam mendesain,
melaksanakan dan mengevaluasi pelayanan / asuhan
keperawatan yang diberikan pada pasien sebagai
bentuk pelayanan prima keperawatan.
Jenis Jenis Model Praktek
Keperawatan Professional (MPKP)
1. MPKP Transisi
Merupakan MPKP dasar, yang terdiri atas perawat pelaksana dengan jenjang
pendidikan SPK dengan jenjang karir PK2, sedangkan untuk jabatan kepala ruangan
dan ketua tim minimal jenjang pendidikannya adalah DIII Keperawatan.

2. MPKP Pemula
Merupakan MPKP dasar, dimana semua tenaga keperawatan memiliki jenjang
pendidikan DIII Keperawatan dan perawat pelaksana dengan jenjang karir PK1,
kepala ruangan dan ketua tim dengan jenjang karir PK3.

3. MPKP Professional
Dalam MPKP professional terdapat beberapa bagian diantaranya :
a). MPKP I, dimana perawat pelaksana memiliki jenjang pendidikan DIII dengan
jenjang karir PK2, sedangkan untuk kepala ruangan dan ketua tim memiliki jenjang
pendidikan S1 Keperawatan dengan jenjang karir PK3.
b). MPKP II, dimana perawat pelaksana memiliki jenjang pendidikan DIII keperawatan
dan mayoritas S1 serta adanya perawat spesialis.
c). MPKP III, dimana semua perawat memiliki jenjang pendidikan S1 keperawatan dan
S2 spesialis dan juga sudah terdapat Doktor keperawatan.
Empat Pilar Model Praktek
Keperawatan Professional (MPKP)
Pilar I : Pendekatan Manajemen (Manajemen
Approach)
1. Perencanaan(Planning)
2. Pengorganisasian (Organizing)
3. Pengarahan
4. Controlling (Pengawasan dan
pengendalian)
Pilar II : sistem penghargaan
Pilar III : hubungan professional
Pilar IV : manajemen asuhan keperawatan
Visi, Misi dan Falsafah
Visi
Menjadi rumah sakit unggulan yang bermutu internasional
dan rujukan terbaik di ibukota Negara Republik Indonesia
tahun 2017
Misi
1. Menyediakan sumber daya pelayanan kesehatan unggulan
2. Membangun kolaborasi dengan sarana pelayanan kesehatan
dan pendidikan yang bermutu internasional
3. Terciptanya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan di ibukota Negara Republik Indonesia
Falsafah
MELAYANI SECARA PROFESSIONAL DAN SEPENUH HATI
Motto
KAMI PEDULI KESEHATAN ANDA
Ruang Melati
Terdiri dari 5 kamar rawat
Tempat tidur yang tersedia 36 TT
Perawat yang bertugas 23 Orang
Dengan pendidikan D3 22 Orang
S1 NERs 1 orang
S1 1 orang
Pilar I
Perencanaan Frekuensi Persentase Pengorganisasian Frekuensi Persentase

Cukup 12 60 % Kurang penting 16 80 %

Penting 4 20 %
Cukup 4 20 %
Kurang penting 4 20 %
Total 20 100 %
Total 20 100 %

Pengawasan Frekuensi Persentase

Penting 8 40 %

Cukup 6 30 %

Kurang penting 6 30 %

Total 20 100 %
Pilar II

Pengelolaan SDM perawat Frekuensi Persentase

Cukup 14 70 %

Kurang penting 6 30 %

Total 20 100 %
Pilar III
Tidak disebarkan karena tidak ada masalah
Pilar IV

Manajemen asuhan keperawatan Frekuensi Persentase

Cukup 12 60 %

Kurang penting 8 40 %

Total 20 100 %
Perumusan Masalah

1. Perencanaan
2. Pengelolaan SDM perawat
3. Manajemen Asuhan keperawatan
PILAR / STANDART KONDISI NYATA SOLUSI
Pilar I Sudah ada , tapi belum optimal dan masih mengacu 1. Visi , misi, dan tujuan dibacakan setiap operan
A.Perencanaan pada bidang keperawatan 2. Dibuat RKH harian kepala ruangan, ketua tim, dan perawat
1. visi, misi, dan tujuan pelaksana , untuk memberikan asuhan keperawatan yang kualitas
2. Rencana kegiatan harian, bulanan dan tahunan.
B. Pengorganisasian Struktur organisasi ruangan dan daftar dinas sudah ada, Untuk kelolaan pasien harus lebih dioptimalkan lagi. Dibuat sesuai Tim
1. Memiliki struktur organisasi ruangan sedangkan daftar kelolaan pasien sudah ada tapi belum masing masing
2. Memiliki daftar dinas optimal .
3. Memiliki daftar kelolaan pasien
C. Pengarahan Tidak semua perawat mengikuti operan serta pre Semua perawat wajib mengikuti operan untuk melaporkan kondisi
1. Operan sesuai SOAP Rumah sakit dan post conference pasien kelolaannya
2. Perawat mengikuti operan setiap shift
3. Kepala ruangan memimpin operan dengan salam
dan doa
4. Melakukan pre dan post conference
D. Pengawasan Sudah dilakukan
1. Penghitungan BOR, ALOS, TOI dilakukan
2. Indikator mutu ILO, ILI, ISK dan angka
decubitus dilakukan
3. Audit dokumentasi dilakukan, setiap 3 bulan.
E. Pengelolaan SDM Sudah dilakukan
1. Perawat terdiri dari lulusan sarjana ners dan
diploma
2. Dilakukan pelatihan pelatihan baik internal
maupun eksternal.
3. Perawat masuk melalui proses seleksi.
PILAR II Sudah dilakukan
Sistem kompensasi dan penghargaan:
1. Melakukan rekruitmen tenaga perawat
2. Melakukan seleksi tenaga perawat
3. Melakukan orientasi
4. Melakukan penilaian kinerja
5. Melakukan pengembangan tenaga perawat
PILAR III Sudah dilakukan
Hubungan professional
1. Memimpin rapat keperawatan
2. Mengawasi pelaksanaan konferensi kasus
3. Mengikuti rapat tim kesehatan
4. Mengawasi pelaksanaan visite dokter.

PILAR IV Di ruang Melati sudah ada SAK untuk asuhan


Asuhan Keperawatan : keperawatan Seluruh proses keperawatan mulai dari pengkajian sampai evaluasi di
Menguasai asuhan keperawatan . terapkan pada pasien kelolaan agar mendapatkan pelayanan yang
optimal
Kesimpulan
MPKP yaitu suatu model yang member kesempatan kepada
para perawat professional untuk menerapkan otonominya
dalam mendesain, melaksanakan dan mengevaluasi
pelayanan / asuhan keperawatan yang diberikan pada
pasien sebagai bentuk pelayanan prima keperawatan.
Dalam melaksanakan model MPKP terdapat 4 pilar
pilarprofessional yang diaplikasikan dalam bentuk aktivitas
aktivitas pelayanan yang dipaparkan sebagaiberikut
:Management Approach, Compensatory Reward,
Professional Relationship, Patient Care Delivery System).
Selama praktek di ruang Melati didapatkan bahwa Ruang
Melati sudah menerapkan Praktek Keperawatan Profesional
tetapi pelaksanaannya belum optimal dan masih berusaha
untuk mengembangkan pelayanan prima dalam
pelaksanaan MPKP.
Saran dan tindak lanjut
BagiPerawat
Perawat (Karu, Katim, PP) diharapkan dapat merealisasikan Model
Praktek Keperawatan Professional di ruang perawatan .
Bagi Rumah Sakit / Bidang Keperawatan
Penyediaan fasilitas, ketenagaan dan pengorganisasian dapat
berjalan dengan baik dan terarah.
Memberikan dukungan dan pengarahan yang optimal pada SDM
perawat dalam upaya pengembangan SDM yang berkualitas dan
professional demi terciptanya pelayanan keperawatan yang
bermutu.
Bagi Tenaga kesehatan yang berada di setiap institusi kesehatan
atau keperawatan
harus memberikan pelayanan yang terbaik yang mendukung
peningkatan mutu institusi kesehatan di mana mereka bekerja.
Dipersembahkan oleh :

1. Engkus Abdul S 9. Yeti Nurjanah


2. Indra Gunawan 10.Doni Setiawan
3. Rotua Mesrawati 11.Putri Katnawati
4. Hafidzoh Fitriyyah 12.Novita Nurhayati
5. Warti 13.Erni Imawaty
6. Relita Delimunthe
7. Yayah Rokayah
8. Yati Nurhayati
Semoga bermanfaat