You are on page 1of 37

BIOASSAY

Paul Ehrlich

• Sejarah bioassay

Bermula pada akhir abad ke-19 Paul Ehrlich meneliti
standarisasai antitoksin difteria, sejak saat itu bioassay tidak
hanya digunakan dalam farmapologi, namun juga digunakan
pada cabang scince yang lain, seperti patologi tumbuhan.

• Bioassay adalah sebuah metode
yang dirancang untuk
menganalisis suatu senyawa oleh
Pengertian Bioassay dosis yang sesuai terhadap sistem
biologi seperti binatang, jaringan,
mikroba dll

• Membandingkan sampel yang diuji dengan zat standar internasional dengan perlakuan yang sama. . Prinsip Bioassay • Menentukan jumlah sampel uji yang diperlukan untuk mengukur respon biologis yang setara dengan substansi standar.

atau pestisida) yang di assay aplikasikan terhadap subjek/sampel (misalnya. obat-obatan. hewan. • Intensitas yang dipakai dalam mengetahui efektifitas rangsangan biasanya digunakan istilah “Dosis” . atau mikroba). • Bioassay secara khusus melibatkan stimulus/rangsangan (misalnya Vitamin Struktur of a biological B. tumbuhan.

Sumber : Gutleb_et_al_2004_8th_OSG_Proc-1 .

• Bioassay kontak langsung (residu) • Bioassay kontak tidak langsung Macam-macam bioassay (air bioassay) (residu) • Bioassay untuk pengasapan (fogging/ULV) .

menyebabkan jantung berhenti (menyebabkan kematian) . dan dapat diukur secara langsung. • Merupakan uji dosis standart dan uji preparasi untuk menghasilkan respon yang spesifik. dosis diukur ketika senyawa diinjeksikan. Perbandingan antara dosis Bioassay langsung estimasi dari uji preparasi relatif standar • Misalnya : • Serangan jantung Digitalis yang diinduksi pada marmut .

Dosis yang Bioassay tidak langsung diberikan disesuaikan terhadap respon yang dihasilkan dari hubungan terhadap masing- masing preparasi secara terpisah . • Merupakan hubungan antara dosis dan respon pada persiapan yang dipastikan.

Prinsipnya adalah pengukuran efektivitas dari pengasapan / fogging atau penyemprotan Bioassay untuk ULV. atau digantung pada jarak tertentu ( didalam atau diluar ruangan ) dari tempat penyemprotan lalu disemprot. Waktu pemaparan 1 jam. pengasapan (fogging/ULV) Misalnya : Nyamuk dalam kurungan dapat diletakkan dalam ruangan lalu disemprot. . tiap 15 menit/selama pemaparan dihitung nyamuk yang pingsan.

• 1. End Point or Quantal Assay . Graded Response Assay Metode bioassay • 2.

• Dalam metode ini. jika dosis ditingkatkan. dan akhirnya mencapai tingkat yang stabil yang disebut celling effect . maka Respon juga Graded Response Assay akan meningkat.

Digitalis diinduksi penurunan kepala pada kelinci Perhitungan LD50 pada tikus atau tikus . • Memunculkan respon 'Semua atau Tidak' pada hewan yang berbeda Misalnya. End Point or Quantal Serangan jantung Digitalis diinduksi Assay pada marmut kejang hipoglikemik pada tikus.

1. Teknik ex vivo . Teknik in vitro 3. Teknik in vivo Teknik bioassay 2.

kelinci dll . • Teknik ini menggunakan hewan hidup yang direkomendasikan untuk tujuan uji. Teknik ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh 1. • misalnya: Dengan menggunakan tikus. Teknik in vivo biologis atau respon dari senyawa di bawah pemeriksaan dalam sistem hidup secara langsung.

Teknik in vitro dengan lingkungan hidup. • Teknik ini menggunakan kultur sel sistem biologi yang dianjurkan untuk mempelajari pengaruh senyawa pada kondisi standar yang tidak mirip 2. kultur sel. Di sini kultur sel bertahan dengan pemanfaatan nutrisi di media. • misalnya: penggunaan sel induk. mikroba (bakteri) dll .

Teknik ex vivo kondisi yang sesuai dalam waktu yang ditentukan terhadap kelangsungan hidup organ luar tubuh . • Teknik ini menggunakan jaringan atau sel-sel dari sistem kehidupan dianjurkan untuk mempelajari pengaruh senyawa yang diuji dalam 3.

Sehingga dapat dilakukan analisis dengan mengukur cahaya yang diberikan setelah penambahan luciferin. Dalam hal ini aktivitas dari Ah-receptor tergantung pada aktivitas gen. Biasanya untuk kebutuhan analisis digunakan Microplate Fluoroscein Reader .Penggunaan Bioassay Penggambaran dari transkripsi gen dapat diukur oleh adanya kontaminasi yang menyertainya.

Aplikasi .

tetapi juga dapat menentukan potensi sampel. maka lebih rendah pula populasinya). (Potensi Kelebihan adalah istilah yang menunjukkan aktivitas senyawa per basis molekul. bioassay tidak hanya membantu untuk menentukan konsentrasi. • 1. Yaitu jika senyawa menunjukkan aktivitas yang lebih baik pada konsentrasi menit. . semakin besar potensi. dan jika aktivitasnya rendah pada konsentrasi yang lebih rendah.

. • 2. bioassay digunakan untuk standarisasi obat-obatan. kelebihan toksin atau racun. vaksin. desinfektan. antiseptik dll.

Pengujian pasien yang terinfeksi sputum membantu menentukan anti-biotik yang diberikan untuk pemulihan cepat. . Membantu menentukan kekhususan suatu senyawa yang akan digunakan misalnya: Penisilin. 3. Penisilin efektif kelebihan terhadap Gram ve tapi tidak pada Gram-ve.

Kadang-kadang komposisi kimia sampel berbeda tetapi memiliki aktivitas biologis yang sama. • 5. • 4. senyawa kompleks tertentu seperti vitamin B-12 yang tidak dapat dianalisis kelebihan dengan teknik uji sederhana dapat efektif jika diperkirakan oleh Bioassays. .

.

• Antimitosis • Brine Shrimp Lethality Test (BST) Macam-macam bioassay • Pengujian sel kanker • Aktivitas antimikroba .

tidak spesifik dan dimanifestasikan sebagai toksisitas Antimitosis senyawa terhadap bulu babi (Tripneustes gratilla) • Pengujian antimitosis ekstrak sampel terhadap zigot dari sel telur dan sel sperma bulu babi (Tripneustes gratilla) dengan melihat jumlah sel yang membelah dimana hasil yang diperoleh berupa persentase sel yang tidak membelah terhadap total sel kemudian ditentukan nilai IC50 . • Merupakan salah satu metode uji toksisitas yang menunjukkan aktifitas farmakologi yang luas.

murah. Makna LC 50 adalah pada konsentrasi berapa ekstrak dapat mematikan 50 % dari organisme uji.• Dapat dilakukan dengan cepat. . mudah dan dapat diulangi sehingga dapat digunakan sebagai Bioassay Guided Isolation yaitu isolasi komponen kimia berdasarkan aktifitas yang ditunjukkan oleh bioassay tersebut • Lethal Concentration 50 atau biasa disingkat LC 50 adalah suatu perhitungan untuk menentukan keaktifan dari suatu ekstrak atau senyawa.

cepat dan tidak membutuhkan biaya yang besar. serta hasilnya dapat di percaya. . Disamping itu metode ini sering dikaitkan dengan metode penapiasan senyawa antikanker. • BSLT merupakan salah satu cara yang cepat dan murah untuk uji aktifitas farmakologi dari ekstrak tanaman dengan menggunakan hewan laut yaitu larva udang Brine Shrimp Lethality Artemia salina Leach Test (BST) • Uji ini mengamati mortalitas larva udang yang di sebabkan oleh senyawa uji • prosedurnya sederhana.

(Jumlah yang mati / Jumlah total Larva) × 100 % .

• Uji sitotoksik adalah kemampuan sel untuk bertahan hidup karena adanya senyawa toksik yang diberikan Pengujian sel kanker / uji sitotoksis • Mengukur kemampuan sel kanker untuk bertahan hidup karena adanya senyawa uji yang di berikan • Parameter yang digunakan untuk uji sitotoksik yaitu nilai IC50 .

• Dua metode umum yang digunakan untuk uji sitotoksik adalah metode perhitungan langsung (direct counting) dengan menggunakan biru tripan (trypan blue) dan metode MTT assay .

• Metode difusi agar Aktivitas antimikroba • Metode dilusi • Metode bioatugrafi .

• Mengamati daerah bening sebagai zona hambat yang mengindikasikan adanya hambatan terhadap pertumbuhan Metode difusi agar mikroba • Cara silinder plate • Cara cakram • Cara cup plat .

• Mengetahui seberapa banyak jumlah zat antimikroba yang diperlukan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri uji (MIC dan MBC) • Sejumlah zat antimikroba Metode dilusi dimasukkan ke dalam medium bakteriologi padat atau cair. • Medium diinokulasikan dengan bakteri uji dan diinkubasi 1. Cara pengenceran tabung 3. Turbudimetri . Cara penapisan lempeng agar 2. • Biasanya digunakan pengenceran dua kali lipat zat antimikroba.

• Metode pendeteksian untuk menemukan suatu senyawa antimikroba yang belum Metode bioautografi teridentifikasi dengan cara melokalisir aktivitas antimikroba tersebut pada suatu kromatogram • KLT .

.

dimana senyawa antimikrobanya dipindahkan dari lapisan KLT ke medium agar yang telah diinokulasikan dengan bakteri uji. • Setelah diinkubasi akan terlihat zona hambatan di sekeliling spot dari KLT yang ditempelkan pada medium agar 1. Bioautografi langsung 2. • Didasarkan atas tehnik difusi agar. Bioautografi pencelupan . Bioautografi kontak 3.