You are on page 1of 17

Di susun oleh

:
Kelompok 5

Dasar Teori  Yang dimaksud dengan iklim dingin atau panas bukan musim tahunan.  Perubahan ini bisa mengakibatkan terjadinya naik-turun suhu bumi secara ekstrem yang dapat pula menyebabkan terjadinya perubahan muka-laut-sea level changes/Eustacy. . akan membahas mengenai kondisi Paleoklinomatologi pada zaman kuarter terutama pada kala Pleistosen. winter atau summer. klimatologi. tetapi iklim yang disebabkan oleh perubahan temperatur global bumi yg antara lain oleh orbital force bumi.  Produk yg kita lihat lazimnya adlh di singkapan sedimen dan atas dasar singkapan sedimen pulalah Milankovich melakukan studi dan meyakini adanya korelasi kuat antara suhu bumi. yg dpt pula berdampak pada proses weathering. dalam pembahasan ini. erosi dan sedimentasi. Pada Zaman Kuarter suhu ekstrem dingin bumi dikenal dg Zaman Glasial. Oleh karena itu. sea level changes dan proses sedimentasi yang dikenal dengang Siklus Milankovich.

Zaman kuarter merupakan zaman yang terpenting karena mulai ada kehidupan manusia yang lebih sempurna. Zaman ini dimulai sejak 18 juta tahun yang lalu .

Zaman Holosen Mulai sekitar 10. Kala Pleistosen (Diluvium) mulai sekitar 1.8 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 10.000 tahun yang lalu hingga sekarang . 2.000 tahun yang lalu.1.

permukaan laut menjadi turun. Kala ini berlangsung sejak 1. yang artinya sebagian besar (pleistos) kehidupan sama dengan yang hidup sekarang. Di permulaan zaman kwarter.8 hingga 0. akibatnya banyak air laut yang terambil.Kala Plistosen. Fosil kala ini paling banyak diperagakan. . muncul zaman es pertama.01 juta tahun lalu. Salah satunya adalah fosil gajah atau yang disebut dengan Stegodon trigonocephalus. suhu bumi menurun dan gletser menutupi sebagian besar daratan Asia.

Terjadinya perpimdahan manusia purba . 2. Hanya hewan berbulu tebal yang mampu bertahan dan hewan berbulu tipis pindah ke daerah tropis. Mulai muncul kehidupan 3. Berlangsung sekitar 18 juta tahun yang lalu. Silih bergantinya zaman Glasial dan Interglasial 4. Ciri-ciri kala Pleistosen 1. 5.

yang baru mulai 0.01 juta (10 ribu) tahun silam. Jawa Timur) dan Dago (Bandung. yaitu kala manusia merajai dunia. Holosen adalah kala keempat dan terakhir dari periode Neozoikum. Dari kala ini diperagakan sejarah budaya manusia Zaman Paleolitikum (Zaman Batu purba) sampai Zaman Neolitikum (Zaman Batu baru) yang ditemukan di Punung (Pacitan.000 tahun yang lalu. Kala ini kadang disebut juga sebagai "Kala Alluvium“.Holosen adalah kala dalam skala waktu geologi yang berlangsung mulai sekitar 10. Jawa Barat). .

sabre-tooth. Daerah-daerah dataran rendah tergenang air dan menjadi laut transgresi dan munculah pulau- pulau di Nusantara. 2. Hewan-hewan besar seperti mastodon. dan giant sloth mulai menghilang. Ciri-ciri Kala Holosen 1. Sebagian besar es di kutub lenyap dan permukaan air laut naik. 3. . mammoth. glyptodon.

Proses glasiasi Berakibat pendangkalan air laut sehingga menjadi daratan dan menjadi jembatan perpindahan hewan untuk bermigrasi karena perubahan musim.2. (Pleistosen-Holosen)  Keadaan alam pada kala pleistosen-holosen berlatar belakang peristiwa tersebut antara lain ada 4 proses yaitu 1. Aktifitas vulkanisme Berakibat terbentuknya daratan-darataan baru dan dapat merubah keadaan alam sebelumnya . Proses interglasiasi / post glasiasi (pencairan kembali air laut) Berakibat naiknya permukaan air laut daerah tropis menjadi lembab. Proses pembentukan daratan karena tenaga endogen dan eksogen 4. Kondisi Paleoklinomatologi pada zaman kuarter. penyempitan wilayah jelajah fauna sehingga terjadi pengkerdilan fauna tertentu 3. 2.

 Dengan lewatnya jaman wurm. maka berakhirlah jaman divilium dan mulailah jaman holosen (post glacial) tanda- tanda peninggalan jaman es dapat dilihat dari ditemukannya fauna vertebrata Ngandong serta Pithecanthrorupus Soloensis dalam undak-undakan di Bengawan Solo. . Pada kala pleistosen sebagian besar daratan ditutupi oleh es (divilium / jaman es). Paparan Sahul juga tergenang oleh laut Arafura dan semakin dalamnya laut di daerah Maluku. Inilah pembatasan antara jaman tersier ke kala pleistosen ditandai dengan banyaknya fauna dan flora tertentu dan digantikan dengan varietas baru yang disebabkan evolusi akibat penyesuaian diri.  Pada jaman post glasial es mencair kembali dan Paparan Sunda tergenang kembali oleh laut Jawa serta laut Cina Selatan. Akibatnya banyak fauna yang bermigrasi.

Masa holosen dibatasi dengan suatu corak masyarakat prasejarah yang tinggal di gua.  Manusia baru muncul pertama kali kira-kira muncul 3 juta tahun yang lalu.  Pada saat glasiasi. bersamaan dengan berkali-kali glasiasi di kala plestosen (masa glacial/zaman es). Masa setelah pleistosen adalah masa holosen yang berlangsung ±10. . daerah tropic yang tidak terkena es mengalami masa pluvial ( hujan ).000 th yang lalu sampai dengan sekarang. bercocok tanam dan menjinakan binatang. tetapi masa berlangsungnya belum jelas. Peristiwa glasiasi di kala plestosen terjadi beberapa kali di selingi oleh masa-masa antar glacial ( pencairan kembali).

Perubahan iklim 3. Timbul tengelamnya sungai . Letusan gunung berapi 4. Meluasnya es ke sebagian muka bumi 2.Peristiwa pada kala plestosen yang besar pengaruhnya terhadap kehidupan manusia antara lain: 1.

Ciri manusia kala plestosen adalah manusia lebih mudah mendapat makanan. holosen) kira- kira 10000 tahun yang lalu-sekarang kecerdasan dan kehidupan manusia meningkat sangat maju. oleh karena itu mereka membuat alat-alat untuk memudahkan mereka. Pada masa berikutnya (post-plestosen.Manusia pada kala itu mengalami perkembangan akal yang di pengaruhi tuntutan mempertahankan hidup. .

 Gerakan alam yang dapat merubah bentuk muka bumi antara lain orogenesa (pengangkutan) erosi (pengikisan) dan kegiatan vulkanik. yaitu jaman tersier bumi masih dikuasai mamalia raksasa yang mencapai puncak perkembangannya dalam jaman ini. serta gerakan endogen (dari dalam bumi) dan eksogen (dari luar bumi). Pegunungan Himalaya yang tingginya 8000 meter di atas permukaan laut adalah contoh dari endapan laut Tethys. sementara itu bagian timur berhubungan dengan Australia.  Pada kala plestosen bagian barat kepulauan Indonesia berhubungan dengan daratan Asia Tenggara. . Bagian daratan yang menghubungkan Indonesia bagian barat dengan Asia Tenggara disebut paparan Sunda(Sunda shelf). dan daratan penghubung Irian dengan Australia disebut paparan Sahul (Sahul Shelf).  Sebelum kala plestosen. Baru sejak jaman kuarter awal munculah manusia yang dapat menguasai bumi karena kelebihan akalnya. Sampai sekarang pun masih terjadi pembentukan tersebut.

 Paleoklimatologi merupakan ilmu mengenai perubahan iklim yang terjadi dalam seluruh rentang sejarah Bumi. Adaptasi ini juga mengakibatkan perubahan fisik. dan Aktifitas vulanisme  Iklim merupakan peranan penting dalam corak kehidupan manusia. Keadaan alam pada kala pleistosen-holosen berlatar belakang peristiwa tersebut antara lain ada 4 proses yaitu : Proses glasiasi. Proses interglasiasi / post glasiasi (pencairan kembali air laut). makhluk yang tidak dapat menyesuaikan diri pasti akan punah. Proses pembentukan daratan karena tenaga endogen dan eksogen. . keadaan yang sangat dingin merupakan paksaan bagi manusia dan hewan untuk bermigrasi.

pukul 20..html.20 wib) . Proceedings AsianTrans – Disciplinary Karts Conference 2011.com/2010/01/zaman- kuarter-zaman-keempat-pada-zaman.  http://seniorhighzone. 2011.Lampau.Berburu.Masa. Yogyakarta Januari 7 – 10th.ke. Atmospheric Carbon Dioxide Seuestration Through Karst. E.Masa.com/read/2012/05/09/09055841/Paleo klimatologi.kompas.blogspot.Daftar Pustaka  Haryono. pukul 19. pp 214. (diakses pada tgl 1 maret 2015. Denundation Porcesses: an Estimated from Indonesian Karts Region.25 wib)  http://sains.Meramal. Depan (Diakses pd tgl 1 maret 2015.

Geologi Tadulako 15’ .