You are on page 1of 52

LOW BACK PAIN ET

CAUSA HERNIA NUKLEUS
PULPOSUS
Zena Anzani Suci Octavianti
030.11.320

KEPANITRAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAF
RSUD BUDHI ASIH

PENDAHULUAN

Nyeri punggung bawah sering disebut nyeri pinggang atau low back pain merupakan
keluhan yang sering dijumpai. Nyeri ini dapat merupakan nyeri lokal maupun nyeri
radikuler atau keduanya. Nyeri sering dirasakan di daerah lumbal atau lumbo-sakral dan
sering disertai dengan penjalaran nyeri kearah tungkai dan kaki.

Prevalensi seumur hidup dari nyeri punggung bawah yang tidak spesifik diperkirakan
mencapai 60% sampai 70% di negara-negara industri (prevalensi satu tahun 15% sampai
45%, insidensi dewasa 5% per tahun). Tingkat prevalensi untuk anak-anak dan remaja
lebih rendah daripada yang terlihat pada orang dewasa namun meningkat. Prevalensi
meningkat dan mencapai puncak antara usia 35 dan 55

Usia merupakan faktor yang mendukung terjadinya nyeri punggung, sehingga biasanya
diderita oleh orang berusia lanjut karena penurunan fungsi-fungsi tubuhnya terutama
tulangnya sehingga tidak lagi elastis seperti diwaktu muda. Selain itu faktor risiko
terhadap pekerjaan dipengaruhi aktivitas terlalu banyak duduk atau berdiri, mengangkat,
membawa beban, membungkuk, memutar dan riwayat trauma juga merupakan faktor
yang mendukung nyeri punggung.

Nyeri punggung bawah atau nyeri pinggang juga dapat diakibatkan oleh Hernia
Nukleus Pulposus (HNP). HNP yaitu keluarnya nucleus pulposus dari diskus melalui
robekan annulus fibrosus hingga keluar ke belakang atau dorsal menekan medulla spinalis
atau mengarah ke dorso lateral menekan radix spinalis sehingga menimbulkan gangguan.
HNP lebih banyak terjadi pada individu dengan pekerjaan membungkuk dan mengangkat
yang mengakibatkan trauma dan riwayat trauma langsung di daerah lumbal.

LAPORAN KASUS .

73. Klender.49  TANGGAL LAHIR : 8 Maret 1998  USIA : 19 Tahun  ALAMAT : KP.8 . Duren Sawit.08.2017 . RM : 01.IDENTITAS PASIEN  NAMA : Nn.  PEKERJAAN : Karyawan  AGAMA : Islam  STATUS PERNIKAHAN : Belum menikah  TANGGAL MASUK : 31 . 2A. Sumur No. Dita Sulistyowati  NO.

KELUHAN UTAMA Pasien datang dengan keluhan nyeri pinggang .

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG .

saat itu juga pasien langsung merasakan adanya aliran listrik dari pinggang sampai ankle kaki sebelah kanan. Sebelumnya pasien mengalami trauma yaitu jatuh dari kursi pada bulan februari. Pasien datang ke IGD RSUD Budhi Asih diantar oleh keluarga dengan keluhan nyeri pinggang. jatuh saat pasien akan duduk di kursi yang beroda. Pasien jatuh dengan posisi duduk. . Nyeri dirasakan sejak bulan februari namun sebulan terakhir sebelum masuk rumah sakit nyeri terasa semakin memberat. Setelah jatuh. Nyeri pinggang yang dirasakan sampai tidak bisa jalan.

Setelah menjalani rawat jalan. Pasien mengatakan selama dari bulan februari terasa nyeri hanya di diamkan saja selama 3 bulan. tidak dibawa ke dokter. Setelah itu pasien dibawa ke dokter lalu di rawat dan di katakan terdapat saraf kejepit akibat terjatuh. Pasien mengatakan pengobatan tradisional yang pertama dilakukan adalah badan pasien di bunyikan tulang-tulangnya. pasien melakukan pengobatan tradisional di berbeda tempat. . Akirnya pasien langsung dibawa ke RSUD Budhi Asih. Pada pengobatan tradisional yang terakhir itu yang membuat pasien sangat nyeri sampai tidak bisa bergerak sama sekali. yang kedua di urut dan yang ketiga di urut sampai di pukul-pukul.

pasien juga mengeluh nyeri dirasakan saat istirahat. . Selain nyeri pinggang yang menjalar sampai ke kaki. Jika pasien batuk atau bersin nyerinya menjalar. Pusing (-) mual (+) muntah (-) pingsan setelah terjatuh (-) pandangan kabur (-) kejang (-). jika BAB juga terasa nyeri yang menjalar. terdapat kesemutan dan terasa baal.

Hipertensi (-) Diabetes Melitus (-) Penyakit Jantung (-) Penyakit Paru (-) .RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Riwayat terjatuh dengan posisi duduk (+) pada bulan februari.

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA Di lingkungan keluarga tidak ada yang mengalami hal serupa. Hipertensi (-) Diabetes Melitus (-) Penyakit Jantung (-) Penyakit Paru (-) Alergi (-) .

ketorolac dan dextoketoprofen .RIWAYAT ALERGI Alergi obat (+) yaitu ranitidine.

RIWAYAT KEBIASAAN Riwayat kebiasaan pasien mengangkat beban berat (-) .

PEMERIKSAAN FISIK .

 Kesadaran : Compos Mentis  Tanda Vital  Tekanan darah : 120/80 mmHg  Suhu : 36.8 oC  Heart Rate : 82 x/menit  Respiratory Rate : 20 x/menit .

distribusi rambut merata  Mata : Konjungtiva anemis (-/-) Sklera ikterik (-/-)  Hidung : Normal  Mulut : Normal  Leher : deviasi trakea (-). pembesaran kelenjar getah bening (-) pembesaran tiroid (-) . ikterik (-). sianotik (-)  Kepala : Normosefali.STATUS GENERALIS  Kulit : Sawo matang.

 Jantung  Inspeksi : Tidak tampak iktus kordis  Palpasi : Tidak teraba iktus  Perkusi : Tidak dilakukan pemeriksaan  Auskultasi : Bunyi jantung I dan II reguler. murmur (-) gallop (-)  Paru  Inspeksi : Bentuk dada simetris saat statis dan dinamis  Palpasi : Vokal fremitus simetris pada kedua lapang paru  Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru  Auskultasi : Vesikuler pada kedua lapang paru. rhonki (-/-) Wheezing (-/-) .

tidak didapatkan nyeri tekan  Ekstremitas Atas : Akral hangat (+/+) oedem (-/-) deformitas (-/-) Bawah : Akral hangat (+/+) oedem (-/-) deformitas (-/-) . Abdomen Inspeksi : Simetris saat statis dan dinamis Palpasi : Bising usus (+) 3x/menit Perkusi : Timpani di seluruh region Auskultasi: Supel.

(negatif) Brudzinki II : .(negatif) Laseque : + (<70o / <70o) Kernig : + (<135o / <135o) .(negatif) Brudzinki I : .STATUS NEUROLOGIS Kesadaran : Compos Mentis Tanda rangsang meningeal Kaku kuduk : .

NERVUS KRANIALIS .

Nervus Kranialis Pemeriksaan Hasil Pemeriksaan N.X (Vagus) Pengecapan lidah 1/3 belakang Tidak dilakukan Refleks menelan.XII (Hipoglosus) Pergerakan lidah Tidak terdapat kelainan Disartria Tidak terdapat kelainan .VIII (Vestibulocochlearis) Tes pendengaran. Gerak bola mata Tidak terdapat kelainan N. N. Nistagmus Tidak terdapat kelainan N. muntah Tidak dilakukan N.VII (Fasialis) Motorik oksipitofrontal Tidak terdapat kelainan Motorik orbicularis oculi Tidak terdapat kelainan Motorik orbicularis oris Tidak terdapat kelainan N.IV (Trochlearis) .III (Oculomotorius).II (Opticus) Tajam penglihatan Tidak terdapat kelainan Lapang pandang Tidak terdapat kelainan Ukuran pupil Bulat isokor 3 mm/3 mm Funduskopi Tidak dilakukan N.IX (Glossopharyngeus).I (Olfactorius) Tes menghidu Tidak dilakukan N.V (Trigeminus)   Tidak terdapat kelainan N. keseimbangan Tidak dilakukan N.XI (Accesorius) Mengangkat bahu Tidak terdapat kelainan Menoleh Tidak terdapat kelainan N.VI (Abducens) Kedudukan bola mata Tidak terdapat kelainan Diplopia Tidak terdapat kelainan Refleks cahaya Langsung +/+ Tidak langsung +/+ N.

PEMERIKSAAN MOTORIK .

- . - Gordon . . - Tonus normotonus normotonus normotonus Normotonus Gerakan involunter . - Schaefer . . - Chaddock . - Kekuatan otot 5 5 5 5 Refleks fisiologis Bisep/trisep Patella/Achilles +/+ +/+ +/+ +/+ Refleks patologis Babinski . . . Pemeriksaan Ekstremitas Atas Ekstremitas Bawah Atrofi . - Oppenheim .

 Pemeriksaan sensorik Terdapat penurunan sensitifitas raba dan nyeri pada ekstremitas kanan bawah dibandingkan dengan ekstremitas kiri bawah.  Fungsi Otonom Miksi : Baik Defekasi : Baik .

PEMERIKSAAN PENUNJANG .

3 g/dL Eritrosit 3.6 mmol/dL Clorida (Cl) 107 mmol/dL .82 mg/dL   Eletkrolit Serum Natrium (Na) 141 mmol/dL Kalium (K) 4.5 x103/uL HB 11. Laboratorium darah tanggal 31-08-2017 Pemeriksaan Hasil Hematologi Leukosit 8.9 x106/uL HT 34 % MCV 87.8 % Trombosit 254 x103/uL Kimia klinik GDS 99 mg/dL Ginjal Ureum 17 mg/dL Kreatinin 0.5 g/dL RDW-CV 10.4 fl MCH 29.3 pg MCHC 33.

MRI .

.

.

RESUME .

Dita. Nn. saat itu juga pasien langsung merasakan adanya aliran listrik dari pinggang sampai ankle kaki sebelah kanan. jatuh saat pasien akan duduk di kursi yang beroda. Selama 3 bulan menahan sakit pasien baru datang ke dokter dan dirawat pada bulan april dengan diagnosa saraf kejepit. Sebelumnya pasien mengalami trauma yaitu jatuh dari kursi pada bulan februari. Pasien jatuh dengan posisi duduk. datang dengan keluhan nyeri pinggang. 19 tahun. Setelah jatuh. . Nyeri semakin memberat sejak 1 bulan sebelum masuk rumah sakit. Nyeri dirasakan sampai tidak bisa jalan.

pasien juga mengeluh nyeri dirasakan saat istirahat. ketorolac dan dextoketoprofen. . jika BAB juga terasa nyeri yang menjalar. Jika pasien batuk atau bersin nyerinya menjalar. Bersamaan dengan melakukan rawat jalan pasien juga melakukan pengobatan tradisional seperti di urut beberapa kali dengan metode yang berbeda-beda sampai pasien tidak bisa bergerak sama sekali dan akhirnya dibawa ke RSUD Budhi Asih. riwayat alergi obat (+) yaitu ranitidine. Terdapat mual (+). terdapat kesemutan dan terasa baal. Riwayat terjatuh dengan posisi duduk (+) pada bulan februari. Pasien juga mengeluhkan nyeri pinggang yang menjalar sampai ke ankle kaki kanan.

Pada pemeriksaan penunjang yaitu MRI didapatkan ekstrusio central diskus L4-5 yang menyebabkan penekanan cauda equine hingga memipih. Terdapat tanda Lasseque dan Kernig positif pada kaki kanan dan kiri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya nyeri pada pinggang sampai ekstremitas kanan bawah saat pasien diminta untuk mengangkat kaki. .

DIAGNOSIS .

 Diagnosis klinis : Nyeri pinggang menjalar ke kaki (nyeri radikulopati)  Diagnosis etiologi : Trauma  Diagnosis topis : Diskus intravertebralis lumbal L4-L5  Diagnosis patologis : Kompresi medulla spinalis .

o)  Diazepam 1 mg . PENATALAKSANAAN  Non medikamentosa  Edukasi pasien  Fisioterapi  Medikamentosa  IVFD Assering/12 Jam  Tramadol 2x1 tab  Lansoprazole 1x1 tab  Paracetamol 300 mg  Meloxicam 15 mg 2x1 caps (p.

PROGNOSIS  Ad Vitam : Ad Bonam  Ad Sanationam : Dubia ad malam  Ad Fungtionam: Dubia ad malam .

. refleks cahaya langsung dan tidak langsung (+/ +). Kesadaran compos mentis. pupil bulat isokor dengan diameter 3mm. Pemeriksaan neurologis lain dalam batas normal. Pemeriksaan kekuatan motorik didapatkan kekuatan otot ekstremitas atas kanan . namun terdapat nyeri pada ektremitas kanan bawah saat pasien diminta untuk menahan kaki dengan posisi terangkat. FOLLOW UP  Pada tanggal 31 Agustus 2017 pasien di rawat di lantai 8 kamar 803.kiri dan ekstermitas kiri bawah normal. Dengan skala nyeri VAS 9.

 Pada tanggal 2 September 2017 pasien mengatakan masih terdapat nyeri pinggang yang menjalar sampai ke kaki namun nyeri sudah berkurang. Kemudian di konsulkan ke bagian ortopedi dan diberi terapi tambahan yaitu fisioterapi dan pemakaian korset. . Setelah itu dikonsulkan lagi ke bagian rehabilitasi medik untuk fisioterapi latihan mobilisasi. Skala nyeri setelah fisioteriapi berkurang VAS 4-5.

. Pasien diberi obat pulang yaitu Tramadol 2x1 tab (p. diazepam 1 mg. namun pada pemeriksaan neurologis laseq dan kernig masih positif (+). Pada tanggal 5 September 2017 pasien di pulangkan dengan kondisi compos mentis.o) dan obat racikan dalam capsul di minum secara oral yang berisi paracetamol 300 mg. pemeriksaan fisik dalam batas normal. VAS 3-4. meloxicam 15 mg sebanyak 2x1 caps.

ANALISA KASUS .

Sebelumnya pasien mengalami trauma yaitu jatuh dari kursi pada bulan februari. saat itu juga pasien langsung merasakan adanya aliran listrik dari pinggang sampai ankle kaki sebelah kanan. 19 tahun. jatuh saat pasien akan duduk di kursi yang beroda. Dita. datang dengan keluhan nyeri pinggang. Pasien jatuh dengan posisi duduk. Nyeri semakin memberat sejak 1 bulan sebelum masuk rumah sakit. Nyeri dirasakan sampai tidak bisa jalan. Setelah jatuh. . Nn.

sampai ke ankle dan telapak kaki kanan serta secara tegas terbatas pada dermatom L5-S1 kanan. pada pasien ini beban psikis disangkal. Hal ini karena nyeri dan keluhan lainnya menjalar dari pinggang. Pada pasien ini kelainan disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf. Nyeri psikogenik biasanya ditimbulkan oleh adanya beban psikis. tidak ditemukan nyeri tekan. paha bagian kanan. dan gangguan BAK maupun BAB yang dapat mendukung adanya nyeri viseral. berjalan atau beraktifitas. dan tidak ditemukan riwayat nyeri kolik. bersin. viseral. Nyeri akibat sistem muskuloskeletal umumnya tidak disertai dengan penjalaran dan memberat dengan perubahan posisi. Keluhan tersebut menunjukkan bahwa batuk dan bersin akan meningkatkan tekanan intraspinal yang diteruskan ke kantong radiks sehingga radiks teriritasi dan terasa nyeri radikular. BAB. nyeri pada punggung bawah kanan yang semakin memberat dirasakan saat pasien batuk. Pada pasien. sesak. Nyeri punggung bawah yang dialami pasien dapat diakibatkan oleh berbagai kelainan seperti oleh sistem saraf. betis. . Nyeri akibat gangguan pada sistem vaskuler umumnya cenderung tidak dipengaruhi oleh posisi. sistem vaskuler. sistem muskuloskeletal. Nyeri viseral merupakan nyeri rujukan dari organ dalam seperti organ pada rongga toraks. dan pelvis. maupun psikogenik. Nyeri akibat sistem saraf cenderung terbatas sesuai dengan dermatom persarafannya. abdomen. Nyeri punggung bawah pada pasien ini akibat gangguan sistem saraf karena nyeri yang timbul berupa nyeri radikular. Pada pasien.

hal ini menandakan pasien mengalami ischialgia ataupun iritasi lumbosakral. Selain itu didapatkan pula tanda Kernig positif yang menunjukan adanya iritasi akar lumbosakral dan pleksusnya pada pasien ini. . Pada pemeriksaan pasien didapatkan Lassegue test positif. Bila sudah timbul rasa sakit dan tahanan sebelum mencapai sudut 70 derajat. Kemudian satu tungkai diangkat lurus. Pemeriksaan Lassegue dilakukan dengan cara pasien berbaring dengan kedua tungkai diluruskan. maka tes ini positif. dibengkokan pada persendian panggulnya.

. MRI merupakan pemeriksaan yang dapat mendeteksi kelainan diskus intervertebral. juga dapat digunakan untuk mengetahui beratnya perubahan degenerative pada diskus intervertebral. Pada pasien ini dilakukan pemeriksaan penunjang MRI. didapatkan hasil ekstrusio central diskus L4-5 yang menyebabkan penekanan cauda equine hingga memipih. MRI selain dapat mengidentifikasi kompresi medulla spinalis dan radiks saraf.

Edukasi tentang perubahan pola hidup. serta faktor risiko pada pasien yang dapat memperberat penyakitnya. perjalanan penyakit. . Terapi non-medikamentosa yaitu pasien diberikan edukasi mengenai penyakit. Semua penderita nyeri punggung bawah akut dianjurkan untuk memulai aktivitas kehidupan sehari-harinya seawal mungkin. Penatalaksanaan bagi pasien ini yaitu terapi non- medikamentosa dan medikamentosa. faktor risiko dan biomekanikal tubuh juga sangat diperlukan.

Pada pasien ini diberikan parasetamol dan meloxicam yang merupakan golongan NSAID. Pemberian obat analgetik dapat berupa obat golongan anti inflamasi nonsteroid (NSAID). Terapi medikamentosa pada pasien ini diberikan tramadol karena rasa nyeri yang hebat. . Injeksi Dexamethason juga diberikan untuk mengurangi inflamasinya. Tramadol merupakan obat anti-nyeri yang bekerja secara sentral (di otak) pada reseptor opioid maupun memodifikasi penghantaran sinyal nyeri dengan menghambat pengambilan kembali monoamin.

dan kekambuhan adalah hal sering terjadi . rasa nyeri dan disabilitas biasanya akan terus berlangsung. Prognosis ad vitam pada pasien ini adalah ad bonam. karena LBP tidak mengancam nyawa. Namun lain halnya dengan prognosis ad sanationam dan fungsionam. Seorang dengan LBP akut biasanya membaik dengan cepat dalam beberapa minggu. Meskipun begitu.

2017. McGraw-Hill.int/medicines/areas/priority_medicines/Ch6_24LBP. Samuels M. 2nd Ed. 2001. LANGE Current Diagnosis & Treatment Neurology. p. p.United State : McGraw-Hill. Suryamiharja A. Purba J. 145-51 5. Brust J. p 277-83. Available at : http://www.C. p 198-215 2. Accessed on 17 September 2017. Jakarta: Kelompok Studi Nyeri Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. Priority diseases and reasons for inclusion – Low Back Pain. 2014.P.DAFTAR PUSTAKA 1.pdf . Klein J. 4. Sadeli H. Meliala K.who. Adam’s and Victor’s : Principle of Neurology. Malang: Sagung Seto. 3. Buku Ajar Neurologi. 10th Ed. Nyeri Neuropatik – Patofisiologi dan Penatalaksanaan. Munir B. A. WHO. 2012. 371- 76 . Rianawati S. Ropper A.H.