You are on page 1of 22

DI SUSUN OLEH

IKA LAILATUR RAHMAWATI

PENGERTIAN
 Penyakit Buerger adalah suatu keadaan dimana arteri
serta vena ukuran sedang dan kecil mengalami
inflamasi berulang (rekuren), terutama pada bagian
ekstremitas bawah dan atas (jarang), yang juga
mengakibatkan pembentukan trombus serta
penyumbatan pembuluh darah

ETIOLOGI  Penyebab penyakit buerger tidak diketahui. Kebnyakan terjadi pada pria usia 20 dan 35 tahun. namun dipercaya merupakan suatu vaskulitis autoimun. . Ada banyak bukti bahwa merokok dapat merupakan faktor penyebab atau faktor yang memperberat. dan dilaporkan pada semua ras diseluruh wilayah dunia.

akan terjadi kemerahan atau sianosis bila ekstremitas dalam posisi tergantung perbuhan warna kadang hanya mengenai satu ekstremitas atau hanya beberapa jari. Apabila manisfestasi ini tidak segara dilakukan intervensi. Respon oklusi pada arteri ini dilanjutkan dengan terhentinya aliran darah secara lokal dan terjadi iskemia jaringan lokal sesuai distribusi aliran darah yang mengalami penyumbatan yang lama kelamaan dapat berkembang menjadi ulkus. maka akhrinya terjadilh ulkus dan gangren. PATOFISIOLOGI Peradangan arteri perifer akan menyebabkan suatu oklusUmumnya yang terken adalah ekstremitas bawah. Apabila penyakit berlanjut. . namun arteri pada ekstremitas atas dan visera dapat juga terlibat.

mula-mula pucat agak kebiruan dan lama kelamaan menjadi kemerahan disertai rasa nyeri. terutama ibu jari 7. Ada luka pada jari-jari . Perubahan warna pada tangan dan kaki yang terkena 8. Rasa kesemutan dan panas pada tangan/ kaki 6. Mengenai dua atau lebih anggota tubuh. 10. Berkurangnya suplai darah arteri 4. Manifestasi klinis 1. Denyut nadi dirasakan melemah pada tangan/ kaki yang terkena 9. . Ujung tangan berubah warnanya apabila terkena dingin. Pelebaran pembuluh darah balik (Vena) serta berwarna agak kemerahan 3. Nyeri pada anggota tubuh (tangan dan atau kaki) 2. Kekakuan pada anggota badan 5.

kateter radiopak dimasukkan ke arteri besar kemudian di dorong ke tempat yang akan di tuju dengan bantuan fluoroskopi . Pada arteriografi. Pemeriksaan Diagnostik  Arteriografi dapat menegakkan diagnosis penyakit arteri oklusif.

merokok atau kedinginan.Nyeri adalah gejala utama pada penyakit buerger .CONTOH ASUHAN KEPERAWATAN BUERGER DISEASE  Pengkajian Fokus pengkajian keperawatan pada area yang mendapat suplai darah dari pembuluh darah yang mengalami penyumbatan. Pada pengkajian keperawatan didapat adanya keluhan kram pada kaki (terutama di telapak) atau tungkai sehabis latihan (klaudikasi intermiten) yang dapat dihilangkan dengan istirahat terkadang rasa nyeri semakin parah akibat gangguan emosi.

ancaman. Cemas yang berhubungan dengan rasa takut akan kematian. Diagnosa 1. Kerusakan integritas jaringan yang berhubungan dengan adanya ulkus dan gangren ekstremitas sekunder akibat terhentinya aliran darah ke ekstremitas. 2. 3. Nyeri yang berhubungan dengan penurunan suplai darah ke jaringan sekunder dari adanya oklusi pembuluh darah perifer. . atau perubahan kesehatan. 4. Intoleransi aktivitas yang berhubungan dengan nyeri dan kram pada kaki.

Tujuan : dalam waktu 1x24 jam terdapat penurunan dari ekstremitas. Kriteria Hasil : secara subjektif klient mengatakan penurunan rasa nyeri. secara objektif didapatkan TTV dalam batas normal dan wajah rileks.Intervensi Dx 1 : Nyeri yang berhubungan dengan suplai darah ke jaringan sekunder dari adanya oklusi pembuluh darah perifer. .

Variasi penampilan dan perilaku klien lama dan penyebarannya. intensitas. lokasi. karena nyeri terjadi sebagai temuan pengkajian Posisi fisiologis akan meningkatkan Lakukan manajemen keperawatan. . INTERVENSI RASIONAL Cacat karakteristik. asupan oksigen ke jaringan yang Atur posisi fisiologis mengalami iskemia Istirahatkan klien Istirahat akan menurunkan kebutuhan oksigen jaringan perifer sehingga akan menurunkan kebutuhan jaringan yang membutuhkan oksigen untuk menurunkan iskemia.

Ajarkan tekhnik relaksasi pernafasan Meningkatkan asupan oksigen sehingga dalam akan menurunkan nyeri sekunder dan dari iskemia jaringan. Lakukan manajemen sentuhan Analgetik akan menurunkan sensasi nyeri dengan menghambat stimulus nyeri agar jangan sampai di kirimkan ke korteks serebri. . stimulus nyeri eksternal dan pembatasan pengunjung akan membantu meningkatan kondisi oksigen ruangan yang akan berkurang apabila banyak pengunjung yang berada di ruangan. Ajarkan tekhnik distraksi apada saat nyeri Distraksi ( pengalihan perhatian ) dapat menurunkan stimulus internal dengan mekanisme peningkatan produksi endorfin dan enkefalin yang dapat memblok reseftor nyeri untuk tidak di kirimkan ke korteks serebri sehingga menurunkan persepsi nyeri.Manajemen lingkungan : lingkungan Lingkungan tenang akan menurunkan tenang dan batasi pengunjung.

 Dx 2 : Kerusakan integritas jaringan yang berhubungan dengan adanya ulkus dan gangren pada ekstermitas sekunder dari terhentinya aliran darah ke ekstremitas. . keadaan luka membaik. luka menutup.  Kriteria Hasil : pertumbuhan jaringan meningkat.  Tujuan : 7 x 24 jam integritas kulit membaik secara optimal. pengeluaran pus pada luka tidak ada lagi.

alat apa yang digunakan dan jenis larutan apa yang akan digunakan Lakukan perawatan luka : Perawatan luka dengan teknik steril Lakukan dengan tekhnik steril dapat mengurangi kontaminasi kuman langsung ke area luka. bila melekat kuat mengurangi stimulus nyeri dan perban diguyur dengan NaCl menghindari terjadinya perdarahan pada luka ulkus akibat kasa yang kering karena ikut mengering bersama pus yang diserap kasa juga ikut mengering. memberikan informasi intervensi perawatan luka. INTERVENSI RASIONAL Kaji kerusakan jaringan lunak yang Menjadi data dasar untuk terjadi pada klien. Kaji keadaan luka dengan teknik Manajemen membuka luka dengan membuka balutan mengurangi menguyur larutan NaCl ke kasa dapat stimulus nyeri. Lakukan pembilasan luka dari arah Teknik membuang jaringan dan dalam ke luar dengan cairan NaCl kuman diarea luka diharapkan keluar dari area luka .

Tutup luka dengan kasa steril atau NaCl merupakan larutan fisiologis dikompres dengan NaCl dan yang lebih mudah diabsorpsi oleh antibiotik jaringan di bandingkan dengan larutan antiseptik serta dengan dicampur dengan antibiotik dapat mempercepat penyembuhan luka akibat infeksi dari osteomelitis Lakukan nekrotomi pada jaringan Jaringan nekrotik dapat menghambat yang sudah mati proses penyembuhan luka Rawat luka setiap hari atau setiap kali Memberikan rasa nyaman pada klien dan pemblut basah atau kotor dapat membantu meningkatkan pertumbuhan jaringan luka Evaluasi pembebat terhadap resolusi Pemasangan perban elastis yang terlalu edema kuat dapat menyebabkan edema pada daerah distal dan juga menambah rasa nyeri pada klien. .

maka sebaiknya perlu dikaji ulang faktor-faktor apa yang menghambat pertumbuhan luka jaringan . Adanya waktu selama 7x24 jam perkembangan.Evaluasi kerusakan. perkembangan pertumbuhan Apabila masih belum mencapai jaringan yang optimal kriteria evaluasi. dan dalam melakukan perawatan pertumbuhan jaringan. Lakukan luka klien osteomielitis menjadi perubahan intervensi bila setelah tolak ukur keberhasilan dan waktu yang ditetapkan tidak ada intervensi yang di berikan.

 Impementasi Dx 1 : Nyeri yang berhubungan dengan penurunan suplai darah ke jaringan sekunder dari adanya oklusi pembuluh darah perifer 1. 2. intensitas. Kolaborasi pemberian analgetik . 5. Memanajemen lingkungan : lingkungan tenang dan batasi pengunjung. lokasi. Mengistirahatkan klien 4. Mengajarkan tekhnik distraksi apada saat nyeri 7. Mengajarkan tekhnik relaksasi pernafasan dalam 6. Melakukan manajemen keperawatan luka 3. Mencacat karakteristik. lama dan penyebarannya.

dan pertumbuhan jaringan. Dx 2 : Kerusakan integritas jaringan yang berhubungan dengan adanya ulkus dan gangren pada ekstermitas sekunder dari terhentinya aliran darah ke ekstremitas. Mengevaluasi kerusakan. bila melekat kuat perban diguyur dengan NaCl 5. Merawat luka setiap hari atau setiap kali pemblut basah atau kotor 9. perkembangan. Lakukan perubahan intervensi bila setelah waktu yang ditetapkan tidak ada perkembangan pertumbuhan jaringan yang optimal 11. Mengkaji keadaan luka dengan teknik membuka balutan mengurangi stimulus nyeri. Mengkaji kerusakan jaringan lunak yang terjadi pada klien. Melakukan perawatan luka : 3. Menutup luka dengan kasa steril atau dikompres dengan NaCl dan antibiotik 7. Melakukan nekrotomi pada jaringan yang sudah mati 8. Melakukan dengan tekhnik steril 4. . 1. Mengevaluasi pembebat terhadap resolusi edema 10. Melakukan pembilasan luka dari arah dalam ke luar dengan cairan NaCl 6. 2.

2. Evaluasi Dx 1 : Nyeri yang berhubungan dengan penurunan suplai darah ke jaringan sekunder dari adanya oklusi pembuluh darah perifer S = Pasien merasa nyerinya sudah sedikit berkurang O = Wajah klien tampak lebih tenang A = Masalah teratasi sebagian P = Lanjutkan intervensi 1.3 .

 Dx 2 : Kerusakan integritas jaringan yang berhubungan dengan adanya ulkus dan gangren pada ekstermitas sekunder dari terhentinya aliran darah ke ekstremitas  S=-  O = Integritas jaringan kulit masih sama  A= Masalah belum teratasi  P= Lanjutkan intervensi 1.4 .2.3.

gelombang QRS rendah. PCR (Protein C Reactive). PEMERIKSAAN PENUNJANG  1. sitologi dan analisis cairan pericardial.IFN-gamma. elevasi segmen ST yang cekung.  Elektrokardiografi (EKG): takikardia. faal hati dan faal ginjal. Akan tampak akumulasi cairan di dalam kavum perikardium. fungsi tiroid. . sering dengan polaritas terbalik. Rheumatoid Factor. Enzim Jantung (Troponin T ).  . Adenosin deaminase pericardial test. Jika kompleks QRS dipengaruhi. setiap kompleks QRS lainnya tegangannya lebih kecil. Laboratorium: Darah lengkap. dan electrical alternans. Ekokardiografi merupakan pemeriksaan non-invasif yang paling akurat. kadang-kadang juga adanya metastasis pada dinding perikardium.

 Tidak ada pengobatan atau pembedahan yang efektif untuk kelainan ini.Treadment  Penatalaksaan buerger disease merupakan kombinasi penatalaksanaan medis dan bedah. Penderita harus berhenti merokok untuk mengurangi gejala-gejala yang dikeluhkan . mengganti rokok dengan permen tembakau atau pengganti nikotin dapat menyebabkan penyakit ini tetap aktif. serta harus disertai dengan kerjasama yang kuat dari pasien untuk menghentikan kebiasaan merokok dan perawatan kaki jika dengan/atau tanpa ulkus iskemik.  Mengurangi jumlah rokok menjadi 1-2 batang per hari.

SEMOGA BERMANFAAT .