You are on page 1of 48

TERAPI CAIRAN

IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 1 >

Target Pencapaian
1. Memahami fisiologi cairan tubuh

2. Mengenal konsep kompartemen cairan tubuh

3. Mampu melakukan tatalaksana cairan rumatan

4. Mampu melakukan tatalaksana akut gangguan air & natrium

5. Mampu melakukan tatalaksana akut gangguan kalium

IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 2 >

Mekanisme Perpindahan Cairan
01 Difusi
02 Osmosis Transport pasif

03 Hidrostatik
04 Transport aktif

IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 3 >

Difusi

< 4 >

Perpindahan substansi
dari konsentrasi tinggi
ke konsentrasi rendah

-Pr-Na Osmosis Na-Cl -Pr-Na -Pr-Na A B < 5 > .

IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 6 > .

Sawar Otak Lumen Ruang vaskuler interstitial 7Å H2 O H2 O Na + Na + ion kecil ion kecil Protein Protein IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 7 > .

8 Nilai normal: 275-295 mOsm/L IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 8 > .Osmolalitas Serum Glucose BUN 2[serum Na + ]+ + 18 2.

Hidrostatik < 9 > Transport Aktif .

K+ Transport + ATP Na-K ATPase Aktif 3Na + 2K + ADP+Pi Ca ++ < 10 > Na-Ca exchanger Ca ++ 3Na + Ca ++ ATP Ca ++ ADP+Pi . Insulin Thyroid Cathecolamine Loop diuretics Aldosterone Na + Cl - K+ 2 Cl .

Kompartemen Cairan Tubuh Cairan Tubuh Total Berat Badan (%) Cairan Intrasel Cairan Ekstrasel 0 Dewasa Friis Hansen 1961 IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 11 > .

7 153.0 Total 162.0 Magnesium 1.1 150.0 Lainnya 6.7 27.3 6.0 IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 12 > .0 Total 162.8 3.3 40.0 Kalsium 3.0 Protein 17.6 90.3 4.7 153.0 12.3 34.4 4.2 145.4 1.5 118.9 200.0 0. Komposisi Cairan Tubuh Solutes Plasma Ekstrasel Intrasel Kation Natrium 153.0 Kalium 4.0 4.0 54.0 Bikarbonat 25.2 2.0 Anion Klorida 111.0 Fosfat 2.1 12.9 200.

Homeostasis ๏ Ginjal ๏ Renin-Angiotensin-Aldosteron ๏ Hormon Anti-Diuretik (ADH) IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 13 > .

Aldosteron kelenjar liur IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 14 > . kelenjar keringat. Korteks Adrenal Volume & tekanan darah ↑ Usus. Renin-Angiotensin-aldosteron Renin Natrium serum ↓ Sel Angiotensinogen Volume darah ↓ Juxtaglomerular plasma Angiotensin 1 Vasokonstriksi otot polos arteri Angiotensin 2 Tubulus ginjal Resorpsi natrium dan air ↑ .

Hormon Anti-diuretik Osmolaritas ↑ Reseptor volume Volume atau di atrium dan Hypothalamus tekanan darah ↓ vena besar ADH Hipofisis Tubulus posterior ginjal Resorpsi air Tonus vaskular ↑ Osmolaritas ↓ IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 15 > .

Pediatrics 1957. Segar W. Holliday M. 19:823–832 IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 16 > .

Na+ 2 mEq/1000 ml air 0. K+ 1 mEq/1000 ml air . 3 mEq/1000 ml air IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 17 > . Cairan Rumatan Berat Badan (kg) Air (ml) 0-10 100 ml/kg 10-20 1000 + 50 ml/kg >20 1500 +20 ml/Kg . Cl.2 NS + 10 mEq KCl/L/24 jam .

Persentasi Kehilangan Cairan Normal Pernapasan 20% Kulit 30% Urine 50% terukur Total 100% IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 18 > .

Gangguan Air dan Natrium Hipovolemik Normovolemik Hipervolemik Hiponatremia Dehidrasi SIADH Intoksikasi air (<130 mmol/L) hipovolemik Edema/ Normonatremia Dehidrasi Normal pengisian ruang isotonik ke 3 Hipernatremia Set-point Dehidrasi Intoksikasi (>150 mmol/L) osmolar hipertonik Natrium Hypothalamus ↑ osmolar set- IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 19 > .

Kehilangan Na + > kehilangan H 2 O . U Na > 20 mEq/L ⟼ gangguan tubulus. Asupan H 2 O > asupan Na + • Risiko ⟼ gangguan SSP (penurunan kesadaran. CSWS IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 20 > . kejang) • ADH ⟼ mengakibatkan dilusi urine . U Na < 10 mEq/L ⟼ fungsi ginjal normal . Hiponatremia • Kadar Na + serum < 135 mEq/L • Terjadi akibat .

Osmolalitas Plasma Normal Rendah Tinggi (275-295 mOsm/L) <275 mOsm/L >295 mOsm/L Hyponatremia Hiponatremia Hiponatremia Isotonik Hipotonik Hipertonik Hipovolemik Hipervolemik Euvolemik IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 21 > .

defisiensi glukokortikoid. ascites IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 22 > . Hipovolemik ⟼ dehidrasi .6 mEq/L • Hiponatremia isotonik ⟼ kesalahan pengukuran • Hiponatremia hipotonik . misalnya hiperglikemia: tiap kenaikan glukosa 100 mg/dL → penuruna Na + 1. Hipervolemik ⟼ gagal ginjal. Normovolemik ⟼ SIADH. intoksikasi air . • Hiponatremia hipertonik ⟼ ada solute lain.

Pseudo-hiponatremia Protein. Lipid Protein. Lipid Volume Plasma Air Air Sel Sel Na + Na + Pengukuran lab: Laporan lab: volume plasma Air IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 23 > .

Dehidrasi Isotonik IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 24 > .

Dehidrasi Hipotonik Na + Defisit Na + = TBW x (140-serum Na + ) IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 25 > .

Dehidrasi Hipertonik H2 O Free water deficit = TBW x {(serum Na + /140)-1} IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 26 > .

Kehilangan air > Na + : DI. diare • ADH ⟼ produksi urine ↓ . U osm > 1000 mOsm/kg IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 27 > . Asupan Na + ↑ . dialisis. Mineralokortikoid ↑ . Hipernatremia • Kadar Na + serum > 150 mEq/L • Terjadi akibat .

Kehilangan: diuretik. diare. hiperaldosteron . muntah.1 → K + serum ↓ 0.5 mEq/L (masuk ke dalam sel) IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 28 > .5 mEq/L • Gambaran klinis: ileus. Perpindahan: terapi insulin. disritmia • Terjadi akibat . Asupan K + ↓ . Hipokalemia • Kadar K + serum < 3. alkalosis • Aldosteron ⟼ ion K + ditukar dengan Na + dan HCO3 - • pH ↑ 0.

Gambaran EKG Hipokalemia 01 Depresi segmen ST 02 Gelombang T bifasik 03 Gelombang U menonjol NEMO ENIM IPSAM VOLUPTATEM QUIA VOLUPTAS < 29 > .

8 2.2 5.5 7.4 4.0 3.5 pH darah 6.0 6.0 Kadar K + plasma 4.0 7.0 1. Kecepatan koreksi maksimum 0.5 7.6 3.0 7.5 -40 -30 -20 -10 0 Penurunan kadar K + tubuh (%) IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 30 > .5 meq/kg/jam 7.0 5.5 7.5 2.

β -bloker IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 31 > . jaringan nekrotik . Hiperkalemia • Kadar K + serum > 5. defisiensi insulin. Perpindahan: asidosis.5 mEq/L • Klinis: ekstrasistole. defisiensi aldosteron . Asupan K + ↑ : pemberian berlebihan. paralisis (hipoventilasi) • Terjadi akibat . refleks tendon ↓ . Penurunan ekskresi: gagal ginjal.

Gambaran EKG Hiperkalemia 01 Gelombang T tinggi 04 Gelombang P hilang 02 Interval QT pendek 05 Kompleks QRS lebar 03 Interval PR panjang 06 Fibrilasi Ventrikel NEMO ENIM IPSAM VOLUPTATEM QUIA VOLUPTAS < 32 > .

1 mmol/kg • Bikarbonat untuk mengatasi asidosis • Glukosa dan insulin (insulin 0.22 mmol/ml Ca): 0. Tatalaksana Akut Hiperkalemia • Hentikan asupan K + • Ca gluconate 10% (0.1 U/kg & D50 2 ml/kg) • Salbutamol : 1-5 μ g/kg/menit • Dialisis IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 33 > .

Onset dan Lama Kerja Obat Obat Onset Lama Kerja Ca Glukonat Segera 30-60 menit Bikarbonat Beberapa jam Selama pemberian Insulin 20 menit 4-6 jam Salbutamol 30 menit 2 jam IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 34 > .

Na + dan Cl - adalah 1. dehidrasi hipotonik dengan cairan isotonik dan Na + . dan 20% melalui pernapasan Dehidrasi isotonik direhidrasi dengan 04 cairan isotonik. dehidrasi hipertonik dengan cairan isotonik dan H 2 O IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 35 > . 10 kg berikutnya 50 ml/kg dan selanjutnya 20 ml/kg 02 Kebutuhan rumatan K + .Catatan Kunci Kebutuhan cairan rumatan untuk 10 kg 01 pertama 100 ml/kg. 2 dan 3 mEq/kg/1000 ml air Dalam keadaan normal. 30% melalui kulit. proporsi air yang 03 keluar dari tubuh: 50% melalui urine.

insulin.Catatan Kunci Kecepatan maksimal koreksi kalium 0.5 05 mEq/kg/jam Obat untuk tatalaksana akut hiperkalemia 06 antara lain adalah kalsium. bikarbonat dan salbutamol IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA < 36 > .

INTERPRETASI HASIL AGD • Parameter AGD terdiri dari 2 kelompok besar yaitu: status asam basa dan status oksigenasi • Parameter status asam basa – pH – HCO3- – BE • Parameter status oksigenasi – PaCO2 – PaO2 – Saturasi O2 .

Nilai normal parameter AGD berdasarkan usia gestasi .

32 .) 22 .44 7.7.7.44 44 .75 Kadar oksigen 20 15 15 (mL/ 100mL darah) PCO 2 (mmHg) 36 .26 24 .100 38 .36 7.30 23 .32 .50 Bikarbonat (HCO3 . NILAI NORMAL AGD Darah Mixed Darah Vena Darah Arteri Venous Perifer PH 7.42 40 Saturasi O 2 (%) > 95 > 70 > 66 .46 42 .38 PO 2 (mmHg) 95 .36 .27 (mmHg) .7.

.

The ABCD Mantra Bicarbonat B A = CD Carbon Acidity Dioxide .

2013 .The Mantra Courtesy: JM Topf.

hipoksia. RDS. Asidosis metabolik penyebab utama asidosis metabolik • Asidosis laktat – Asfiksia. – Sepsis. septik atau hipovolemik – Perdarahan periventrikular atau intraventrikel – Hipotermia – Hipotensi – PDA – NEC – kejang – asites • Kehilangan bikarbonat melalui urin atau saluran cerna : gagal ginjal • Penurunan eksresi bikarbonat atau peningkatan produksi . syok kardiogenik. Penyebab gangguan asam basa pada bayi dan anak 1.

laktat • Hipokalmeia • Kompensasi asidosis respiratorik . Alkalosis metabolik penyebab umum alkalosis metabolik pada bayi • Suction yang terlalu sering • Pengunaan lasix • Pemberian alkali yang berlebihan (bikarbonat. Penyebab gangguan asam basa pada bayi dan anak 2. sitrat.

pleural efusi. Asidosis respiratorik • ETT tesumbat • Posisi ETT tidak tepat • Ventilasi tidak adekuat • Ggal nafas : RDS. Penyebab gangguan asam basa pada bayi 3. pulmonary hipoplasi. ateklektasis • PDA dengan edema paru • Hernia difragma . pneumonia. TTN. BPD.

Penyebab gangguan asam basa pada bayi dan anak 4. Alkalosis respiratorik • Over ventilasi pada pengunaan ventilator • Gelembung udara dalam selang infus / emboli udara • Hiperventilasi .

atresia coana. TTN.Penyebab gangguan asam basa pada bayi dan anak 5. – Kompresi jalan nafas dari luar : hernia difragma. penumothorak • Apnoe prematurity • Hipertensi pulmonal • CNS disorders • Gangguan metabolik • Gangguan hematologis • Sepsis / hipotensi • Posisi ETT tidak tepak . Hipoksia • Agitasi • PJB sianotik • Kelainan paru – penyakit paru : RDS. Pneumonia – Obstruksi jalan nafas : mucos plug.

TERIMAKASIH .