You are on page 1of 44

Anggota Kelompok

:
Ni Wayan Mujani (P07120216 021)
Ni Putu Nur Adiana Dewi (P07120216 022)
Ni Nyoman Murti Apsari Dewi (P07120216 023)
I Gusti Ayu Intan Adriana Sari (P07120216 024)
A.A. Istri Maransika Nike Putri (P07120216 025)
PERAWATAN BAYI BARU LAHIR
A. PENGERTIAN BAYI BARU LAHIR (BBL)
Pengertian bayi baru lahir menurut beberapa ahli, yakni :

1. Menurut Depkes RI (2005)

Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu
sampai 42 minggu dengan berat lahir 2500-3500 gram.

2. Menurut M. Soleh Kosim (2007)

Bayi baru lahir normal adalah berat lahir antara 2500-3500 gram, cukup bulan,
langsung menangis, tidak ada kelainan kongenital (cacat bawaan) yang berat.

3. Menurut Dona L. Wong (2003)

Bayi baru lahir normal adalah bayi lahir sampai usia 4 minggu, lahirnya biasanya
dari usia gestasi antara 38-42 minggu.

Jadi, bayi baru lahir normal (BBL) adalah bayi lahir cukup bulan dan sehat
dengan berat antara 2500-3500 gram, dengan usia gestasi 38-42 minggu, secara
sponton tanpa ada penyulit yang menyertai.
Lanjutan....
Neonatus (bayi baru lahir) normal adalah bayi yang baru lahir
sampai usia 4 minggu lahir biasanya dengan usia gestasi 38-42
minggu.Bayi lahir melalui jalan lahir dengan presentasi kepala secara
spontan tanpa gangguan,menangis kuat,nafas secara spontan dan teratur,
berat badan antara 2500-4000gram dan panjangnya 14-20 inci (35.6-50.8
sentimeter). Kepala bayi baru lahir itu amat besar di banding bagian-bagian
badan yang lain, Sedangkan tengkorak manusia dewasa adalah kurang
lebih 1/8 dari panjang badan. Ketika dilahirkan, tengkorak bayi baru lahir
masih belum sempurna menjadi tulang. Setengah bayi baru lahir
mempunyai bulu halus yang dinamakan lanugo, khususnya di belakang,
bahu, dan dahi bayi pramasa. Lanugo hilang dengan sendirinya dalam
masa beberapa minggu.
PENGERTIAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA BBL

Asuhan keperawatan pada bayi baru lahir adalah asuhan keperawatan

yang diberikan pada bayi yang baru mengalami proses kelahiran dan harus
menyesuaikan diri dari kehidupan intra uteri ke kehidupan ekstra uteri
hingga mencapai usia 37-42 minggu dan dengan berat 2.500-4.000 gram.

Selama jam pertama setelah kelahiran sebagian besar bayi baru lahir
akan menunjukkan usaha napas pernapasan spontan dengan sedikit
bantuan atau gangguan.

Masa bayi baru lahir (Neonatal) dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :

1. Periode Partunate, dimana masa ini dimulai dari saat kelahiran sampai 15
dan 30 menit setelah kelahiran

2. Periode Neonate, dimana masa ini dari pemotongan dan pengikatan tali
pusar sampai sekitar akhir minggu kedua dari kehidiupan pascamatur
B. KLASIFIKASI BAYI BARU LAHIR
1. Klasifikasi menurut berat lahir yaitu :

a. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR): Bayi yang
dilahirkan dengan berat lahir < 2500 gram tanpa
memandang masa gestasi

b. Bayi Berat Lahir Cukup/Normal: Bayi yang
dilahirkan dengan berat lahir > 2500 – 4000 gram

c. Bayi Berat Lahir Lebih: Bayi yang dilahirkan dengan
berat lahir > 4000 gram7
Lanjutan...
2. Klasifikasi menurut masa gestasi atau umur
kehamilan yaitu :
a. Bayi Kurang Bulan (BKB): Bayi dilahirkan dengan
masa gestasi < 37 minggu (< 259 hari)
b. Bayi Cukup Bulan (BCB): Bayi dilahirkan dengan
masa gestasi antara 37–42 minggu (259–293 hari)
c. Bayi Lebih Bulan (BLB): Bayi dilahirkan dengan
masa gestasi > 42 minggu (294 hari). (Kosim, 2012)
C. ADAPTASI FISIOLOGIS BBL
TUJUAN UTAMA :
Bayi harus mendapatkan oksigen melalui sistem sirkulasi pernapasannya
sendiri.

Mendapatkan nutrisi per oral untuk mempertahankan kadar gula darah
yang cukup.

Mengatur suhu tubuh dan melawan setiap penyakit /infeksi.
Lanjutan...

Menurut Pusdiknakes (2003) perubahan fisiologis pada bayi

baru lahir adalah :

Perubahan sistem
Metabolisme
pernapasan / Hepar
Glukosa
respirasi

Perubahan pada
Perubahan sistem
Sistem Peredaran Kelenjar endokrin
gastrointestinal
Darah

Sistem kekebalan
Pengaturan Suhu Susunan saraf
tubuh/ imun

Sistem
Sistem integumen Sistem skelet
neuromuskuler
Lanjutan...

Faktor yang Memengaruhi Adaptasi Fisiologi BBL :

1. Lingkungan Pranatal

2. Jenis Persalinan

3. Pengalaman yang berhubungan dengan persalinan

4. Lamanya periode kehamilan

5. Sikap orangtua

6. Perawatan pascanatal
D. KELAINAN PADA BAYI BARU LAHIR
Faktor yang memengaruhi kelainan pada BBL :

1. Faktor Infeksi

Infeksi yang dapat menimbulkan kelainan kongenital ialah infeksi yang
terjadi pada periode organogenesis yakni dalam trimester pertama
kehamilan.

2. Faktor obat

Beberapa jenis obat tertentu yang diminum wanita hamil pada trimester
pertama kehamilan diduga sangat erat hubungannya dengan terjadinya
kelainan kongenital pada bayinya.

3. Faktor hormonal

Faktor hormonal diduga mempunyai hubungan pula dengan kejadian
kelainan kongenital. Contohnya Bayi yang dilahirkan oleh ibu
hipotiroidisme atau ibu penderita diabetes mellitus
4. Faktor radiasi
Adanya riwayat radiasi yang cukup besar pada orang
tua dikhawatirkan akan dapat mengakibatkan mutasi
pada gen yang mungkin sekali dapat menyebabkan
kelainan kongenital pada bayi yang dilahirkannya.
5. Faktor gizi
Pada manusia, pada penyelidikan-penyelidikan
menunjukkan bahwa frekuensi kelainan kongenital pada
bayi-bayi yang dilahirkan oleh ibu yang kekurangan
makanan lebih tinggi bila dibandingkan dengan bayi-
bayi yang lahir dari ibu yang baik gizinya.
Kelainan BBL :
Labioskizis/Labiopalatoskizis
Labioskizis/Labiopalatoskizis yaitu kelainan kotak palatine (bagian
depan serta samping muka serta langit-langit mulut) tidak menutup
dengan sempurna.
Meningokel
Meningens yang menonjol melalui vertebrata yang tidak utuh dan
teraba sebagai suatu benjolan berisi cairan dibawah kulit.
Ensefalokel
Ensefalokel adalah suatu kelainan tabung saraf yang ditandai dengan adanya penonjolan
meningens (selaput otak) dan otak yang berbentuk seperti kantung melalui suatu lubang
pada tulang tengkorak. Ensefalokel disebabkan oleh kegagalan penutupan tabung saraf
selama perkembangan janin.
Hidrosefalus
Terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal).
Menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya
menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang
vital.
Fimosis
Fimosis adalah penyempitan pada prepusium. Kelainan ini juga
menyebabkan bayi/anak sukar berkemih. Kadang-kadang begitu sukar
sehingga kulit prepusium menggelembung seperti balon. Bayi/anak sering
Hipospadia
kelainan kelamian bawaan sejak lahir, cirinya, letak lubang uretra terdapat di
penis bagian bawah, bukan di ujung penis. Bentuk hipospadia yang lebih berat
terjadi jika lubang uretra terdapat di tengah bantang penis atau pada pangkal
penis dan kadang pad skrotum (kantung zakar) atau di bawah skrotum.
Gangguan Metabolik dan Endokrin
Gangguan metabolik herediter :Ada lebih dari 400 gangguan
genetik biokimia, kebanyakan terkait-X atau autosom resesif.
Etiologi :
1. Bisa berhubungan dengan terputusnya sintesis atau
katabolisme molekul kompleks yang mengakibatkan gejala
progresif permanen.
2. Bisa berhubungan dengan gangguan sekuens metabolisme
yang menyebabkan akumulasi senyawa toksik.
3. Bisa berhubungan dengan detisiensi produksi atau penggunaan
energi.
Atresia Esofagus
kelainan bawaan pada saluran pencernaan yang diseababkan karena
penyumbatan bagian proksimal esofagus sedangkan bagian distal
berhubungan dengan trakea.
Obstruksi Billiaris
Tersumbatnya saluran kandung empedu karena terbentuknya jaringan
fibrosis
Omfalokel
Hernia pada pusat, sehingga isi perut keluar dalam kantong
peritoneum
Hernia Diafragmatika
Penonjolan organ perut ke dalam rongga dada melalui suatu lubang pada
diafragma.
Atresia Duodeni
obstruksi lumen usus oleh membran utuh, tali fibrosa yang menghubungkan
dua ujung kantong duodenum yang buntu pendek, atau suatu celah antara
ujung-ujung duodenum yang tidak bersambung.
Atresia ani/rekti (penyumbatan/obstruksi pada rectum/anus)
Tidak berlubangnya dubur. Atresia ani memiliki nama lain yaitu anus
imperforata.Jika atresia terjadi maka hampir selalu memerlukan tindakan
operasi untuk membuat saluran seperti keadaan normalnya.
Hirschprung (Megakolon Kongenital)
Kelainan kongenital yang ditandai dengan penyumbatan pada usus besar
yang terjadi akibat pergerakan usus yang tidak adekuat karena sebagian dari
usus besar tidak memiliki saraf yang mengendalikan kontraksiototnya.
E. PEMERIKSAAN FISIK BBL
Pemeriksaan BBL bertujuan untuk
mengetahui sedini mungkin kelainan pada
bayi. Resiko terbesar kematian BBL terjadi
pada 24 jam pertama kehidupan, sehingga
jika bayi lahir di fasilitas kesehatan sangat
dianjurkan untuk tetap tinggal di fasilitas
kesehatan selama 24 jam pertama.
Waktu pemeriksaan bayi baru lahir yaitu:

1. Baru lahir sebelum usia 6 jam

2. Usia 6-48 jam

3. Usia 3-7 hari

4. Minggu ke-2 pasca lahir

5. Langkah-langkah pemeriksaan:

a. Pemeriksaan dilakukan dalam keadaan bayi tenang (tidak
menangis)

b. Pemeriksaan tidak harus berurutan, dahulukan menilai pernafasan
dan tarikan dinding dada bawah, denyut jantung serta perut

c. Selalu mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum
dan sesudah memegang bayi
PEMERIKASAAN BAYI BARU LAHIR
Pemeriksaann dilakukan pada :
1. Kepala
2. Telinga
3. Mata
4. Hidung dan mulut
5. Leher
6. Dada
7. Bahu, lengan dan tangan
8. Perut
9. Kelamin
10. Ekstermitas atas dan bawah
11. Punggung kulit
12. Refleks
F. PENILAIAN APGAR BBL
Penilaian APGAR skor ini dilakukan pada menit pertama
kelahiran untuk memberi kesempatan kepada bayi memulai
perubahan kemudian menit ke-5 serta pada menit ke-10. Penilaian
dapat dilakukan lebih sering jika ada nilai yang rendah dan perlu
tindakan resusitasi. Penilaian menit ke-10 memberikan indikasi
morbiditas pada masa mendatang, nilai yang rendah berhubungan
dengan kondisi neurologis.Pelaksanaannya APGAR cukup
kompleks karena pada saat bersamaan penolong persalinan harus
menilai lima parameter yaitu denyut jantung, usaha napas, tonus
otot, gerakan dan warna kulit.
Berikut merupakan tabel dari penilain metode APGAR :

Skor 0 1 2 angka

A: Pucat Badan merah, Seluruh
Appereance ekstremitas ekstremitas
color biru kemerah-
(warna kulit) merahan

P: Pulse Tidak ada Dibawah 100 Diatas 100
(heart rate)
Frekuensi
jantung
G: Grimace Tidak ada Sedikit Menangis,
(reaksi garekan batuk/ bersin
terhadap mimik
rangsangan)
A: Activity Lumpuh Ekstremitas Gerakan
(tonus otot) dalam fleksi aktif
sedikit

R: Tidak ada Lemah, tidak Menangis
Respiration teratur kuat
(usaha nafas)

Jumlah
Prosedur penilaian APGAR :
1. Pastikan pencahayaan baik
2. Catat waktu kelahiran, nilai APGAR pada 1 menit
pertama dg cepat & simultan.
3. Jumlahkan hasilnya
4. Lakukan tindakan dg cepat & tepat sesuai dg hasilnya
5. Ulangi pada menit kelima
6. Ulangi pada menit kesepuluh
7. Dokumentasikan hasil & lakukan tindakan yg sesuai
Penilaian :
1. Setiap variabel dinilai : 0, 1 dan 2
2. Nilai tertinggi adalah 10
3. Nilai 7-10 menunjukkan bahwa by dlm keadaan
baik
4. Nilai 4-6 menunjukkan bayi mengalami depresi
sedang & membutuhkan tindakan resusitasi
5. Nilai 0-3 menunjukkan bayi mengalami depresi
serius & membutuhkan resusitasi segera sampai
ventilasi
G. INISIASI MENYUSUI DINI (IMD)
1. Pengertian
inisiasi menyusui dini (IMD) adalah suatu
rangkaian kegiatan dimana bayi segera setelah
lahir yang sudah terpotong tali pusatnya secara
naluri melakukan aktivitas-aktivitas yang
diakhiri dengan menemukan puting susu ibu
kemudian menyusu pada satu jam pertama
kelahiran.
2. Prinsip Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
Prinsip IMD adalah cukup mengeringkan
tubuh bayi yang baru lahir dengan kain atau
handuk tanpa harus memandikan, tidak
membungkus (bedong) kemudian
meletakkannya ke dada ibu dalam keadaan
tengkurap sehingga ada kontak kulit dengan
ibu, selanjutnya beri kesempatan bayi untuk
menyusu sendiri pada ibu pada satu jam
pertama kelahiran.
3. Manfaat Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
Rosita (2008), menyatakan bahwa IMD bermanfaat bagi ibu dan bayi baik
secara fisiologis maupun psikologis yaitu sebagai berikut :
a. Ibu
Sentuhan dan hisapan payudara ibu mendorong keluarnya oksitoksin.
Oksitoksin menyebabkan kontraksi pada uterus sehingga membantu keluarnya
plasenta dan mencegah perdarahan. Oksitoksin juga menstimulasi hormon-
hormon lain yang menyebabkan ibu merasa aman dan nyaman, sehingga ASI
keluar dengan 8ancer.
b. Bayi
Bersentuhan dengan ibu memberikan kehangatan, ketenangan sehingga
napas dan denyut jantung bayi menjadi teratur. Bayi memperoleh kolostrom
yang mengandung antibodi dan merupakan imunisasi pertama. Di samping itu,
kolostrom juga mengandung faktor pertumbuhan yang membantu usus bayi
berfungsi secara efektif, sehingga mikroorganisme dan penyebab alergi lain
lebih sulit masuk ke dalam tubuh bayi.
4. Langkah-langkah Pelaksanaan IMD
Rosita (2008), menyatakan ada 10 langkah yang harus
dilakukan untuk terlaksananya IMD yaitu :
a. Ibu perlu ditemani seseorang yang dapat memberikan rasa
nyaman dan aman saat melahirkan
b. Membantu proses kelahiran dengan upaya-upaya di luar obat
c. Memberikan posisi yang nyaman bagi ibu saat proses
persalinan atau memberikan posisi melahirkan sesuai
keinginan ibu
d. Mengeringkan tubuh bayi dengan handuk halus segera
setelah lahir tanpa dimandikan terlebih dahulu
e. Meletakkan bayi di dada ibu dalam posisi tengkurap.

f. Membiarkan kulit bayi bersentuhan dengan kulit ibu hingga
bayi menemukan puting susu ibu kemudian menyusunya

g. Membiarkan bayi bergerak secara alami mencari payudara

h. Ibu yang melahirkan dengan secio caesar juga harus
segera bersentuhan dengan bayinya setelah melahirkan

i. Kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu kenyamanan
bayi seperti menimbang dan mengukur harus dilakukan
setelah bayi bisa melakukan inisiasi menyusu dini.
j. Jangan memberikan cairan atau makanan lain pada bayi kecuali ada
indikasi medis.
Asuhan Keperawatan Bayi Baru Lahir
5. Faktor yang Memengaruhi IMD
a. Faktor Pendukung
Internal Eksternal
b. Faktor Penghambat
Suntikan vitamin K dan
Bayi akan kedinginan
tetes mata pada bayi
Bayi harus segera
Ibu kelelahan dibersihkan, dimandikan,
ditimbang, dan diukur.
Tenaga kesehatan kurang
Bayi kurang siaga
tersedia
Kolostrom tidak keluar atau
Kamar bersalin atau kamar
jumlah kolostrom tidak
operasi sibuk.
memadai
Kolostrom tidak baik,
Ibu harus di jahit. bahkan berbahaya untuk
bayi.
Any Questions ?