You are on page 1of 40

12

Transformations
Novalia Ena Agustin (135090701111013)
Lita Anjani Wijaya (135090701111018)
Muhammad Iqbal (135090701111020)

Outline
12. Transformations
12.1 Upward Continuation
12.1.1 Level Surface to Level Surface
12.1.2 Uneven Surfaces
12.2 Directional Derivatives
12.3 Phase Transformations
12.3.1 Reduction to The Pole
12.3.2 Calculation of Vector Components
12.4 Pseudogravity travnsformations
12.4.1 Pseudomagnetic Calculation
12.5 Horizontal Gradients and Boundary Analysis
12.5.1 Terracing
12.6 Analytic Signal
12.6.1 Hilbert Transforms
12.6.2 Application to Potential Fields

12 Transformasi
Lita Anjani Wijaya
135090701111018

12. Transformasi

Metode anomaly yang diukur pada permukaan yang lebih tinggi tidak
memberikan informasi langsung, secara khusus untuk melemahkan
anomaly yang disebabkan oleh daerah sekitar sumber dekat permukaan
relative terhadap anomaly yang disebabkan sumber yang mendalam.

.

1 Upward Continuation Persamaan 12.2) yang diberikan dari persamaan 2. 12.10 . kontinu terus menerus maka dari identitas Green ketiga nilai pada setiap titik P dalam R dapat ditunjukan pada gambar (12.1 merupakan identitas Green ketiga. Jika fungsi U adalah harmonic.

Dimana S menunjukan batas R. n arah normal ke luar dan r jarak dari P ke titik integrasi pada S. Kelanjutan dari gambar diatas yang merupakan permukaan secara horizontal. Gambar 12.2 (a) sebuah fungsi harmonic pada daerah R dari garis S sebagai permukaan yang merupakan satuan vector h. (b). . Titik P’ adalah bayangan yang diproyeksikan P. Permukaan S terdiri dari bidang horizontal dimana titik a sebagai jari-jari. r dan ρ menunjukan jarak dari Q ke P dan dari Q ke P’.

1. kita mengasumsikan bahwa medan potensial diukur pada permukaan yang datar z = z0.2. permukaan S terdiri dari kedua tingkat permukaan ditambah belahan jari-jari bumi yang ditunjukan pada gambar 12. Pada persamaan 12. 12.1 menunjukan belahan bumi menjadi kecil sejak α .1 Level Surface to Level Surface Bentuk paling sederhana untuk bidang potensial diukur pada tingkat permukaan. Dengan menggunakan system koordinat Cartesian dengan sumbu z yang diarahkan kebawah.

Pada persamaan 12. Jika medan potensial U diukur pada z permukaan z = z0 maka hal tersebut transformasi Fourier yang di representasi Fourier- domain untuk menerapkan teorema Fourier-belit. Persamaan ini juga digunakan untuk melanjutkan data yang diukur pada permukaan satu ke permukaan lainnya. .4 menunjukan bagaimana menghitung nilai medan potensial pada setiap titik permukaan horizontal.

1.6 dan 12.8. 12.2 Uneven Surfaces Bidang potensial dari Ditunjukan pada persamaan permukaan satu tingkat ke tingkat permukaan lainnya mudah dihitung dengan persamaan 12. Permukaan yang datar memerlukan evaluasi dari dua dimensi yang tidak terpisahkan pada setiap titik yang diinginkan. .

y) dan menganggap bahwa potensi di P disebabkan oleh tersebarnya D dipermukaan. . Sumber equivalent yang ditemukan menghasilkan potensi yang digunakan untuk menghitung lapangan dimana saja. Sebagai contoh kita menginginkan lapangan di titik P di atas permukan dimana bidang telah diukur. Dalam identitas Green ketiga meyakinkan bahwa sumber yang menyebabkan potensi yang sama di daerah terbatas menghasilkan bidang potensial. permukaan yang merata dan elevasi dapat direpresentasikan sebagai fungsi dari horizontal posisi z (x.

y’) adalah titik integrasi dan r adalah vector dengan panjang r yang diarahkan dari Q ke P. Maka dapat membentuk penyebaran dipol magnetic.9 dimana Q (x’ .Sehingga menghasilkan persamaan 12. .

2 Directional Deriviatives Kuantitas scalar bervariasi yang diukur pada permukaan horizontal.17 . Sedangkan turunan vertical kedua adalah persamaan Laplace. 12. Misalnya nilai-nilai Jika (f) adalah potensi untuk menghitung gradient vertical. yang ditunjukan pada persamaan 12.

3 Transformasi Fase Muhammad Iqbal 135090701111020 .12.

z) dan distribusi masa. Perbedaan Anomaly Gravitasi dan Magnetik • Bentuk dari anomaly grafitasi ditentukan berdasarkan bentuk distribusi densitas p(x. tetapi juga arah dari magnetisasi itu sendiri .z).y. • Untuk anomaly magnetic.y. penentuannya lebih kompleks karena ditentukan tidak hanya oleh distribusi magnetisasi M(x.

Transformasi Fourier • Transformasi Fourier dari anomaly medan total oleh magnetisasi adalah • Dimana z adalah bidang observasi dan arah magnetisasi adalah seragam .

Pengaruh dari Vektor Arah Medan .

• Kombinasi dari persamaan 12.27 menghasilkan persamaan .26 dan 12.

maka Medan Magnet mempunyai arah vertical pada • Adanya medan yang memiliki arah vertical ini mengakibatkan adanya kemencengan pada medan magnetisasi itu sendiri.• Medan gravitasi secara umum memiliki arah vertical sedangkan medan magnetic tidak. • Jika ditinjau dari arah vector magnetisasi dan vector medan. sehingga di butuhan adanya reduksi kutub .

.

8 dan 12. Reduksi kutub Secara Matematis • Reduksi kutub ini dapat dllakukan pada saat survey magnetic dengan menggunakan persamaan 12.1 sehingga muncul transformasi anomaly pada persamaan fourier .9 dengan memasukan nilai f’ dan m’ = 0 atau 0.

.

.

untuk menghitung komponen vertical Bx. • Sebagai contoh.29 dapat digunakan untuk transformasi aomali medan total pada beberapa komponen. dengan memasukan pada persamaan 12.28 dan 12.29 sehingga: .• Persamaan 12.

4 Pseudogravity Transformation Novalia Ena Agustin 135090701111013 .12.

. M adalah intensitas magnetisasi.4 menjelaskan bahwa Potensial magnetic V dan potensial gravitasi U didapat Ρ adalah densitas.4 Pseudogravity Transformation Poisson’s ratio yang didiskusikan pada section 5. gm adalah komponen dari medan gravitasi. m adlaah arah magnetisasi.12.

Baranov menyebut hasil dari penjumlahan kuantitas yaitu pseudogravity anomaly. dan transformasinya disebut dengan pseudogravity transformation.Baranov menjelaskan bahwa hubungan dari aplikasi Poisson’s Ratio yang mana total nilai anomali magnetik yang di konversikan ke anomali gravitasi akan diamati apabila nilai dari distribusi magnetisasinya diganti oleh distribusi densitas yang sama. .

Pseudogravity transform ebih mudah dijelaskan dengan domain Fourier. . Ada 3 step : transformasi Fourier anomaly medan total. mengkalikan dengan dan di inversi Fourier. Dengan asumsi ρ/M konstan pada setiap titik. Lalu kedua bagian diatas sama-sama dibagi dengan Өm. didapat adalah sebuah filter dari transformasi nilai medan total anomaly yang diukur pada permukaan horizontal ke pseudoanomali gravity. pseudograviy anomaly tunjukkan oleh ∆Tpsg.

. Hubungan antara pseudogravity dengan potensial magnetic yaitu dimana nilai B adalah konstan.Maka akan didapat seperti diatas dengan nilai A yang konstan.

. Hal diatas disebut pseudomagnetic transformation.4.1 Pseudomagnetic Calculations Inversi dari persamaan 12.45 dapat digunakan untuk transformasi anomali gravity ke magnetic anomaly apabila distribusi densitas diganti oleh distribusi magnetic dalam proporsi satu banding satu.12.

12. gradien horizontal berada di bagian bukit sempit apabila ada perubahan densitas atau magnetisasi secara tiba-tiba . Gradien paling curam akan berlokasi di bagian paling tepi jika tepinya adalah vertical dan jauh terpisah dari tepi atau sumber lainnya.5 Horizontal Gradients and Boundary Analysis Gradien anomaly gravity yang paling curam disebabkan oleh tabular body berada diatas tepi dari body. Ketika diaplikasikan pada survei 2 dimensi .

Konsep ini disebut terracing.1 Terracing Nilai densitas dan magnetisasi pada lapisan yang sama harus tetap konstan kecuali diluar batas.12.5. Hasil dari patchwork of density or magnetization meningkatkan terrace lanndscape. . namun nilai dari medan gravity atau pseudogravity secara iteratif naik atau turun untuk mendekati bentuk terrace. Tidak ada perhitungan invers disini. dimana “puncak dan lembah” dari medan potensial ditransformasikan ke permukaan horizontal dengan tepi yang curam.

. Sinyal analitik terbentuk dari causative body bergantung pada lokasi. Aplikasi sinyal analitik untuk kasus dua dimensi dapat digunakan untuk mengestimasi kedalaman dan lokasi dari sumber.12.6 Analytic Signal Sinyal analitik terbentuk melalui kombinasi bagian dari medan magnetik yaitu gradien horizontal dan vertikal. bukan pada arah magnetisasinya.

1 Hilbert Transforms Satu dimensi transformasi fourier disajikan dengan transform fourier f(x) dikalikan dengan transform fourier -1/πx .6.12.

20 dapar dijabarkan Sinyal analitiknya .12.2 Application to Potential Fields Pada kasus 2 dimensi persamaan 12.6.

Dengan menggunakan kondisi Cauchy-Riemann dimana a(x.z) adalah analitik di setiap titik sumbu x .

z2) .Semua sudut dari gambar 12. Anomali ini disebabkan oleh satu-sisi dari n-sisi prisma. membentang dari(x1.z1) hingga (x2.15 memiliki koordinate z lebih besar dari nol.

.

.Hal ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi magnetisasi alami dari causative bodies.

TERIMA KASIH .