You are on page 1of 25

KEBIJAKAN PROGRAM

PENGENDALIAN TB
Drg. Hj. HENY TRIVIANI, M. Kes
KEPALA BIDANG BINA P2P DINKES PROV. SULTRA

MENGAPA TB MENJADI PRIORITAS ?
• Komitmen global dan nasional:
• RPJMN
• MDGs (goal 6 target 6 C) dilanjutkan SDGs
• Program Prioritas Percepatan
Pembangunan Nasional (100 program
prioritas, janji presiden)
• Renstra Kementerian Kesehatan
• Standar Pelayanan Minimal
• Meningkatnya komitmen pemerintah
• Beban masyarakat karena TB
• Angka Kesakitan dan Kematian Tinggi

2 jt . 22 Negara dengan Beban TB Tertinggi di Dunia WHO Global Report 2015: Indonesia Penyumbang Kasus TB Terbanyak ke-2 PR IR ABSOLUT 2.6 jt 1.5 jt 1.

000 2.740 114 399 Kematian Global 1.000 35.600.000 4.000.000 Tahun Hari Jam Prevalensi Global 13.000 21.014 126 16 Indonesia 100. semua bentuk 32 .000.100.000 274 11 41 Case Detection Rate.000 3.484 174 Indonesia 1. 2015) 5 Total kasus TB per Rate per Indikator Tingkat 100.000.384 183 647 Insidensi Global 8.918 913 133 Indonesia 1. BEBAN PERMASALAHAN TB DI INDONESIA 2015 (Global Report.616 1.

*Data 2015 per 30 Mei 2016. Data 2016 per 26 Mei 2016 .

812 130 Angka 84% keberhasilan pengobatan (SR) Case Detection Rate. CAKUPAN LAYANAN PROGRAM TB DI INDONESIA 2015 5 Indikator Jumlah Rate /100. 32% semua bentuk TB .000 Notifikasi Kasus 330.

600. ISU/TANTANGAN PROGRAM TB • Prevalensi yang tinggi dengan beban kasus TB no 2 di dunia (Estimasi jml kasus semua jenis TB : 1. • Sebagian besar Kab/Kota belum mempunyai komitmen politis yang ditandai dengan adanya peraturan daerah dan anggaran untuk P2TB • Tingginya donor dependence Kesempatan/eligibilitas donor yang berkurang (middle income country) • Penguatan Kemitraan yang sinergis “TB is every body bussiness” .000 orang) • Notifikasi kasus TB yang rendah ( hanya 30% yang mampu dijangkau program) • Pendekatan penemuan kasus yang masih bersifat pasif • Pendekatan yang terlalu sentralistis dan global.

2019 . RAN Strategi dan Kegiatan Utama 2016 .

Aktif. Massif • Kemitraan dan mobilisasi sosial Target dampak pada 2020: Target dampak pada 2025: • 20% penurunan insiden TB • 50% penurunan insiden TB 2020 • 40% penurunan kematian 2025 • 70% penurunan kematian TB dibandingkan tahun TB dibandingkan tahun 2014 2014 Target dampak pada 2030: Target dampak pada 2035: • 80% penurunan insiden TB • 90% penurunan insiden TB 2030 • 90% penurunan kematian 2035 • 95% penurunan kematian TB dibandingkan tahun TB dibandingkan tahun 2014 2014 . Milestone menuju Eliminasi TB • Visi: Indonesia bebas TB • Tujuan: Eliminasi TB di Indonesia tahun 2035 Peluncuran Strategi TOSS-TB : • Peta jalan Eliminasi TB 2016 • Penemuan Intensif.

000 1.000.0000% 2020 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 insiden jumlah kasus TB yang akan diobati success rate (SR) .000 110.000.000 425.000 500.000 80% 70% 800.539 20% 200. 99.659 190.000 800.000 30% 324. MODELLING MENUJU ELIMINASI 1.000 200.000 60% 600.000 10% .000 100% 90% 90% 90% 90% 90% 90% 1.000 40% 400.000 50% 624.200.

RENCANA AKSI NASIONAL TAHUN 2016-2020 Indikator terkait TB Anak: No Indikator Tingkat Target tahun 2020 1 Cakupan penemuan kasus Kota/kabupaten 80% TB Anak 2 Presentase kab/kota yang Provinsi 80% mencapai target cakupan penemuan kasus TB Anak 3 Cakupan anak <5 tahun yang Kota/kabupaten 50% mendapat PP INH 4 Presentase kab/kota yang Provinsi 80% mencapai target cakupan anak <5 tahun yang mendapat PP INH .

Peningkatan Kemitraan TB melalui Forum Komite Ahli Gerdunas TB 5. Peningkatan Akses Layanan TB yang Bermutu dengan “TOSS-TB” 3. Penguatan Manajemen Program melalui Penguatan Sistem Kesehatan . Pengendalian Faktor Risiko 4. Strategi Pengendalian TB 1. Penguatan Kepemimpinan Program TB di Kabupaten / Kota 2. Peningkatan Kemandirian Masyarakat dalam Pengendalian TB 6.

dalam bentuk peraturan kepala daerah (perkada/perwali). STRATEGI 1 PENGUATAN KEPEMIMPINAN PROGRAM TB DI KABUPATEN/KOTA • Penguatan kepemimpinan program merupakan implementasi UU no 23 tahun 2014 • Advokasi untuk tersedianya KEBIJAKAN berkaitan dengan program TB. instruksi dan Peraturan Daerah sebagai bentuk komitmen kepala daerah yang disertai Rencana Aksi Daerah (RAD) .

dll) • Peningkatan mutu layanan diagnosis TB . PPKP. dll) . layanan UKBM.Pemantauan pemberian pengobatan sampai berhasil sembuh . populasi berisiko.Intensifikasi penemuan TB MDR .penemuan kasus TB aktif berbasis keluarga dan masyarakat. TB-KIA.kolaborasi layanan (TB-HIV. investigasi kontak. TB-DM.Diagnosis TB yang berkualitas didukung oleh laboratorium dan perluasan akes untuk transportasi dahak .Jejaring layanan TB  Public Private Mix (PPM) . di tempat khusus. STRATEGI 2 PENINGKATAN AKSES LAYANAN TB YANG BERMUTU • Strategi TOSS TB.Dukungan psikososial • Penemuan kasus TB melalui: . penggunaan TCM untuk diagnosis terduga TB dengan kriteria tertentu . merupakan rangkaian kegiatan: .Peningkatan fungsi puskesmas satelit (PS) menjadi puskesmas pelaksana mandiri (PPM) .Penggunaan alur diagnosa baru.Intensifikasi penemuan suspek TB .

STRATEGI 3 PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO Kegiatan pengendalian faktor risiko TB ditujuan : • Promosi lingkungan dan hidup sehat.Penguatan pelaksanaan pencegahan dan Pengendalian Infeksi TB di Faskes dan ditempat- tempat khusus (lapas/rutan. barak militer. . meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) • Pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) TB. tempat pengungsian. asrama. dsb) • Pengobatan pencegahan TB. termasuk pemberian pengobatan .

 di Prov. dll) yg membantu pengambil kebijakan (pusat/daerah) dalam menyusun/menentukan kebijakan program TB  di Pusat: bersifat “think tank” manaj & teknik dalam bentuk komisi-komisi. STRATEGI 4 PENINGKATAN KEMITRAAN TB MELALUI FORUM KOMITE AHLI GERDUNAS TB • Forum Koordinasi TB: wadah organisasi2 TB (komisi. tim. pokja. & Kab/Kota: bersifat “operasional” dalam bentuk Pokja-pokja. dll . tim.

– pemberdayaan masyarakat sampai tingkat desa melalui Integrasi layanan TB di UKBM . keluarga dan masyarakat – keterlibatan masyarakat melalui kemitraan dengan sektor swasta dan pemerintah – pemberdayaan masyarakat untuk mendorong terjadinya perubahan perilaku terkait TB. STRATEGI 5 PENINGKATAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT DALAM PENGENDALIAN TB • Meningkatkan kemandirian masyarakat terkait dengan penanggulangan TB melalui: – partisipasi pasien. mantan pasien.

memperkuat jejaring penelitian TB di provinsi.Sumber daya manusia. memastikan pengelolaan logistik TB dilakukan sesuai standar .Logistik.Riset operasional. identifikasi kebutuhan SDM TB dan pengembangan kapasitas .Memperkuat sistem surveilans . STRATEGI 6 PENGUATAN MANAJEMEN PROGRAM MELALUI PENGUATAN SISTEM KESEHATAN TB Penguatan manajemen program: . kabupaten/kota dan memastikan penelitian TB yang berkualitas dan mempublikasikannya ke jurnal nasional dan internasional .

AKSELERASI PENEMUAN KASUS • Peningkatan fungsi puskesmas satelit (PS) menjadi puskesmas pelaksana mandiri (PPM) sehingga pasien segera didiagnosis dan mendapatkan pengobatan sedini mungkin dan mengurangi angka penularan TB • Penemuan kasus secara aktif dengan pendekatan keluarga dan pemberdayaan & peningkatan peran masyarakat • Penggunaan alur diagnosa baru – Diagnosis terduga TB dengan TCM untuk fasyankes yang memiliki TCM – Bila tidak terdapat TCM. diganosis dengan pemeriksaan mikroskopis • Memastikan layanan TB masuk ke dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional .

KONSEP PENEMUAN AKTIF TB BERBASIS KELUARGA DAN MASYARAKAT .

lapas. • Investigasi kontak : 10 – 15 orang posyandu. rutan. MTBS. pengungsi. PAL. Peningkatan Akses Layanan TOSS-TB bermutu Penemuan Pasif dengan Jejaring Layanan TB (PPM) Intensif : HIV. Mandatory notification DPM IDI RS Swasta Lab Swasta Apotik Klinik IAI RSU Daerah RS Paru Puskesmas Dikes Kab/kota Cakupan 60% BPPM Labkesda Cakupan 40% Penemuan Aktif berbasis keluarga dan masyarakat Kader. DM. pos • Penemuan di tempat khusus : asrama. TB desa. tempat kerja. sekolah Chase survey • Penemuan di masyarakat : penemuan massal .

– Kegiatan disesuaikan dengan sumber daya yang tersedia – Penguatan peran masyarakat (kader TB) – Penemuan aktif dan masif dilakukan pada masyarakat/kelompok risiko TB – Daerah yang kurang akses layanan. ada faktor risiko penularan tetapi tidak pernah melaporkan . PENEMUAN AKTIF KASUS TB • Prinsip: – Menemukan sebanyak-banyaknya orang terduga TB di masyarakat – Mempertahankan keberhasilan pengobatan yang tinggi.

PENEMUAN AKTIF KASUS TB (2) • Kegiatan: – Pemetaan daerah sasaran – Penemuan orang terduga TB berdasarkan gejala – Diagnosis dan pengobatan TB – Sosialisasi untuk pencegahan TB – PemberianpPengobatan pencegahan TB .

.

TB is every body bussiness .