You are on page 1of 10

PERTEMUAN 1

Bentuk sediaan farmasi bervariasi?


Zat aktif tidak stabil karena oksigen
atau kelembaban
Zat aktif tidak stabil karena asam
lambung
Menutupi rasa dan bau tidak enak
Tidak larut atau tidak stabil dalam air
Zat aktif larut dalam solven pembawa
Obat dengan kerja yang luas
Konvensional
Sediaan farmasi didesain untuk melepas zat
aktif secara cepat
Konsentrasi sistemik tidak lama, sehingga
cepat dieliminasi
Nonkonvensional
Sediaan farmasi didesain untuk melepas
zat aktif secara cepat
Dengan durasi panjang, atau pelepasan zat
aktif terprogram
Tahapan primer
Penelitian/survey kecenderungan/trend
Pemantapan target
Pembuatan molekul pengarah unggulan
Evaluasi aktifitas biologis dan farmakologi
dasar
Pemantapan metode evaluasi
Seleksi kandidat obat baru
Tahap praklinis, evaluasi :
Farmakologi
Sifat-sifat fisikokimia
Toksisitas
Farmakokinetika
Farmasetika
Pengembangan produksi masal
Tahap klinis
Fase I
Investigasi keamanan dan toleransi
Fase II,
keputusan pada arah penggunaan dan dosis
Fase III,
Investigasi khasiat dan keamanan
Launching product
Fase IV
Survey pasca pemasaran
Umur pasien
Bayi dan balita, anak-anak, dewasa, lansia
Per oral
Absorbsi obat pada berbagai bagian tubuh

Per rektal
Untuk efek lokal, jarang masuk sirkulasi sistemik
Parenteral

Subkutan, intramuskular, intravena


Epikutan
Absorbsi melalui kulit, untuk kerja lokal
Absorbsi
Secara intravena, ketersediaan hayati
tidak sempurna
Distribusi
Penundaan pelepasan obat, pemberian
secara oral maupun intramuskular
Metabolisme
Ekskresi
Kelarutan
Kecepatan disolusi
Koefisien partisi antara barier lipoid
dan media fisiologi air
Stabilitas dan kecepatan penguraian
dalam cairan fisiologis
Kemudahan terhadap inaktivitas
metabolik
Pengontrolan pelepasan obat, jika
diabsorbsi secara cepat dan hilang
dengan cepat
Pengontrolan difusi untuk pelepasan
kontinu, menggunakan pendekatan
matriks/reservoir
Sistem yang dirancang, harus aman
dan biokompatibel