You are on page 1of 28

Makro Ekonomi

 Perbedaan mikro dengan makro ekonomi
 Awal berkembangnya ilmu ekonomi makro
 Fokus ilmu ekonomi makro
 Peran Pemerintah dalam ekonomi
 Pendapatan nasional
 Masalah-masalah ekonomi makro
 Keseimbangan pasar uang dengan pasar
barang

jumlah uang beredar (inflasi). tingkat tabungan.  Variabel: tingkat pendapatan nasional. konsumsi rumah tangga secara agregat. kesempatan kerja. Pengertian dan Permasalahan Makroekonomi  Pengertian  Ilmu yang mempelajari bekerjanya perekonomian secara keseluruhan (agregat). investasi nasional. neraca pembayaran  Permasalahan  Inflasi  Pengangguran  Neraca pembayaran yang timpang  Pertumbuhan penduduk yang tinggi  Peningkatan kapasitas produksi . belanja pemerintah. tingkat harga umum.

PERBEDAAN MIKRO DGN MAKRO EKONOMI  Mikro mempelajari fungsi masing-masing industri dan perilaku masing-masing unit pengambilan keputusan. tetapi pada penentu jumlah keluaran nasional total  Makro keputusan ekonomi agregatif  Prinsip ekonomi mikro melandasi analisis ekonomi makro . khususnya perusahaan bisnis dan rumah tangga.  Atau ruang lingkupnya terbatas pada satu pasar tertentu  Mikro keputusan ekonomi individual  Makro mempelajari atau memusatkan perhatian pada faktor-faktor yang mempengaruhi produksi produk-2 tertentu dan perilaku masing2 industri.

Perbedaan Mikro Ekonomi dgn Makro Ekonomi Konsumsi Produksi Harga Ketenaga- kerjaan Mikro Konsumsi Jumlah Harga Kebutuhan Individu produksi setiap tenaga suatu barang/ kerja satu perusahaan jasa perusahaan Makro Konsumsi Jumlah Harga Kebutuhan Negara/agr produksi barang/ tenaga egat nasional jasa secara kerja keseluruha secara n keseluruha n .

AWAL BERKEMBANGNYA ILMU EKONOMI MAKRO  DEPRESI BESAR  Model Klasik ○ Ahli ekonomi menerapkan model ekonomi mikro (model Klasik) pada masalah perekonomian yang luas. akibatnya. Caranya: pemerintah merangsang permintaan agregat untuk mengangkat ekonomi keluar dari resesi .  Revolusi Keynesian ○ John Meynard Keynes (The General Theory of Employment. contoh:  Analisis penawaran dan permintaan klasik mengasumsikan bahwa penawaran tenaga kerja yang berlebih akan menyebabkan turunnya upah ke tingkat keseimbangan baru. 1936)  Bukan harga dan upah yang menentukan tingkat peluang kerja. melainkan tingkat permintaan agregat akan barang dan jasa. Campur tangan pemerinta perlu disertakan dalam perekonomian untuk mempengaruhi tingkat keluaran dan peluang kerja. Interest dan Money. pengangguran tidak bertahan lama.

PERKEMBANGAN ILMU EKONOMI MAKRO  EKONOMI MAKRO BARU  Penyesuaian perekonomian secara tepat pada tahun 1960-an ○ Ungkapan Walter Heller penasihat ekonomi Presiden Kennedy dan johnson: penyesuaian perekonomian secara tepat sebagai peran pemerintah dalam mengatur inflasi dan pengangguran  Ketidaksesuaian dengan kenyataan sejak tahun 1970-an ○ Sejak tahun 1970-an perekonomian AS mengalami serangkaian fluktuasi besar dalam tingkat peluang kerja. ○ Tahun 1974-75 dan 1980-82 AS mengalami resesi hebat. keluaran. dan inflasi. akibatnya jutaan orang kehilangan pekerjaan dan mengakibatkan kerugian besar karena kehilangan keluaran dan pendapatan ○ Terjadi Stagflasi (Stagnasi + Inflasi)  bila tingkat harga keseluruhan naik cepat (inflasi) selama periode resesi atau tingkat pengangguran tinggi dan lama (stagnasi) .

FOKUS ILMU EKONOMI MAKRO  Perhatian utama:  Inflasi  Pertumbuhan keluaran (output) atau konjungtur bisnis  Pengangguran & Kemiskinan  Kebijakan Pemerintah:  Kebijakan fiskal  kebijakan menyangkut pajak dan keluaran  Kebijakan moneter  alat yang digunakan oleh bank sentral untuk mengendalikan pasokan (penawaran) uang  Kebijakan pertumbuhan (sisi penawaran)  kebijakan pemerintah yang berfokus pada penawaran agregat dan kenaikan produksi dan bukannya merangsang permintaan agregat .

dua sektor)  Pemerintah (sektor publik/ek.KOMPONEN EKONOMI MAKRO  Fokus komponen ekonomi makro:  Rumah tangga (sektor rumah tangga/ek. tiga sektor)  Luar negeri (sektor internasional/ek. satu sektor)  Perusahaan (sektor swasta/ek. Empat sektor) .

laba dan sewa . bunga. bunga. Diagram Arus Melingkar Pembelian barang & jasa buatan dalam negeri oleh orang Pembelian barang & asing (eksport) jasa buatan luar Luar Negeri negeri (Import) Pembelian barang & jasa Pembelian Pajak barang & jasa Pembayaran Rumah Perusahaan Pemerintah gaji. dividen. Pajak transfer Tangga Gaji.

Tiga Pasar Dasar Perusahaan Pemerintah Rumah Tangga Luar Negeri PASAR PASAR PASAR BARANG TENAGA UANG/ DAN JASA KERJA MODAL (FINANSIAL MARKET) .

METODOLOGI ILMU EKONOMI MAKRO P AS P* AD 0 Y Y* .

TREND DAN SIKLUS PEREKONOMIAN SUATU NEGARA GDP Puncak Pertumbuhan A Lembah 0 t .

sehingga pada akhirnya penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu tercapai (tidak ada pengangguran)  Hukum Say (Jean Batiste Say) = supply creats its own demand) .  Dasar Filsafatnya :  Laisses faire = setiap individu bebas dalam melakukan kegiatan ekonomi apapun  Perekonomian tidak akan terjadi kekurangan permintaan. Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara  Mazhab Klasik  Pelopornya : Adam Smith (An Inquiry into The Nature and Causes of The Wealth of Nations)  Berpandangan fenomena ekonomi sebagai fenomena alam yang selalu bersifat eksak dengan ketentuan hukum alam  Asusmsinya : perfect competition = perilaku ekonomi sama dengan keteraturan alam seiring dengan adanya pengatur yang tidak kentara invinsible hand.

Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara  Corak Kegiatan Ekonomi  Corak perekonomian berbentuk : Perekonomian bersifat subsisten dan bersifat modern  Ekonomi Subsisten = di dalamnya terdapat dua pelaku ekonomi (produsen dan rumah tangga)  Y = C (pendapatan upah untuk beli barang produksi) Produk/Barang Pembayaran Konsumen/ Produsen RM Tangga Upah/gaji Tenaga kerja/jasa tenaga kerja .

Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara  Corak Kegiatan Ekonomi Modern  Ekonomi Modern = di dalamnya terdapat lebih dua pelaku ekonomi (produsen dan rumah tangga. lembaga keuangan dan investor)  Y = C + S + I Upah/Gaji Tenaga Kerja Konsumen/ Produsen RM Tangga Produk/Barang Pengeluaran Konsumsi Investasi Tabungan Pinjaman Investor Bank .

Q. T] . TK. Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara  Penentu Tingkat Kegiatan Perekonomian  Faktor harus dipenuhi agar kondisi full-employment. yaitu sebagai berikut : ○ Jumlah barang modal yang dipergunakan dalam perekonomian ○ Jumlah dan kualitas tenaga kerja yang bersedia ○ Jumlah dan jenis kekayaan alam yang digunakan ○ Tingkat teknologi yang dipergunakan  Notasi ekonominya : ○ Y = f [M.

 Buku terkenalnya = The General Theory of Employment. pihak swasta tidak sepenuhnya diberikan kekuasaan untuk mengelola perekonomian. Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara  Keynesian  Tokoh John Maynard Keynes  pelopor teori dan kebijakan ekonomi modern. . melainkan juga ikut langsung menentukan dan mengarahkan perekonomian ke arah yang lebih baik melalui kebijakan ekonomi  Dasar Filsafat :  Dalam perekonomian. Interest and Money  Campur tangan pemerintah bukan hanya sekedar Night Guard. karena pada kondisi tertentu sebagaimana pandangan kaum sosialis menyatakan bahwa pihak swasta selalu mementingkan dirinya sendiri yaitu untuk mendapatkan keuntungan  Keynes tidak percaya dengan kekuatan dari laissez faire yang dapat mengoreksi diri sendiri untuk mencapai kondisi full employment.

Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara  Pandangan Keynes : kegiatan perekonomian  Fleksibilitas tingkat bunga terhadap tabungan dan investasi ○ Keynes tidak sependapat dengan kaum klasik  besar kecilnya tingkat tabungan juga ditentukan oleh besar kecilnya tingkat pendapatan dan kecenderungan mengkonsumsi. dan selanjutnya daya beli akan turun dan tentu saja pengeluaran masyarakat akan semakin berkurang  kelebihan kapasitas produksi. G. I. maka tingkat pendapatan pun akan turun.  Faktor Penentu Kegiatan Ekonomi Negara ○ Kegiatan perekonomian suatu negara adalah tingkat permintaan efektif.  Notasi ekonomi Keynsian = ○ Y = AE = C + I + G + (X – M)  AE = Agregat Expenditure . X – M).  Tingkat upah dan pengangguran ○ Tingkat upah sehubungan dengan penawaran tenaga kerja yang melebihi permintaannya yang berdasarkan analisis klasik jumlah yang dibutuhkan ○ Manakala tingkat upah turun. yaitu permintaan yang disertai oleh kemampuan untuk membayar barang dan jasa yang diminta  permintaan agregatif (C.

MENGUKUR OUTPUT & PENDAPATAN NASIONAL  Ekonomi makro mengandalkan data  Data diperoleh dari sumber data. yaitu: laporan pendapatan nasional dan neraca produk  Fungsi Laporan Pendapatan Nasional dan Neraca Produk:  Untuk menyampaikan data tentang kinerja ekonomi  Untuk pembandingan produk dari satu waktu ke waktu lain .

Macam Pendapatan Nasional  Gross National Product/GNP  Nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam suatu periode tertentu (satu tahun) yang diukur dengan satuan uang  GNP dihitung dengan menjumlahkan semua nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara tersebut ditambah dengan penduduk negara tersebut yang ada di luar negeri  Gross Domestic Product/GDP  Nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam suatu periode tertentu yang menjumlahkan semua hasil dari warga negara yang bersangkutan ditambah warga negara asing yang bekerja di negara yang bersangkutan .

Metode Menghitung Pendapatan Nasional  Metode Produksi  Didasarkan pada penjumlahan nilai produksi yang dihasilkan oleh sektor produksi {Y= PqnxQin} atau dengan menghitung nilai tambah Y= NTB = NTM1+ NTM2+…+ NTM9  Menurut BPS sektor tersebut meliputi: ○ Pertanian. persewaan bangunan dan jasa perusahaan. Keuangan. Roti  roti bakar = 3500 . dan hotel. restoran. Pengangkutan dan komunikasi. Bangunan. 1500. Industri pengolahan. gas dan air bersih. Terigu  roti = 3000. Pertambahan & Penggalian. Jasa-jasa  Contoh: Biji gandum/kg dijual Rp. Perdagangan. Listrik. Gandum  terigu= 2000.

Metode Menghitung Pendapatan Nasional  Metode Pendapatan  Metode ini menjumlahkan semua pendapatan dari faktor produksi dalam perekonomian: ○ Tenaga kerja (W) ○ Modal (i) ○ Tanah (R) ○ Skill/entrepreneurship (P)  Rumus = Y = YW + Yi + YR + YP  Hasil perhitungan ini sering disebut dengan pendapatan nasional (National Income=NI) .

baik yang dilakukan: ○ Rumah tangga konsumen (C) ○ Rumah tangga swasta/produsen (I) ○ Rumah tangga pemerintah (G) ○ Export netto (X – M)  Secara matematik dirumuskan ○ Y = AE = C + I + G + (X – M)  AE = Agregate Expenditure  Hasil perhitungan dengan metode ini sering disebut dengan Produksi Nasional Brutto (GNP) .Metode Menghitung Pendapatan Nasional  Metode Pengeluaran/Penggunaan  Metode ini menghitung pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan semua pengeluaran.

 Nilai tambah = perbedaan antara nilai barang ketika meninggalkan tahap produksi dan biaya barang ketika memasuki tahap produksi .Produk Domestik Bruto  Produk domestik Bruto = Gross Domestic Product merupakan konsep kunci dalam laporan pendapatan dan neraca produk nasional  GDP = nilai pasar keluaran total sebuah negara. yaitu nilai pasar semua barang jadi dan jasa akhir yang diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi di dalam suatu negara  Barang jadi dan jasa akhir = barang dan jasa yang diproduksi untuk penggunaan akhir  Barang intermediate = barang yang diproduksi oleh perusahaan untuk diolah lebih lanjut oleh perusahaan lain.

Pendapatan Pribadi dan Pendapatan Disposible  Pendapatan nasional sebenarnya dihitung dari:  GNP – (Penyusutan + Pajak Tidak Langsung + Transfer Payment Perusahaa + Kesalahan Statistik) + Subsidi kepada Perusahaan Pemerintah  Pendapatan pribadi = semua jenis pendapatan (termasuk pdptan yang diperoleh tanpa memberikan sesuatu kegiatan apa pun yang diterima oleh penduduk suatu negara)  Pendapatan disposible = pendapatan yang menjadi hak penduduk yang dapat dibelanjakan tanpa tanggungan yang menjadi kewajibannya . PN.Hubungan PNB.

Pendapatan Pribadi dan Pendapatan Disposible  Dalam perhitungan pendapatan nasional. yaitu:  Harga Konstan (Hk)  Harga Yang Berlaku (Hb)  Indeks harga = perbandingan antara pendapatan nasional nominal dengan pendapatan nasional riil . digunakan dua macam harga. PN.Hubungan PNB.

TERIMA KASIH .