You are on page 1of 25

Oleh :

Muhammad Benni

Pembimbing :
dr. Juliamor Sinulingga Sp. Rad
1) Oesophagus pars cervical
membentang dari
pharyngoesophageal
junction hingga tepi bawah
Vertebra Cervical VII.
2) oesophagus pars thoracica
membentang dari Vertebrae
Thoracica I sampai pada
hiatus oesophagus pada
diaphragma yang terletak
setinggi Vertebrae Thoracica
X.
3) oesophagus pars
abdominalis membentang
dari hiatus oesophagus
sampai pd orificium
cardiaca gaster.
ANATOMI ESOFAGUS
Fisiologi Esofagus
1. Fungsi dasar esofagus membawa
material yang ditelan dari faring
kelambung
2. Masuknya udara ke esofagus pada
saat inspirasi dicegah oleh sfingter
atas esofagus
3. Refluks gastrik ke esofagus dicegah
oleh sfigter bawah esofagus
4. Panjang 25 cm
Pendahuluan
Akalasia : gangguan motilitas esofagus
ditandai dengan aperistalsis atau gangguan
peristalsis esofagus dan relaksasi yang
inadekuat pada sfingter esofagus bagian
bawah (lower esophageal sphincter/LES)
yang disebabkan karena kerusakan pleksus
myenterikus (sistem saraf antara lapisan otot
logitudinal dan sirkular pada dinding saluran
pencernaan).
Epidemiologi
Insidensi akalasia sekitar 10 : 100.000
penduduk distribusi laki-laki perempuan
sama.

Tidak ada predileksi berdasarkan ras

Akalasia terjadi pada semua dan puncak


kejadian pada umur 30 - 60 tahun
Penyebab akalasia
1. Akalasia primer
Teori Genentik
Teori hipotesis Viral
Teori hipotesis autoimun
2. Akalasia sekunder
keganasan yang menginfiltrasi
gastroesophageal junction, usia
dan penurunan berat badan cepat
Gejala klinis akalasia
1. sulit menelan / disfagia
2. Odynofagia (nyeri telan)
3. regurgitasi,
4. nyeri dada,
5. penurunan berat badan.
Pemeriksaaan penunjang

Gambaran foto toraks pada akalasia esofagus


menunjukkan esofagus yang berdilatasi
Pemeriksaan
esofagografi pada
penderita akalasia
esofagus,
menunjukkan
esofagus bagian
distal yang
menyerupai paruh
burung (bird-beak
appereance) atau
ekor tikus (mouse
tail appereance)
akalasia esofagus jika dilihat secara: A. Anatomis,
B. Endoskopi, C. Esofagografi
Manometrik esofagus

tekanan yang tinggi pada spinchter esofagus bawah


Diagnosa Banding
1. Skleroderma
Inkompetensi sfingter gastro-
esofagus.Kontras
menunjukkan segmen yang
relatif panjang
2. Karsinoma Esofagus
Tampak massa di lumen esofagus
sehingga menyebabkan penyempitan
lumen dan tepi yang irreguler.
3. Foto thorak pasien
dengan hernia
diafragmatika kiri,
tampak gambaran
diafragma kiri tidak
terlihat
4. REFLUKS ESOFAGUS
Apabila isi lambung mengalir kembali ke esofagus
akibat dari sfingter yang tidak berkontraksi
ataupun relaksasi yang tidak adekuat, keasaman isi
lambung tersebut akan mengiritasi
esofagus,menimbulkan sensasi terbakar pada
esofagus hingga dada yang dikenal sebagai
Heartburn Kondisi ini disebut dengan GERD:
Gastroesophageal Reflux Disease
penatalaksanaan
1) Pemberian obat yang
merelaksasikan otot polos,
nitrogliserin 5 mg sublingual atau 10
mg per oral, dapat membuat
spinchter esofagus bawah
berelaksasi
2) Injeksi botulinum toksin
I
3 .Teknik
endoskopi
Dosis 80 -100
UI/ml diulang 1
bulan
kemudian.
Aman
digunakan
untuk yang
kontraindikasi
pembedahan
4. Pneumatic Dilation
Suatu balon dikembangkan pada bagian
gastroesophageal junction yang bertujuan untuk
merupturkan serat otot dan membuat mukosa menjadi
intak (utuh).
5. Terapi bedah
Suatu laparoskopik miotomi Heller dan
partial fundoplication adalah suatu
prosedur pilihan untuk akalasia esofagus.
Operasi ini terdiri dari suatu pemisahan
serat otot (miotomi) dari spinchter
esofagus bawah (5 cm) dan bagian
proksimal lambung (2 cm),
Prognosis
prognosis untuk kembali Obat-obatan dan toksin
ke ukuran esofagus yang botulinum sebaiknya
normal setelah digunakan hanya pada
pembedahan (miotomi pasien yang tidak dapat
Heller) memberikan menjalani pneumatic
hasil yang sangat baik. dilation dan
laparoskopik miotomi
Heller