You are on page 1of 29

Pendekatan Klinis pada Pasien

dengan Peripheral Artery Disease


Skenario 7

Seorang laki-laki berusia 71 tahun, pensiunan,


datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada
kedua tungkainya dan semakin memburuk sejak
1 minggu yang lalu.
Identifikasi Istilah
-
Rumusan Masalah

Seorang laki-laki
berusia 71 tahun
dengan keluhan
nyeri pada tungkai
dan memburuk sejak
1 minggu yang lalu.
Analisis Masalah
Anamnesis, Pemeriksaan
Fisik dan Penunjang

Prognosis dan pencegahan WD dan DD

RM
Tatalaksana Etiologi dan Epidemiologi

Komplikasi Manifestasi Klinis


Anamnesis
Keadaan umum
TTV : Normal
KU : nyeri pada tungkai
RPS : nyeri dirasakan semakin memburuk sejak 1 minggu yang lalu. nyeri
lebih di tungkai kanan, memburuk saat berjalan dan membaik saat
beristirahat.
Keluhan lain : kram, paresthesia, kelemahan kaki
RPD : Pasien memiliki riwayat sindrom metabolik, penyakit jantung, dan
stroke.
Pemeriksaan fisik
Tingkat kesadaran pasien adalah kompos mentis dengan
keadaan umum sakit ringan. TTV dalam batas normal. Pada
status lokalis didapatkan pembengkakan pada tungkai, warna
tungkai kanan lebih pucat dari sebelah kiri, pulsasi kanan lebih
kecil daripada kiri, suhu kanan lebih dingin dari kiri. Tidak
terdapat lesi. Hasil pemeriksaan ABI 0,7.
Pemeriksaan Penunjang

Duplex ultrasonography
Uji treadmill
CT angiography
MR angiography
ABI
Hipotesis

Berdasarkan hasil
anamnesis dan
pemeriksaan fisik,
serta pemeriksaan
penunjang, laki-laki
tersebut menderita
peripheral artery
disease.
Anatomi
Ekstremit
as Bawah
Histologi
Pembuluh
Darah
Definisi PAD
Etiologi
Hiperkolesterolemia
Hipertensi
Diabetes
Merokok
Epidemiologi
Penyakit yang ada di seluruh dunia
Diderita 12-14 % populasi umum
Komorbiditas dengan CAD dan CVD
Berhubungan erat dengan hiperkolesterolemia,
hipertensi, diabetes, dan merokok.
Patologi Atherosklerosis
Patofisiologi
Aterosklerosi
s
Manifestasi Klinis
5P (pain, pulselessness, paralysis, paresthesia, pallor)
Rasa dingin di telapak kaki
Pengangkatan tungkai menyebabkan bertambahpucatnya kaki
Gejala khas : intermittent claudicatio
Dapat terjadi ulkus dan gangrene di distal
Manifestasi Klinis
Tabel 1. Klasifikasi Penyakit Arteri Ektremitas Bawah

Klasifikasi Fontaine Klasifikasi Rutherford

Stadium Gejala Grade Kategori Gejala

I Asimptomatik 0 0 Asimptomatik

II Klaudikasi intermiten I 1 Klaudikasio ringan

I 2 Klaudikasio sedang

I 3 Klaudikasi berat

III Nyeri iskemik saat istirahat II 4 Nyeri iskemik saat istirahat

IV Ulserasi atau gangren III 5 Kehilangan jaringan ringan

III 6 Kehilangan jaringan berat


Diagnosis deferensial: Dispepsia Organik
Tromboangitis Obliterans (Buerger disease)
Deep Vein Thrombosis
Superficial Thrombophlebitis
Insufisiensi vena kronik
Deep Vein Thrombosis
Tromboangitis Obliterans
Algoritm
for PAD
Terapi
Terapi farmakologis
Antikoagulan (aspirin
atau klopidogrel)
Zilostazol 50mg/hari
Naftidrofuril
Pentoksifilin
Carnitine
Statin
Terapi bedah
Terapi latihan
Cara Mencegah
Berhenti merokok
Pola makan teratur
Turunkan tekanan darah
Komplikasi
Acute Limb Ischemia
Ulkus/ Gangrene
Amputasi
Kesimpulan

Berdasarkan hasil anamnesis, PF, dan pemeriksaan


penunjang, laki-laki tersebut menderita PAD