TETRALOGY OF FALLOT

Junita Septiana Pasaribu
Zuhud Zinedine Pangindra

Kelainan Jantung Kongenital  Kelainan jantung kongenital merupakan penyebab kematian paling banyak pada anak pada tahun pertama kehidupannya (lebih banyak dari premature). . 2007). Angka kejadian kelainan jantung kongenital adalah 25 % dari seluruh malformasi kongenital yang terjadi (Potts & Mandleco.

Asianotik : tidak mnbulkan kebiruan. Sianosis : Biru di kulit dan membran mukosa. kebalikannya dri sianosis. . left to right shunt.1. krn pngkatan hb yang tdk mengandung o2 dan pnurunan aliran darah pulmonal akibat dri darah yg miskin o2 mengalir dari bag kanan jantung ke kiri jantung dan mngalir ke seluruh tbh (defek sekat jantung) (right to left shunt) 2.

yaitu :  (ventricular septal defect. VSD)  Stenosis pulmonal  Hipertrofi ventrikel kanan  Overriding aorta .Tetralogy Of Fallot Definisi : merupakan penyakit jantung bawaan tipe sianotik yang terdiri dari empat kelainan khas (defek).

.

Etiologi  Faktor penyebab tetralogy of fallot pada dasarnya tidak diketahui.  Para ahli berpendapat bahwa penyebab endogen dan eksogen dapat menyebabkan penyakit jantung bawaan . sebagian besar diperkirakan merupakan interaksi kompleks antara genetic dan faktor lingkungan (Wong’s. 2009).

influenza dan chicken pox) e. Riwayat kehamilan ibu : sebelumnya ikut program KB oral atau suntik. minum obat-obatan tanpa resep dokter (thalidmide. amethopterin. dextroamphetamine.Faktor endogen a. Adanya penyakit tertentu dalam keluarga seperti diabetes melitus. Pajanan terhadap sinar –X . Konsumsi obat-obatan atau alkohol saat hamil Faktor eksogen a. Kehamilan dengan infeksi virus (misalnya rubella. Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan c. penyakit jantung atau kelainan bawaan d. hipertensi. jamu) b. aminopterin. Berbagai jenis penyakit genetik : kelainan kromosom (misalnya down syndrome) b.

dan 95% meninggal sampai usia 40 tahun.Epidemiologi  ToF merupakan jenis penyakit jantung bawaan tersering.  Sedikit lebih banyak pada laki-laki dibandingkan perempuan. Sekitar 3- 5% bayi yang lahir dengan penyakit jantung bawaan menderita jenis ToF.  Sebanyak 25-30% penderita penyakit jantung bawaan yang memperlihatkan gejala pada masa neonatus meninggal pada bulan pertama usianya jika tanpa penanganan yang baik  Sekitar 25% pasien ToF yang tidak diterapi akan meninggal dalam 1 tahun pertama kehidupan  40% meninggal sampai usia 4 tahun. 70% meninggal sampai usia 10 tahun. .

nilai hematokritnya juga tinggi . merupakan reaksi tubuh terhadap kebutuhan o2. menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kurangnya suplai oksigen ke berbagai organ tubuh  Clubbing finger Kompensasi kapiler tubuh dengan dilatasi kapiler  Polisitemia Hb meningkat. "blue spell" atau "tet" spell)  Hiperpnea  Pertumbuhan dan perkembangan bayi atau anak terhambat Hipoksemia yang terjadi pada pasien dengan TOF yang belum dilakukan treatment.Gejala Klinik  Hypercyanotic (hipoksia.

tidak ada pembesaran jantung . . Pasien dengan Hb dan Ht normal atau rendah mungkin menderita defisiensi besi. Pada umumnya hemoglobin dipertahankan 16-18 gr/dl dan hematokrit antara 50-65 %. penurunan tekanan parsial oksigen (PO2) dan penurunan pH. gambaran khas jantung tampak apeks jantung terangkat sehingga seperti sepatu. Nilai analisa gas darah menunjukkan peningkatan tekanan partial karbondioksida (PCO2). b. Pemeriksaan laboratorium Ditemukan adanya peningkatan hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Ht) akibat saturasi oksigen yang rendah. Radiologis Sinar X pada thoraks menunjukkan penurunan aliran darah pulmonal.Px Penunjang a.

dengan tekanan pulmonalis normal atau rendah . d. Tampak pula hipertrofi ventrikel kanan. Kateterisasi Dilakukan sebelum tindakan pembedahan untuk mengetahui mengidentifikasi secara lengkap lokasi struktur anatomi dan kelainannya. e. Elektrokardiogram Pada EKG sumbu QRS hampir selalu berdeviasi ke kanan. obstruksi dan penurunan aliran darah pulmonal.c. peningkatan tekanan ventrikel kanan. Ekokardiografi Memperlihatkan adanya VSD. overiding aorta dengan dilatasi ventrikel kanan serta penurunan ukuran arteri pulmonalis. Mendeteksi adanya penurunan saturasi oksigen.

. Operasi direkomendasikan pada usia 1 tahun keatas guna mencegah komplikasi kembali saat dewasa nantinya 1) Blalock-Taussig (BT procedure). yaitu menghubungkan arteri subklavia ke arteri pulmonal dengan shunt. Teknik ini memungkinkan aliran darah dari arteri subklavia ke arteri pulmonal yang dapat meningkatkan aliran darah total ke pulmonal sehingga meningkatkan saturasi oksigen.Tatalaksana Tujuan utama pembedahan adalah untuk mengembalikan aliran darah ke paru-paru sehingga dapat menurunkan hipoksia.

Emboli serebri d. Infeksi pulmonal b. Abses serebri f. Subacute bacterial endocarditis e. Gagal jantung c. Kerusakan otak akibat hypoxia .Komplikasi Komplikasi yang mungkin terjadi pada anak dengan tetralogy of fallot adalah: a.