You are on page 1of 10

Assessmen pembelajaran kejuruan

Kelompok V
Muh. Safriyadi
Mifta Zulfahmi Muassar
Andi cahyanto

Kedua acuan tersebut menggunakan asumsi yang berbeda tentang kemampuan seseorang. Pendahuluan Menurut Standar Penilaian. sehingga menghasilkan informasi yg berbeda maknanya. . untuk melengkapi kajian konseptual. Kelompok V A. Dilihat dari perencanaan dan penafsiran hasil tes. dalam kurikulum yang diterapkan saat ini (KTSP) bahwa penilaian hasil belajar siswa menggunakan kriteria yang secara spesifik dinyatakan dalam Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). pengukuran dalam bidang pendidikan dapat berdasarkan Penilaian Acuan Norma (PAN) atau Penilaian Acuan Kriteria (PAK). Pemilihan acuan yang tepat untuk digunakan ditentukan oleh karakteristik mata pelajaran yang akan diukur dan tujuan yang akan dicapai. peserta PPG juga perlu mengenal acuan penilaian yg lain. Penafsiran hasil tes antara kedua acuan itu juga berbeda. Namun demikian.

ments were made in the late 1980s by researchers such as Richard Kimbell (1997) at Goldsmiths College in London.S.Assessment technique asessment techniques. during the mid 1980s. and rated or scored the practice of the D&T students. North Americans have been slower to accommodate criterion-referenced techniques. National assess. . Researchers adapted these original rubrics. entered the labs and workshops. While rubrics were constructed in Canada and the U.

or if someone else assessed the students? To have validity.Does the assessment process or scale really measure what it purports to measure (i. design capability by sorting shoes)? Does it look authentic or seem appropriate to the students (face.Is the assessment process or scale designed so that it can be administered and scored with relative ease? .Table 10. Comprehensiveness:.dents? 4.validity)? Does it address and cover what was taught (content..Will I get the same results if I assessed the students again with the same scale. Objectivity:. Reliability:.validity)? Does it discriminate to assess the students’ actual levels of achievement and performance (concurrent.validity)? How well does the assessment or scale predict how a student will perform at a certain task in the future (predictive.. Usability:.. Discrimination:. Principles of test design 1. Validity:.Does the assessment process or scale lend itself to the challenge of identifying different levels of comprehension or performance? 5. 3...validity)? 2.e.Do the items of assessment processes and scales offer a clear interpretation for the stu. the assessment or scale must have reliability..Does the assessment or scale sample the full range of content within the specified unit or course? 6.

• Rearrangement or continuity items. • Essay. • Sequences. • Vignettes. • Forced-choice. . • Fill-in-the-blank. • Analogies. Types of test items Selected response • Multiple-choice. • Matching. • True-false. Constructed response • Completion.

oStandar ketuntasan harus ditentukan terlebih dahulu. ACUAN PENILAIAN KRITERIA oPrinsipnya semua pembelajar memiliki kemampuan yang sama dan bisa belajar apa saja. tanda-tanda. ciri-ciri. atau respon yang dapat dilakukan/ditampilkan oleh mahasiswa. untuk menunjukkan bahwa kompetensi yang diharapkan dimiliki mahasiswa telah tercapai. perbuatan. hanya waktu yang diperlukan untuk mencapai kemampuan tertentu berbeda. . oHasil penilaian : Lulus dan Tidak Lulus INDIKATOR o Karakteristik.

rumus). ASPEK-ASPEK YANG DIEVALUASI RANAH KOGNITIF Pengetahuan (Knowledge) Kemampuan mengingat (misalnya: judul buku. Aplikasi (Application) Kemampuan Penerapan (Misalnya: menggunakan suatu informasi/ pengetahuan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah). Analisis (Analysis) Kemampuan menganalisis suatu informasi yang luas menjadi bagian-bagian kecil (Misalnya: menganalisis bentuk. . Sintesis (Synthesis) Kemampuan menggabungkan beberapa informasi menjadi suatu kesimpulan (misalnya: memformulasikan hasil penelitian di laboratorium). Evaluasi (Evaluation) Kemampuan mempertimbangkan mana yang baik dan mana yang buruk dan memutuskan untuk mengambil tindakan tertentu. Pemahaman (Comprehension) Kemampuan memahami (misalnya: menyimpulkan suatu paragraf). jenis atau arti suatu puisi).

oPenilaian afektif dibagi atas penilaian afektif secara umum (budi pekerti) dan penilaian afektif per mata kuliah. . tingkah laku. kerjasama. RANAH AFEKTIF oMencakup penilaian: sikap. dll. untuk mengetahui siapa pembelajar yang bisa dipercaya menjadi ketua tingkat. siapa yang tekun dan disiplin dalam perkuliahan. Pada umumnya dilakukan secara non-ujian (misalnya.) oSetiap informasi yang diperoleh dikumpulkan dan disimpan sebagai referensi dalam penilaian berikutnya. oDilakukan melalui pengamatan dan interaksi langsung secara terus menerus.B. emosi dan motivasi. koordinasi dari setiap mahasiswa. minat.

mengerjakan soal yang hasilnya dinilai dan direkam.Belajar mandiri . diskusi.PROGRAM REMEDIAL .Pemberian tugas .Pembelajaran ulang .dan semuanya diakhiri dengan ujian PROGRAM PENGAYAAN Penguatan pada kompetensi tertentu dengan memberi tugas membaca. namun tidak mempengaruhi nilai akhir.atau teman sekolah yang telah lulus mata pelajaran . . tetapi tetap diungkapkan dalam keterangan profil hasil belajar pembelajar.Belajar kelompok dengan bimbingan seniornya . tutor sebaya.

The Six Facets of Understanding rubric. pp. with comparison to Bloom’s Taxonomy level (adapted from Wiggins & McTighe. 76-77) facet Level of understanding Blooom’s level expalanation Naive intuitive developed In-depth sophisticated knowledge interpretation literal interpreted perceptive releaving profound cpmprehension apllication novice apptencite able skilled masterful application perspective uncritical aware considered thoroungh insighful analysis empathy egocentric developing aware sensitive mature synthesis Self-knowledge innocent unrelective thoughful circumspect wise evaluation . 1998.