You are on page 1of 28

ANTIBIOTIK GOLONGAN

TETRASIKLIN DAN
MAKROLIDA

NAMA KELOMPOK : Adifa gabella


Atika Resky Pratiwi
Andri hasan
Anabel andrea
Anissa
Fenny Adelika
Cindyah Anastasya
Niluh Clarita
Nofriyanti
Nurindah Sari
PENDAHAHULUAN...

Antibiotik merupaka obat yang sangat penting dan digunakan untuk


memberantas berbagai penyakit infeksi. Pemberian antibiotik dalam jumlah
yang cukup besar akan membahayakan bagi tubuh.

Antibiotik Tetrasiklin ialah salah satu jenis atau golongan antibiotik spektrum
luas. Jenis antibiotik ini aktif terhadap gram positif maupun gram negatif yang
masuk pada golongan Antibiotik Polyketide. Jenis antibiotik ini memang
merupakan obat yang efektif untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh
bakteri.

Macrolide merupakan suatu kelompok senyawa yang berhubungan erat,


denganciri suatu cincin lakton ( biasanya terdiri dari 14 atau 16 atom ) di mana
terkait gulagula deoksi. Antibiotika golongan makrolida yang pertama
ditemukan adalah Pikromisin, diisolasi pada tahun 1950. Macrolide merupakan
salah satu golongan obat antimikroba yang menghambatsintesis protein
mikroba. Untuk kehidupannya, sel mikroba perlu mensintesis berbagaiprotein.
Sejarah Tetrasiklin
Tetrasiklin pertama kali ditemukan oleh Lloyd Conover. Berita
tentang Tetrasiklin yang dipatenkan pertama kali tahun 1955.
Tetrasiklin merupakan antibiotika yang memberi harapan dan
sudah terbukti menjadi salah satu penemuan antibiotika
penting. Antibiotik golongan tetrasiklin yang pertama
ditemukan adalah klortetrasiklin yang dihasilkan oleh
Streptomyces aureofaciens. Kemudian ditemukan
oksitetrasiklin dari Streptomyces rimosus. Tetrasiklin sendiri
dibuat secara semisintetik dari klortetrasiklin, tetapi juga
dapat diperoleh dari spesies Streptomyces lain.
Sifat Fisika Kimia Tetrasiklin
Tetrasiklin merupakan basa yang sukar larut dalam air,
garam Na dan garam HCl nya mudah larut dalam air.
Bentuk basa dan garam HCl stabil dalam keadaan kering.
Tetrasiklin cepat berkurang potensinya dalam larutan.
Umumnya tetrasiklin berupa kristal kuning yang amfoter.
Struktur Tetrasiklin
Jenis-jenis tetrasiklin
Mekanisme kerja
Golongan tetrasiklin menghambat sintesis protein bakteri
pada ribosomnya.
Tetrasiklin masuk ke dalam ribosom bakteri gram melalui 2
cara yaitu difusi pasif dan transport aktif.
Tetrasiklin berikatan dengan ribosom 30S dan menghalangi
masuknya kompleks tRNA-asam amino pada lokasi
as.amino.
Tetrasiklin berdaya kerja bakteriostatik yaitu dengan
menghambat sintesis protein bakteri.
Karena mekanisme kerja golongan tetrasiklin sama maka
spektrumnya sama tapi ada perbedaan secara kuantitatif dari
aktivitas masing-masing derivat terhadap bakteri. Hanya
mikroba yang cepat membelah yang dipengaruhi obat ini.
Spektrum antimikroba
Tetrasiklin mempunyai spektrum antimikroba yang luas
meliputi bakteri gram +, gram -, aerob maupun anaerob.
Tetrasiklin juga aktif terhadap mikoplasma, riketsia, klamidia
dan protozoa.Dosis tinggi aktif terhadap mikroba.Aktivitasnya
thdp jamur kecil.
Tetrasiklin tidak digunakan untuk infeksi karena
streptococcus karena penisilin lebih efektif.
Tetrasiklin dapat digunakan sebagai pengganti
penisilin dalam pengobatan infeksi yang
disebabkan oleh:
- Bacillus anthracis
- Clostridium tetani
- Listeria monosicytogenes

Efektivitas tetrasiklin tinggi terhadap infeksi:


-Brucella
- Peudomonas
-Vibrio cholerae
- Bordetella pertusis dll

Juga sangat efektif thdp Mycoplasma pneumonia


dan
Chlamidia trachomatis.
Resistensi
Bakteri yang sudah resisten adalah
Streptococcus,
E.coli,
Pseudomonas aeroginosae,
Streptomyses pneumoniae,
Staphyllococus aureus dan
Sebagian N.gonorrhoeae.
Umumnya resistensi thdp satu jenis
tetrasiklin maka resisten untuk tetrasiklin yg
lain.
Farmakokinetik
Absorpsi: Distribusi:
Umumnya 30-80% tetrasiklin diabsorpsi Dalam cairan serebrospinal kadar gol
dari sal.cerna sebagian besar di tetrasiklin hanya 10-20%, penetrasi pada
lambung dan usus halus bagian atas. bagian tubuh lain baik.
Adanya makanan akan mengganggu Tetrasiklin tertimbun dalam hati, limpa,
absorpsi gol.tetrasiklin. sumsum tulang dan gigi.
Doksisiklin dan minosiklin diabsorpsi Gol tetrasiklin dapat melewati barier
plasenta dan terdapat dalam ASI.
lebih banyak yaitu 90% dan T doksisiklin tidak berubah pada
absorpsinya tidak dipengaruhi insufisiensi ginjal shg dpt diberikan pd
makanan. pasien gagal ginjal
Absorpsi berbagai tetrasiklin dihambat
oleh suasana basa dan pembentukan
senyawa khelat yaitu ikatan kompleks Ekskresi:
tetrasiklin dengan zat lain yang sukar
diserap seperti Al(OH)2, garam Ca, Gol.tetrasiklin diekskresi melalui urin
garam Mg yang sering tdpt pada dengan filtrasi glomerulus dan melalui
antasida, dan zat besi. empedu.
Tetrasiklin sebaiknya diberikan sebelum
makan atau 2 jam setelah makan
Pada pemberian oral 20-55% tetrasiklin
diekskresi melalui urin.
Berdasarkan farmakokinetik gol.tetrasiklin dibagi
menjadi 3 kelompok:
1. Tetrasiklin, klortetrasiklin dan oksitetrasiklin.
Kelompok ini absorpsinya tidak lengkap dengan
waktu paruh 6-12 jam.
2. Dimetiklortetrasiklin.
Absorpsinya lebih baik , waktu paruh 16 jam,
cukup diberikan dengan dosis 150 mg peroral
setiap 6 jam.
3. Doksisiklin dan minosiklin.
Absorpsinya 90%, waktu paruh 17-20 jam,
cukup diberikan sehari 1 atau 2 kali 100mg
Efek samping
Hipersensitivitas
Berupa erupsi, urtikaria, demam dan reaksi anafilaksis.
Reaksi ini bisa terjadi reaksi silang antara gol tetrasiklin
lainnya.

Iritasi lambung
Sering terjadi pada pemberian oral terutama doksisiklin dan
oksitetrasiklin.
Ini bisa diatasi dengan pemberian bersama-sama makanan
tetapi jangan dengan pruduk susu dan antasida yg
mengandung Al, Mg dan Ca
Diare
Sering timbul karena iritasi lambung.
Terapi lama dapat menyebabkan kelainan
darah seperti leukositosis, trombositopenia.
Fototoksik
dapat timbul pada pemberian
dimetiklortetrasiklin.
Hepatotoksis
dapat muncul karena pemberian gol
tetrasiklin dosis tinggi (lebih dari 2 gram
sehari) atau pada pemberian parenteral.
Terakumulasi
Kecuali doksisiklin gol tetrasiklin
terakumulasi dalam tubuh sehingga
kontraindikasi bagi penderita gagal ginjal
Penggunaan Klinik
Riketsiosis,
Demam reda setelah 1-3 hari, ruam kulit menghilang setelah
5 hari.

Infeksi klamidia.
Pada infeksi akut diberikan terapi 3-4 minggu, untuk infeksi
kronis diberikan terapi 1-2 bulan.

Trakhoma,
Salep mata Tetrasiklin dan doksisiklin secara oral selama 40
hari memberikan hasil yang baik.
Kolera,
Tetrasiklin merupakan obat yang efektif untuk
kolera.

Gonorrhoeae dan sifilis,


Tetrasiklin sebagai obat pilihan kedua setelah
penisilin. Dosis 500 mg 4 kali sehari secara oral
atau doksisiklin 100 mg 2 kali sehari selama 7 hari
. Untuk sifilis 500 mg 4 kali sehari peroral selama
15 hari.

Acne vulgaris,
Tetrasiklin menghambat produksi asam lemak dari
sebum. Dosis 2 kali 250 mg selama 2-3 minggu.
Kontraindikasi
Tidak digunakan untuk pasien yang alergi thdp tetrasiklin.

Tidakdianjurkan pada triwulan 2 dan 3 kehamilan, juga pada


anak-anak sampai 8 tahun, pada gangguan fungsi hati dan
ginjal
Makrolida
Yaitu jenis antibiotik yang bekerja untuk mencegah
biosintesis protein pada bakteri. Biasanya obat ini
diberikan pada pasien yang sensitif terhadap
penisilin.

Aktivitas dari mikrolida disebabkan karena adanya


cincin mikrolida dan cincin lakton besar yang
berikatan dengan satu atau lebih gula deoksi. Cincin
lakton sendiri biasa tersusun dari 14, 15, hingga 16
atom.
Struktur Obat dan Penjelasannya
Secara umum, antibiotika golongan makrolida memiliki ciri-ciri struktur
kimia seperti berikut :
1) Cincin lakton sangat besar, biasanya mengandung 12 17 atom
2) Gugus keton
3) Satu atau dua gula amin seperti glikosida yang berhubungan
dengan cincin lakton.
4) Gula netral yang berhubungan dengan gula amino atau pada cincin
lakton
5) Gugus dimetilamino pada residu gula, yang menyebabkan sifat basis
darisenyawa dan kemungkinan untuk dibuat dalam bentuk garamnya
Mekanisme kerja
Golongan makrolida menghambat sintesis
protein bakteri pada ribosomnyadengan jalan
berikatan secara reversibel dengan Ribosom
subunit 50S,. Sintesis proteinterhambat karena
reaksi-reaksi translokasi aminoasil dan
hambatan pembentuk awalsehingga
pemanjangan rantai peptide tidak berjalan.
Macrolide bisa bersifat sebagaibakteriostatik
atau bakterisida, tergantung antara lain pada
kadar obat serta jenis bakteriyang dicurigai.
Aksi makrolid menghambat sintesis protein pada
bakteri dengan cara berikut:

1) Mencegah Transfer peptidil tRNA dari situs A


ke situs P.
2) Mencegah pembentukan peptida tRNA.
3) Memblokir peptidil transferase.
4) Mencegah perakitan ribosom
Farmakokinetik
Ertromycin basa dihancurkan oleh asam lambung dan harus diberikan
dengan salut enteric. Stearat dan ester cukup tahan pada keadaan asam
dan diabsorbsi lebih baik. Garam lauryl dan ester propionil ertromycin
merupakan preprata oral yang paling baik diabsorbsi. Dosis oral sebesar 2
g/hari menghasilkan konsentrasi basa ertromycinserum dan konsentrasi
ester sekitar 2 mg/mL. Akan tetapi, yang aktif secaramikrobiologis adalah
basanya, sementara konsentrasinya cenderung sama
tanpamemperhitungkan formulasi.
Waktu paruh serum adalah 1,5 jam dalam kondisi normal dan 5 jam pada
pasiendengan anuria. Penyesuaian untuk gagal ginjal tidak diperlukan.
Ertromycin tidak dapatdibersihkan melalui dialysis. Jumlah besar dari dosis
yang diberikan diekskresikan dalamempedu dan hilang dalam fases, hanya
5% yang diekskresikan dalam urine. Obat yangtelah diabsorbsi
didistribusikan secara luas, kecuali dalam otak dan cairan
serebrospinal.Ertromycin diangkut oleh leukosit polimorfonukleus dan
makrofag. Oabt ini melintasisawar plasenta dan mencapai janin.
Claritromycin

Dosis 500 mg menghasilkan konsentrasi serum sebesar 2-3


mg/mL. Waktuparuh claritromycin (6 jam) yang lebih panjang
dibandingkan dengan eritromycinmemungkinkan pemberian
dosis 2 kali sehari. Claritromycin dimetabolisme dalam
hati.Metabolit utamanya adalah 14-hidroksiclaritromycin,
yang juga mempunyai aktivitasantibakteri. Sebagian dari
obat aktif dan metabolit utama ini dieliminsai dalam urine,
danpengurangan dosis dianjurkan bagi pasien-pasien
dengan klirens kreatinin dibawah 30mL/menit.
Azitromycin

Azitromycin diabsorbsi dengan cepat dan ditoleransi


dengan baik secara oral.Obat ini harus diberikan 1 jam
sebelum makan atau 2 jam setelah makan.
Antasidaaluminium dan magnesium tidak mengubah
bioavaibilitas, namun memperlama absorbsi dan
dengan 15 atom (bukan 14 atom), maka Azitromycin
tidak menghentikan aktivitasenzim-enzim sitokrom
P450, dan oleh karena itu tidak mempunyai interaksi
obatseperti yang ditimbulkan oleh eritromycin dan
claritmycin.
Efek Samping Makrolida

Efek Samping dari makrolida :

1) Efek-efek gastrointestinal : Anoreksia, mual, muntah dan diare


sesekali menyertaipemberian oral. Intoleransi ini disebabkan oleh
stimulitas langsung pada motilitasusus.
2) Toksisitas hati : dapat menimbulkan hepatitis kolestasis akut (demam,
ikterus,kerusakan fungsi hati), kemungkinan sebagai reaksi
hepersensitivitas.
3) Interaksi-interaksi obat : menghambat enzim-enzim sitokrom P450
danmeningkatkan konsentarsi serum sejumlah obat, termasuk teofilin, anti
koagulanoral, siklosporin, dan metilprednisolon. Meningkatkan
konsentrasi serum digoxinoral dengan jalan meningkatkan bioavailabilitas.
Penggunaan Klinik
1) Infeksi Mycoplasma pneumonia
Eritromisin yang diberikan 4 kali 500 mg sehari per oral mempercepat turunnya panas dan
mempercepat penyembuhan sakit.
2) Penyakit Legionnaire
Eritromisin merupakan obat yang dianjurkan untuk pneumonia yang disebabakan oleh Legionella
pneumophila. Dosis oral ialah 4 kali 0,5-1 g sehari atau secara intravena 1-4 g sehari.
3) Infeksi Klamidia
Eritromisin merupakan alternatif tetrasiklin untuk infeksi klamidia tanpa komplikasi yang
menyerang uretra, endoserviks, rektum atau epididimis. Dosisnya ialah 4 kali sehari 500 mg per
oral yang diberikan selama 7 hari. Eritromisin merupakan obat terpilih untu wanita hamil dan
anak-anak dengan infeksi klamidia.
4) Difteri.
Eritromisin sangat efektif untuk membasmi kuman difteri baik pada infeksi akut maupun pada
carrier state. Perlu dicatat bahwa eritromisin maupun antibiotika lain tidak mempengaruhi
perjalanan penyakit pada infeksi akut dan komplikasinya. Dalam hal ini yang penting antitoksin.
5) Infeksi streptokokus
Faringitis, scarlet fever dan erisipelas oleh Str. Pyogenes dapat diatasi dengan pemberian
eritromisin per oral dengan dosis 30 mg/kg BB/hari selama 10 hari. Pneumonia oleh
pneumokokus juga dapat diobati secara memuaskan dengan dosis 4 kali sehari 250-500 mg.
Interaksi Obat
Golongan tetrasiklin dengan antasida
Golongan tetrasiklin dengan garam bismuth menyebabkan
kadar serum tetrasiklin turun.
Golongan tetrasiklin dengan cholestyramine atau colestipol
menyebabkan absorpsi tetrasiklin turun sehingga kadar
serumnya juga turun.
Golongan tetrasiklin dengan pengalkali urin (contoh: Na. Laktat,
K. Sitrat)
Golongan tetrasiklin dengan anti koagulan oral
Golongan tetrasiklin dengan kontrasepsi oral
Golongan tetrasiklin denga digoxin. Dapat terjadi peningkatan
kadar serum digoxin pada sejumlah kecil pasien ( sekitar 10%).
Kontra Indikasi
Hipersensitivitas terhadap Clarithromycin, Eritromisin atau
antibiotik makrolida lainnya.