You are on page 1of 15

Kelompok 3

Rina Resti R
(1400023168)
Nafiah Ema S
(1400023171)
Deki Nusfirianda (1400023185)
Rizki Amelia
(1400023202)
Arif Fadli
(1400023219)
Inmas Ramadina
(1400023220)
Definisi Hepatitis B
Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang
disebabkan oleh virus Hepatitis B, suatu anggota
famili hepa dna virus yang dapat menyebabkan
peradangan hati akut atau kronis yang dapat
berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati.

Hepatitis B akut jika perjalanan penyakit kurang


dari 6 bulan sedangkan Hepatitis B kronis bila
penyakit menetap, tidak menyembuh secara
klinis atau laboratorium atau pada gambaran
patologi anatomi selama 6 bulan.
Patofisiologi
Virus hepatitis B melekat pada reseptor spesifik dimembran sel hepar

mengalami penetrasi ke dalam sitoplasma sel hepar

Virus melepaskan mantelnya disitoplasma kemudian melepaskan


nukleokapsid

Nukleokapsid menembus sel dinding hati\

Asam nukleat HBV akan keluar dari nukleokapsid dan akan menempel
di DNA hospes kemudian akan berintegrasi pada DNA tsb

DNA HBV mengkode sel hati untuk membentuk protein bagi virus baru

HBV dilepaskan ke peredaran darah


Etiologi dan Faktor Resiko
Etiologi
Virus Hepatitis B

Faktor Resiko :
1. Orang-orang dari daerah endemik
2. Bayi dari ibu dengan HBV kronik (perinatal)
3. Obat intravena / bergantian alat suntik
4. Orang-orang dengan pasangan banyak
5. Hemofilia dan pasien lain
6. Kontak langsung dengan darah
7. Imunitas rendah
8. Transfusi darah
Tanda dan Gejala
Demam
Mual
Ketidak nyamanan diperut
Urin berwarna gelap seperti the
Nyeri sendi
Edema
Mudah memar
Jaundince (kulit dan mata berwarna kuning
Data lab yang dibutuhkan
Terapi Terapi non
farmakologi : farmakologi :

Interferonalfa Diet seimbang


Lamivudin Istirahat cukup
Entecavir Meningkatkan
sistem imun
Hindari alkohol
Diet rendah protein
lamivudin 100 mg 1x sehari

Ibu profen 100-200 mg 6x sehari

ondansentron 8 mg 3x sehari

Peranan interferon :
Membantu menghambat replikasi HBV
Membantu menghambat nekrosis sel hati
Mencegah transformasi dari maligna sel-sel
yang ada dihati
Pengobatan Farmakologi
Interferon alfa
Mekanisme kerja : Menghambat translasi RNA virus dan akhirnya menyebabkan
degradasi mRNA dan tRNA virus. Interferon diberikan i.v dan masuk ke cairan sum-
sum tulang. Setelah berikatan dengan reseptor selular spesifik, IFN
mengaktivasi jalur transduksi sinyal JAK-STAT, menyebabkan translokasi inti
kompleks protein seluler yang berikatan dengan interferon-specific response
element. Ekspresi aktivasi transduksi sinyal ini adalah sintesis lebih dari dua lusin
protein yang berefek antivirus. Efek antivirus melalui hambatan penetrasi virus, sintesis
mRNA virus, translasi protein virus dan/atau assembly dan pelepasan virus. Virus
dapat dihambat oleh IFN pada beberapa tahap, dan tahapan hambatannya
berbeda pada tiap virus. Namun beberapa virus juga dapat melawan efek IFN
dengan cara menghambat kerja protein tertentu yang diinduksi oleh IFN. Salah
satunya adalah resistensi HCV terhadap IFN yang disebabkan oleh hambatan
aktivitas protein kinase oleh HCV.
Dosis. Infeksi HBV. Dewasa: 5 MU/hari atau 10 MU/hari; anak 6 MU/m 3 x/minggu
selama 4-6 bulan.

Lamivudin
Mekanisme kerja : Merupakan L-enantiomer analog deoksisitidin. Lamivudin
dimetabolisme di hepatositmenjadi bentuk triposfat yang aktif. Lamivudin bekerja
dengan cara menghentikan sintesis DNA, secara kompetitif menghambat
polymerase virus. Lamivudin tidak hanya aktif terhadao HBV wild-type saja, namun
juga terhadap varian precorel core promoter dan dapat mengatasi
hiperresponsivitas sel T sitotoksik pada pasien yang terinfeksi kronik.
Dosis : Per oral 100 mg per hari ( dewasa ), untuk anak-anak 1mg/kg yang bila perlu
ditingkatkan hingga 100mg/hari. Lama terapi yang dianjurkanadalah 1 tahun pada
pasien HBeAg (-) dan lebih dari 1 tahun pada pasien yang HBe(+).
Informasi obat
Lamivudin
Dosis :100 mg 1x sehari
Rute :oral
ESO :diare,nyeri
perut,ruam,malaise,lelah,anemia,neuropati,
demam
Interaksi :trimetropim,lamivudin
Perhatian :pankreatitis,kerusakan ginjal

Ibuprofen
Dosis :100-200 mg tiap 4 jam
Rute :oral
ESO :mual,muntah,nyeri uluh hati
Penggunaan :hingga demam turun
Ondansentron
Dosis :8 mg 3x sehari
Rute :oral
Eso :sakit kepala,ngantuk,pusing
Penggunaan :sebelum makan

Interferon alfa
Dosis :
Larutan untuk injeksi 6 juta unit/ml, 0.5 ml pemakaian sekali
dengan jarum suntik yang belum diisi (3 juta unit/jarum suntik)
Larutan untuk injeksi 12 juta unit/ml, 0.5 ml pemakaian sekali
dengan jarum suntik yang belum diisi (6 juta unit/jarum suntik)
Larutan untuk injeksi 18 juta unit/ml, 0.5 ml pemakaian sekali
dengan jarum suntik yang belum diisi (9 juta unit/jarum suntik

Eso : sakit kepala, kelelahan, diare, sakit perut, kehilangan


nafsu makan, nyeri punggung, pusing, mulut kering,
perubahan mood, mual muntah.
pembahasan
Pasien terdiagnosa Lamivudin
hepatitis B Ondansentron
ibuprofen

Penyebab :
Pasien tertular
hepatitis dikarenakan
pekerja seks
KIE

Cara penggunaan dan pemakaian obat

Untuk menunjang proses pencegahan


menasehati pasien agar berhenti menjadi
pekerja seks dan mencari pekerjaan
lainnya

Terapi farmakologi

Edukasi terkait HBV


Pencegahan Hepatitis B
Pencegahan HBV dengan vaksinasi
HBV yang memberikan kekebalan
aktif
HBVig yang memberikan kekebalan
pasif sementara
Waktu pemberian vaksin
pada kasus hepatitis b
Vaksin hepatitis B di gunakan pada
semua usia, diberikan 3-4x suntik
dalam periode 6 bulan
Jika pada bayi diberikan pada saat
dilahirkan (12 jam setelah dilahirkan),
lalu pada usia 1-2 bulan, kemudian
pada usia 6-18 bulan
Jika pada orang dewasa terbagi
dalam 3 dosis yaitu dengan jeda 4
minggu dari vaksin pertama dan 5
bulan dari vaksin ke dua