You are on page 1of 56

PELATIHAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN

Semarang Desember 2018

Oleh : Anonim
PETA DAERAH IRIGASI KLAMBU

LokaLokasi
DI. Klambu

DI KLAMBU KIRI
20,549 Ha DI KLAMBU DI KLAMBU
WILALUNG KANAN
6,586 Ha 10,354 Ha
PETA RUPA BUMI DAERAH IRIGASI KLAMBU
DEFINISI

Adalah upaya menjaga dan
mengamankan jaringan
irigasi agar selalu dapat
PEMELIHARAAN berfungsi dengan baik guna
IRIGASI
memperlancar pelaksanaan
operasi jaringan irigasi dan
mempertahankan
kelestariannya.
MAKSUD DAN TUJUAN

 Maksud pemaparan ini adalah memberikan
penjelasan tentang pemeliharaan jaringan irigasi
melalui proses kegiatan perencanaan dan
pelaksanaan secara benar pada peserta
pelatihan OP jaringan irigasi.

 Tujuannya agar para peserta diklat mampu
melaksanakan pemeliharaan jaringan irigasi
secara efektif dan efisien serta berkelanjutan.
LANDASAN HUKUM
 SRSNI T-03-2002, Tata cara pemeliharaan jaringan irigasi teknis.
 Undang-undang Nomor : 7 tahun 2004 Tentang Sumber daya air.
 PP Nomor : 20 tahun 2006 Tentang Irigasi.
 PP Nomor : 42 tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sumber daya air.
 PP Nomor : 38 tahun 2011 Tentang Sungai
 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 30/PRT/M/2007 Tentang Pedoman
Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipatif.
 Peraturan Menteri PU No. 31 Th 2007 Tentang Komisi Irigasi.
 Peraturan Menteri PU No. 32 Th 2007 Tentang Pedoman Operasi dan
Pemeliharaan Jaringan Irigasi.
 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 33/PRT/M/2007 Tentang Pedoman
Pemberdayaan P3A/GP3A/IP3A
 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 17/PRT/M/2011 Tentang Pedoman
Penetapan Garis Sempadan Jaringan Irigasi.
 Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 293/KPTS/M/2014 Tentang
Penetapan status Daerah Irigasi yang pengelolaanya.
 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor :
12/PRT/M/2015 Tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.
 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor :
14/PRT/M/2015 Tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi.
LATAR BELAKANG
 Pemeliharaan Merupakan kelanjutan dari proses pembangunan irigasi.
 Fungsi pemeliharaan irigasi dapat memberikan manfaat optimal untuk
menunjang kegiatan operasi jaringan irigasi.
 Banyaknya jaringan irigasi yang mengalami kerusakan.
 Masih lemahnya kegiatan OP jaringan irigasi di lapangan.
 Anggaran rutin untuk OP masih belum memadai.
 Belum disiplinnya petani dalam mengikuti SK Bupati Pola Tanam dan
Kalender Tanam
 Teknologi Pompa pada Jaringan Irigasi Teknis dan sistem KDO dan
permasalahannya pompa tersebut.
 Organisasi O&P dan perkumpulan Petani Pengelola Air (P3A) dapat aktif dan
memberikan konstribusi pada dinas sehingga ikut merasa memiliki dan
memelihara jaringan irigasi tersebut.
 Dinas terkait dapat secara rutin melakukan pembinaan kepada P3A/GP3A
supaya dapat mengerti dan saling memahami kebutuhan operasi dan
pemeliharaan dalam sebuah jaringan irigasi.
 Pemenuhan kerapatan kebutuhan personil petugas O&P irigasi (PPA, Karya
Saluran) pada setiap jaringan irigasi baik pada saluran induk dan sekunder.
1. Terlambatnya dalam melaksanakan
pemeliharaan jaringan irigasi pasca
konstruksi.

PENYEBAB 2. Cacat teknik dikarenakan kegagalan
BURUKNYA desain, buruknya konstruksi atau
KONDISI
tidak adanya pemeliharaan jaringan
IRIGASI
irigasi secara berkelanjutan.

3. Lemahnya organisasi pengelola OP.

4. Anggaran untuk pemeliharaan yang
belum memadai.
PENGERTIAN
1. Air adalah semua air yang terdapat pada, diatas, ataupun
dibawah permukaan tanah, termasuk pengertian air
permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang berada di
darat.

2. Sumber air adalah tempat atau wadah air alami dan/atau
buatan yang terdapat pada, diatas, ataupun dibawah
permukaan tanah.

3. Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan, dan
pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang
jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi air bawah
tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak.

4. Daerah irigasi adalah kesatuan lahan yang mendapat air
dari satu jaringan irigasi.
5. Jaringan irigasi adalah saluran, bangunan, dan bangunan
pelengkapnya yang merupakan satu kesatuan yang
diperlukan untuk penyediaan, pemberian, penggunaan,
dan pembuangan air irigasi

6. Jaringan Tersier : Jar irigasi di dlm petak tersier termasuk
pembuang, terdiri sal pembawa disebut sal tersier, sal
pembagi disebut sal kuarter.

7. Petak Irigasi : Petak lahan yang memperoleh air irigasi.

8. Petak Tersier : Kumpulan petak irigasi yg merupakan
kesatuan dan mendapat air irigasi mel sal tersier yg sama.

9. Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) : adalah
kelembagaan pengel irigasi yang menjadi wadah petani
pemakai air dalam suatu daerah layanan/petak tersier
atau desa yang dibentuk secara demokrasi oleh petani
pemakai air termasuk lembaga lokal pengelola irigasi.
9. Pemeliharaan Rutin : adalah usaha untuk mempertahankan
kondisi dan fungsi jaringan yang dilaksanakan setiap waktu.

11. Pemeliharaan Berkala : adalah usaha untuk
mempertahankan kondisi dan fungsi jaringan irigasi yang
dilaksanakan secara berkala

12. Perbaikan : adalah usaha untuk mengembalikan kondisi dan
fungsi saluran dan atau bangunan irigasi secara parsial.

13. Perbaikan Darurat : adalah kegiatan penanggulangan yang
berupa perbaikan dan bersifat darurat akibat suatu bencana
agar saluran dan atau bangunan dapat segera berfungsi.

14. Angka kebutuhan nyata pengelola irigasi (AKNPI) : adalah
besaran biaya yang dihitung berdasarkan kebutuhan aktual
pembiayaan OP dan rehab tiap bangunan dan tiap ruas
saluran untuk mempertahankan kondisi dan fungsi irigasi.
TAHAPAN – TAHAPAN PEMBANGUNAN JARINGAN
IRIGASI

Survei Investigasi Desain (SID) adalah :
Penentuan / penetapan lokasi dan jenis, spesifikasi
S infrastruktur, perhitungan RAB yang akan
I dilaksanakan pembangunannya

D
Pembebasan Lahan (Land Acuisition)
L
A
C
Konstruksi / Pembangunan (Construction)
O
M
dan dilanjudkan dengan OP (operation and
maintenance/OM)
TEKNIK PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI
Lingkup :
 Inventarisasi jaringan irigasi
 Perencanaan
 Pelaksanaan
 Monitoring dan evaluasi (Monev)

Data Pendukung Pemeliharaan Jaringan Irigasi
1) Peta daerah irigasi skala 1 : 5.000 atau 1 : 10.000
2) Peta skema irigasi, skema bangunan
3) Inventarisasi jaringan irigasi
4) Gambar pasca konstruksi (as built drawing)
5) Perencanaan 5 tahunan pengelolaan aset irigasi (PAI)
6) Dokumen dan data pendukung lainnya.
Jenis-Jenis Pemeliharaan Jaringan Irigasi
 Pengamanan jaringan irigasi
 Pemeliharaan rutin
 Pemeliharaan berkala
 Perbaikan darurat

Tindakan Pengamanan
 Membuat bangunan pengamanan ditempat
tertentu
 Menyediakan tempat mandi hewan dan tempat
cuci
 Memasang penghalang (portal, patok) di jalan
inspeksi / tanggul saluran
PENGAMANAN JARINGAN IRIGASI
Tindakan Pencegahan :
 Melarang pengambilan batu, pasir, dan tanah pada lokasi 500 m
dihulu dan 1.000 m dihilir bendung
 Memasang papan larangan menggarap dan mendirikan
bangunan di dlm grs sempadan saluran, dan memandikan
hewan di saluran
 Menentukan garis sempadan saluran (GSS)
 Memasang papan larangan kendaraan melintas di jalan inspeksi
melebihi kelas jalan
 Memasang papan larangan mandi di sekitar bangunan dan
tempat berbahaya
 Melarang mendirikan bangunan atau menanam pohon diatas
tanggul saluran irigasi
 Mengadakan penyuluhan/sosialisasi kepada masyarakat
/instansi terkait tentang pengamanan fungsi jaringan irigasi.
PEMELIHARAAN RUTIN
Kegiatan terus menerus untuk mempertahankan jaringan
irigasi tanpa merubah/mengganti, meliputi :

 Yang Bersifat Perawatan :
 Memberi minyak pelumas pada bagian pintu
 Membersihkan saluran dan bangunan dari tanaman
liar, semak, sampah dan kotoran
 Membuang lumpur pada bangunan ukur
 Memelihara tanaman pelindung di sekitar bangunan
dan tanggul

 Yang Bersifat Perbaikan Ringan :
 Menutup lobang bocor kecil di saluran/bangunan
 Perbaikan kecil (siar/plesteran/batu muka lepas)
Pemeliharaan Berkala :
adalahKegiatan perawatan dan perbaikan yang dilaksanakan
secara berkala oleh dinas yang membidangi irigasi, dapat
bekerjasama dengan P3A/GP3A/IP3A secara swakelola atau
kontraktual.

Pemeliharaan berkala yang bersifat perawatan :
 Pengecatan pintu
 Pembuangan lumpur di saluran dan bangunan
 Pembabatan rumput
Pemeliharaan berkala yang bersifat perbaikan :
 Saluran dan bangunan
 Pintu-pintu dan skot balk
 Jalan inspeksi
 Fasilitas pendukung (kantor, rumah dinas, kendaraan dan
peralatan)
Pemeliharaan berkala yang bersifat penggantian :
 Pintu-pintu
 Alat ukur
 Peil scall, nomenklatur
Penanggulangan/Perbaikan Darurat:
adalah akibat bencana alam / kejadian luar biasa diperbaiki
dengan konstruksi tidak permanen agar jaringan irigasi tetap
berfungsi.

Dapat dilakukan secara gotong royong, swakelola, dan atau
kontraktual, selanjutnya disempurnakan dengan bangunan
permanen melalui program rehabilitasi.

Pemeliharaan yang bersifat perbaikan :
 Saluran dan bangunan
 Jalan inspeksi
 Fasilitas pendukung (kantor, rumah dinas, alat transportasi,
alat kerja)

Pemeliharaan yang bersifat penggantian :
 Penggantian pintu
 Alat ukut
 Papan duga (peil scall)
PERAN SERTA P3A DALAM PEMELIHARAAN
 P3A/GP3A/IP3A bersama petugas pengelola irigasi mengadakan
penelusuran/inventarisasi jaringan irigasi.

 P3A/GP3A/IP3A menyusun pekerjaan yang dapat dikerjakan
sendiri

 Dinas yang membidangi irigasi melaksanakan pemeliharaan dan
dpt kerjasama dng P3A/GP3A/IP3A secara swakelola

 P3A/GP3A/IP3A dpt berperan dlm pemeliharaan dlm bentuk
tenaga, bahan, atau biaya sesuai dng kemampuan

 P3A/GP3A/IP3A berperan aktif dlm pengamanan jaringan irigasi

 P3A/GP3A/IP3A dpt melakukan pengawasan pelaksanaan
pemeliharaan jaringan irigasi primer dan sekunder dalam bentuk
laporan penyimpangan pelaksanaan kepada Dinas atau
pengelola irigasi.
TATA CARA PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI

1. Inventarisasi jaringan irigasi setiap daerah irigasi
2. Perencanaan pemeliharaan jaringan irigasi
3. Pelaksanaan pemeliharaan jaringan irigasi
4. Monitoring dan evaluasi pemeliharaan jaringan irigasi

1. INVENTARISASI JARINGAN IRIGASI
Dilakukan setiap tahun untk mendapatkan :
 Data jumlah, dimensi, jenis, kondisi, dan fungsi seluruh
aset irigasi
 Data ketersediaan air, areal pelayanan, dan nilai aset
irigasi setiap daerah irigasi

Inventarisasi dapat dilaksanakan secara partisipatif dengan
Perkumpulan Petani Pemakai air (P3A) sesuai Permen PU
Nomor 32 Tahun 2007.
2. PERENCANAAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI
Dibuat oleh Dinas yang membidangi irigasi bersama P3A
berdasarkan rencana prioritas hasil inventarisasi

Langkah Penyusunan :
 Inspeksi rutin; tugas rutin juru pengairan setiap 10 – 15
hari. Kerusakan kecil yang ditemui harus segera diperbaiki
(pemeliharaan rutin)
 Penelusuran; berdasarkan laporan kerusakan, ditelusuri
agar tingkat kerusakan dapat diketahui

Dilakukan secara partisipatif bersama P3A/GP3A. Hasil
penelusuran dicatat dalam Blanko 02-P sesuai Permen PU
Nomor 32 Tahun 2007.
Identifikasi dan Analisis Tingkat Kerusakan
Klasifikasi Kondisi Fisik :

 Baik : Kerusakan < 10 % dari kondisi awal
 Rusak Ringan : Kerusakan 10-20 % dari kondisi awal,
perlu perbaikan berkala
 Rusak Sedang : Kerusakan 21-40 % dari kondisi awal,
perlu perbaikan
 Rusak Berat : Kerusakan > 40 % dari kondisi awal,
perlu perbaikan berat atau penggantian

Hasil identifikasi dan analisis kerusakan merupakan bahan
untuk perencanaan detail pemeliharaan.
Pengukuran dan Detail Desain Perbaikan:
 Survai dan Pengukuran
Untuk perbaikan ringan dilakukan oleh petugas
bersama P3A memakai alat sederhana.
Untuk perbaikan berat/penggantian harus diukur
dengan memakai teodolit dan waterpas.

 Pembuatan Detail Desain.
Berdasarkan hasil pengukuran dibuatlah detail
desai.
Hasil detail desain didiskusikan dengan P3A
sebagai dasar pembuatan desain akhir.
 Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Biaya dihitung berdasarkan perhitungan volume
dan harga satuan setempat.
Sumber Dana :
 Biaya pemeliharaan dari APBN, APBD, DAK
 Kontribusi biaya pemeliharaan dari pemakai air
 Dari badan usaha atau sumber lainnya

 Penyusunan Program/Rencana Kerja
 Yang dilaksanakan secara swakelola;
pemeliharaan rutin, berkala, penanggulangan
(bencana). → Blanko 04-P
 Yang dapat dikontrakkan; perbaikan, perbaikan
berat dan penggantian. → Blanko 05-P
3. PELAKSANAAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI

Persiapan :
Perlu sosialisasi kepada anggota P3A/GP3A/IP3A tentang
waktu, jenis kegiatan, jumlah tenaga, bahan, dan peralatan
yang diperlukan.
 Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh
pekerja/P3A/GP3A/IP3A perlu persiapan tentang
kebutuhan bahan, penyediaan tenaga, pengaturan regu
kerja, dan pelatihan (Blanko 07-P)
 Yang dilaksanakan oleh kontraktor, disusun dalam
bentuk paket-paket kontrak.

Kontrak hrs memuat keharusan kontraktor memakai tenaga
kerja setempat kecuali tidak tersedia dan kesepakatan
dengan P3A/GP3A/IP3A tentang jam kerja, upah, dll.
Pelaksanaan :
 P3A/GP3A/IP3A dan atau kontraktor yang melaksanakan
pemeliharaan wajib memahami dan menerapkan
persyaratan teknis yang berlaku.

 Pelaksanaan pemeliharaan tidak boleh mengganggu
pembagian air.

 Dinas/pengelola irigasi wajib memberitahu pemakai air
tentang pengeringan 30 hari sebelum pelaksanaan
pengeringan.

 Pekerjaan yang dilaksanakan oleh P3A/GP3A/IP3A perlu
dibimbing agar hasil sesuai rencana.

 Anggota P3A/GP3A/IP3A dapat berperan mengawasi
pekerjaan kontraktor.

 Setelah pekerjaan selesai harus membuat berita acara
4. PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN

Pemantauan dan Evaluasi (MONEV)
Pemeliharaan yang dilaksanakan secara swakelola :
 MONEV dilakukan terhadap realisasi penggunaan
sumber daya (tenaga, bahan, alat, dana dll).

 Pemantauan dapat dilakukan harian/mingguan sesuai
dengan yang ditetapkan oleh dinas/pengelola.

 Setiap akhir bulan dan setiap akhir pekerjaan dilakukan
evaluasi untuk penyempurnaan proses pemeliharaan.

 Juru/pengamat mencatat hasil kegiatan pemeliharaan di
dalam buku catatan pemeliharaan (BCP).

 Di dalam BCP harus jelas terbaca bagian bangunan atau
ruas saluran yang sudah atau belum dilaksanakan
pemeliharaannya.
Pemeliharaan yang dilaksanakan secara kontraktual :
Dilakukan thd pemeliharaan berkala, perbaikan,
ataupun penggantian dengan melibatkan peran
P3A/GP3A/IP3A.

Monev pekerjaan yang dikontrakkan dilakukan secara
mingguan dan bulanan.
 Jenis dan volume pekerjaan
 Rencana dan realisasi fisik dan keuangan
 Progres nilai bobot (biaya dibagi volume) dalam %
 Progres pekerjaan fisik (volume vs waktu)
 Nilai pelaksanaan (progres dibagi bobot) dan nilai
tertimbang (bobot kemajuan biaya serta kinerja fisik)
Laporan Kemajuan Pelaksanaan.

 Laporan bulanan
Blanko 08-P untuk penggunaan bahan
swakelola

Blanko 09-P untuk pekerjaan yang
diborongkan

 Laporan Tahunan, → Blanko 10-P
Laporan dibuat oleh pelaksana kegiatan,
disampaikan kepada dinas/pengelola
irigasi
Bagan Alir Pengisian Blangko
INDIKATOR KEBERHASILAN KEGIATAN PEMELIHARAAN

 Terpenuhinya kapasitas saluran sesuai dengan kapasitas
rencana.

 Terjaganya kondisi saluran dan bangunan.
 Kondisi Baik : Tingkat kerusakan < 10 % dari kondisi awal,
perlu pemeliharaan rutin
 Rusak Ringan : Tingkat kerusakan 10-20 % dari kondisi awal,
perlu perbaikan berkala
 Rusak Sedang : Tingkat kerusakan 21-40 % dari kondisi awal,
perlu perbaikan
 Rusak Berat : Tingkat kerusakan > 40 % dari kondisi awal,
perlu perbaikan berat atau penggantian

 Meminimalkan biaya rehabilitasi jaringan irigasi

 Tercapainya umur rencana jaringan irigasi
ANGKA KEBUTUHAN NYATA PENGELOLAAN IRIGASI
( AKNPI )
Maksud dan Tujuannya Perhitungan AKNPI adalah :

1. Untuk memberikan kepastian besarnya kebutuhan biaya
aktual dan agar tdk terjadi tumpang tindih / kesenjangan
dlm pembiayaan

2. Untuk penyediaan alokasi anggaran pengelolaan irigasi
yang realistis agar jaringan irigasi dapat berfungsi
dengan baik

3. Memudahkan untuk keperluan evaluasi kinerja anggaran

4. Tolok ukur kinerja perkegiatan sangat terukur

5. Memudahkan dlm mengintegrasikan setiap penyusunan
anggaran
Penelusuran Jaringan

Identifikasi Kerusakan Jaringan
Irigasi

Penyusunan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan
(AKNOP)

Komisi Irigasi Memberikan Rekomendasi Prioritas Alokasi dana O & P
Irigasi per setiap DI berdasarkan AKNOP

Pemeliharaan Rutin Pemeliharaan Berkala

Ringan : Berat :
- Gambar Sket - Detail Desain
- RAB - RAB

Dinas Provinsi atau Dinas Kabupaten/Kota sesuai tanggung
jawabnya

Pelaksanaan Berat oleh Pelaksanaan Ringan oleh Pelaksanaan Ringan Pelaksanaan Berat
Pemerintah P3A/GP3A/IP3A  Swakelola :  Kontraktual :

Dilaksanakan oleh Dilakukan Oleh pihak ketiga
P3A/GP3A/IP3A dan secara partisipatif dengan
dibantu Pemerintah menggunakan jaminan
mutu

Proses Pemeliharaan Jaringan Irigasi
STRUKTUR ORGANISASI
PELAKSANA DILAPANGAN

Kepala
Ranting/Pengamat/UPTD/Cabang
Dinas/Korwil/Pengamat

Staf
Ranting/Pengamat/UPTD/
Cabang Dinas/Korwil

Petugas Mantri / Petugas Mantri / Petugas Mantri /
Juru Pengairan Juru Pengairan Juru Pengairan

POB & PPA POB & PPA POB & PPA
Persyaratan Petugas Operasi Dan Pemeliharaan

Pendidikan
Jabatan Kompetensi Fasilitas
Minimal
Kepala Ranting/ Mampu melaksanakan Sarjana Muda / D-III Mobil pick up
pengamat/ UPTD/ tupoksi untuk areal Teknik Sipil Rumah dinas
cabang dinas/ korwil/ irigasi 5.000-7.500 Ha
Alat komunikasi
Pengamat

Juru / Mantri Pengairan Mampu melaksanakan STM Bangunan Sepeda motor
tupoksi untuk areal Alat komunikasi
irigasi 750-1.500 Ha

Petugas Operasi Mampu melaksanakan ST, SMP Sepeda
Bendung tupoksi Alat komunikasi

Petugas Pintu Air Mampu melaksanakan ST, SMP Sepeda
tupoksi Alat komunikasi
Terima Kasih

Sampai Ketemu Dilain Waktu
OP sukses
SWASEMBADA
PERTANIAN
TERCAPAI
Permen PU No: 30/PRT/M/2007
Pasal 18:
Ayat (1): Persiapan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi meliputi :
- uji pengaliran,
- penyesuaian manual O&P, dan
- pemberdayaan P3A

Ayat (2): uji pengaliran yang dimaksud untuk mengetahui :
- fungsi hidrolis, dan
- keandalan konstruksi

Ayat (3): P3A/GP3A/IP3A dapat berpartisipasi dlm pelaksanaan uji coba
pengaliran dan penyesuaian manual O&P dengan cara :
mengamati dan melaporkan kejadian pd jaringan irigasi seperti
terjadinya kebocoran, longsor, banjir dan limpasan selama uji coba
pengaliran
CONTOH FORM INVENTORI SALURAN
FORM INVENTORI SALURAN

40
CONTOH FORM INVENTORI BANGUNAN
CONTOH FORM INVENTORI BANGUNAN
FOTO KEGIATAN PEMELIHARAAN RUTIN
Contoh Papan Larangan
Contoh Papan Larangan
Contoh Papan Larangan
Contoh Papan Petugas OP