You are on page 1of 17

Laporan Kasus

Atrial Flutter (AFL)

DHEA INDAH NABILA
1607101030090

PEMBIMBING:

dr. M. MUQSITH, Sp. JP-FIHA
Atrial flutter merupakan salah satu jenis aritmia yang paling sering terjadi dan
menduduki urutan kedua dibandingakan dengan aritmia yang lainnya. Keempat
bilik jantung seharusnya berdenyut secara teratur mengikuti suatu pola yang
ritmik. Namun, pada atrial flutter, atrium berdenyut terlalu cepat melebihi
kecepatan denyut ventrikel dibawahnya. Atrial flutter terjadi ketika arus listrik
jantung tidak melalui jalur yang seharusnya. Pada atrial flutter, arus listrik
tersebut terus menjalar secara melingkar didalam atrium kanan dan tidak
diteruskan menuju nodus AV yang akhirnya menyebabkan atrium berdenyut
lenih cepat dari ventrikel.
Laporan kasus

 Nama : Tn. MY
 Umur : 57 tahun
 Jenis Kelamin : laki-laki
 Suku : Aceh
 Agama : Islam
 Nomor RM : 0-99-91-71
 Masuk RS : 22/06/2017
 KU : Berdebar-debar
 KT : Sesak napas, nyeri dada mudah lelah
 RPS : Seorang pasien laki-laki, usia 57 tahun, dirujuk dari
RSUD Sigli dengan keluhan jantung berdebar-debar sejak 2 SMRS,
pecetus jantung berdebar-debar tidak diketahui. Pasien juga
mengaku merasakan nyeri dada yang tembus hingga ke bagian
pungggung. Pasien juga mengeluhkan sesak nafas sejak 1 bulan ini
dan memberat sejak 1 minggu SMRS. Sesak memberat terutama
ketika berbaring, tidur dengan bantal yang tinggi. Pasien juga
merasakan cepat lelah ketika beraktivitas. Mandi dan makan juga
merasa lealh. Pasien juga mengeluh batu-batuk selama 1 bulan
ini, memberat dalam 1 minggu, batuk berdahak putih encer,
riwayat sering berkeringat malam hari, penurunan nafsu makan,
penurunan berat badan. Dan pasie juga mengeluh nyeri dada
sampai ke punggung.
 RPD : Pasien adalah seorang pengidap penyakit DM tipe 2.
 RPK : tidak ada riwayat keluarga yang mengalami keluhan yang sama dengan
pasien
 RPO : Novorampid 10-10-10 dan lantus 0-0-0-10
Vital Sign

Kesadaran: Tekanan Respiratory Temperatur:
Heart Rate:
Compos Darah: Rate: 36,5 C
160x/i
Mentis 120/90mm 20x/i
Hg
PEMERIKSAAN FISIK
MATA
KEPALA : Konjungtiva palp. Inf. Pucat
Normochephali (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil
isokor,

LEHER : Pembesaran THORAX
KGB (-) I : Dinding dada simetris
A : Vh (+/+), Wh (-/-), Ronki (-/-)

ABDOMEN
simetris, distensi (-), Soepel, COR
Lien, Hepar dan Ren tidak I: iktus kordis terlihat di ICS V
teraba, midclavikularis sinistra
P:iktus kordis teraba di ICS V
EXTREMITAS linea midclavicular sinistra
INFERIOR P:
Edema (-/-), akral dingan atas ICS II LMCS
(-/-) kanan ICS IV parasternal d
sianosis (-/-) kiri2 jari lateral ICS V LMCS,
Auskultasi: BJ I > BJ II, bising (-)
Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan
HEMATOLOGI
Hemoglobin 11,8 14,0 – 17,0 g/Dl
Hematokrit 35 45 – 55 %
Eritrosit 4,1 4,7 – 6,1 106/mm3
Leukosit 10,7 4,5 – 10,5 103/mm3
Trombosit 184 150 – 450 103/mm3
MCH 29 80 – 100 fL
MCV 84 27 – 31 Pg
MCHC 34 32 – 36 %
RDW 14,5 11,5 – 14,5 %
MPV 11,0 7,2 – 11,1 fL
Eosinofil 8 0–6 %
Basofil 1 0–2 %
Neutrofil batang 0 2–6 %
Neutrofil segmen 57 50 – 70 %
GINJAL – HIPERTENSI
Ureum 38 13 – 43
Creatinine 1,17 0,67 – 1,17
ELEKTROLIT
Natrium 143 132 – 146 mmol/L
Kalium 3,5 3,7 – 5,4 mmol/L
Klorida 110 98 – 106 mmol/L
KIMIA KLINIK JANTUNG
Troponin I <0,10 <1,5 ng/mL
CK-MB 24 <25 U/L
Keterangan

 Irama : Sinus
 Rate : 160 kali/menit
 Axis : RAD
 Gelombang P : tidak bisa dinilai, berbentuk gigi gergaji
 PR interval : tidak bisa dinilai
 Komplek QRS : 0,04 detik
 Segmen ST : ST-depresi (-), ST-elevasi (-)
 Q patologis : Tidak ada
 Gelombang T : T inverted (-), T Tall (-)
 Kesimpulan : irama sinus, HR 160 x/menit, RAD, gelombang p tidak bisa dinilai
dan berbentuk gigi gergaji.
Diagnosis

 Supraventrikular takikardi (SVT),berubah
menjadi : Atrial Flutter
 Dm tipe 2
Terapi yang diberikan (23 Juni 2017) :

• drip amiodaron 600 mg/24jam,
• drip dopamin 3 mcg/kgbb,
• spironolakton 1x75 mg,
• nitrokaf R 2x1,
• bisoprolol 1x5mg,
• KSR 1x1,
• sucralfat 3xCII.
Diskusi kasus
Pasien datang dengan keluhan berdebar- Hal ini sesuai dengan teori, yang
debar. Keluhan juga disertai sesak napas dan menyatakan bahwa pada pasien
nyeri dada yang tembus hingga ke punggung. dengan atrial flutter biasanya
akan terus memliki detak jantung
yang stabil, meskipun lebih cepat
dari biasanya. Ada kemungkinan
bahwa orang –orang dengan atrial
flutter mungkin merasa tidak ada
gejala sama sekali. Sedangkan
yang lainnya mungkin akan
mengalami gejala-gejala seperti,
hantung berdebar-debar, sesak
napas, mudah lelah, rasa tidak
nyaman pada dada, dan pusing.
Pada pemeriksaan EKG didapatkan kesan irama
sinus aritmia, HR 166x/menit, RAD, gelombang
p tidak bisa di identifikasi dan berbentuk gigi
gergaji.

Hal ini sesuai dengan teori yang
mengatakan bahwa pemeriksaan
EKG kasus atrial flutter, akan
memberikan gambaran berupa
atrium berkontraksi sebanyak 300
kali per menit sedangkan
ventrikel berkontraksi sebanyak
150 kali per menit. gelombang p
akan menyerupai gambaran gigi
gergaji dan terlihat baik di
sadapan II, III, dan aVF.
Terapi yang diberikan (23
Juni 2017):
Hal ini juga sesuai dengan teori
yang menyatakan bahwa pada
-drip amiodaron 600
atrial flutter dapat diberikan
mg/12jam,
farmakologi berupa anti aritmia,
- drip dopamin 3 mcg/kgbb,
seperti amiodaron. Obat ini
- spironolakton 1x75 mg,
digunakan untuk mengembalikan
-nitrokaf R 2x1,
irama atrial flutter menjadi
-bisoprolol 1x5mg,
irama normal, mengurangi
-KSR 1x1,
frekuensi dan durasi episode
-sucralfat 3xCII.
atrial flutter, dan mencegah
episode berulang
beta blocker seperti
bisoprolol, diberikan
dengan tujuan untuk
menurukan denyut jantung
dengan memperlambat
konduksi melalui nodus AV
dan memiliki efek anti
aritmia langsung pada
jantung.
TERIMA KASIH