You are on page 1of 13

NAVIGASI, MIGRASI DAN

ORIENTASI
RENO ASTIN ANDRIYANI
ALPINA DEWI

tergantung pada keadaan. F. • Pola migrasi yang dilakukan berbeda setiap jenis hewan. waktu dan berbagai penyebab keadaan yaitu : • Alimental • Gametik • Klimatik . Migrasi • Pergerakan musiman yang dilakukan secara terus menerus dari satu tempat ke tempat lain.

• Burung laut kutub utara (Greenland) dan Alaska terbang 9000 mil ke Antartika untukmenghabiskan musim panas disana.Contoh migrasi pada hewan . . • Banteng melakukan perjalanan ribuan mil dan melintasi sungai Mara yang ganas untuk menghindari musim kemarau.

plankton bergerak ke permukaan air pada siang hari dan turun ke tempat yang lebih dalam pada malam hari. dan kembali pada pagi hari. • Pada waktu ada di daerah permukaan plankton dapat menyerap sinar matahari sebanyak-banyaknya untuk fotosintesis. . antara lain: 1. • Contohnya. Migrasi Harian • Migrasi harian adalah migrasi yang dilakukan dalam waktu satu hari atau kurang untuk pergi dan kembali. dan di tempat yang dalam dapat menghisap unsur-unsur mineral. • Keluang dan kelelawar meninggalkan sarang atau liangnya untuk mencari makan pada malam hari.Menurut Susanto (2008:190) migrasi dibedakan menjadi beberapa tipe.

• Perpindahan ke tempat yang lebih tinggi atau lebih rendah disebut migrasi altitudinal. • Perpindahan itu dilakukan untuk menghindari cuaca dingin di tempat tinggi pada musim dingin dan cuaca panas di dataran rendah pada musim panas. • Migrasi musiman dapat dijumpai pada banyak hewan yang kondisi lingkungan habitatnya berubah secara musiman.2. atau untuk menetap (sementara atau seterusnya) kurang lebih satu musim. . Misalnya rusa Amerika bergerak naik gunung pada musim panas dan turun gunung pada musim dingin. • Migrasi itu tampaknya juga berhubungan dengan persediaan makanan. • Waktu yang diperlukan hewan untuk pergi dan kembali. Migrasi musiman • Migrasi musiman disebut juga migrasi annual. sehingga dalam tahun yang sama hewan berada di dua tempat yang berbeda.

Di samping itu ada burung-burung yang dapat mencapai Afrika. • Burung-burung yang hidup secara terrestrial di belahan bumi utara sering bermigrasi ke arah utara ke daerah yang persediaan makanan berlimpah pada musim panas.• Migrasi musiman juga berlangsung secara latitudinal (migrasi latitudinal). misalnya dari daerah kutub utara ke belahan bumi bagian selatan dengan melawati garis khatulistiwa. artinya hewan pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan melintasi garis lintang bumi. Kedatangan burung-burung itu di tempat tersebut bertepatan dengan masaknya buah-buahan yang hidup di daerah tersebut . • Migrasi latitudinal sering kali dapat menempuh jarak yang sangat jauh. dan pergi ke daerah savana di selatan pada musim dingin. Burung-burung itu menghabiskan waktunya selama musim dingin di daerah hutan pohon berduri dan savana. Di antara burung-burung itu ada yang mengalami musim kawin di derah paleartik selama musim dingin.

Migrasi ini banyak dijumpai di daerah padang rumput dearah tropis yang musim penghujan dan kemaraunya berpengaruh terhadap persediaan air. Jarak yang ditempuh amat terbatas. Pada sore dan malam hari hewan-hewan (kijang. yaitu di rawa atau sumber air. yang tertutup oleh hutan pantai. menjelang matahari terbenam hewan-hewan pergi ke arah kaki Gunung Baluran sambil merumput di savana. Di Taman Nasional itu.3. Hewan-hewan itu berada di daerah pantai. yang terletak di Kabupaten Situbondo. kerbau. . dan banteng) pergi ke rawa dan sumber air lain untuk minum. Jawa Timur. babi hutan. • Migrasi yang berkaitan dengan persediaan air itu dapat dijumpai di Taman Nasional Baluran. Pada pagi hari. selama malam hari. Migrasi lokal • Tidak melibatkan perubahan ketinggian tempat dan tidak sampai melintasi garis lintang. persediaan air minum pada musim kemarau untuk hewan liar hanya ada di daerah pantai.

. • Temperatur Pada musim semi. terutama migrasi burung. angin seperti inilah yang sering menjadi alasan terhadap beberapa burung yang kadang ditemukan jauh diluar jangkauan normalnya. Angin pertama bisa saja mendorong burung untuk terbang maju atau malah sebaliknya menghempaskannya ke belakang. Persimpangan angin yang kuat dapat menyeret burung sangat jauh dan dapat menjadi bencana bagi burung darat yang terbang di atas samudra. di musim gugur. mereka lebih menyukai suhu rendah dan angin utara yang terjadi mengikuti jalur dingin di depan. padahal angin kedua (susulan) dapat dengan mudah menggandakan kecepatan tersebut.Faktor Migrasi Burung Berikut adalah beberapa faktor yang mendorong migrasi hewan. Faktor-faktor tersebut dibagi menjadi 2 yaitu: 1. perubahan cuaca. Faktor Eksternal • Angin Pada ketinggian dimana burung terbang. dll. • Hujan. burung-burung daerah utara lebih memilih suhu yang hangat dan angin selatan yang dicirikan oleh adanya sistem tekanan tinggi di belahan selatan. kecepatan angin bisa mencapai 20 mil/jam. Angin kencang dapat mencegah burung kecil untuk bermigrasi.

dengan dampak : a.Faktor Internal • Aktivitas kelenjar endokrin Diperkirakan burung mulai bermigrasi pada waktu yang sama setiap tahun. Burung mengalami perubahan biologis berhubungan dengan reproduksi di saat sebelum dan sesudah musim bersarang. 1986). Di antara penanggalan biologis tersebut terdapat kelenjar endokrin. Dengan demikian kegiatan periodik kelenjar endokrin tampaknya merupakan salah satu penyebab burung memulai perjalanan panjangnya. sehingga kelenjar endokrin menjadi sangat aktif. Penanggalan biologis yang diatur oleh rangsangan dari luar dapat menyiapkan burung untuk bermigrasi. tetapi hal ini bersifat sementara. Keadaan ini menyebabkan burung terbang ke daerah musim semi untuk memenuhi kebutuhan makanan berlimpah yang juga bersifat sementara (Peterson. tetapi saat yang paling tepat untuk memulai migrasi ditentukan oleh cuaca. Kompetisi dalam mendapatkan ruang tinggal Pertambahan populasi juga menyebabkan dampak yang bersifat permanen. 1986). • Pertambahan Populasi. Kompetisi dalam mendapatkan makanan dan air Penyebab migrasi yang lain erat kaitannya dengan penambahan populasi baru. Hal ini juga akan semakin potensial terjadi jika pada daerah itu terdapat banyak spesies yang saling berkompetisi. alat yang dapat merangsang burung jantan untuk bernyanyi dan burung betina untuk bertelur. Dalam periode inilah kebanyakan burung bermigrasi (Peterson. Ledakan populasi akibat menetasnya anak burung menyebabkan tuntutan makanan dalam jumlah besar secara tiba-tiba. 1986). seperti perebutan ruang tinggal atau daerah kekuasaan. b. . Keberangkatan burung untuk bermigrasi tampaknya ditentukan oleh pengaruh interaksi kompleks dari berbagai rangsangan luar (termasuk cuaca) dan penanggalan biologis yang memungkinkan burung mengetahui perubahan musim (Peterson.

. sekarang dia di sebelah barat tempat yang ditujuh. • Burung yang kesasar diterjang angin waktu migrasi harus mampu menyimpulkan bahwa: dia menuju tempat yang salah. • Perilaku ini memerlukan kompas dan peta internal yang melibatkan daya penciuman penglihatan dan persepsi gravitasi. tujuannya dapat dicapai jika dia terbang ke arah barat laut. Navigasi • Perilaku navigasi merupakan suatu kemampuan untuk menemukan rute menuju tempat yang sesuai dengan tujuan.

dan navigator menuju rumah. kucing atau burung merpati.• Navigasi juga mencakup ‘’homing’’ yaitu kembalinya individu ke tempat asalnya. • Hal ini diperlihatkan oleh beruang grizlly. . • Mereka mengandalkan indera ’’kompas’’ alami ahyaitu medan magnet bumi. dan matahari sebagai medan magnet bumi.

Odor map (Peta rangsang bau) • Penentuan arah jarak dekat 4. Star compass (Kompas bintang) • Penentuan arah berdasarkan rasi bintang 3. Magnetic map (Peta medan magnet) • Penentuan arah berdasarkan insting di otak 5. Magneting compass (Kompas medan magnet) • Penentuan arah berdasarkan organ sensoris di otak yang berfungsi sebagai “magnet” . Sistem Navigasi pada Burung Migran 1. Sun compass (Kompas Matahari) • Penentuan arah berdasarkan matahari 2.

Beberapa istilah pada migrasi burung V formation of birds Aerodinamics Gaya Coriolis Istirahat sejenak .