You are on page 1of 21

PENGERTIAN PEKERJAAN

Dalam memenuhi kebutuhannya maka manusia diharapkan


untuk mampu beraktifitas dan menghasilkan sesuatu. Dalam
aktifitas tersebut maka mereka akan berhubungan dengan
manusia lainnya untuk saling memenuhi kebutuhan.
Pekerjaan dalam arti luas adalah aktivitas utama yang
dilakukan oleh manusia.Dalam arti sempit, istilah pekerjaan
digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan uang
bagi seseorang.Dalam pembicaraan sehari-hari istilah ini sering
dianggap sinonim dengan profesi.
PENGERTIAN PROFESI

Profesi adalah kata serapan dari sebuah jata dalam


bahasa Inggris Profess, yang bermakna Janji untuk
memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus
secara tetap/permanen.
Pekerjaan tidak sama dengan profesi. Istilah yang
mudah dimengerti oleh masyarakat awam adalah sebuah
profesi sudah pasti menjadi sebuah pekerjaan, namun
sebuah pekerjaan belum tentu menjadi sebuah profesi.
Profesi memiliki mekanisme serta aturan yang
harus dipenuhi sebagai suatu ketentuan, sedangkan
kebalikannya, pekerjaan tidak memiliki aturan yang
rumit seperti itu. Hal inilah yang harus diluruskan di
masyarakat, karena hampir semua orang menganggap
bahwa pekerjaan dan profesi adalah sama.
PENGERTIAN PROFESIONALISME

profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk


yang merupakan ciri suatu profesi atau ciri orang yang
profesional.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa
profesionalisme memiliki dua kriteria pokok, yaitu keahlian
dan pendapatan (bayaran).Kedua hal itu merupakan satu
kesatuan yang saling berhubungan.Artinya seseorang dapat
dikatakan memiliki profesionalisme manakala memiliki dua hal
pokok tersebut, yaitu keahlian (kompetensi) yang layak sesuai
bidang tugasnya dan pendapatan yang layak sesuai kebutuhan
hidupnya.
CIRI-CIRI PROFESIONALISME
Ada 4 ciriciri profesionalisme, yaitu :
1. Memiliki keterampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta
kemahiran dalam menggunakan peralatan.
2. Memiliki ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam
menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca
situasi cepat dan tepat.
3. Memiliki sikap berorientasi ke depan sehingga punya
kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang
terbentang di hadapannya.
4. Memiliki sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan
kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan
menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam
memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan
pribadinya.
SIKAP DAN PERILAKU PROFESIONAL
Tidak memaksa
Seorang yang berjiwa atau bermoral profesional tetunya
akan memiliki keahlian teknis yang khusus yang mendukung
keprofesionalannya. Dengan demikian dia akan mempunyai
kekuatan (`power).
Tidak berjanji
Satu sikap moral professional dalam menghadapi apapun
yang telah, sedang dan bakal terjadi juga hal yang harus
diperhatikan.Sikap ikhlas dalam menghadapi keberhasilan
maupun kegagalan merupakan sikap professional yang ketiga.
Berjanji merupakan tindakan yang mungkin sekali menjadikan
kita melanggar dua sikap moral sebelumnya yang disebutan
diatas. Karena kegagalan maka akan muncul pemaksaan atau
mengiba dari salah satu pihak, atau bahkan kedua pihak.
Tidak mengiba
Pada saat-saat tertentu kesulitan atau hambatan muncul
baik dipihak pekerja maupun perusahaan.Krisis ekonomi saat lalu
(soalnya saya yakin saat ini sudah mulai tahap penyembuhan)
banyak mengakibatkan kesulitan dikedua pihak. Tentunya tidak
bisa hanya dengan mengiba untuk menghadapi kesulitan ini, dan
tentunya tindakan mengiba ini bukan moral yang professional.
SIFAT PROFESIONAL DALAM PEKERJAAN
Memiliki komitmen tinggi
Seorang profesional harus mempunyai komitmen yang
kuat dalam menjalankan profesinya.
Tanggung jawab
Seorang profesional juga haruss bertanggung jawab
penuh terhadap profesinya.
Berpikir sistematis
Seorang profesinal harus berpikir sistematis tentang apa
yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya.
Penguasaan materi
Seorang profesional harus menguasai secara mendalam,
bahan dan materi yang berhubungan dengan profesinya.
Menjadi bagian masyarakat professional
Seorang profesional harus menjadi bagian dari
masyarakat dalam lingkungan profesinya.
TUJUAN KOMUNIKASI FARMASI DI APOTIK
I. Tercipta komunikasi yang efektif dan etis dengan pasien
dan atau keluarganya sehingga tujuan terapi dapat
tercapai.
II. Terhindar dari kesalahpahaman komunikasi yang
berakibat pada tidak tercapai nya tujuan terapi dan
ketidakpuasan konsumen serta turunnya citra profesi.
RUANG LINGKUP KOMUNIKASI FARMASI DI APOTIK

Ruang lingkup kompetensi ini meliputi komunikasi dialogis


yang digunakan oleh farmasis kepada pasien dan keluarganya
dengan dasar saling percaya, saling menghargai, jujur dan
otentik untuk mencapai tujuan terapi pasien.
PERAN ASISTEN APOTEKER DI APOTIK

Pengetahuan asisten apoteker harus selalu dikembangkan agar


tidak tertinggal, asisten apoteker harus dapat membantu
apoteker dalam pelayanan farmasi klinis yang berorientasi pada
pasien.
Pekerjaan kefarmasian di apotek meliputi pembuatan,
pengubahan bentuk, pencampuran, peracikan obat yang digunakan
untuk pelayana dengan menggunakan resep dokter, dokter gigi
dan dokter hewan.
Asisten apoteker juga harus memberikan informasi yang
berkaitan dengan penggunaan atau pemakaian obat yang akan
diserahkan pada pasien dan juga memberikan informasi mengenai
penggunaan obat secara tepat, benar dan rasional serta mudah
dimengerti pasien atau masyarakat.
MACAM-MACAM HUBUNGAN ANTARA PROFESIONAL
Hubungan Antara Asisten Apoteker Dengan Apoteker Dan

Hubungan asisten apoteker dengan apoteker


adalah hubungan yang penting karena apoteker adalah
sebagai penanggung jawab apotek yang mana dalam
melaksanakan tugasnya dibantu oleh asisten apoteker.
Hubungan antara dokter, apoteker dan asisten
apoteker terletak pada saat adanya permintaan resep dari
dokter kepada apoteker yang dibantu asisten apoteker agar
menyediakan obat yang ditujukan kepada pasien dan apabila
ditemukan hal-hal yang meragukan apoteker atau asisten
apoteker dapat menghubungi dokter
Hubungan Perawat Dengan Pasien Di Rumah Sakit

Hubungan perawat dengan pasien adalah suatu wahana


untuk mengaplikasikan proses keperawatan. Hubungan perawat
dan pasien adalah hubungan yang direncanakan secara
sadar,bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk pencapaian
tiuan klien. Dalam hubungan itu perawat menggunakan
pengetahuan komunikasi guna memfasilitasi hubungan yang
efektif.
2 tahap interaksi yang dilalui dalam berhubungan banyak
factor yang perlu diperhatikan baik klien maupun perawat
adalah
Perawat professional bila mampu menciptakan hubungan
terapetik dengan klien
Keikhlasan,empati dan kehangatan diciptakan dalam
berhubungan dengan klien
Tahap hubungan perawat dengan pasien

Tahap orientas
Di mulai pada saat pertama kali berhubungan.Tujuan utama tahap
orientasi adalah membangun trust.
Tahap bekerja
Menyatukan proses komunikasi dengan tindakan keperawatan
Membangun suasana yang mendukung untuk berubah
Tahap terminasi
Penilaian pencapaian tujuan dan perpisahan
Terminasi disampaikan sejak awal atau tidak mendadak
Hubungan Kerja Perawat Dengan Sejawat Perawat

Dalam membina hubungan antarsesama perawat yang ada,


baik dengan lulusan SPK maupun DIII Keperawatan
(perjenjangan) diperlukan adanya sikap saling menghargai dan
saling toleransi sehingga sebagai perawat baru dapatr
mengadakan pendekatan yang baik dengan kepala ruangan,
dan juga para perawat lainnya.
Tunjukkan sikap memupuk rasa persaudaraan dengan cara:
Silih Asuh
Yaitu sesama perawat dapat saling membimbing, menasihati,
menghormati, dan mengingatkan bila sejawat melakukan
kesalahan atau kekeliruan sehingga terbina hubungan yang
serasi.
Silih Asih
Yaitu dalam menjalankan tugasnya, setiap perawat dapat saling
menghargai satu sama lain, saling menghargai antar anggota
profesi, saling bertenggang rasa, serta bertoleransi yang tinggi
sehingga tidak terpengaruh oleh hasutan yang dapat
menimbulkan sikap saling curiga dan benci.
Silih Asah
Yaitu perawat yang merasa lebih pandai/tahu dalam hal ilmu
pengetahuan, dapat mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya
kepada rekan sesama perawat tanpa pamrih.
Hubungan Kerja Perawat Dengan Profesi Lain Yang
Saling Terkait
Dalam melaksanakan tugasnya, perawat tidak dapat
bekerja tanpa berkolaborasi dengan profesi lain. Profesi lain
tersebut diantaranya adalah dokter, ahli gizi, tenaga
laboratorium, tenaga rontgen dsb. Setiap tenaga profesi
tersebut mempunyai tanggung jawab terhadap kesehatan
pasien, hanya pendekatannya saja yang berbeda disesuaikan
dengan profesinya masing-masing.
Hubungan Farmasis Dengan Dokter

Untuk menjalin suatu hubungan antar professional farmasis


dengan dokter supaya terjalin komunikasi yang baik, seorang
farmasis (Apoteker dan Asisten Apoteker) harus
mengetahui lebih dahulu apa yang menjadi tanggung jawab
seorang farmasis dalam pelayanan kefarmasian.
Adanya pemahaman yang baik antar kedua
profesi ini, akan sangat memudahkan
farmasis dan dokter berkomunikasi.
Hubungan Farmasis Dengan Perawat

Hubungan antar farmasis dengan perawat tidak jauh beda


dengan hubungan dokter dan farmasis. Hanya bedanya seorang
perawat akan lebih banyak bertanggung jawab terhadap pasien
yang dirawatnya dalam memberikan obat. Selain itu perawat
juga harus banyak berkomunikasi dengan farmasis dalam
pemberian dan pendistribusian obat terhadap pasiennya.
Perawat juga wajib menegur farmasis bila terjadi kesalahan
dalam pemberian obat dan memastikan terlebih dahulu dosis
yang akan diberikan ke pasien.
Hubungan Perawat Dengan Dokter

Hubungan perawat dengan dokter adalah hubungan antar


profesi yang sangat ideal.Karena dalam pelayanan kesehatan
dokter tidak dapat dengan sendiri melakukan pengobatan tanpa
adanya seorang perawat. Akan tetapi hubungan perawat dan
dokter tidak selamanya dibilang ideal, karena dokter terkadang
merasa perawat bekerja diluar wewenangnya dan perawat pun
merasa dokter hanya dapat memerintah saja tanpa berbagi
kesejahteraan dengan adil.
Hubungan Farmasis Dengan Farmasis

Hubungan farmasis dengan farmasis adalah


termasuk kedalam hubungan antar professional yang
terjalin didalam suatu ruang lingkup yang sama dan di
dalam satu tempat. Hubungan ini biasa terjadi antara
apoteker dengan apoteker atau apoteker dengan asisten
apoteker. namun biasanya seorang apoteker hanya dapat
menaungi satu apotik saja dan terdiri dari beberapa
orang asisten apoteker.Dalam hal inilah terjadi suatu
hubungan komunikasi antar profesi.