You are on page 1of 38

Laporan Kasus

Bronkopneumonia
Ikrom Mullah
2011730041
Pembimbing :

dr. Deden Tommy O., Sp.A

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK RSIJ CEMPAKA PUTIH


IDENTITAS PASIEN
IDENTITAS Nama ayah Tn. C

Nama An. AJP Umur 33 tahun

No. RM 481XXX Pendidikan STM

Usia 3 th 0 bln 15 hr
Pekerjaan wiraswasta

Jenis kelamin Perempuan


Nama ibu Ny. D
Agama Islam
Umur 28 tahun
Alamat Cialing RT/RW 03/06,
Nangkakoneng Pendidikan SMP
Cikadang
Tanggal masuk RS 26 Oktober 2015, Pekerjaan Ibu RT
pukul : 16.08 WIB
alloanamnesis
KU : sesak nafas sejak 1 hari SMRS
RPS :
Os datang bersama ibunya ke igd pada tangal 24 Oktober
2015 pukul 16.02 sore dengan keluhan sesak nafas sejak 1
hari SMRS, terutama bila malam hari, sesak dirasakan
semakin lama semakin berat, sesak disertai batuk dan
pilek,batuk dirasakan sejak 5 hari SMRS, batuk
berdahak,bewarna jernih, tidak disertai darah,terkadang
dahak sulit untuk di keluarkan.
Demam dirasakan sejak 4 hari yang lalu, terus menerus dan
demam dirasakan tinggi pada malam hari. Tidak ada timbul
ruam,BAB dan BAK dirasakan seperti biasanya. Menurut
pengakuan ibunya os sulit untuk makan.
Riwayat Penyakit Dahulu
OS belum pernah merasakan sakit seperti ini

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada riwayat batuk terus menerus di keluarga juga tidak ada yang
memiliki riwayat asma
Riwayat Pengobatan
OS belum berobat ke dokter,ibu OS hanya memberikan paracetamol
Riwayat Alergi
Ibu pasien menyangkal alergi terhadap debu,cuaca,obat obatan dan makanan.
Riwayat Kehamilan
Ibu OS rutin ANC di Bidan, selama hamil tidak pernah ada keluhan dan sakit

Riwayat Kelahiran
Lahir Normal, spontan, cukup bulan. BB lahir = 2800 gr, PB lahir = 45 cm.

Riw. Psikososial
Ibu OS mengatakan malam susah untuk tidur, batas tidur dari maghrib sampai jam 11 malam,
dari jam 12 sampai subuh bangun. Anak tidak begitu aktif dirumah.
Kesan : Imunisasi dasar sesuai dengan usia
8 FK UMJ - RSIJ CEMPAKA PUTIH 24 November 2017
9 FK UMJ - RSIJ CEMPAKA PUTIH 24 November 2017
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : composmentis
TandaVital
- Suhu : 38 o C
- Nadi : 100 x/mnt
- Pernapasan : 42 x/mnt
Antropometri
- BB : 14 kg
- TB : 90 cm

- Status Gizi
BB/U = antara -1 SD sampai 0(median) normal
TB/U = antara -2SD sampai -1SD normal
BB/TB = 1 SD normal
Kesan : Gizi baik
Status Generalis
Kepala : terdapat pernafasan cuping hidung,tidak terdapat
bibir sianosis,terdapat faring hiperemis, terdapat air mata
Leher :tidak ada tanda pembesaran KGB
Dada : DBN
Pulmo: terdengar suara vesikuler di kedua lapang paru
,terdengar bunyi tambahan ronkhi
terdapat retraksi (subcostal-intercostal)
Abdomen : terdengar bising usus,supel,datar
Ekstremitas :teraba akral hangat, CRT<2dtk
Laboratorium
Tgl 26 Oktober 2015
Nilai Normal Satuan

Hemoglobin 13,1 13 16 g/dL

Hematokrit 32% (L) 40-45 %


Leukosit 19,6 4,0 11,00 103/L
Trombosit 556 150-400 103/L
PENATALAKSANAAN (RUANGAN)

1. D 10tpm
2. Paracetamol sirup 3x1 cth po
3. Ambroxol sirup 3x1/3 cth po
4. Dexamethason 4x1mg iv
5. O2 nasal kanul 1L/menit
6. Nebulizer combiven ampul + 2cc nacl 0.9% per 6 jam
7. Cefotaxine 3x375mg iv
8. Ampicilin 4x275 mg iv
9. Pro rawat
Differential diagnose
Brochopneumonia
Asma Bronchiale
Faringitis
Working
Bronkopneumonia
Diagnosis
Resume

An. Perempuan,3 tahun, datang bersama ibunya ke rumah sakit


dengan keluhan sesak napas sejak 1 hari SMRS, semakin berat, 5
hari SMRS batuk, batuk berdahak terus menerus, semakin berat
dalam 4 hari terakhir, tidak dapat mengeluarkan dahaknya,. Orang
tua os juga mengatakan demam sejak 4 hari SMRS, terus
menerus dan perlahan - lahan semakin tinggi dalam 2 hari
terakhir.
Pernapasan cuping hidung (+),Faring hiperemis (+),Pilek dengan
sekret hidung berwarna kehijauan dan terlihat kental. Nafsu
makan anak turun semenjak sakit. Pada pemeriksaan fisik,terdapat
retraksi dada, ronkhi (+/+),akral hangat(+), CRT < 2dtk.
Di keluarga os tidak ada yang mengalami sakit yang sama,riwayat asma
disangkal
OS belum berobat ke dokter,ibu OS memberikan paracetamol

Keadaan Umum : Tampak sakit sedang

Kesadaran : composmentis
Antropometri
- BB : 14 kg
- TB : 90 cm

- Status Gizi
BB/U = antara -1 SD sampai 0(median) normal
TB/U = antara -2SD sampai -1SD normal
BB/TB = 1 SD normal
Kesan : Gizi baik
Tanda Vital
a. Pernapasan : 42 x/menit, Nadi : 100x/menit
b. Suhu : 38 oC
Follow up
27/10/2015 28/10/2015 29/10/2015
S : pasien mengatakan masih ada demam, batuk S : pasien mengatakan demam menurun, sesak nafas S : : pasien mengatakan demam menurun, sesak nafas
,sesak nafas serta pilek membaik,dan masih terdapat batuk disertai pilek membaik,dan masih terdapat batuk,
O :terdapat pernafasan cuping hidung, terdapat O :tdak terdapat pernapasan cuping hidung, faring O :tidak terdapat pernafasan cuping hidung,faring
faring hiperemis, pulmo :terdengar suara hiperemis terlihat membaik,pulmo : terdengar suara hiperemis membaik, pulmo : terdengar suara
vesikuler di kedua lapang paru dengan suara vesikuler di kedua lapang paru dan tidak terdapat suara vesikuler di kedua lapang paru dan tidak terdapat
tambahan ronkhi tambahan suara tambahan
KU/KS : SS/composmentis
N : 110x/mnt KU/KS : SS/composmentis KU/KS : SS/CM
S : 37,6oC N : 98x/menit N : 98x/menit
RR : 40x/menit S : 36,7oC S : 36,3oC
RR :30x/menit RR : 28x/menit

A : Bronkopneumonia A : bronkopneumonia A : bronkopneumonia

P: P: P:
D1/2 10 tpm Terapi lanjut Terapi lanjutkan dan pasien boleh pulang
Paracetamol 3x1 cth
Ambroxol sirup 3x1/3 cth
Dexamethason 4x1 gram iv
cefotaxim 3x375mg iv
Ampicilin 4x275mg
pembahasan
DEFINISI
peradangan pada parenkim paru yang terlokalisir yang biasanya
mengenai bronkus dan juga mengenai alveolus disekitarnya.
Epidemiologi
Insidens penyakit ini pada negara berkembang hampir 30% pada anak-
anak dibawah umur 5 tahun dengan resiko kematian yang tinggi.
Etiologi
Usia Etiologi yang sering Etiologi yang jarang
Bakteri Bakteri
E. colli Bakteri anaerob
Streptococcus group B Streptococcus group D
Listeria monocytogenes Haemophillus influenzae

Streptococcus
Lahir 20 hari
pneumoniae
Ureaplasma urealyticum

Virus
Virus Sitomegalo
Virus Herpes simpleks
Etiologi
.
Usia Etiologi yang sering Etiologi yang jarang

Bakteri Bakteri
Chlamydia trachomatis Bordetella pertussis
Streptococcus Haemophillus influenzae tipe B
pneumoniae
3 minggu 3 Virus Moraxella catharalis
bulan Virus Adeno Staphylococcus aureus
Virus Influenza Ureaplasma urealyticum
Virus Parainfluenza Virus
Respiratory Syncytial virus Virus Sitomegalo
Usia Etiologi yang sering Etiologi yang jarang

Bakteri Bakteri

Chlamydia pneumoniae Haemophillus influenzae


tipe B

Mycoplasma Moraxella catharalis


pneumoniae

Streptococcus Neisseria meningitidis


pneumoniae
4 bulan 5 tahun
Virus Staphylococcus aureus

Virus Adeno Virus

Virus Influenza
24 November 2017 FK UMJ - RSIJ CP 27
Virus Parainfluenza 1, 2,
Klasifikasi Pneumonia (WHO)
Gambaran klinis Berat penyakit
Batuk atau kesulitan bernafas dengan : Pneumonia sangat berat
saturasi oksigen <90% atau sianosis sentral
Distres saluran respiratori berat (tarikan dinding
dada bagian bawah berat,grunting)
Tanda pneumonia disertai tanda bahaya(tidak
dapat minum,penurunan kesadaran,kejang)

Tarikan dinding dada bagian bawah Pneumonia berat


Napas cepat : pneumonia
50x/menit pada anak usia 2-11 bulan
40x/menit pada anak usia 1-5 tahun
Tidak ada tanda pneumonia atau pneumonia sangat Bukan pneumonia
berat
Manifestasi Klinis

Batuk mula-mula kering kemudian menjadi produktif



Suhu 37-40 C, menggigil
Kejang
Sesak napas
Sianosis sekunder hidung dan mulut
Pernapasan cuping hidung trias gejala yang patognomonik
Kadang muntah dan diare,
Sakit tenggorok,
Nyeri otot dan sendi
GEJALA KLINIS SEDERHANA PNEUMONIA (WHO)

Napas cepat (takipnue)

kali/menit

< 2 months >60


2 - 12 months >50
1 - 5 years >40

Chest Indrawing
(retraksi subkostal)
Penegakan
Diagnosis

Anamnesis
Batuk kering >> produktif
dengan dahak purulen-berdarah Pemeriksaan fisik
Sesak napas Takipneu
Demam Pernapasan cuping hidung
Kesulitan makan/minum Retraksi subkostal
Lemah Penurunan suara paru
Ronkhi basah halus
Demam-sianosis
Anak < 5 th nyeri yang di
proyeksikan ke abdomen
1. Darah Perifer Lengkap
2. C-Reaktif Protein
3. Pulse oxymetri Pemeriksaan
4. Pemeriksan Mikrobiologis Penunjang
5. Rontgen Thorax
6. Pemeriksaan Sputum
tatalaksana

Pemberian oksigen 2-4 L/menit pantau dengan pulse oxymetri


Berikan oksigen hingga saturasi oksigen lebih dari 90%
Bila tidak ada pulse oxymetri pantau dengan gejala klinis sampai
pasien tidak tampak sesak
Bila saturasi oksigen lebih dari 90% atau gejala klinis sudah membaik
lepaskan oksigen dan pantau setiap 30 menit
Bila 30 menit masih membaik,pantau selama 3 jam berikutnya
Tatalaksana
Pemberian antibiotic berdasarkan derajat penyakit :
Pneumonia ringan :
Amoksisilin 25 mg/kgBB dibagi dalam 2 dosis sehari
selama 3 hari. Diwilayah resistensi penisilin yang tinggi
dosis dapat dinaikan sampai 80-90 mg/kgBB.
Kotrimoksazol (trimetoprim 4 mg/kgBB
sulfametoksazol 20 mg/kgBB) dibagi dalam 2 dosis
sehari selama 5 hari
Pneumonia berat :
Kloramfenikol 25 mg/kgBB setiap 8 jam
Seftriakson 50 mg/kgBB i.v setiap 12 jam
Ampisilin 50 mg/kgBB i.m sehari empat kali, dan
gentamisin 7,5 mg/kgBB sehari sekali
Benzilpenisilin 50.000 U/kgBB setiap 6 jam, dan
gentamisin 7,5 mg/kgBB sehari sekali
Pemberian antibiotik diberikan selama 10 hari pada
pneumonia tanpa komplikasi, sampai saat ini tidak
ada studi kontrol mengenai lama terapi antibiotik
yang optimal
Komplikasi
Efusi pleura
Empiema
Atelektasis
Perikarditis

Pencegahan

Menghindari kontak dg penderita dan mengobati secara dini penyakit yg


menyebabkan bronkopneumoni
Meningkatkan daya tahan tubuh : cara hidup sehat, makan makanan yg bergizi
dan teratur, menjaga kebersihan, beristirahat yg cukup
Prognosis

Dengan penggunaan antibiotika yang tepat dan adekuat, mortalitas


dapat diturunkan sampai kurang dari 1%.
Anak dalam keadaan malnutrisi energi protein dan yang datang
terlambat menunjukkan mortalitas yang lebih tinggi.