You are on page 1of 61

Bab 4

Struktur Molekul & Ikatan Kimia


Pekan Keempat & Kelima
Kompetensi dan Indikator
Indikator
Mahasiswa mampu menuliskan struktur Lewis dari beberapa unsur dan
senyawa kovalen
Mahasiswa mampu menjelaskan proses terbentuknya ikatan ionik
Mahasiswa mampu menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen
Mahasiswa mampu menentukan bentuk molekul dari suatu senyawa kimia
Mahasiswa mampu menjelaskan proses terbentuknya ikatan logam
Mahasiswa mampu menjelaskan gaya-gaya antar molekul
STRUKTUR LEWIS
Lambang Lewis
Adalah lambang atom yang mempresentasikan elektron pada kulit
valensinya.
Lambang Lewis biasanya ditulis dengan menulis lambang kimia
atom yang dikelilingi oleh titik-titik.
Titik-titik menunjukkan elektron yang berada pada kulit
terluar
Lambang Lewis gas mulia menunjukkan 8 elektron valensi (4
pasang).
Lambang Lewis unsur dari golongan lain menunjukkan adanya
elektron tunggal (belum berpasangan).
Misal 17Cl = 1s22s22p63s23p5 dgn jmlh elektron val=7
Lambang Lewis Unsur-Unsur Golongan Utama
IKATAN KIMIA
Atom - atom yang tidak memiliki konfigurasi seperti gas mulia,
memiliki kecenderungan untuk mengikuti pola gas mulia,
sehingga elektron valensi atau elektron orbital terluarnya terisi
penuh.
Semua unsur gas mulia mempunyai elektron terluar 8, kecuali He
2
Struktur oktet : 8
Stabil
Struktur duplet: 2

Unsur yg lain selalu cenderung menuju struktur oktet/ duplet


agar stabil, dengan melepaskan elektron, menarik elektron dari
luar atau dengan cara menggunakan elektron secara bersama-
sama dengan atom lainnya.
Perubahan satu atom dalam mencapai
konfigurasi gas mulia diikuti dengan terbentuknya
ikatan kimia.
unsur yang bernomor atom kecil (spt : H, Li, Be, B
dll) tidak dpt memenuhi struktur oktet, hanya
duplet (2)

IKATAN KIMIA Atom dalam satu molekul


Antar molekul
IKATAN ION
Ikatan Ion
Terjadi karena adanya gaya elektrostatik yang menahan ion untuk
berikatan antara ion positif dgn negatif

[Li] 1s22s1 Li + F Li+ F -


[F] 1s22s22p5
-Terjadi karena perpindahan elektron dari
satu atom ke yg lain
-antara ion positip (+) dan ion negatif (-)
LiF -antara ion logam dan non logam

Li Li+ + e
-

-
e + F F -

Li+ + F - Li+ F -
IKATAN KOVALEN
Ikatan Kovalen
ikatan kovalen adalah:
Ikatan terjadi karena penggunaan pasangan elektron bersama oleh dua
atom atau lebih
Ikatan 2 atom atau lebih dr atom non logam
Ikatan antara atom-atom yg memp. perbedaan Elektronegatifitas kecil

Kenapa harus berbagi elektron untuk digunakan bersama?

F + F F F

7e- 7e- 8e- 8e-


Lewis structure of F2

Pas. e- F F Pas. e-
Ik.kovalen tunggal bebas bebas

Pas. e- Pas. e- Ik.kovalen tunggal


F F
bebas bebas
Pasangan elektron
bersama untuk atom F yang
membentuk senyawa F2

Ikatan molekul dengan


atom penyusun yang berbeda atom H
dan O, membentuk senyawa air
Struktur Lewis molekul air
Ik. Kovalen tunggal

H + O + H H O H or H O H

2e- 8e- 2e-

Rangkap dua dua atom berbagi dua pasangan elektron untuk digunakan bersama

O C O atau O C O

8e- 8e- 8e- Ik. Rangkap dua


Ik. Rangkap dua
Rangkap tiga dua atom berbagi tiga pasangan elektron untuk digunakan bersama

N N atau N N
8e- 8e-
Ik. Rangkap tiga Ik. Rangkap tiga
Lengths of Covalent Bonds

Bond Lengths
Triple bond < Double Bond < Single Bond
Ikatan kovalen polar adalah ikatan kovalen dengan
pasangan elektron bersama tertarik ke arah salah satu
kutub atom yg lebih elektronegatiif
contoh : HF, HCl, HBr, HI, H2O, NH3 dll

electron rich e- poor e- rich


electron poor
region H F
region
H F d+ d-
Elektronegativitas adalah kemampuan atom untuk menarik
pasangan elektron bersama untuk dirinya sendiri dalam
suatu ikatan kimia

Afinitas elektron dapat diukur, AE Cl tertinggi


X (g) + e- X-(g)

Elektronegativitas - relatif, nilai untuk F tertinggi

18
The Electronegativities of Common Elements

19
Ikatan kovalen non polar
Jika pasangan elektron yg digunakan tertarik sama
kuat pd semua atom
contoh : - Cl2, Br2, I2, O2,N2 dll
- CH4,CCl4, C6H6, CO2 ( letak atom simetris)
Golongkan ikatan berikut sebagai ikatan ionic, kovalen polar atau kovalen non polar: ikatan
pada CsCl; ikatan pada H2S; ikatan NN pada molekul H2NNH2.

Cs 0.7 Cl 3.0 3.0 0.7 = 2.3 Ikatan Ion

H 2.1 S 2.5 2.5 2.1 = 0.4 Kovalen polar

N 3.0 N 3.0 3.0 3.0 = 0 Kovalen non polar

21
Ikatan Kovalen Koordinasi /
Koordinat/ Dativ
Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara
penggunaan bersama pasangan elektron yang
berasal dari salah 1 atom yang berikatan
[Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan
atom yang lain hanya menerima pasangan
elektron yang digunakan bersama.
Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan
ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak
panah kecil yang arahnya dari atom donor
menuju akseptor pasangan elektron.
Contoh
Menulis Lambang Lewis

1. Gambarkan kerangka struktur yang mungkin.


Letakkan atom dengan elektronegativitas paling kecil
di tengah (sebagai atom pusat)
2. Hitung jumlah elektron valensi atom-atom penyusun
molekul. Untuk molekul ion tambahkan 1 untuk
setiap muatan negatif dan kurangi 1 untuk tiap
muatan positif
3. Atur agar semua atom memenuhi aturan oktet
kecuali hidrogen
4. Jika terlalu banyak elektron dalam strukturnya,
buatlah menjadi ikatan rangkap dua atau tiga
24
Contoh : nitrogen trifluorida (NF3).

Langkah 1 N lebih elektropositif dari F, sehinga N sbgai atom pusat


Langkah 2 Hitung e- valensi N = 5 (2s22p3) and F =7 (2s22p5)
5 + (3 x 7) = 26 elektron valensi
Langkah 3 gambarkan ikatan tunggal pada atom N dan F dan
sesuaikan aturan oktetnya
Langkah 4 - cek apakah sudah sesuai jumlah elektron valensinya

3 ikta(3x2) + 10 lone pairs (10x2) = 26 valence electrons

F N F

25
Contoh : Ion Karbonat (CO32-).

Langkah 1 C lebih elektropositif dari O, maka C sebagai atom pusat


Langkah 2 hitung e- valensi C = 4 (2s22p2) and O = 6 (2s22p4)
terdapat muatan -2 maka + 2e-
4 + (3 x 6) + 2 = 24 valence electrons
Langkah 3 gambarkan ikatan tunggal antara C and O atoms dan sesuaikan
dengan aturan oktet
Langkah 4 - cek apakah sudah sesuai dengan jumlah elektron valensi
3 single bonds (3x2) + 10 lone pairs (10x2) = 26 valence electrons
Langkah 5 - terlalu banyak elektron, buatlah ikatan rangkap dua

2 single bonds (2x2) = 4


O C O 1 double bond = 4
8 lone pairs (8x2) = 16
Total = 24
O
26
Pengecualian Aturan Oktet
Pada molekul yg kekurangan elektron

Be 2e-
BeH2 2H 2x1e- H Be H
4e-

B 3e- 3 ik. Tunggal (3x2) = 6


F B F
BF3 3F 3x7e- 9 PEB (9x2) = 18
24e- Total = 24
F
Molekul dengan Elektron Ganjil

N 5e-
NO O 6e- N O
11e-

Ekspansi Oktet (kulit valensi terekspansi hanya terjadi pada atom pusat non logam
dari perioda 3 keatas)

F
F F
S 6e- 6 Ik. Tunggal (6x2) = 12
SF6 6F 42e- S 18 PEB (18x2) = 36
48e- Total = 48
F F
F
28
Geometri Molekul
Geometri molekul adalah susunan tiga dimensi dari atom-
atom dalam molekul.
Geometri molekul mempengaruhi sifat-sifat kimia dan
fisisnya, seperti titik leleh dan titik didih, kerapatan dan jenis
reaksi yang dialaminya
Untuk molekul-molekul yang relatif kecil yang atom pusatnya
mengandung dua sampai enam ikatan, geometri molekulnya
dapat diramalkan dengan baik oleh teori tolakan pasangan
elektron (Valence-shell elektron pair repulsion, VSEPR)
GEOMETRI MOLEKUL
Teori Valence-Shell Electron Pair Repulsion
(VSEPR)
Penggambaran bentuk molekul dengan bantuan VSEPR
didasari oleh penggambaran struktur Lewis sebagai model 2
dimensi
Dalam teori VSEPR atom pusat akan menempatkan secara
relatif grup (bisa berupa atom atau pasangan elektron) pada
posisi tertentu
Prinsip dasarnya: masing-masing grup elektron valensi
ditempatkan sejauh mungkin satu sama lain untuk
meminimalkan gaya tolakan.
Notasi yang dipakai: A = atom pusat, B = atom sekitar yang
berikatan dan E = grup elektron valensi yang tidak berikatan
5 Bentuk Dasar Molekul
Langkah- Langkah :
Untuk meramalkan bentuk dengan metode ini, langkah-langkah
yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
Gambarkan struktur Lewis senyawa.
Hitung jumlah domain elektron (diberi lambang B), jumlah
PEI dan PEB (diberi lambang E) yang ada di sekitar atom
pusat. Atom pusat diberi lambang A.
Memprediksi sudut-sudut ikatan yang mungkin berdasarkan
jumlah kelompok elektron dan arah-arah yang mungkin akibat
tolakan pasangan elektron bebas.
Tentukan rumus bentuk molekulnya/klasifikasi VSEPR.
Memberi nama bentuk molekul berdasarkan jumlah PEI dan
PEB.
Valence shell electron pair repulsion (VSEPR) model:

Predict the geometry of the molecule from the electrostatic repulsions between the electron
(bonding and nonbonding) pairs.

0 lone pairs on central atom

Cl Be Cl

2 atoms bonded to central atom 34


Domain
elektron

35
36
37
38
39
lone-pair vs. lone pair > lone-pair vs. bonding > bonding-pair vs. bonding
repulsion pair repulsion pair repulsion 40
# of atoms # lone
bonded to pairs on Arrangement of Molecular
Class central atom central atom electron pairs Geometry

AB2 2 0 linear linear

B B
VSEPR
# of atoms # lone
bonded to pairs on Arrangement of Molecular
Class central atom central atom electron pairs Geometry
trigonal planar trigonal planar
AB3 3 0

trigonal planar Bentuk V


AB2E 2 1
VSEPR
# of atoms # lone
bonded to pairs on Arrangement of Molecular
Class central atom central atom electron pairs Geometry

AB4 4 0 tetrahedral tetrahedral

trigonal
AB3E 3 1 tetrahedral pyramidal

AB2E2 2 2 tetrahedral Bentuk V

43
Bentuk Molekul dengan 4 Grup Elektron
VSEPR
# of atoms # lone
bonded to pairs on Arrangement of Molecular
Class central atom central atom electron pairs Geometry
trigonal trigonal
AB5 5 0
bipyramidal bipyramidal
trigonal distorted
AB4E 4 1 bipyramidal tetrahedron

trigonal
AB3E2 3 2 bipyramidal T-shaped

trigonal
AB2E3 2 3 linear
bipyramidal

45
Bentuk Molekul dengan 5 Grup Elektron
VSEPR
# of atoms # lone
bonded to pairs on Arrangement of Molecular
Class central atom central atom electron pairs Geometry

AB6 6 0 octahedral octahedral

square
AB5E 5 1 octahedral
pyramidal

AB4E2 4 2 octahedral square planar

47
Bentuk Molekul dengan 6 Grup Elektron
49
Contoh soal
Molekul BeCl2
Gambarkan struktur Lewis BeCl2
4Be : 2, 2

17Cl : 2, 8, 7
.. ..
: Cl . . Be . . Cl : Cl Be Cl
.. ..

Jumlah domain elektron (B) = 2, PEI = 2, PEB (E)= 0


Klasifikasi VSEPR : AB2
Bentuk molekul : Linier
IKATAN LOGAM
Ikatan logam
logam padat ------------ bersifat konduktor, mengapa ?...
- Logam mempunyai elektronegativitas rendah: mudah melepas elektron
menjadi cenderung bermuatan positif.
- Elektron bebas bergerak di antara ion positif.
- Interaksi antara ion positif dan elektron > ikatan logam

Adanya elektron yg bergerak bebas > konduktor

+ elektron terluar bergerak


+
bebas
+ +

+ +
Pada ikatan logam, inti-inti atom berjarak tertentu dan beraturan
sedangkan elektron yang saling dipinjamkan bergerak sangat
mobil seolah-olah membentuk kabut elektron. Hal ini yang
meyebabkan munculnya sifat daya hantar listrik pada logam.

Ikatan Logam, dalam atom Magnesium


GAYA ANTAR MOLEKUL
GAYA ANTAR MOLEKUL

Gaya tarik yang timbul antar molekul-molekul disebut gaya


antar molekul (intermolecular forces).
Setelah membentuk ikatan dengan atom lain membentuk
molekul, molekul tersebut akan berinteraksi dengan molekul
lainnya baik yang sejenis ataupun berbeda.
1. Ikatan Van der Walls
.
Gaya Van der Waals terjadi akibat interaksi antara molekul-
molekul non-polar (Gaya London), antara molekul-molekul polar (Gaya
dipol-dipol) atau antara molekul non-polar dengan molekul polar (Gaya
dipol-dipol terinduksi).

Gaya dipol-dipol Gaya London


Gaya dipol-dipol terinduksi
2. Ikatan Hidrogen
HF ikatan kovalen polar, F lebih elektronegatif
H seolah-olah menjadi lebih positif (+)
ada daya tarik menarik dua kutub
F F
H H H H
F F

Senyawa HF
Ket: : ikatan hidrogen
: ikatan kovalen
Ikatan hidrogen terjadi pada hidrogen yg terikat unsur yg sangat elektro
negatif ( F, O, N dll )
Yang mempunyai hidrogen : HF, H2O, NH3
HF menjadi titik didih tinggi.
Ikatan Hidrogen pada molekul H2O, HF,
dan NH3
Penyimpangan Titik Didih oleh ikatan
Hidrogen
Pengaruh Gaya Antar Molekul Terhadap Sifat
Fisik Senyawa
Adapun pengaruh gaya antar molekul terhadap sifat fisik
senyawa, yang akan dibahas diantaranya:
1. Pengaruh ikatan Hidrogen terhadap Titik Didih dan Titik
Leleh
2. Pengaruh Gaya London terhadap Titik Didih dan Titik Leleh
3. Pengaruh Gaya Antarmolekul terhadap Wujud Gas
4. Pengaruh Gaya Antarmolekul terhadap Kekentalan Cairan
5. Pengaruh Gaya Antarmolekul terhadap Kelarutan
6. Pengaruh Gaya Antarmolekul terhadap Bentuk Permukaan
Cairan