You are on page 1of 18

GEJALA PERILAKU DAN PSIKOLOGIS

PADA DEMENSIA YANG DISERTAI


SKIZOFRENIA PADA LANSIA
Dhana Fitria Sari 1102014071| dr. Edward Syam, M.Kes| Kepeminatan
Geriatri| Kelompok 4
Latar belakang

Gejala isi pikiran Angka untuk BPSD yang bermakna secara


klinis meningkat sampai hampir 80% untuk
pasien demensia yang berada di lingkungan
Perilaku yang
terganggu, termasuk perawatan.
Agitasi

BPSD Depresi
Apatis
Mood Pertanyaan berulang
Psikotik
Agresi
Masalah tidur
Pengembaraan
(Cont..) Latar belakang

Manifestasi psikotik pada BPDS Perkiraan frekuensi halusinasi pada


Gejala Gejala demensia berkisar dari 12%-49%
positif negatif (Khairiah dan Margono, 2012; Oliveira,
et al., 2015).
Waham Avolition

Halusinasi Kemiskinan
isi pikiran
Gangguan
komunikasi Afek datar

Aktifitas motorik
yang abnormal
(Cont..) Latar belakang

Skizofrenia Gejala skizofrenia menurut Adapun data prevalensi


Gangguan psikotik kejiwaan kronik Bleuler penderita skizofrenia di
yang disertai Gejala Gejala Indonesia adalah 0,3-1%
primer sekunder dan biasanya penyakit ini
Pikiran Perubahan timbul di usia sekitar 18-45
Halusinasi Gangguan
kacau perilaku proses
berfikir
Waham tahun, dan ada juga yang
baru berusia 11-12 tahun
Gangguan
Halusinasi
sudah menderita
emosi
skizofrenia (Mirza, et al.,
2015; Fajrianthi, 2013;
Gangguan Gejala
kemauan ketatonik Depkes RI, 2015).

Gangguan
Autisme psikomotor
lain
Presentasi kasus

Tinggi badan 151 cm


71 tahun
dan berat badan 52 kg

Ny. O

Masuk panti sejak 2 Masuk ke PSTW dalam keadaan


cukup sehat dengan catatan
Februari 2012 demensia.
(Cont..) Presentasi Kasus

Tanda vital Kadar asam urat, Merupakan


meliputi tekanan gula darah, perokok aktif dan
darah, nadi, kolesterol, dan tidak ada riwayat
respirasi, dan Indeks Massa alergi, penggunaan
suhu dalam Tubuh (IMT) dalam narkotika maupun
keadaan baik. batas normal. zat adiktif.
(Cont..) Presentasi Kasus

Ny. O diantarkan oleh Beberapa kali ia kabur dari


anaknya ke panti ini yang panti dengan alasan tidak
berisi 200 orang yang 70 Sejak pertama kali betah karena merasa
diantaranya dengan diantarkan sampai beberapa penghuni panti
gangguan psikotik sekarang, ia tidak pernah lain membicarakannya
dikarenakan keluarganya dijenguk oleh dan berencana
sudah tidak sanggup keluarganya. mencelakakannya namun
mengurusnya yang sudah ia berhasil dibawa kembali
mulai pikun. ke panti oleh petugas.
(Cont..) Presentasi Kasus
Februari 2015
Ny. O dibawa ke Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit dan dikontrol di PJD (Poli Jiwa Dewasa) dengan
diagnosa BPSD dan diberi terapi Risperidone 1 mg 2 kali sehari dan Trihexyphenidyl 1 mg 2 kali sehari.

Mei 2015
Didiagnosa skizofrenia paranoid dan diberi terapi berupa obat racikan dengan sediaan kapsul yang mengandung Trihexyphenidyl 0,5 mg,
Risperidone 0,5 mg, dan Asam folat 5 mg 2 kali sehari. Beliau juga mendapatkan terapi obat Donepezil 5 mg 1 kali sehari untuk
mengurangi gejala demensia yang ia derita.

November 2016
Skizofrenia pada Ny. O relaps meski telah teratur minum obat hingga sekarang.
Diskusi

Ny. O merupakan seseorang lansia yang mengidap BPSD dan skizofrenia paranoid.
Peningkatan jumlah populasi lanjut usia (lansia) memberi dampak pula pada
meningkatnya gangguan neuropsikiatri pada lansia.
Mengenai BPSD, dalam satu penelitian, sekitar 30-50% pasien demensia alzheimer telah
dilaporkan memiliki waham dan halusinasi.
Waham yang paling umum pada demensia alzheimer adalah waham paranoid yang
ditafsirkan sebagai respon adaptif terhadap kerusakan kognitif dan penurunan
kemampuan untuk memahami dan menafsirkan kenyataan secara tepat pada pasien
(Khairiah dan Margono, 2012; Lestari, 2014).
(Cont..) Diskusi

Halusinasi pada demensia harus dibedakan dari agnosia visual dan salah identifikasi karena
penglihatan yang buruk. Halusinasi visual merupakan yang paling sering terjadi pada 30%
pasien, dan lebih sering terjadi pada kelompok demensia sedang. Namun di demensia
alzheimer, halusinasi visual lebih umum daripada pendengaran (Yahya, et al., 2015).
Simtom positif meliputi waham yaitu keyakinan yang berlawanan dengan kenyataan dan
halusinasi yaitu salah satu gejala gangguan jiwa pada individu yang ditandai dengan
perubahan persepsi sensori yaitu merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan,
pengecapan perabaan atau penghiduan. Pasien merasakan stimulus yang sebenarnya tidak
ada (Anggraini, et al., 2013).
(Cont..) Diskusi

Beberapa penulis telah mengusulkan bahwa tidak seperti waham dan halusinasi pada
psikotik fungsional, pada demensia mungkin terjadi pada bagian dari sub syndromes
yang berbeda. Selain itu, tidak seperti waham, halusinasi dikaitkan dengan penurunan
nilai kognitif yang lebih parah (Yahya, et al., 2015).
Pada saat melakukan anamnesis Ny. O mengatakan ia ingin pulang untuk bertemu
orang tuanya. Saat ditelusuri apakah kedua orang tuanya masih hidup atau sudah
meninggal, ia mengatakan kedua orang tuanya masih hidup dan masih muda. Terdapat
kerancuan waham yang muncul merupakan gejala skizofrenia atau BPSD atau
keduanya.
(Cont..) Diskusi
Perbedaan neuropatologi
keduanya
Namun terdapat beberapa
Demensia Kepadatan NFT 2,3 kali lipat lebih besar di kesamaan perubahan biokimia
neokorteks (frontal tengah, sepertiga
Alzheimer yang anterior dari temporal superior, parietal pada BPSD dengan skizofrenia
mengalami psikotik inferior) yaitu aktivitas berlebihan
serotonergik dan GABAnergik
Sistem limbik dan ganglia basalis, termasuk (Sadock, et al., 2015).
abnormaitas neuropatologi atau
Skizofrenia neurokimiawi di korteks serebri, talamus,
dan batang otak

(Yahya, et al., 2015; Sadock, et


al., 2015).
(Cont..) Diskusi

Sebelumnya kita perlu tahu bahwa, orang dengan gangguan gangguan psikotik
(skizofrenia) atau orang awam menyebutnya orang gila di dunia tidak dibebani
tanggungan menjalankan ibadah atau hukum syara. Seperti halnya anak kecil yang
belum baligh. Karena mereka tidak memiliki akal (Anshori, 2017).
Nabi shallallahualaihi wa sallam bersabda,



:



Catatan amal diangkat dari tiga jenis orang : orang tidur sampai dia bangun, anak
kecil sampai dia baligh dan orang gila sampai dia sembuh dari gilanya (HR. An
Nasa-i no. 7307, Abu Daud no. 4403, Ibnu Hibban no. 143, dishahihkan Al Albani
dalam Shahih Al Jami no. 3513).
Simpulan

Terdapat perbedaan gejala


Orang dengan gangguan
psikotik yaitu waham dan
Meski neuropathology gangguan psikotik
halusinasi pasien dengan
keduanya berbeda, (skizofrenia) atau orang
BPSD yang disertai
Selain itu, tidak seperti terdapat beberapa awam menyebutnya orang
skizofrenia pada lansia
waham, halusinasi dikaitkan kesamaan perubahan gila di dunia tidak dibebani
yaitu bahwa tidak seperti
dengan penurunan nilai biokimia dari efek tanggungan menjalankan
waham dan halusinasi pada
kognitif yang lebih parah. neuropathology keduanya ibadah atau hukum syara
psikotik fungsional, pada
sehingga menimbulkan seperti halnya anak kecil
demensia mungkin terjadi
manifestasi psikotik. yang belum baligh karena
pada bagian dari sub
mereka tidak memiliki akal.
syndromes yang berbeda.

(Yahya, et al., 2015; (Anshori, 2017)


(Cont...) Simpulan

Onset skizofrenia pada laki-laki biasanya antara 15-25 tahun dan pada perempuan
antara 25-35 tahun (Zahnia dan Sumekar, 2016).
Tetapi pada Ny. O, ia terdiagnosis skizofrenia paranoid pada tahun 2015 saat beliau
berusia 69 tahun atau 3 bulan setelah terdiagnosis BPSD. Mungkin Ny. O terlambat
didiagnosis sehingga baru diketahui setelah berusia lebih dari 35 tahun. Diperlukan
penelusuran atau penelitian mengenai hubungan penuaan dengan timbulnya
skizofrenia dan membedakannya dengan gangguan psikotik pada BPSD sehingga untuk
kedepannya dapat dipergunakan untuk mendiagnosis dan memberikan terapi lebih baik.
Acknowledgement

Penulis panjatkan puji dan syukur khadirat Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW kerena
atas berkat rahmat dan karuniaNya lah penulis dapat menyelesaikan case report ini.
Terimakasih kepada Kepala Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 Ciracas dan para
perawat Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 Ciracas yang telah mengizinkan penulis
untuk mengambil data. Kepada Ny. O yang telah bersedia dianamnesis secara terbuka
dan diambil data resume medisnya. Terimakasih kepada pembimbing bidang
kepeminatan geriatri yaitu dr. Faisal, SpPD dan tutor kelompok 4 bidang kepeminatan
geriatri yaitu dr. Edward Syam, M.Kes atas bimbingan dan arahannya dalam penyusunan
case report ini. Terimakasih kepada dr. Hj. Susilowati, M.Kes, dan Dr. drh. Hj. Titiek
Djannatun selaku koordinator blok elektif. Dan tidak lupa kepada teman-teman
kelompok 4 bidang kepeminatan geriatri terimakasih atas kerjasamanya selama
kunjungan lapangan dan penyusunan case report ini.
DAFTAR PUSTAKA
1. Al Quran dan terjemahannya. 2017. Kementrian Agama 8. Handayani, L., et al. 2016. Faktor Risiko Kejadian Skizofrenia di 14. Ramadan, E. S. dan Dod, W. A. E. 2010. Relation Between
Republik Indonesia. PT Semarang Karya Toha. Rumah Sakit Jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Insight and Quality of Life in Patients With Schizophrenia: Role
Humanitas. Vol. 13 No. 2 . 135-148. of Internalized Stigma and Depression. Current Psychiatry.
17(3): p. 43-7.
2. Anggraini, K., et al. 2013. Pengaruh Menghardik Terhadap
Penurunan Tingkat Halusinasi Dengar Pada Pasien Skizofrenia 9. Khairiah S. dan Margono H. M. 2012. Aspek Neurobiologi
di RSJD DR. Aminogondohutomo Semarang. Skripsi. STIKES Gejala Perilaku dan Psikologis pada Demensia (Behavioural 15. Sadock, B. J., et al. 2015. Kaplan dan Sadock's synopsis of
Telogorejo Semarang. and Psychological Symptoms of Demensia / BPSD). UNAIR. psychiatry : behavioral sciences/clinical psychiatry. Lippincott
Vol. 1 - No. 1. Williams dan Wilkins. Philadelphia.
3. Anshori, A. 2017. Orang Gila Di Surga atau Neraka ? Konsultasi
Syariah. Available at: https://konsultasisyariah.com/29816- 10. Lestari, N. . D. 2014. Terapi Resperidone Pada Skizofrenia 16. Semple, D. dan Smyth, R., 2013. Oxford Handbook of
orang-gila-di-surga-atau-neraka.html. Date accessed: 19 Paranoid: Sebuah Laporan Kasus. E-Jurnal Medika Udayana. Psychiatry. 3rd penyunt. Oxford: Oxford University Press.
November 2017. ISSN 2303-1395. Available at:
https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/view/11923.
17. Yahya, A., et al. 2015. Behavioral and psychological symptoms
Date accessed: 19 November 2017.
4. Cerejeira, J., et al. 2012. Behavioral and Psychological in demensia and caregiver burden. SciencePG. 4(2-1): 8-14.
Symptoms of Dementia. NCBI. 3: 73. Available at:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3345875/ . 11. Mirza, et al. 2015. Hubungan Lamanya Perawatan Pasien
18. Yudhistira, Y. 2016. Hubungan Fungsi Sosial Dengan Kualitas
Date accessed: 19 November 2017. Skizofrenia Dengan Stres Keluarga. JKS. 3: 179-189. Available
Hidup Pasien Skizofrenia. Skripsi. Universitas Muhamadiyah
at:
Yogyakarta.
http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JKS/article/view/3669/3375 .
5. Davison, C. G., Naele, M. J., dan Kring, M. A. (2010). Psikologi
Date accessed: 19 November 2017.
Abnormal. Ed, 9. Jakarta: Rajawali Pers.
19. Yuliastini, N. L. P. 2015. Hubungan Persepsi Keluarga Tentang
Skizofrenia dan Ekspresi Emosi Keluarga Dengan Frekuensi
12. Nurcholis, M. M. 2013. Kebermaknaan Hidup Istri Yang
6. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Kekambuhan Skizofrenia di IRD RSJ Provinsi Bali. Skripsi.
Mempunyai Suami Skizofrenia. Skripsi. Institut Agama Islam
Schizophrenia. Available at: Universitas Udayana.
Negeri Sunan Ampel.
http://bbtklppjakarta.pppl.depkes.go.id/assets/files/downloa
ds/f1375258333schizophrenia.pdf. Date accessed: 19
20. Zahnia, S. dan Sumekar, D. W. 2016. Kajian Epidemiologis
November 2017. 13. Oliveira A. M. D., et al. 2015. Nonpharmacological
Skizofrenia. Skripsi. Universitas Lampung.
Interventions to Reduce Behavioral and Psychological
Symptoms of Demensia: A Systematic Review.NCBI. Available
7. Fajrianthi K. F. 2013. Pengaruh Dukungan Sosial terhadap
at:
Kualitas Hidup Penderita Skizofrenia. Jurnal Psikologi
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4676992/.
Kepribadian dan Sosial. Vol.02 No. 03.
Date accessed: 14 November 2017.
TERIMA KASIH