You are on page 1of 47

DEFINISI DAUN :

Organa principalia pada Cormophyta, yang :

 umumnya berupa lembaran berwarna hijau

 tumbuh melekat pada batang, cabang,


ranting

 bentuk lebar, tipis, menghadap ke atas


SIFAT-SIFAT DAUN :
 sudah terbentuk sejak tanaman berupa embryo 
daun lembaga (foliocula = folionum)
 pada tanaman dewasa, primordia daun : tumbuh
secara acropetal, di bawah titik tumbuh
 berada di atas tanah
 berwarna hijau
 berbentuk lembaran-lembaran tipis
 berpermukaan luas, berlapiskan : kutikula – lilin –
kersik – karbonat
 arah tumbuh : fototropisme positif
 sewaktu-waktu bisa luruh :
 daerah tropis : musim kemarau
 daerah subtropics : musim gugur
MACAM-MACAM DAUN
BERDASARKAN KELENGKAPAN BAGIAN-BAGIANNYA :
- FOLIUM COMPLETUM (DAUN LENGKAP) :
 VAGINA (pelepah/upih daun) : Sympodium
 PETIOLUS (tangkai daun) : Longus, Brevis, Alatus
 LAMINA (lembaran/helaian daun)
Contoh :
 Musa Paradisiaca
 Areca catechu (pinang)
 Arenga pinnata (aren)
 FOLIUM INCOMPLETUM (DAUN TIDAK LENGKAP) :
- VAGINA dan LAMINA :
Contoh :
 Zea mays
 Saccharum officinarum
- PETIOLUS dan LAMINA :
Umumnya demikian
- LAMINA :
Contoh :
 Raphanus sativus
BERDASARKAN SUSUNAN DAUN
FOLIUM SIMPLEKS (DAUN TUNGGAL) :
Daun-daun pada sebuah ranting yang :
 tumbuh pada waktu berlainan
 gugur pada waktu berlainan
 bila gugur, ranting tetap tumbuh
 pada ketiak daun tumbuh kuncup ketiak (gemma axillaris)
 pada ujung ranting tumbuh kuncup ujung (gemma terminalis)

FOLIUM COMPOSITUM (DAUN MAJEMUK) :


Anak-daun anak-daun pada tangkai daun bersama :
 tumbuh pada waktu bersamaan
 gugur pada waktu bersamaan
 bila gugur, tangkai daun bersama juga gugur
 pada ketiak anak-daun tak tumbuh kuncup ketiak
 pada ujung karangan daun tak tumbuh kuncup ujung
PHYLLOTAXIS DAN FORMULA PHYLLOTAXARUM

PHYLLOTAXIS (DISPOSITIO FOLIORUM)

SPIRAL GENETIS

FORMULA PHYLLOTAXARUM

GARIS ORTOSTIS

BIDANG ORTOSTIS
SUDUT DIFERGENSI

SATU SIKLUS
DERET FIBONACCI (DERET POKOK)
HETEROPHYLLI :
Gejala / peristiwa adanya kelainan bentuk daun pada
satu tanaman :
 HETEROPHYLLI KARENA UMUR :
 Artocarpus integra (nangka)
 Nymphea nouchalli (teratai kecil)
 Limnocharis flava (genjer)
 HETEROPHYLLI KARENA METAMORFOSIS :
 Acasia auriculliformis
 Muda : majemuk tunggal
 Tua : tumbuh daun majemuk berganda
 HETEROPHYLLI BIASA : ANISOPHYLLI
 Platycerium biforme (paku tanduk rusa)
 Salvinia natans
 Drymoglossum piloselloides (picisan)
PHYLOTAXIS / DISPOSITIO FOLIORUM :
DEFINISI PHYLLOTAXIS :
Susunan letak daun yang satu terhadap
yang lainnya, pada suatu batang, cabang
ataupun ranting.

JENIS-JENIS PHYLLOTAXIS :
FOLIA SPARSA (letak daun tersebar)
FOLIA DI-STICHA (LETAK DAUN BERSELING)
FOLIA OPPOSITA / DECUSSATA (LETAK
DAUN BERHADAPAN)
FOLIA VERTICILLATA (LETAK DAUN MELINGKAR)
JARINGAN DALAM DAUN
 Daun dibentuk oleh titik tumbuh batang berupa primordia daun

 Primordia daun keluar di bawah titik initial batang berupa tonjolan-


tonjolan

 Daun yang telah dewasa memiliki jaringan : epidermis atas,


epidermis bawah, mesofil dan berkas pembuluh.
EPIDERMIS
 umumnya terdiri dari satu lapis sel, ada juga
yang terdiri dari beberapa lapis sel 
“multiple epidermis, misal pada Ficus elastica,
Nerium oleander.
 Bersifat primer karena berasal dari meristem
primer  protoderm (dermatogen)
 Terdiri dari epidermis atas (“adaxial
epidermis”) dan epidermis bawah (“abaxial
epidermis)
 Terdapat alat tambahan : stomata (mulut daun)
dan trichomata (rambut-rambut).
STOMATA
 berasal dari sel-sel epidermis yang telah berubah
bentuk dan susunannya
 umumnya paling banyak pada epidermis bawah
 sebuah stoma tersusun dari :
 sel penutup (“guard cells”)  sepasang sel
 celah (porus)  lubang kecil antara kedua sel
penutup, terjadi secara sisogen
 sel tetangga (subsidiary cells)  sel-sel yang
mengelilingi kedua sel penutup
 ruang udara dalam (“substomatal chamber”) 
ruang antar sel yang besar sebelah dalam porus
dan berhubungan dengan ruang antar sel
jaringan dalam
 stomata terdiri dari 2 macam :
 phaneropore  bila sel penutupnya terletak pada
permukaan daun  Hidrofit
 kriptopore  bila sel penutupnya terletak di bawah
permukaan daun  Xerofit
 Stomata terdiri dari 4 tipe :
 Amaryllidaceae : sel penutup berbentuk ginjal bila dilihat
pada sayatan permukaan, sel penutup langsung
dikelilingi sel-sel tetangga, dinding sel penutup tidak
sama tebal  terdapat pada Dicotyledoneae.
 Helleborus : sel penutup berbentuk ginjal bila dilihat
pada sayatan permukaan, dinding selnya lebih banyak
bagian yang tipis  Dicotyledoneae.
 Gramineae : sel penutup berbentuk halter, dinding selnya
menebal di bagian tengah dan bagian lainnya lebih tipis
 Monocotyledoneae (Gramineae, Cyperaceae).
 Mnium : sel penutup berbentuk ginjal, bagian dinding
selnya lebih banyak yang menebal  Bryophyta dan
Pteridophyta.
TRICHOMATA
 berasal dari sel epidermis yang mempunyai bentuk dan
susunan bermacam-macam
 uniselluler/multiselluler, dapat bercabang-cabang
 ada yang mati dan yang tetap hidup
 yang hidup merupakan alat sekresi/ekskresi 
menghasilkan zat tertentu
 dinding selnya terdiri dari sellulosa, Ca-pektat, kadang-
kadang lignin, kutikula, karbonat atau silikat
 bentuk-bentuk trichomata :
 uniselluler : rambut  kebanyakan daun
 seperti daun, kecil dan sempit  Pteridophyta
 seperti sisik bercabang-cabang  durian
 bentuk bintang  waru
 bentuk gelembung, merupakan alat ekskresi/sekresi 
tembakau
Fungsi trichomata
mencegah transpirasi yang
terlalu besar
melindungi gangguan luar
meneruskan perangsang
dari luar
sebagai alat
sekresi/ekskresi
MESOFIL
 semua jaringan yang terletak antara
epidermis atas dan epidermis bawah
 pada Dicotyledoneae terdiri dari
palisade dan sponsa  merupakan
parenkhim asimilasi  klorenkhim
 pada Monocotyledoneae terdiri dari
sel-sel parenkhim yang sama bentuk
dan besarnya  merupakan
parenkhim asimilasi  klorenkhim.
PALISADE
 terdiri dari sel-sel berbentuk silindris memanjang
 banyak mengandung kloroplas  fotosintesis
 sel-selnya rapat dan sejajar satu sama lain seperti
pagar  jaringan pagar
 terletak pada bagian adaxial (di bawah epidermis
atas)  daun dorsiventral
 umumnya terdiri dari satu lapis sel, tapi ada juga
yang terdiri dari dua lapis sel, misal Ficus elastica
 ada pula yang terletak pada bagian adaxial dan
bagian abaxial  Ficus elastica  daun bilateral
simmetris
 telah dibuktikan pada jenis tumbuhan tertentu
jaringan palisade dapat tumbuh sendiri menjadi
tumbuhan yang sempurna melalui kultur jaringan.
SPONSA :
 terdiri dari sel-selnya dengan bentuk
tidak beraturan
 mengandung kloroplas  fotosintesis
 mempunyai ruang-ruang antar sel yang
besar  memungkinkan pertukaran
gas-gas
 terletak di sebelah bawah palisade, di
atas epidermis bawah (bagian abaxial)
SELUDANG PEMBULUH (BUNDLE SHEATH) :
 sel-sel mesofil yang mengelilingi jaringan pembuluh
 dicotyledoneae dan monocotyledoneae
 sel-selnya lebih besar dari sel-sel mesofil disekitarnya
 dinding sel relatif tebal, berisi kloroplas lebih banyak
 tumbuhan tertentu sering meluas sampai permukaan daun
 seludang pembuluh yang besar
 diduga sebagai jaringan penghubung dan tempat
menyimpan zat makanan (amilum)
 dianggap sebagai endodermis  sering mempunyai
penebalan caspary pada dinding selnya
 Hatch and Slack (1966) telah menemukan adanya dua
golongan tumbuhan yang berbeda struktur anatomi dan
fisiologinya sel-sel seludang pembuluh :
- Tumbuhan C4 dan Tumbuhan C3
C4
C3
BERKAS PEMBULUH :
 jaringan primer, lamina dan petiolus berasal dari
procambium
 procambium dibentuk pada primordial daun merupakan
suatu system dengan procambium batang  jendela daun
(leaf trace)
 jendela daun terbentuk pada tempat hubungan daun dengan
batang
 sel-sel procambium berdifferensiasi, mula-mula membentuk
phloem (sel-sel buluh tapis) yang berkembang ke dalam
primordia daun
 terbentuk xylem dalam primordia daun
 procambium primordia daun berasal dari sel-sel
meristematis di tengah-tengah primordial daun dan akan
membentuk tulang-tulang daun
 jaringan pembuluh dalam tulang daun terdiri dari phloem di
sebelah bawah (abaxial phloem) dan xylem di sebelah
atasnya (adaxial xylem)
 jaringan pembuluh pada daun merupakan kelanjutan dari
jaringan pembuluh dalam batang
TULANG DAUN :
 letaknya dalam lamina
 mempunyai susunan tertentu pada lamina 
nervatur (nervatio)
 berkas pembuluh daun  dalam tulang-
tulang daun
 tulang daun kelanjutan dari petiolus  Costa
 Costa  Vena (nervis lateralis)  Venula
 Ujung-ujung venula bermuara ke dalam
jaringan daging daun : intervenium 
klorenkhim
Nervatur terdiri dari 2 jenis :

 nervis divergentibus :
nervatur yang tulang-tulang daunnya
menyebar ke arah tepi (margo)

 nervis confluentibus :
seluruh nervis lateralis dan vena bersatu
pada pangkal dan ujung daun
nervis divergentibus terdiri dari 2 macam :
nervatur menyirip :
costa memanjang dari ujung petiolus
sampai ujung daun dan nervis lateralis
menuju margo
misal : Mangifera indica

nervatur menjari :
semua nervis lateralis keluar dari satu
titik pada costa.
misal : Carica papaja
nervis confluentibus terdiri dari 2 macam :
nervatur sejajar :
semua nervis lurus dan sejajar satu
sama lain, kecuali pada ujung dan
pangkal daun.
Misal : Gramineae, Pandanaceae.

Nervatur lengkung :
costa lurus, sedangkan nervis lainnya
lengkung.
Misal : Dioscorea hispida
Fungsi tulang daun :
alat transportasi air dan zat-zat terlarut
alat dalam aliran transpirasi  xylem
alat dalam translokasi fotosintat  phloem
mengedarkan zat-zat dari dan ke sel-sel mesofil
melalui system vena
rangka pembentuk lamina.
TRANSFER CELLS :
 Sel kawan (campanion cells) yang sudah terspesialisir
dalam fungsinya
 Berfungsi dalam pengambilan dan pengiriman zat-zat
melalui vena helai daun/keping biji.
 Sel-selnya berisi penuh dengan sitoplasma berikut organelle
: polyribosome, kloroplas dengan grananya, mitochondria
dengan cristaenya yang berkembang
 Dinding selnya terdapat penebalan berupa pembesaran yang
masuk ke dalam lumennya  wall ingrowth.
 Wall ingrowth menyebabkan luas dinding sel pada
permukaan dalam bertambah
 Plasmolemma yang menempel pada dinding selnya
bertambah luas.
 Sel-sel tersebut lebih efisien dalam absorpsi zat-zat dari
mesofil dan dari vena-vena  mudah masuk ke dalam
pembuluh tapis.
STRUKTUR DAUN DAN LINGKUNGAN :

Tumbuhan yang hidup dalam suatu


lingkungan tertentu mempunyai
daun dengan struktur dan susunan
yang sesuai dengan lingkungan
tersebut  adaptasi.
Hidrofit
 sifat-sifat “submerged Leaves” :
 daun-daun tipis
 jaringan mesofil berkurang, hanya
beberapa lapis sel dan bahkan tidak ada
 stomata sedikit atau tidak ada
 palisade dan sponsa tidak dapat dibedakan
 sifat-sifat “ floating Leaves” :
 daun lebih tebal dengan stomata
phaneropore
 xylem banyak berkurang, phloem lebih
banyak
 dalam mesofil terdapat aerenkhim  daun
terapung
Xerofit :
 air dalam organ-organ tumbuhan dalam keadaan
di bawah minimum
 epidermis berdinding tebal oleh kutikula
trachoma
 mesofil terdiri dari beberapa lapisan palisade
 sering epidermis dan jaringan dibawahnya
mengayu
 berkas pembuluh lebih berkembang 
mempunyai seludang sklerekhim : serat/sklereid.
 Daun menggulung/silindris  stomata
terlindung
Halofit :
sel-sel daun mempunyai nilai osmotis
tinggi
daun merupakan daging daun  tebal
daging daun merupakan tempat air
cadangan
sel-sel daun berukuran besar dengan
dinding yang tipis
daun yang tebal dapat mengatasi
kadar NaCl yang tinggi
Daun Cahaya (Sun Leaves) :
daun relatif tebal
banyak mempunyai trichomata
luas helai daunrelatif sempit
jaringan palisade lebih
berkembang dan jaringan
sponsa lebih banyak
Daun di bawah bayangan
(shade leaves) :

daun relatif tipis


volume jaringan mesofil
(palisade dan sponsa berkurang
luas helaidaun lebih besar
sel-sel palisade pendek-pendek
dan jaringan sponsa kurang
berkembang.