You are on page 1of 20

Bronkitis akut

• Radang bronkus akut


• Umumnya disertai radang akut saluran napas
bawah lainnya
• Tidak pernah berdiri sendiri
Trakeobronkitis akut = Bronkitis
Etiologi Bronkitis akut
• Umum : virus
• Spesifik
– Influenza
– Pertusis
– Campak (morbilli)
– Salmonella
– Difteria
– Scarlet fever
BRONKITIS

• Diagnosis
– Stadium Prodromal
 1-2 hari : demam, gejala saluran napas atas
– Stadium Trakeobronkial
 4-6 hari : demam (biasanya tdk tinggi), batuk non
produktif produktif
– Stadium Rekonvalesen
 Panas turun, batuk berkurang sembuh
 Dapat terjadi infeksi sekunder oleh bakteri
 Gejala Klinis
 Demam 37,8⁰ -39⁰ C
 Batuk nonproduktif menjadi produktif
 Sering nyeri dada waktu batuk
 Gejala rinitis sebagai menifestasi pengiring
 Faring hiperemis
 Ronki basah kasar
 Lab : tidak spesifik
Predisposisi dan faktor yang
berpengaruh

• Asap rokok
• Alergi
• Cuaca
• Keadaan umum yang jelek (Poor health)
• Infeksi kronik alat napas atas
Pemeriksaan fisis
• Panas : (-) (+) (-)
• Mukosa : - nasofaringitis
- konjungtivitis
- rhinits
virus
• Suara napas kasar
Ronki basah kasar halus
Mengi (Wheezing)
SPUTUM : Jernih beberapa hari keruh

5-10 hari

Batuk hilang jernih


Gejala dan tanda lain bronkitis akut
• Rasa tidak enak di bawah tulang dada :
Seperti terbakar sakit
• Suara napas berbunyi seperti siulan
• Sesak
• Muntah
Penanggulangan bronkitis akut
• Simptomatis
• Pengeluaran lendir/sputum :
– Posisi tidur diubah-ubah
– Jaga kelembaban udara
– Sering minum
• Kodein : hati-hati ! (sangat jarang diperlukan)
• Antihistamin : Hati-hati Atropin like effect
Bronkitis akut
• Ekspektoran : tidak perlu
• Antibiotika :
– Tidak ada gunanya
– Indikasi
• Bronkitis akut berulang
• Ada komplikasi
Komplikasi bronkitis akut
• Otitis
• Sinusitis
• Pneumonia
Terutama kalau gizi buruk
Bronchiolitis
• a disorder most commonly caused in infants by viral
lower respiratory tract infection (LRTI).
• the most common lower respiratory infection in
children 1 month – 2 years of age
• characterized by
– acute inflammation
– edema and necrosis of
epithelial cells lining
small airways
– increased mucus
production
– bronchospasm
Signs and Symptoms
• rhinitis
• tachypnea
• wheezing
• cough
• Crackles
• nasal flaring
• use of accessory muscles
RSV
• Most common etiologic agent for bronchiolitis
• highest incidence of infection occurring between
December and March
• 90% of children infected within first 2 years of life
– up to 40% of them will have lower respiratory infection

• Infection with RSV does not


grant permanent or long-term
immunity
• Reinfections are common
Other Agents
Bronchiolitis

• Human metapneumovirus
• Influenza
• Adenovirus
• Parainfluenza
Post Infection
• Children who present with severe disease
– persistently increased respiratory effort
– apnea,
– need for intravenous hydration, supplemental
oxygen, or mechanical ventilation
are more likely to present with respiratory
problems as older children (recurrent
wheezing)
• DIAGNOSIS
– Umur < 2 tahun
– Sesak napas
– Mengi yang mengikuti ISPA
– Wheezing expiratoir
– Distres respirasi hari ke 1 atau 2 setelah timbul
rinitis dan batuk
– Paru :
 Suara napas menurun
 Experium diperpanjang
 Ronki basah halus menyebar
• LAB :
– Tidak khas

• RADIOLOGIK :
– Torak emfisematus
– Penambahan corakan bronkovaskuler
PENGOBATAN
• Pengobatan penunjang
• O2, cairan parental mencegah dehidrasi
• Posisi miring 30º - 40º, kepala dan dada sedikit tinggi
• Mengatasi asidosis, gangguan keseimbangan
elektrolit
• Antibiotik, bila terdapat pnemonia bakteri sekunder
• Kortikosteroid tidak bermanfaat
• Ventilasi gagal napas