You are on page 1of 16

KERJA SAMA DAERAH

PEMERINTAH PROVINSI JAMBI
Disampaikan oleh:
Kepala Biro Pembangunan dan Kerja Sama Setda Provinsi Jambi

BIRO PEMBANGUNAN DAN KERJA SAMA
SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAMBI
TAHUN 2017

PENDAHULUAN .

.1. 2. Kerja Sama Daerah adalah usaha bersama antara daerah dengan daerah lain. antara daerah dengan pihak ketiga. dan/atau antara daerah dengan lembaga atau pemerintah daerah di luar negeri yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik serta saling menguntungkan. Kerja Sama Antar Daerah adalah usaha bersama yang dilakukan oleh daerah dengan daerah lain dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah untuk kesejahteraan masyarakat dan percepatan pemenuhan pelayanan publik.

Wali Kota dan Pihak ketiga secara tertulis berisi mengenai hak dan kewajiban. Bupati.  Dalam hal objek kerja sama belum ada dalam RPJMD. 22 Tahun 2009  Objek yang akan dikerjasamakan adalah merupakan urusan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.  Tata cara dan bentuk kerjasama diatur dalam Permendagri No. maka objek yang akan dikerjasamakan wajib dicantumkan dalam RKPD sesuai dengan prioritas .  Objek kerja sama daerah adalah seluruh urusan pemerintahan yang telah menjadi kewenangan daerah otonom dan dapat berupa penyediaan pelayanan publik. dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD).  Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2007 (sedang dilakukan revisi PP No.Dasar Dasar Peraturan Peraturan Kebijakan Kebijakan Kerjasama Kerjasama Antar Antardaerah Daerah  Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 mengamanatkan bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Daerah dapat mengadakan kerja sama yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik serta saling menguntungkan. Pemerintah Kabupaten/Kota.50 Tahun 2007). pihak yang menjadi subjek kerja sama dalam kerja sama daerah adalah Gubernur.

KERJA SAMA ANTAR DAERAH .

dapat memberikan kuasa kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah untuk menandatangani perjanjian kerja sama. Gubernur atau Bupati/Walikota. . SUBYEK HUKUM Dalam pelaksanaan KSAD. daerah diwakili oleh Gubernur atau Bupati/Walikota yang bertindak untuk dan atas nama daerah.

. • penyediaan layanan publik yang lebih efisien jika dikelola bersama. Kerja Sama Sukarela : Kerja sama Sukarela dilaksanakan oleh 2 (dua) atau lebih daerah yang berbatasan atau tidak berbatasan untuk penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah namun dipandang lebih efektif dan efisien jika dilaksanakan dengan bekerja sama.  Kerja sama wajib dapat dilaksanakan oleh 2 (dua) atau lebih daerah yang berbatasan. KATEGORI KERJA SAMA Kerja Sama Wajib :  Kerja sama wajib merupakan kerja sama antar-Daerah yang berbatasan untuk penyelenggaraan Urusan Pemerintahan : • yang memiliki eksternalitas lintas daerah.

b. . meliputi : • Yang berkaitan dengan pelayanan dasar. terdiri dari : 1. Provinsi dan Kabupaten/Kota). meliputi : a. Urusan pemerintahan wajib. Urusan Pemerintahan Konkuren (urusan pemerintahan yang dibagi antara Pusat. dan • Yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar. OBYEK KERJA SAMA  Objek KSAD merupakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan percepatan pemenuhan pelayanan publik.  Urusan Pemerintahan yang dikerjasamakan. Urusan Pemerintahan Umum (urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Presiden sebagai Kepala Pemerintahan). Urusan pemerintahan pilihan. 2.

dan antar daerah kabupaten/kota dari daerah provinsi yang berbeda. disepakati bersama oleh kepala daerah yang bekerjasama. . atau b. KOORDINASI TEKNIS  Daerah yang akan melaksanakan kerja sama wajib.  Pemetaan urusan pemerintahan dibahas oleh pemerintah daerah yang berbatasan dalam: a. koordinasi teknis di tingkat nasional untuk KSAD yang dilakukan oleh antardaerah provinsi. melakukan pemetaan urusan pemerintahan sesuai potensi dan karakteristik daerah. antara daerah provinsi dan daerah kabupaten/kota dalam wilayahnya. koordinasi teknis di tingkat provinsi untuk KSAD yang dilakukan oleh antardaerah kabupaten/kota dalam 1 (satu) daerah provinsi. antara daerah provinsi dan daerah kabupaten/kota dari provinsi yang berbeda.  Hasil pembahasan dalam koordinasi teknis.

TAHAPAN DAN DOKUMEN KERJA SAMA  Penyelenggaraan KSAD dilakukan melalui tahapan: • persiapan • penawaran • penyusunan kesepakatan bersama • penandatanganan kesepakatan bersama • persetujuan dewan perwakilan rakyat daerah • penyusunan perjanjian kerja sama • penandatanganan perjanjian kerja sama • pelaksanaan • Penatausahaan • pelaporan .

TAHAPAN DAN DOKUMEN KERJA SAMA Persetujuan dewan perwakilan rakyat daerah diberikan dalam hal rencana KSAD membebani masyarakat dan daerah dan/atau pendanaan KSAD belum teranggarkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran berjalan. Dokumen KSAD meliputi Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama. .

 Tim koordinasi kerja sama bersifat ex officio internal daerah.  Sekretariat kerja sama atau yang disebut dengan nama lain dapat dibentuk dalam melaksanakan kerja sama wajib. dilakukan secara terus menerus. KELEMBAGAAN KERJA SAMA  Kepala daerah membentuk Tim Koordinasi Kerja Sama dan/atau dapat membentuk sekretariat kerja sama atau yang disebut dengan nama lain dalam penyelenggaraan KSAD. dibebankan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah masing-masing daerah yang bekerjasama. memiliki kompleksitas tinggi. bukan perangkat daerah dan bertugas memfasilitasi perangkat daerah dalam melaksanakan KSAD.  Pendanaan tim koordinasi kerja sama dan/atau sekretariat kerja sama atau yang disebut dengan nama lain. b. dengan ketentuan bahwa kerja sama wajib tersebut : a.  Tim koordinasi kerja sama dan/atau sekretariat kerja sama atau yang disebut dengan nama lain. dan c. jangka waktu kerja sama paling singkat 5 (lima) tahun. .

KSAD tidak dapat berakhir meskipun terjadi pergantian kepemimpinan di daerah yang bekerjasama. tujuan KSAD telah tercapai. BERAKHIRNYA KERJA SAMA  KSAD berakhir karena: a. objek KSAD hilang atau musnah. dan/atau e. terjadi perubahan kebijakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undanganyang mengakibatkan KSAD tidak dapat dilaksanakan. c. terdapat kesepakatan para pihak untuk mengakhiri kerja sama. b. d.  Kecuali berdasarkan ketentuan. berakhirnya jangka waktu KSAD. .

tidak hanya daerah teringgal saja dan daerah maju saja. Beberapa Isu Yang Perlu Diperhatikan Dalam Kerjasama Antar daerah Fokus tujuan dan ruang lingkup dari kerjasama antar daerah • Efisiensi • Efektivitas Bentuk kerjasama antardaerah Aturan main (kelembagaan) • Penyelesaian dispute antardaerah • Daerah yang terlibat sebaiknya tidak dibatasi oleh karakteristik tapi lebih didasarkan atas kepentingan bersama Cakupan daerah bisa juga mencakup antara daerah maju dan daerah tertinggal. .

4. Pergantian kepemimpinan yang berimplikasi pada pergantian kebijakan. Ketidaksiapan SDM pelaksana kerjasama. Terjadi kesenjangan antara kebutuhan. 2. HAMBATAN DALAM KERJA SAMA 1. Ketidaksiapan Pemerintah Daerah dalam menyiapkan perencanaan program yang matang. dan perangkat pengaturan yang mampu memberikan jaminan dan perlindungan hukum . konsisten serta penyediaan dana (perbedaan pelaksanaan tahun anggaran). tuntutan publik. 3.

provjambi@gmail.provjambi Email : kerjasama. • Biro Pembangunan dan Kerjasama Ig : kerjasama.com Phone/Fax : 55 .