You are on page 1of 22

ANGINA PEKTORIS

Definisi Etiologi Manifestasi klinis

• Nyeri dada • Coronary artery • Nyeri dada,


sementara disease: seperti tertindih
akibat penyempitan benda berat
penurunan aliran arteri koroner • Menjalar ke
darah ke otot • Faktor resiko: rahang, leher,
jantung Hipertensi, perut atas, bahu
• Bisa berupa diabetes atau punggung
angina stabil mellitus, • Lemas
maupun tidak obesitas, riwayat • Berkeringat
stabil keluarga, • Mual
merokok, stress,
faktor usia
ANGINA PEKTORIS
Pemeriksaan Penunjang
• EKG: merekam aktivitas listrik jantung, apakah ada
aritmia atau iskemia jantung
• Stress test tanpa imaging: tes monitor jantung untuk
mengevaluasi kerja jantung selama aktivitas
• Tes darah: mendeteksi troponin , LDL, TG

Pemeriksaan Radiologis
• X-ray thorax: membantu menyingkirkan penyebab
nyeri dada lain seperti pneumonia.
• CT thorax: penyakit aorta atau adanya clot di
pembuluh darah paru.
CT-ANGIOGRAFI
Untuk mendeteksi plak, tidak memerlukan kateter arteri,
menggunakan bahan kontras yang diinjeksi melalui vena lengan

Laki-laki, 66 tahun dengan angina stabil. Stenosis media arteri koroner left
anterior descending (LAD) dan campuran plak nonkalsifikasi + terkalsifikasi
MR-ANGIOGRAFI
Mesin MRI menggunakan medan magnet kuat, gelombang radio
dan komputer untuk menghasilkan gambar yang lebih detail

Laki-laki, 40 tahun dengan angina stabil. penebalan dinding pembuluh darah


yang iregular dan peningkatan intensitas sinyal pada area yang stenosis
KATETER ANGIOGRAFI
Tes invasif menggunakan kateter untuk menginjeksi kontras
secara langsung ke arteri koroner.

Stenosis arteri koroner sinistra anterior desenden bagian proksimal serta


arteri sirkumfleksi media
ECHOCARDIOGRAM
Menggunakan transducer untuk memproduksi gelombang suara
berfrekuensi tinggi. Evaluasi gerakan dinding jantung

a) Echocardiogram setelah infus dobutamin-atropin menunjukkan tidak ada


abnormalitas ventrikel
b) Echocardiogram setelah infus propanolol menunjukkan penyempitan
septo-latero-infero-apical
STRESS TEST DENGAN IMAGING
Imaging bisa menggunakan nuclear medicine tracer,
echokardiografi maupun MRI
a) Gerakan dinding ventrikel kiri
pada fase end-sistol pada apical
two chamber view.
b) Penebalan dinding inferior yang
mengalami penurunan gerakan
setelah pemberian 0.15 mg
ergonovine (iskemia miokard
akibat spasme arteri koroner
dekstra)
c) Injeksi ergonovine intravena
menyebabkan oklusi total distal
arteri koronaria dekstra.
d) Arteri koronaria dekstra normal
setelah pemberian injeksi
nitrogliserin
KELAINAN KONGENITAL
(AHA CLASSIFICATION)

ASD Aortic stenosis Tetralogy of Fallot

Cyanotic Defect
Obstructive Defect
Septal Defect

VSD Pulmonary stenosis Transposition of


Coartation of the great vessels
aorta Tricuspid atresia
Pulmonary atresia
Truncus arteriosus
TAPVC
HLHS
TRANSPOSITION OF GREAT ARTERIES

 5%-7% dari keseluruhan kelainan


jantung kongenital
 Sering ditemukan pada bayi
dengan ibu penderita diabetes
mellitus
 Aorta terhubung dengan ventrikel
kanan dan arteri pulmonar
terhubung dengan ventrikel kiri.
 Communicans (foramen ovale
paten, ASD, VSD atau kombinasi
ketiganya) harus ada antara
sirkulasi sistemik dan pulmonar
TRANSPOSITION OF GREAT ARTERIES

 Arteri pulmonar terletak di sebelah kanan daripada semestinya sehingga mengaburkan


aorta.
 Atrofi timus dan paru-paru hiperinflasi  gambaran penyempitan mediastinum.
 Siluet kardiovaskular bervariasi dari normal hingga membesar dan bentuk globular (egg on
a string appearance)
 Batas atrium kanan konvex dan atrium kiri membesar akibat peningkatan aliran darah paru.
TOTAL ANOMALOUS PULMONARY VENOUS RETURN
(TAPVR)

 TAPVR terjadi bila vena pulmoner


gagal mengalirkan darah menuju
atrium kiri dan membentuk
hubungan abnormal dengan struktur
kardiovaskular lain.
 Terdapat 4 tipe TAPVR. Tipe I
adalah tipe yang paling sering
terjadi (55% kasus), dimana
kelainnan vena pulmoner berada
pada level suprakardiak.
 Seluruh aliran pulmonar dan
sistemik masuk di jantung kanan
sehingga terjadi right to left shunt
melalui septum atrial
TOTAL ANOMALOUS PULMONARY VENOUS RETURN
(TAPVR)

Snowman appearance: Vena vertikal yang terdilatasi di


bagian kiri, innominate vein di bagian atas dan vena
cava superior di sebelah kanan membentuk kepala
dari snowman. Badannya terbentuk dari atrium kanan
yang membesar.
PARTIAL ANOMALOUS PULMONARY VENOUS
RETURN

 Vena pulmoner mengalir ke


beberapa atau seluruh lobus
paru kanan.
 Hal ini akan memberikan
gambaran scimitar sign atau
scimitar vein curve dimana
terdapat lengukangan di atas
tepi jantung kanan, bagian
tengah paru menuju sudut
kostofrenikus dan bermuara di
vena cava inferior
PARTIAL ANOMALOUS PULMONARY VENOUS
RETURN

 Scimitar sign yaitu adanya opasitas berbentuk lengkungan


dari hilum kanan menuju ke arah bawah, khas pada partial
anomalous pulmonary venous return
TETRALOGY OF FALLOT
 Komponen kelainan ini
adalah ventrikular septal
defect, infundibular
pulmonary stenosis,
overriding aorta dan right
ventricular hypertrophy
 Kelainan ini berperan
sebanyak 10%-11% dari
keseluruhan kasus kelainan
jantung kongenital
TETRALOGY OF FALLOT

 Boot shaped appearance yang terbentuk dari uplifting cardiac apex


akibat right ventricular hypertrophy dan cekungan arteri pulmoner.
 Right ventricular infundibulum membentuk single bulge pada batas
jantung kiri atas, sedangkan tepi jantung kiri tengah berbentuk
konkav.
AORTA COARCTATION
 5% hingga 10% dari keseluruhan kelainan kongenital
kardiak.
 Aorta coarctation disebabkan deformitas aorta media dan
intima yang menyebabkan lumen aorta mengalami posterior
infolding. Deformitas sering terjadi di antara arkus aorta dan
aorta torakal descenden  mengobstruksi aliran darah dari
ventrikel kiri.
 Manifestasi klinis: gagal jantung kongestif hingga hipertensi
dengan perbedaan tekanan pada ekstremitas atas dan
bawah.
 Tanda radiologis klasik: figure-of-three sign dan reverse figure-
of-three sign
AORTA COARCTATION

Segmen aorta yang mengalami kelainan akan berbentuk


seperti angka 3, akibat adanya dilatasi dari arteri subklavia
kiri dan proksimal aorta yang mengalami kelainan, indentasi
kelainan dan adanya dilatasi dari distal aorta yang
mengalami kelainan
AORTA COARCTATION

Foto left anterior oblique dengan barium esofagografi


menunjukkan reverse figure-of-three sign, yaitu indentasi dari
kontur esofagus karena tertekan coarctated aorta
DEXTROKARDIA
 Dextrokardia adalah kelainan kongenital malrotasi
dimana jantung berada di daerah kanan
(dextroversion) dengan apex ada di kanan.
 Kelainan ini dibagi menjadi 2 tipe yaitu
 Dextrokardia dengan embryonic arrest: jantung berada di
kanan (isolated dextrocardia)
 Dextrokardia dengan situs inversus (semua organ dalam
mengalami malrotasi). Biasanya pasien akan mengalami
masalah pencernaan, pernafasan dan jantung yang bila
tidak dikoreksi dapat mengancam jiwa.
DEXTROKARDIA

Dextrocardia dengan situs inversus