You are on page 1of 25

Sumber Bacaan :

 Mycek, M.J., Harvey, R.A., dan

INSULIN, DAN Champe, P.C., 2001, Farmakologi


Ulasan Bergambar, ed. 2, Terjemahan
Azwar Agoes, Widya Medika, Jakarta,
ANTIDIABETI 259 – 266
 Katzung, B.G., 2001, Farmakologi

K ORAL Dasar dan Klinik, Buku 2, diterjemahkan


oleh Dripa Sjabana, dkk., Salemba
Medika, Jakarta, 671 – 709
 Ganiswara, S., (ed.), 1995, Farmakologi
dan Terapi, ed. 4, Bagian Farmakologi,
Fakultas Kedokteran, Universitas
Indonesia, Jakarta, 467 – 481
 Goodman & Gilman’s the
Pharmacological Basis of Therapeutics,
Section XIII, Chapter 60
PANKREAS
(KELENJAR PANKREAS)

Sel-sel
Kelenjar eksokrin Enzim pencernaan
P. Langerhans

Peran dlm pengaturan


aktivitas metabolik tubuh
Hormon peptida :
Insulin (dari sel  = sel B)
Glukagon (dari sel 1 = sel A)
Somatostatin (dari sel 2 = sel D) Memelihara homeostasis
glukosa darah
Table 41-1. Pancreatic islet cells and their secretory products.

Approximate
Cell Types Percent of Islet Secretory Products
Mass

A cell (alpha) 20 Glucagon, proglucagon

Insulin, C-peptide, proinsulin,


B cell (beta) 75
amylin

D cell (delta) 3-5 Somatostatin

F cell (PP cell)1 <2 Pancreatic polypeptide (PP)

1Within pancreatic polypeptide-rich lobules of adult islets, located only in


the posterior portion of the head of the human pancreas, glucagon
cells are scarce (< 0.5%) and F cells make up as much as 80% of the
cells.

Basic & Clinical Pharmacology - 10th Ed. (2007)


Copyright © 2007 by The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved.
Hormon-2 produk P.Langerhans
• insulin, the storage and anabolic hormone of the body;
• islet amyloid polypeptide (IAPP, or amylin), modulates
appetite, gastric emptying, and glucagon and insulin
secretion;
• glucagon, the hyperglycemic factor that mobilizes
glycogen stores;
• somatostatin, a universal inhibitor of secretory cells;
• pancreatic peptide, a small protein that facilitates
digestive processes by a mechanism not yet clarified.
DIABETES MELLITUS

Defisiensi
insulin
Sindroma Peningkatan
heterogen kadar glukosa
darah
Peningkatan
glukagon

DM tipe I, II, III


& IV
DM Tipe 1
• Kerusakan selektif sel B
• Defisiensi parah atau absolut insuling
• Pemberian insulin lebih utama
• Penyebab dibedakan atas sebab imun
dan sebab idiopatik
• Kebanyakan pasien di bawah 30 tahun
• Terjadi pada semua kelompok etnis,
terbanyak di Eropa bagian utara
• Libatkan faktor genetik multifaktor
DM Tipe 2
• Resistensi jaringan terhadap kerja insulin
• Kombinasi dengan defisiensi relatif sekresi
insulin
• Pemberian insulin tidak cukup untuk
mengatasi
• Kegagalan kerja insulin mempengaruhi
metabolisme lemak, naikkan kadar TG
dan turunkan kadar HDL
DM Tipe 3
• Berbagai sebab spesifik yang lain yang
menyebabkan kadar glukosa darah
meningkat :
- penyakit nonpancreatic
- terapi obat
DM Tipe 4
• Disebut juga Gestational diabetes (GDM)
• Tidak normalnya kadar glukosa darah di
masa-masa awal kehamilan
• Plasenta dan hormon-2 plasenta
menimbulkan resistensi insulin yang nyata
pada trimester terakhir
INSULIN
Rantai A,
21 asam amino
Polipeptida,
51 asam amino, 2 jembatan
BM 6000 disulfida

Rantai B,
30 asam amino

 Struktur dlm berbagai spesies berbeda dlm susunan asam


amino, tdk sebabkan perbedaan bioaktivitas, tapi perbedaan
imunologik
 Disintesis dari proinsulin oleh sel  dari P. Langerhans
Proinsulin manusia dan perubahannya menjadi insulin
Urutan asam amino dari proinsulin manusia, melalui pemecahan proteolitik, empat
asam amino dasar (residue 31, 32, 64, 65) dan peptida penghubung dihilangkan,
sehingga berubah menjadi insulin. Tampak sisi aksi dari endopeptidase PC2 and
PC3 (Gbr 60-1, GG-PBT, ed 9)
Sediaan
Preparat kerja sedang
- Suspensi insulin semilente :

insulin
endapan amorf insulin dgn ion
seng dlm buffer asetat, tidk
cocok untk iv;
 Kebanyakan insulin dari
hewan (sapi atau babi) telah - Suspensi insulin isofane; neutral
digantikan dengan insulin protamin Hagedorn=NPH, insulin
yang diproduksi melalui DNA seng kristalin yang dikombinasi
rekombinan pada pH netral dengan protamin;
hanya diberikan sc.
A. Preparat kerja cepat
B. Preparat kerja sedang - Insulin lente; campuran 30%
C.Preparat kerja lama semilente+70% ultralente; hanya
sc
- Kombinasi insulin; 70%
Preparat kerja cepat
isofane+30%regular
- larutan insulin seng kristalin
(insulin regular) Preparat kerja lama

- diberikan iv - suspensi kristal insulin seng dalam


buffer asetat dgn komposisi
- turunkan kadar gula dalam partikel besar yg lambat dipisahkan
beberapa menit
Table 60-3. Properties of Currently Available Insulin Preparations
Action, Hoursa
TYPE APPEARANCE ADDED ZINC BUFFER* ONSET PEAK DURATION
PROTEIN CONTENT,
mg/100
units
Rapid
Regular soluble Clear None 0.01-0.04 None 0.5-0.7 1.5-4 5-8
(crystalline)
Lispro Clear None 0.02 Phosphate 0.25 0.5-1.5 2-5
Aspart Clear None 0.0196 Phosphate 0.25 0.6-0.8 3-5
Glulisine Clear None None None — 0.5-1.5 1-2.5
Intermediate
NPH (isophane) Cloudy Protamine 0.016-0.04 Phosphate 1-2 6-12 18-24
Lente Cloudy None 0.2-0.25 Acetate 1-2 6-12 18-24
Slow
Ultralente Cloudy None 0.2-0.25 Acetate 4-6 16-18 20-36
Protamine zinc Cloudy Protamine 0.2-0.25 Phosphate 4-6 14-20 24-36
Glargine Clear None 0.03 None 2-5 5-24 18-24
*Most insulin preparations are supplied at pH 7.2-7.4. Glargine is supplied at a pH of 4.0.
aThese are approximate figures. There is considerable variation from patient to patient and from time to time in a
given patient.

Goodman & Gilman's The Pharmacologic Basis of Therapeutics - 11th Ed. (2006)
Pemberian dan kebutuhan insulin

Sebagai protein, insulin didegradasi pada saluran cerna bila


diberikan per oral
Umumnya diberikan secara injeksi sc atau iv
Insulin dari manusia lebih cepat diabsorbsi dari tempat injeksi
daripada sediaan hormon dari hewan
Masa kerja insulin manusia lebih singkat, dosis harus disesuaikan
Penderita DM butuh insulin 5 – 150 unit / hari, tergantung keadaan
Penetapan dosis berdsrkan pada :
- kadar glukosa darah puasa
- kadar glukosa darah 2 jam sebelum makan
- kadar glukosa urin 4 porsi : jam 7-11, 11-16, 16-21, 21-7
Pemberian dan kebutuhan insulin

 Doss terbagi insulin untuk :


1. diabetes yg sukar dikontrol/tdk stabil
2. hiperglikemia berat sblm makan pagi tdk dapat dikoreksi
dgn insulin dosis tunggal/ hari
3. penderita yg butuh lebih dari 100 U/hari
 Insulin murni untuk terapi :
- produk DNA rekombinan dari E.coli
- produk semisintetik via enzimatik dari insulin hewan (babi
atau sapi)
 Penatalaksanaan penderita:
- dosis awal untuk anak (juvenile) 0,7 – 1,5 U/kg BB
- penderita yg masih baru blm perlu diberi insulin, tunggu remisi
normal
- pengobatan awal dipilih yg kerja sedang 2 kali sehari
- org dewasa kurus : 8 – 10 U, 20 – 30 mnt sblm makan pagi, 4 –
5 sblm makan malam
- org dewasa gemuk : 20 U pagi, 10 U seblm makan malam
- dosis ditingkatkan secara bertahap sesuai hasil pemeriksaan
gula darah dan urin
Efek Samping Terapi Insulin
 REAKSI ALERGI
- penggunaan sediaan yang kurang murni
- sistemik ataupun lokal
- lokal 10x lebih sering dari sistemik
- Lokal : eritema di tempat suntikan, inflamasi
- Reaksi umum sistemik : gangguan pencernaan, pernapasan,
hipotensi (jarang)

 LIPODISTROFI
- Lipoatrofi : lekukan di bawah kulit tempat suntikan
lebih sering pada wanita muda
- Lipohipertrofi : pengumpulan jaringan lemak subkutan pada tempat
suntikan

 GANGGUAN PENGLIHATAN
- Pada diabet yg tak terkontrol : hilangnya daya akomodasi mata, dapat
pulih bila ditangani secara tepat dan cepat
- Gangguan keseimbangan lensa dan cairan vitreosa, selama beberapa
minggu
Interaksi obat
 Hormon pertumbuhan, kortikotropin, glukokortikoid,
tiroid, estrogen, progestin, glukagon : antagonis efek
hipoglikemik insulin
 Adrenalin hambat sekresi insulin, pemberian
dipertimbangkan selama terapi insulin
 Guanetidin turunkan kadar gula darah, dosis insulin
perlu disesuaikan
 Kloramfenikol, tetrasiklin, salisilat, fenilbutason :
tingkatkan kadar insulin plasma, dosis insulin perlu
disesuaikan
 Penghambat MAO, steroid anabolik, fenfluramin :
potensiasi efek insulin
OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL
 Derivat sulfonil urea  Derivat biguanid

Merangsang sekresi insulin di Tidak bergantung pada fungsi


pankreas pankreas

Hanya membantu kurangi


kebutuhan insulin

Dalam ketoasidosis : insulin


tetap harus diberikan
Sulfonilurea
FARMAKODINAMIK
Perangsangan sekresi FARMAKODINAMIK
insulin di pankreas Absorbsi usus baik, dpt
Sangat efektif pada diberikan p.o.
penderita yang Distribusi ke seluran
pankreasnya masih cairan ekstraseluler
mampu produksi insulin 70 – 90 % terikat
Tidak brmanfaat pada albumin plasma
penderita yang rusak sel- Mula kerja masing-
sel  P.Langerhans masing berbeda
Dosis tinggi hambat
penghancuran insulin
oleh hati
Sulfonilurea
 Tolbutamid  Klorpropamid
- Cp max setelah 3 – 5 jam - absorbsi usus cepat
- diubah menjadi karboksitolbutamid di - 70 – 80% dimetabolisme di hati
hati - metabolit cepat diekskresi via ginjal
- ekskresi via ginjal - t1/2 36 jam
 Asetoheksamid  Glipizid
- t1/2 plasma ½ - 2 jam - lebih kuat 100x dari tolbutamid
- metabolit 1-hidroksiheksamid lebih - dosis tunggal pagi hari tingkatkan
kuat efek kadar insulin selama 3 x makan, insulin
- t1/2 metabolit 4 – 5 jam puasi tidak meningkat
- 10% metabolit diekskresi via empedu - absorbsi lengkap p.o.
ke feses - metabolisme cepat
 Tolazamid - metabolit tidak aktif
- absorbsi usus lebih lambat daripada - 10% obat utuh diekskresi via ginjal
yang lain  Gliburid (glibenklamid)
- efek tidak langsung nyata - 200 x dari tolbutamid
- t1/2 7 jam - 25% metabolit diekskresi via urin, 75 %
- metabolit : p-karboksitolazamid, via empedu dan feses
4-OH-CH3-tolazamid, dgn efek - efektif pada dosis tunggal
hipoglikemik cukup kuat - dibersihkan dari ginjal setelah 36 jam
Sulfonilurea

EFEK NONTERAPI PERINGATAN


 Frekuensi tdk lebih 5% o Tdk boleh diberikan dosis
tunggal pada DM juvenil,
 Reaksi alergi jarang DM berat, wanita hamil
 Gejala : kelainan saluran o Hati-2 pada penderita
cerna, kulit, hematologik, gangguan hati dan ginjal,
SSP, mata alkoholis, penderita dengan
 Dapat terjadi hipotiroidisme terapi diretik tiazid

 Hipoglikemia bila dosis


tidak tepat
Interaksi obat - Sulfonilurea
Meningkatkan resiko hipoglikemia
 Isulin
 Alkohol
 Fenformin
 Sulfonamid
 Dosis tinggi salisilat
 Fenilbutazon
 Probenesid
 Dikumarol
 Kloramfenikol
 Penghambat MAO
 Guanetidin
 Anabolik steroid
 Fenfluramin
 klofibrat
FARMAKOLOGI UMUM
Kerja tidak melalui perangsangan
sekresi insulin
BIGUANID Pemberian pada nondiabet tidak
turunkan kadar glukosa darah
Efek potensiasi dengan insulin
Tidak pengaruhi sel-2
Obat yang dikenal : P.Langerhans
 Fenformin Turunkan BB penderita diabet
 Buformin gemuk, mekanisme belum jelas
 Metformin Absorbsi usus sangat baik
Dapat digunakan bersama insulin
atau sulfonilurea
Atas kegagalan terapi sulfonilurea
Biguanid
INTOKSIKASI KONTRAINDIKASI
Preparat yg paling banyak Penderita gangguan hati berat
digunakan : fenformin Penderita gangguan ginjal
Beberapa penderita alami Penderita jantung kongestif
mual-2, diare, rasa logam di Wanita hamil
mulut
Gejala turun dengan kurangi
dosis
Pada penderita gangguan
fungsi ginjal dan sistem CV,
terjadi peningkatan kadar
asam laktat darah, ganggu
keseimbangan elektrolit
Sesungguhnya di balik penciptaan langit dan bumi terdapat tanda
kekuasaan Allah bagi kaum Ulil Albaab, yaitu orang-orang yang
senantiasa mengingat Allah di kala berdiri, duduk, maupun berbaring,
dan memikirkan penciptaan langit dan bumi, lalu berkata : Tuhan kami,
engkau tidak menciptakan ini dalam keadaan sia-sia.