You are on page 1of 26

KULTUR JARINGAN

TUMBUHAN
KELOMPOK 15
ATIKAH EKA RACHMASARI
BAGUS PRIYAMBUDI
ROSITA ANDRIA DEWI
Pengertian
• Kultur jaringan berarti membudidayakan suatu
jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang
mempunyai sifat seperti induknya.

• Kultur jaringan akan lebih besar presentase


keberhasilannya bila menggunakan jaringan
meristem.

• Jaringan meristem adalah jaringan muda, yaitu


jaringan yang terdiri dari sel-sel yang selalu
membelah, dinding tipis, plasmanya penuh dan
vakuolanya kecil-kecil.
Teknik Kultur jaringan Tumbuhan

Jaringan dapat dikultur pada media agar (media


padat) dan media cair. Jika ditanam dalam media
padat, jaringan akan memebentuk kalus yaitu massa
atau sel-sel yang tidak mengalami diferensisai.
Kultur pada media agar merupakan teknik untuk
kultur meristem dan organogenesis.

Sel yang berasal dari berbagai jenis tanaman dapat


dibiakkan atau dikulturkan secara aseptik dalam
media kultur. Kultur biasanya dimulai dengan
menanamkan satu iris jaringan steril pada media
yang dipadatkan dengan agar. Dalam 2-3 minggu akan
berbentuk kalus. Kalus semacam ini dapat di
subkultur dengan memindahkan potongan kecil pada
medium agar yang baru.
Teknik kultur jaringan akan berhasil dengan baik apabila
syarat-syarat yang diperlukan terpenuhi antara lain:

Pemilihan eksplan sebagai bahan dasar untuk


pembentukkan kalus, syarat-syarat tumbuhan eksplan:
Eksplan yang diambil
Jaringan tersebut Eksplan yang diambil
berasal dari bagian
sedang aktif dari bagian yang masih
yang dijaga
pertumbuhanya muda
kelestarianya.

Penggunaan medium yang cocok, keadaan yang aseptik


dan pengaturan udara yang baik terutama untuk kultur
cair.

Pilih bagian tanaman yang masih muda dan mudah tumbuh


yaitu bagian meristem, seperti: daun muda, ujung
akar, ujung batang, keping biji dan sebagainya.
Kondisi untuk persiapan media
 Untuk dapat bekerja menggunakan teknik kultur jaringan
tumbuhan diperlukan suatu ruang khusus yang dijaga
kebersihannya .
 Ruangan prearasi harus dibersihkan secara teratur untuk
menekan keberadaan mikroba kontaminan demikian juga
dengan peralatan.
 Keberhasilan teknik kultur jaringan tumbuhan terutama
disebabkan kebutuhan nutrisi sel dan jaringan tanaman yang
dikultur, sehingga diperoleh berbagai macam media untuk
pertumbuhan dan perkembangan berbagai jenis tanaman
yang dikultur.
Sumber
Vitamin
karbon
Nitrogen
Besi organik

Elemen- Pengatur
elemen pertumbuhan
Mikro tanaman (ZPT)

Nutrisi
Komposisi
anorganik utama Agar
(elemen makro) Media
Penambahan pada
media dasar
Ada 4 macam media yang secara umum digunakan
sebagai media pembuatan kultur jaringan, yaitu
 MS (Murashige dan Skoog)
 SH (Schenk dan Hidelbrand)
 GB5 (Gamborg B5)
 NN (Nitch dan Nitsch)
Keempat media tersebut mengandung senyawa kimia
yang hampir sama. Penamaan media pada umumnya
sesuai dengan nama pembuatnya.
Pembuatan dan Sterilisasi
Media
 Untuk dapat memudahkan pembuatan media, media
dibagi-bagi dalam kelompok larutan stok, yaitu
stok elemen makro, stok elemen mikro, besi
suplemen organik, auksin dan sitokinin, dibuat
secara terpisah.
 Umumnya larutan stok dibuat dalam jumlah besar
yang ekivalen dengan kandungan za-zat yang
menyusunnya dalam 1L medium. Larutan stok
disimpan dalam almari pendingan dan
dikeluarkan pada saat pembuatan media saja.
Pembuatan media dari larutan stok adalah
sebagai berikut:
 Siapkan labu takar dan beri sedikit air.
 Masukkan masing-masing larutan stok ke
dalam labu takar, sesuai dengan
perbandingan volumenya, kemudian tambahkan
air sampai 800 ml.
 Tambahkan sukrosa ke dalam larutan,
kemudian aduk hingga homogen.
 Tambahkan air sampai 1L.
Macam-macam tempat
kultur
 Petridish, baik dari plastik maupun kaca .
ukurannya dapat beragam dari diameter 3 cm
sampai 9 cm.
 Botol kultur merupakan tempat kultur yang umum
digunakan tidak memiliki leher atau berleher
pendek titik botol kultur dapat terbuat dari
plastik atau kaca.
 Kultur flash atau labu erlemeyer berukuran 100
sampai 2000 ml.
Tanaman yang ditumbuhkan
dengan kondisi terkontrol
di dalam green house atau
Sumber ruang tanam
tanaman

Tanaman dari lapang yang


tumbuh di daerah terbuka

Tanaman yang berasal dari daerah terbuka akana memberikan


peluang infeksi yang lebih besar dibandingkan dengan bahan yang
berasal dari green house.
Jika menggunakan bahan yang berasal dari daerah
terbuka, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,
antara lain:
 Tunas yang digunakan sebaiknya masih tertutup
sisik yang tidak mengalami dormansi yang lama
meskipn belum tumbuh.
 Cabang-cabang yang telah disimpan kemudian
ditumbuhkan di dalam air.
 Cabang-cabang yang ditumbuhkan dilapangan dengan
dibungkus plastik dapat untuk isolasi bahan
tanam.
 Tunas paling muda yang berasal dari tanaman di
daerah terbuka seharusnya digunakan sebagaia
bahan tanam.
Sterilisasi bahan tanaman

Terdapat 4 macam sumber infeksi , yaitu:


 Dari dalam dan luar tubuh tanaman sendiri
 Medium yang tidak cukup steril
 Udara
 Pekerja penelitian yang kurang teliti dalam
bekerja.
Tahapan dalam sterilisasi:
Bahan tanam direndam dalam alkohol 70%
selama bebarapa detik untuk menghilangkan
gelembung udara.

Setelah itu sterilisasi dengan larutan


NaClO 1 % (kaporit) yang mengandung
beberapa tetes tween 20 atau 80 selama
10-30 menit.

Pembilasan sengan air yang bersih


dilakukan untuk menghilangkan larutan
hipolorit (kaporit). Pembilasan dilakuakn
3 kali dengan penggolongna selama 2
menit, 3 menit, dan 15 menit.

Setelah itu bahan tanam dipotong-potong


dalam lamiran air flow dengan menggunakan
alat-alat yang steril. Alat-alat direndam
denan alkohol 96% dan dibakar sebelum
digunakan untuk memotong.
Isolasi
Setelah sterilisasi dan pencucian, eksplan
diletakkan pada kertas saring steril atau
papan kaca steril menggunakan penjepit
steril. Jika bidang pemotongan kontak
dengan pemutih, bagian itu harus
dihilangkan menggunakan skapel steril.
Biji steril jika tidak diperlukan isolasi,
embrio dapat di tanam langsung tsnpa
perlakuan lebih lanjut
Inokulasi
Inokulasi adalah pemindahan eksplan dari tempat
atau sumber asalnya ke medium baru yang telah
dibuat dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi
dan aseptis.
Selama inokulasi, tabung reaksi atau botol yang
berisi medium padat sebaiknya dipegang secar
horizontal. Posisi ini sangat mengurangi infeksi,
terutama jika bekerja di luar ruangan laminar air
flow. Metode inokulasi pada media pada sangat
tergantung pada bahan coba. Biji biasanaya lebih
banyak diletakkan di atas permukaan medium daripada
dibenamkan dalam medium yang akan menyebabkan
defisiensi oksigen.
Sub kultur
Beberapa alasan dilakukannya sub kultur:
1. Fenomena defisiensi karena nutrien dalam medium.
2. Nutrien dalam medium mengering sehingga konsentrasi
garam dan gula terlalu tinggi.
3. Pertumbuhan telah mengisi paruh ruang tabung reaksi
atau botol.
4. Bahan diperlukan untuk propagasi lebih lanjut.
5. Warna coklat atau hitam pada agar disebabkan oleh
bahan toksik yang seringkali dikeluarkan jaringan
tanaman pada beberapa minggu pertama, yang didefusikan
berbeda dan ke dalam medium agar atau medium cair.
6. Diperlukan untuk memberikan bahan isolasi yang tingkat
petumbuhannya berbeda dan pola perkembangan berbeda
pada nutrien dalam medium yang sudah diketahui.
7. Medium menjadi cair sehubung an dengan menurunnya pH
oleh tanaman.
Tahapan dalam sub kultur

Botol disterilkan bagian luarnya dengan alkohol 96 % dengan segumpal kertas.

Setelah itu alumunium foil dan gumpalan kapas dihilangkan dari botol setelah masuk ke
dalam laminair air flow.

Eksplan atau gumpalan kalus diambil dan diletakkakan di dalam cawan petri atau
diantara dua kertas saring steril.

Setelah dipotong bahan diinokulasu diatas medium nutrien yang aru. Pada saat
memotong perlu diseleksi bahan sehomogen mungkin, Jaringan yang mati di buang
Tahapan Kutur Jaringan
tumbuhan
Pemilihan dan penyiapan tanaman
induk sumber eksplan

Multiplikasi atau perbanyakan

Tahapan

Pengakaran

Aklimatisasi
Tahapan Kultur
Jaringan Tumbuhan
1. Pemilihan dan penyiapan tanaman induk sumber
eksplan.
Tanaman tersebut harus jelas jenis, spesies,
dan varietasnya serta harus sehat dan bebas
dari hama dan penyakit.
1. Multiplikasi atau perbanyakan.
Multiplikasi tunas dapat diperoleh dengan
beberapa cara :
• Ujung tunas yang sudah ada akan memanjang
menghasilkan ruas dan buku .
• Tunas lateral yang ada pada eksplan akan
menghasilkan tunas baru.
• Perkembangan tunas adventif.
• Somatik embryogenesis.
3. Pengakaran
Tujuannya untuk membentuk akar dan pucuk tanaman
yang cukup kuat untuk dapat bertahan hidup
sampai saat dipindahkan dari lingkungan in-vitro
ke lingkungan luar.
4. Aklimatisasi
Aklimatisasi adalah proses pengkondisian planlet
atau tunas mikro di lingkungan baru yang aseptik
di luar botol, dengan media tanah, atau pakis
sehingga planlet dapat bertahan dan terus
menjadi bibit yang siap ditanam di lapangan.
Tahapan Kultur Jaringan
Tumbuhan
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan in vitro

 Genotipe
 Umur tanaman
Jaringan embrionik pada umumnya mempunyai kemampuan regenerasi
yang tinggi. Pada saat tanaman menjadi dewasa, maka kemampuan
regenerasinya menjadi menurun.
 Umur jaringan dan organ
Jaringan muda, lunak (bukan berkayu) pada umumnya lebih cocok
untuk bahan tanaman dibandingkan jaringan berkayu yang lebih
tua.
 Status fisiologis
Mempunyai efek yang kuat terhadap pembelaha sel dan regenerasi.
Bagian tanaman vegetatif lebih siap beregenrasi dibandingkan
dengan bagian tanaman generatifnya.
 Status kesehatan
Bila pada saat isolasitanaman berada pada kondisi sehat, maka
tingkat keberhasilan kultur in vintro tinggi pula.
 Kondisi pertumbuhan
 Ukuran eksplan
Manfaat Kultur Jaringan
 Melestarikan sifat tanaman induk.
 Menghasilkan tanaman yang memiliki sifat sama.
 Menghasilkan tanaman baru dalam jumlah banyak
dalam waktu yang singkat.
 Dapat menghasilkan tanaman yang bebas virus.
 Dapat dijadikan sarana untuk melestarikan
plasma nutfah.
 Untuk menciptakan varietas baru melalui
rekayasa genetika. Sel yang telah direkayasa
melalui kultur jaringan sehingga menjadi
tanaman baru secara lengkap.
 Pelaksanaannya tidak tergantung pada musim.
Dampak positif dan negatif kultur
jaringan
Dampak positif kultur jaringan :
 Mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam
waktu yang singkat, dan mempunyai sifat seperti
induknya .
 Pelaksanaannya tidak membutuhkan tempat yang luas,
kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan
tumbuh bibit lebih cepat.
Dampak negatif Kultur Jaringan :
 Bibit yang dihasilkan mempunyai
perakaran yang tidak kuat.
 Mempersempit lapangan kerja pembibitan
secara konvensional.
 Dapat berakibat hilangnya plasma nutfak
dari tanaman tertentu .