You are on page 1of 43

LAPORAN KASUS

DISUSUN OLEH:
dr. Maria Yasintha Lihawa

RSUD DATOE BINANGKANG,
BOLAANG MONGONDOW
2017

PENDAHULUAN

PPOK salah satu penyebab tersering morbiditas
dan mortalitas didunia

Penyebab ketiga & lebih dari 10 juta di
Amerika

Diperkirakan PPOK akan mengalami peningkatan
penyebab keenam menjadi penyebab ketiga
kematian di Seluruh Dunia

PENDAHULUAN

WHO 2015, pada tahun 2012 lebih dari 3 juta
orang meninggal karena PPOK

Indonesia, belum ada data akurat. Depkes RI
1992 menunjukkan angka kematian asma,
bronkitis kronik dan emfisema menduduki
peringkat ke 6 dari 10 penyebab tersering
kematian

PENDAHULUAN

Berdasarkan Riskesdas 2013 prevalensi
PPOK tertinggi terdapat di Nusa Tenggara Timur
(10,0%), diikuti Sulawesi Tengah (8,0%), Sulawesi
Barat, dan Sulawesi Selatan masing-masing 6,7
persen.

SULAWESI UTARA 4,0%

Identitas Pasien Nama : Tn.K Umur : 63 tahun Jenis Kelamin : Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Nelayan . M.

Riwayat sesak sejak ± 5 tahun yang lalu. sesak dirasakan hilang timbul. sesak dirasakan terus menerus. sesak dirasakan berkurang dengan obat namun satu hari yang lalu sesak tidak berkurang . sesak tidak dipengaruhi oleh cuaca ataupun makanan.Anamnesis Keluhan Utama : Sesak Sesak napas yang semakin meningkat sejak satu hari yang lalu.

Anamnesis Keluhan tambahan : • Batuk sejak satu minggu yang lalu. muntah dan intake makan menurun • BAK dan BAB tidak ada keluhan . warna hijau. tidak terdapat darah • Nyeri ulu hati timbul satu hari SMRS disertai mual. batuk berdahak.

riwayat masuk rumah sakit sebelumnya • Riwayat TB Paru. hipertensi. • Pasien merokok sejak tahun 1974 dan berhenti sekitar tahun 2000. DM. Asma disangkal Riwayat sosial dan ekonomi • Pasien seorang nelayan. pasien merokok kurang lebih 1 bungkus/hari .Anamnesis Riwayat penyakit • PPOK selama 5 tahun.

Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum : Sedang Kesadaran : CM Tekanan Darah : 170/100 mmHg Nadi : 78 x/m Pernafasan : 32 x/m Suhu : 36.6 C .

Pemeriksaan Fisik Kepala • Mata Inspeksi : konjungtiva anemis (-). Pulmo : Rhonki +/+. sclera icteric (-) • Leher Inspeksi : tidak terdapat peningkatan tekanan Vena Jugularis. wheezing +/+ Jantung : S1-S2 reguler • Abdomen : cembung. • Thorax Inspeksi : Pergerakan thoraks simetris kanan dan kiri. BU (+) Normal • Ekstremitas : akral hangat (+). nyeri tekan epigastrium (+). lemas. edem (-) .

5-33.5-35.0 Eritrosit 4.5 Vol% 37-48 Trombosit 244.3 gr/dl 12.82 juta/mm3 4.0 MCH 27.3 gr/dl 31.0 .2 fe 80.000 MCV 88.700 /mm3 4.000 Hematokrit 42.000 /mm3 150.000- 400.000-10.6 Pg 26.5 MCHC 31.0-16.0 Leukosit 4.0-97.0-6. Hasil Laboratorium Darah rutin Hasil Satuan Nilai Normal Hemoglobin 13.

0 Mg/dl 0.2 .5-1. Hasil Laboratorium Hasil Satuan Nilai Normal SGOT 35 U/L 1-29 SGPT 40 U/L 1-35 Ureum 36 Mg/dl 10-50 Creatinin 1.

DIAGNOSA PPOK eksarsebasi akut Hipertensi Dispepsia .

V • Omeprazole inj 1 x 1 I.V • Ketorolac inj 2 x 1 I.V • Dexamethasone inj 2 x 1 I.V • Valsartan 1 x 80 mg • Salbutamol 3x 1 • Antasida sirup 3 x C1 • Ambroxol 3 x 1 . Penatalaksanaan • O2 nasal kanul 2-3 lpm • Nebulisasi ventolin (kalau sesak) • IVFD RL : D5% 32 tpm • Ceftriaxone 2 x 1gr I.V • Metoclopramide inj 3 x 1 I.

Follow up Ruangan 31/08/2017 (H1) S: Sesak (+).V Thorax : Valsartan 1x80 mg Rhonki +/+. nyeri ulu hati (+) P: O2 2-3 lpm Keadaan Umum : Sedang Nebulisasi ventolin (kalau sesak) Kesadaran : Compos Mentis IVFD RL:D5% 32 Tpm Tekanan darah : 150/100 mmHg Ceftriaxone 2x1gr I. Wheezing +/+ Salbutamol 3x1 Abdomen : NTE (+) Antasida sirup 3xC1 Ambroxol 3x1 A: PPOK eksaserbasi akut Hipertensi Sindrom dispepsia .V Respirasi : 30 x/menit Dexamethasone 2x1 I.V Suhu : 36.V Nadi : 78 x/menit Metoclopramide 3x1 I.V Ketorolac 2x1 I.2 C Omeprazole 1x1 I.

kembung P: (+) Terapi lanjut Keadaan Umum : Sedang Kesadaran : Compos Mentis Tekanan darah : 140/90 mmHg Nadi : 80 x/menit Respirasi : 28 x/menit Suhu : 36. nyeri ulu hati (+).6 C Thorax : Rhonki +/+. Wheezing +/+ Abdomen : NTE (+) A: PPOK eksaserbasi akut Hipertensi grade I Sindrom dispepsia .Follow up Ruangan 02/09/2017 (H3) S: Sesak (+).

4 C Amlodipin 5 mg 1-0-0 Berotec 3x2puff Thorax : Rhonki +/+.V Kesadaran : Compos Mentis Theobron 3x1 Tekanan darah : 150/90 mmHg Methylprednisolon 3x4mg Nadi : 82 x/menit Omeprazole 2x1 Respirasi : 28 x/menit Valsartan 80 mg 0-0-1 Suhu : 36. nyeri ulu hati (+) P: IVFD RL 16 Tpm Keadaan Umum : Sedang Ceftriaxone 2x1gr I. Wheezing +/+ Abdomen : NTE (+) A: PPOK eksaserbasi akut Hipertensi grade I Sindrom dispepsia .Follow up Ruangan 04/09/2017 (H5) S: Sesak (+).

0 C Thorax : Rhonki +/+.Follow up Ruangan 05/09/2017 (H6) S: Sesak (+). Wheezing +/+ Abdomen : NTE (+) A: PPOK eksaserbasi akut Hipertensi grade I Sindrom dispepsia . kembung (+) P: Terapi lanjut Keadaan Umum : Sedang Kesadaran : Compos Mentis Tekanan darah : 150/90 mmHg Nadi : 90 x/menit Respirasi : 26 x/menit Suhu : 36.

Wheezing +/+ A: PPOK eksaserbasi akut .0 C Thorax : Rhonki +/+.Follow up Ruangan 06/09/2017 (H7) S: Sesak berkurang P: Terapi lanjut Keadaan Umum : Sedang Kesadaran : Compos Mentis Tekanan darah : 130/70 mmHg Nadi : 96 x/menit Respirasi : 22 x/menit Suhu : 36.

Follow up Ruangan 07/09/2017 (H8) S: Sesak lebih berkurang P: Aff infus Keadaan Umum : Sedang Ciprofloxacin 2x500mg Kesadaran : Compos Mentis Theobron 3x1 Tekanan darah : 100/70 mmHg Methylprednisolon 3x4mg Nadi : 96 x/menit Omeprazole 2x1 Respirasi : 20 x/menit Valsartan 40mg 0-0-1 Suhu : 36.3 C Amlodipin 5mg 1-0-0 Ambroxol 3x1 Thorax : Rawat jalan Rhonki +/+. Wheezing +/+ A: PPOK eksaserbasi akut .

DEFINISI Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK): Keadaan penyakit yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara dimana tidak sepenuhnya reversibel Emphysema Bronkitis kronis .

.

Klasifikasi .

.

yaitu perkalian jumlah rata-rata batang rokok dihisap sehari dikalikan lama merokok dalam tahun : Ringan : 0-200 Sedang : 200-600 Berat : >600 • Paparan ditempat kerja • Terpapar rokok • Infeksi saluran napas • Polusi udara .Faktor Resiko • Perokok (aktif) Derajat berat merokok dengan Indeks Brinkman (IB).

Diagnosa Anamnesis Infeksi saluran napas berulang Batuk berulang dengan atau tanpa dahak Sesak dengan atau tanpa bunyi mengi Riwayat merokok Riwayat terpajan zat iritan ditempat kerja Faktor predisposisi pada masa bayi/anak .

.Diagnosa Pemeriksaan fisik  Pada PPOK stadium awal pemeriksaan fisik yang ditemukan biasanya normal.

lips breathing Barrel chest Penggunaan otot bantu napas Hipertropi otot bantu napas Pelebaran sela iga Bila telah terjadi gagal jantung kanan terlihat denyut vena jugularis leher dan edema tungkai Penampilan pink puffer atau blue bloater .Pemeriksaan fisik Inspeksi Pursed .

Diagnosa Pemeriksaan fisik .

Pemeriksaan fisik Palpasi Pada emfisema fremitus melemah. sela iga melebar Perkusi Pada emfisema hipersonor dan batas jantung mengecil. letak diafragma rendah. hepar terdorong ke bawah .

Pemeriksaan fisik Auskultasi Suara napas vesikuler normal. atau melemah Terdapat ronki dan atau mengi pada waktu bernapas biasa atau pada ekspirasi paksa Ekspirasi memanjang Bunyi jantung terdengar jauh .

Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan khusus Uji latih kardiopulmoner Uji provokasi bronkus Pemeriksaan rutin Uji coba kortikosteroid Faal paru Analisa gas darah terutama untuk Darah rutin Radiologi menilai gagal napas Radiologi Elektrokardiografi Ekokardiografi Bakteriologi Kadar alfa-1 antitripsin .

.

Eksaserbasi pada PPOK Episode peningkatan dispnea dan batuk dan perubahan jumlah dan karakter sputum GOLD III atau IV 1-3 episode/tahun .

Terapi Non farmakologis Farmakologis Vaksin Berhenti merokok Bronkodilator Nutrisi Anti inflamasi Rehabilitasi paru Antibiotik Lung Volume Reduction Surgery Oksigen Transplantasi paru Agen lainnya .

kombinasi antikolinergik dan agonis beta-2. PCV13 dan PPS23 direkomendasikan pada semua pasien diatas usia 65 tahun Bronkodilator : Golongan antikolinergik. Golongan xantin Anti inflamasi : Metilprednisolon atau prednison . Golongan agonis beta-2.Farmakologis Vaksin : Vaksin pneumococcal.

.

Lama pemberian antibiotik Pemberian antibiotik pada eksaserbasi akut berdasarkan hasil penelitian akan terlihat manfaat apabila pemberian antibiotik selama atau lebih dari 5 hari Namun berdasarkan beberapa penelitian juga maka durasi pemberian antibiotik didasarkan pada perbaikan klinis biasanya diberikan 3 sampai 7 hari berdasarkan respon terapi .

tingkat kematian meningkat sampai 14%. . Skor 2: pasien yang mempunyai risiko kematian yang rendah tetapi membutuhkan perawatan rumah sakit Skor 3 atau lebih: pasien dengan risiko tinggi kematian rawat inap. Prognosis Skor 0-1: pasien yang mempunyai risiko kematian yang rendah dan lebih baik diobati di rumah.

KASUS KEPUSTAKAAN SESAK SESAK BATUK BATUK Riwayat PPOK ± 5 Tahun Riwayat PPOK sebelumnya Riwayat Merokok Riwayat Merokok .Pembahasan Pasien pada kasus ini didiagnosa dengan PPOK eksaserbasi akut .

Pembahasan Pemeriksaan fisik KASUS TD 170/100 mmHg Sesuai KEPUSTAKAAN RR 32x/m Thorax : Hipertensi pulmonal terlihat tulang costa Penggunaan otot bantu napas Ekspirasi memanjang Ekspirasi memanjang Rhonki Rhonki dan wheezing Wheezing .

Pembahasan Terapi Antibiotik KEPUSTAKAAN KASUS Lama pemberian antibiotik Ceftriaxone 2x1 gram (7 hari) Yang dianjurkan 3-7 hari Ciprofloxacin 2x500 mg (5 hari) Didasarkan pada respon terapi .

TERIMA KASIH .