You are on page 1of 20

CASE REPORT

ASMA EKSASERBASI AKUT

OLEH:

DR. FITTA PUTRI ANDRYAN
PENDAMPING:

DR. NINIK SAPTALASTARI

IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. MA
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 23 tahun
Alamat : Citali Sumedang
Pekerjaan : IRT
Agama : Islam
Tanggal MRS : 17 Oktober 2017
Tanggal Pemeriksan : 17 Oktober 2017
Nomor rekam medis : 234236

Keluhan disertai dengan Batuk dan pilek yang dirasakan sejak ± 1 hari yang lalu. sesak nafas dirasakan saat istirahat yang semakin lama semakin memberat. dan duduk dengan posisi badan condong kedepan. pada saat sesak pasien hanya dapat berbicara perkata. ANAMNESIS Keluhan utama : sesak napas Riwayat Penyakit Sekarang : • Sesak nafas ± 6 jam SMRS. .

Riwayat Pengobatan Sebelumnya: Riw. ANAMNESIS Riwayat Penyakit Sebelumnya : • Pasien memiliki Riw. Asma (+) dengan kekambuhan > 2 x seminggu sehinggga harus membatasi dalam beraktivitas. Pengobatan (+) pasien telah di lakukan nebu di puskesmas sebanyak 2x kemudian diberikan infus D5+ aminofilin .

sesak Tensi : 100/60 mmHg Nadi : 130 x/menit.equal. isi cukup Pernafasan : 32 x/menit Suhu : 36.5 0C Gizi : Baik . regular. PEMERIKSAAN FISIK Keadaam Umum: Kesan sakit : sakit berat. gelisah Kesadaran : Compos mentis.

lembut. Bising usus (+) normal Abdomen •Ret. Murmur (-) Gallop (-). ICS +/+ • Datar. Ronkhi -/-. Wheezing +/+ •Ret. Ret. sklera ikterik (-) PCH (-) Leher • KGB (-). Suprastenal (-) • Bentuk dan gerak simetris. •Jantung: batas jantung kiri LMCS ICS V Toraks • Bunyi jantung S1-S2 murni reguler. Epigastrium (+) Ekstremitas • Akral Hangat CRT < 2” . •Paru-paru: VBS kiri = kanan.PEMERIKSAAN FISIK Kepala • Mata: Konjungtiva anemis (-). JVP tidak meningkat. Hepar /Lien schuffner ttb.

Diagnosis Banding • Asma Eksaserbasi Akut Serangan Berat dengan faktor pencetus ISPA • Asma Eksaserbasi Akut Serangan Sedang dengan faktor pencetus ISPA .

500/ mm3 Trombosit 265.1 g/dl Leukosit 11. PEMERIKSAAN PENUNJANG  Laboratorium Hematologi Rutin Hemoglobin 16.000/mm3 Hematokrit 47.6 % .

Diagnosis Kerja • Asma Eksaserbasi Akut Serangan Berat dengan faktor pencetus ISPA .

Penatalaksanaan Awal IGD Nebu Combivent 1 X  bila wh +  ulang nebu setiap 15 menit Mp 2 x 1 (IV) Ambroxol 3 x 1 tab Cefotaxime 2 x1 gr Infus D5% + Aminophilin 1 amp (sudah dilakukan di puskesmas) diganti dengan D5% + Aminophilin 2 amp drip .

9 % 10 gtt/m Mp 3 x 125 mg iv Nebu combivent 4x/hari Cetirizine 10 mg 1 x 1 N-acetylcystein 3 x 1 tab Cefixime 2 x 200 mg (po) . Penatalaksanaan Ruang Rawat Infus Nacl 0.

PROGNOSIS Quo ad vitam : dubia ad bonam Quo ad functionam : dubia ad bonam .

TERIMA KASIH .

TINJAUAN PUSTAKA .

dan batuk yang bervariasi diantara waktu dan intensitas. atau infeksi viral pernapasan (GINA. papatan alergen atau iritan. biasanya ditandai dengan inflamasi jalan nafas kronik. . ASMA EKSASERBASI AKUT Asma adalah penyakit heterogen. dada terasa berat. perubahan cuaca. dispneu. Variasi yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor misalnya olahraga. berasa dengan hambatan jalan nafas ekspirasi yang bervariasi. 2016). Asma ditandai dengan riwayat gejala saluran pernapasan seperti wheezing.

ASMA EKSASERBASI AKUT “Eksaserbasi adalah perburukan akut atau subakut dalam hal gejala dan fungsi paru dari keadaan pasien biasanya. “ .

DERAJAT KEPARAHAN SERANGAN ASMA Karakteristik Ringan Sedang Berat Aktivitas Dapat berjalan Jalan terbatas Sukar berjalan Bicara Dapat berbaring Lebih suka duduk Duduk membungkuk ke depan Kesadaran Beberapa kalimat Kalimat terbatas Kata demi kata Frekuensi nafas Mungkin terganggu Biasanya terganggu Biasanya terganggu Retraksi otot bantu Meningkat Meningkat napas Sering > 30 kali/menit Umumnya tidak ada Kadang kala ada Mengi Ada Lemah sampai sedang Keras Frekuensi nadi Keras <100 100-200 Pulsus paradoksus >120 Tidak ada (<10mmHg) Mungkin ada (10-25 APE sesudah mmHg) Sering ada (>25 >80% bronkodilator mmHg) 60-80% (%prediksi) <45 mmHg <60% <45 mmHg PaCO2 >95% <45 mmHg 91-95% SaO2 <90% .

TATALAKSANA ASMA EKSASERBASI AKUT DI FASILITAS KESEHATAN PERTAMA (GINA. 2016) .

TATALAKSANA ASMA EKSASERBASI AKUT DI FASILITAS MEDIS AKUT (IGD) (GINA. 2016) .

dispnea. DIAGNOSIS ASMA Diagnosis asma didasarkan Pemeriksaan pada pasien Anamnesis Fisik Pemeriksaan pada karakteristik gejala asma Abnormalitas yang pernapasan seperti paling sering adalah wheezing. serta (ronkhi) (GINA. 2016). dada wheezing ekspiratorik terasa berat dan batuk. hambatan udara ekspirasi yang bervariasi .