You are on page 1of 9

GLAUKOMA

PENDAHULUAN
Merupakan penyakit mata yang ditandai oleh peningkatan tekanan
intraokuler yang disertai pencekungan diskus optikus dan penurunan
lapangan pandang.

Glaukoma  penyebab kebutaan no.2 (setelah katarak)


300.000 kasus/tahun, 5400 kebutaan
Tinggi di Asia
Orang kulit hitam 15x orang kulit putih
40 tahun  2% , namun bisa juga terjadi pada usia 20 tahun
Pria > Wanita
FAKTOR RISIKO
• Tekanan intraokuler tinggi (>21 mmHg)
• Umur (2% pada usia 40 tahun, 10% pada usia 80 tahun)
• Riwayat keluarga  6x risiko, terutama pada hubungan kakak adik
• Obat-obatan  steroid tetes mata secara rutin
• Riwayat trauma pada mata
• Riwayat penyakit lain  DM, hipertensi
KLASIFIKASI
1. Primer (faktor keturunan)
• Sudut terbuka : sudut COA terbuka dan peningkatan TIO (kronis)
• Sudut tertutup : obstruksi mekanik trabekula, sudut COA tertutup
(akut)

2. Sekunder (disebabkan oleh penyakit tertentu)


Contoh: trauma, radang mata (uveitis), steroid
PATOFISIOLOGI
• Produksi aqueous humor tidak sama dengan pengeluaran
• Bisa akibat gangguan di:
Corpus siliaris, trabekular meshwork, kanal schlemm, vena episklera
• Akibat  TIO >21 mmHg
• Terjadi penekanan ke diskus optikus
• Papil nervus optikus tertekan dan mengalami kerusakan
• Pembuluh darah tertekan sehingga terjadi degenerasi berkas serabut
saraf nervus optikus
• Ketika terjadi kematian n. optikus  Hilang pengelihatan permanen
GEJALA KLINIS
• Fase prodromal (non kongestif)
Pengelihatan kabut, tampak halo, sakit pada kepala dan mata,
akomodasi lemah, kornea suram (edem), bilik mata depan dangkal,
pupil melebar, TIO meningkat

• Fase kongestif
Sakit kepala berat (muntah), palpebra bengkak, kornea keruh, bilik
mata depan dangkal, pupil melebar berwarna kehijauan serta refleks
cahaya menurun
DIAGNOSIS
1. Anamnesis
Riwayat penyakit mata sebelumnya, riwayat keluarga, riwayat pengobatan,
pada glaukoma kronis gejala sering tidak nampak

2. Pemeriksaan
• Visus biasanya normal kecuali pada glaukoma tahap lanjut
• Toniometri  mengukur TIO
• Gonioskopi  Menilai sudut COA
• Perimetri  menilai lapang pandang (awal: perifer, lanjut: tunnel vision)
• Oftalmoskopi  meihat adanya cupping dan degenerasi saraf optik
Cupping >0,3 = waspada glaukoma
TATALAKSANA
1. Glaukoma sudut tertutup
• Parasimpatomimetik : Pilokarpin 2-4% 1 tpm untuk 5 menit
diteruskan tiap jam
• CAI : asetazolamid 250 mg, 2 tab. 1 tab tiap 4 jam
• Hiperosmotik: gliserin 50% 1-1,5 g/kgBB peroral
TIO turun dalam 24 jam  operasi dalam 2-4 hari
TATALAKSANA
2. Glaukoma sudut terbuka
• Pilokarpin 2-4% 1 tetes, 3-6 kali perhari
• Agonis alpha : epinefrin 0,5-2% 1 tetes, 1-2 kali perhari
• Beta bloker : timolol maleat 0,25-0,5% 1 tetes, 1-2 kali perhari
• Asetazolamid 250mg, 1 tab 4 kali perhari
Jika efektif, konsumsi seumur hidup
Jika tidak efektif, tingkatkan dosis/frekuensi