You are on page 1of 24

MOTOR BAKAR

M. Fahmi
1504108010027
DEFINISI MOTOR BAKAR

Motor bakar adalah salah satu jenis dari mesin kalor,


yaitu mesin yang mengubah energi termal untuk
melakukan kerja mekanik atau mengubahtenaga kimia
bahan bakar menjadi tenaga mekanis. Energi diperoleh
dari proses pembakaran, proses pembakaran juga
pengubahan enegi tersebut dilaksanakan di dalam mesin
dan ada yang dilakukan di luar mesin kalor (Kiyaku dan
Murdhana, 1998).
MOTOR BAKAR DITINJAU DARI
PEROLAHAN ENERGI KALOR

Motor Pembakaran Dalam/Inter nal Motor Pembakaran Luar/Exter nal


Combustion Engine Combustion Engine
INTERNAL COMBUSTION
ENGINE

Di dalam motor bakar terdapat tenaga panas bahan bakar yang diubah menjadi
tenaga mekanik, sehingga dalam hal ini merupakan proses pembakaran
dalam mesin, di mana zat arang dan zat cair bergabung dengan zat asam dalam
udara, jika pembakaran berlangsung maka diperlukan :
-Bahan bakar dan udara dimasukkan ke dalam motor
-Bahan bakar dipanaskan hingga suhu nyala
Pembakaran ini menimbulkan panas yang mengahasilkan tekanan yang kemudian
menghasilkan tenaga mekanik. Contoh aplikasi dari pembakaran dalam ini
digunakan pada power rendah, misalnya motor bensin dan motor diesel.

Hal-hal yang dimiliki pada mesin pembakaran dalam yaitu :


a. pemakaian bahan bakar irit .
b. berat tiap satuan tenaga mekanis lebih kecil.
c. konstruksi lebih sederhana, karena tidak memerlukan ketel uap,condenser dan
sebagainya.
KOMPONEN MOTOR BAKAR DALAM (MOTOR
BAKAR TORAK)

Torak/ Piston
Batang Torak
Pena torak
Ring torak
Poros engkol
Blok silinder
Kepala silinder
TORAK/ PISTON

Komponen yang meneruskan


tenaga dari hasil pembakaran
menjadi tenaga mekanik. Pada
umumnya torak/piston dibuat
dari paduan aluminium, selain
lebih ringan,radiasi panasnya juga
lebih efisien dibanding dengan
materi lainnya
BATANG TORAK

Komponen penghubung
torak dan poros engkol.
PENA TORAK

Pena torak (piston pin) menghubungkan torak


dengan bagian ujung yang kecil (small end)
pada batang torak. Pena torak berlubang
didalamnya untuk mengurangi berat yang
berlebihan dan kedua ujung ditahan oleh
bushing pena torak (piston pin boss)
RING TORAK/PISTON

Pegas torak (piston ring) di pasang dalam alur ring (ring


groove) pada torak. Pegas torak memiliki 3 peranan
penting :

Pegas kompersi (compression ring) berfungsi untuk


mencegah kebocoran campuran udara dan bensin, dan
gas pembakaran dari ruang bakar ke bak engkol selama
langkah kompersi usaha

Pegas pengontrol oli (oil control ring) diperlukan


untuk membentuk lapisan oli (oil film) antara torak
dan dinding silinder.Selain itu juga untuk mengikis
kelebihan oli untuk masuknya oli kedalam ruang bakar.

Celah ujung pegas diperlukan untuk memindahkan


panas dari torak ke dinding silinder untuk membantu
mendinginkan torak
POROS ENGKOL

Komponen yang berfungsi untuk merubah gerak naik turun piston menjadi
gerak putar.

Batang torak

Poros engkol
BLOK SILINDER

Blok silinder merupakan inti dari pada


mesin, yang terbuat dari besi tuang.
Blok silinder merupakan tempat
bergeraknya piston/torak dalam
pembakaran bahan bakar, dan tenaga
panas yang dihasilkan oleh
pembakaran bahan bakar diubah
kedalam tenaga mekanik dengan
adanya gerak naik-turun torak dalam
silinder.
KEPALA SILINDER

Kepala silinder(cylinder head) di tempatkan dibagian atas blok


silinder. Pada bagian bawah kepala silinder terdapat ruang bakar
dan katup-katup.
EKSTERNAL COMBUSTION
ENGINE

Merupakan pembakaran yang terjadi di luar sistem (silinder) dan biasa


digunakan pada power tinggi, yaitu misalnya pada ketel uap, turbin uap,
mesin uap, dll.
Pada mesin uap dan turbin uap, bahan bakar dibakar di ruang
pembakaran tersendiri dengan ketel untuk menghasilkan uap. Jadi
mesinnya tidak digerakkan oleh gas yang terbakar tetapi oleh uap air.
Untuk membuat uap air maka bahan bakar yang dipergunakan dapat
berupa batubara atau kayu dan pembakarannya dilakukan secara terus-
menerus. Lagi pula uap tidak dipanasi langsung oleh nyala api, tetapi
dengan perantaraan dinding ruang pembakaran, maka dari itu tidak
mungkin memanasi uap sampai suhu yang tinggi dan efisiensi
thermisnya agak rendah.
Secara singkat, mesin uap dan turbin uap mempunyai karakter yang
hanya dapat dipergunakan sebagai penggerak mula ukuran besar,
misalnya lokomotip, kapal, dan power plant dan tidak baik
dipergunakan sebagai penggerak generator serbaguna, sepeda motor,
kendaraan (mobil),dll. Jadi pembakaran luar mesin
(externalcombustion engine), pembakaran terjadi di luar system yaitu
mengubah energi potensial uap menjadi energi kinetic dan selanjutnya
energi kinetic diubah menjadi energi mekanis dalam bentuk putaran
(pada instalasi uap, tenaga thermis dalam bahan bakar, pertama-tama
dipergunakan untuk membuat uap dalam kawah uap, untuk itu mesin
uap disebut juga pesawat kalor dengan pembakaran luar).

Hal-hal yang dimiliki pada mesin pembakaran luar yaitu :


a. dapat memakai semua bentuk bahan bakar.
b. dapat memakai bahan bakar yang bermutu rendah.
c. cocok untuk melayani beban-beban besar dalam satu poros.
d. lebih cocok dipakai untuk daya tinggi
MOTOR BAKAR DITINJAU DARI
PRINSIP KERJANYA

Motor 2 tak (2 Langkah)

Motor 2 tak (2 langkah) dibedakan menjadi 2 yaitu untuk motor bensin


dan diesel. Prinsip kerjanya hampir sama, yakni melalui 2 langkah
yaitu langkah kompresi dan langkah usaha. Dalam melakukan usahanya
memerlukan satu kali putaran poros engkol untuk 2 kali langkah torak.
Langkah pertama, yaitu merupakan langkah kompresi , dengan torak
bergerak ke atas, campuran minyak bahan bakar dan udara dikompresikan
dan dibakar dengan bunga api listrik bila torak mencapai titik mati atas
(TMA). Kevakuman di dalam lemari engkol akan timbul dan campuran
minyak bakar maka udara masuk. Langkah kedua yaitu merupakan langkah
usaha, torak didorong ke bawah oleh tekanan pembakaran, campuran
minyak bakar, udara di dalam lemari engkol dikompresikan bila torak
menutup lubang pemasukan.
CARA KERJA MOTOR 2 LANGKAH

Langkah naik (upward stroke)


1. Piston bergerak dari TMB ke TMA gas bakar baru masuk dari
ruang karter ke silinder melalui lubang transfer/saluran bilas,
maka terjadilah pengisian bahan bakar baru dan pembilasan
bahan bakar bekas di dalam silinder dan akhirnya saluran bilas
dan buang tertutup oleh torak/piston terjadilah pemampatan
bahan bakar di ruang bakar dalam silinder.
2. Sebelum torak mencapai TMA ± 8 ° -10 ° letisan bunga api
membakar bahan bakar. Yang menimbulkan tekanan gas
mencapai tingkat optimal sehingga mendorong torak bergerak
dari TMA ke TMB.
3. Campuran bahan bakar dari karburator masuk ke ruang karter.
Langkah Turun (downward stroke)

1. Dari hasil pembakaran bahan bakar yang mempunyai suhu dan


tekanan tinggi tadi akan mendorong torak/piston ke bawah dari
TMA ke TMB.(dari tenaga panas menjadi tenaga mekanis)
2. Tenaga ini kemudian disalurkan ke batang torak (conecting road)
oleh proses engkol (crankshaft) diubah menjadi tenaga
putar.(power stroke).
3. Secara berurutan saluran buang gas bekas akan terbuka dan
berikutnya saluran transfer / saluran bilas akan terbuka pula oleh
dinding silinder.Maka terjadilah pembuangan gas bekas dan
pembilasan melalui saluran buang. Dan begitulah seterusnya.
Motor 4 tak (4 Langkah)

Torak bergerak naik turun di dalam silinder dalam gerakan


reciprocating. Titik tertinggi yang dicapai oleh torak tersebut
disebut titik mati atas (TMA) dan titik terendah disebut titik
mati bawah (TMB). Gerakan dari TMA ke TMB disebut
langkah torak (stroke). Pada motor 4 langkah mempunyai 4
langkah dalam satu gerakan yaitu langkah penghisapan,
langkah kompresi , langkah kerja dan langkah pembuangan.
CARA KERJA MOTOR 4 LANGKAH

Torak bergerak naik turun di dalam silinder dalam gerakan reciprocating. Titik
tertinggi yang dicapai oleh torak tersebut disebut titik mati atas (TMA) dan
titik terendah disebut titik mati bawah (TMB). Gerakan dari TMA ke TMB
disebut langkah torak (stroke). Pada motor 4 langkah mempunyai 4 langkah
dalam satu gerakan yaitu langkah penghisapan, langkah kompresi , langkah
kerja dan langkah pembuangan.
a. Langkah hisap
Pada gerak hisap, campuran udara bensin dihisap ke dalam silinder. Bila jarum
dilepas dari sebuah alat suntik dan plunyernya ditarik sedikit sambil menutup
bagian ujung yang terbuka dengan jari (alat suntik akan rusak bila plunyer
ditarik dengan tiba-tiba), dengan membebaskan jari akan menyebabkan udara
masuk ke alat suntik ini dan akan terdengar suara letupan. Hal ini terjadi sebab
tekanan di dalam lebih rendah dari tekanan udara luar. Hal yang sama juga
terjadi di mesin, torak dalam gerakan turun dari TMA ke TMB menyebabkan
kehampaan di dalam silinder, dengan demikian campuran udara bensin dihisap
ke dalam. Selama langkah torak ini, katup hisap akan membuka dan katup
buang menutup.
B. Langkah kompresi
dalam gerakan ini campuran udara bensin yang di dalam silinder
dimampatkan oleh torak yang bergerak ke atas dari TMB ke TMA. Kedua
katup hisap dan katup buang akan menutup selama gerakan tekanan dan
suhu campuran udara bensin menjadi naik. Bila tekanan campuran udara
bensin ini ditambah lagi, tekanan serta ledakan yang lebih besar lagi dari
tenaga yang kuat ini akan mendorong torak ke bawah. Sekarang torak
sudah melakukan dua gerakan atau satu putaran, dan poros engkol
berputar satu putaran.

C. Langkah kerja
dalam gerakan ini, campuran udara bensin yang dihisap telah dibakar dan
menyebabkan terbakar dan menghasilkan tenaga yang mendorong torak
ke bawah meneruskan tenaga penggerak yang nyata. Selama gerak ini
katup hisap dan katup buang masih tertutup. Torak telah melakukan tiga
langkah dan poros engkol berputar satu setengah putaran.
d. Langkah buang
Dalam gerak ini, torak terdorong ke bawah, ke TMB dan naik kembali
ke TMA untuk mendorong gas-gas yang telah terbakar dari silinder.
Selama gerak ini kerja katup buang saja yang terbuka. Bila torak
mencapai TMA sesudah melakukan pekerjaan seperti di atas, torak
akan kembali pada keadaan untuk memulai gerak hisap. Sekarang
motor telah melakukan 4 gerakan penuh, hisap-kompresi-kerja-buang.
Poros engkol berputar 2 putaran, dan telah menghasilkan satu tenaga.
Di dalam mesin sebenarnya, membuka dan menutupnya katup tidak
terjadi tepat pada TMA dan TMB, tetapi akan berlaku lebih cepat atau
lambat, ini dimaksudkan untuk lebih efektif lagi untuk aliran gas.
PERBEDAAN

M o t o r 2 Ta k M o t o r 4 Ta k
MOTOR BAKAR DITINJAU DARI
BAHAN BAKAR YANG DIGUNAKAN

Motor bakar bensin


Yaitu motor bakar yang
menggunakan bahan bakar bensin,
parafin atau gas (bahan yang mudah
terbakar dan mudah menguap).
Campuran udara dan bahan bakar
masuk ke dalam silinder dan
dikompresikan oleh torak kepada
tekanan sekitar 8-15 kg/cm2. Bahan
bakar dinyalakan oleh sebuah loncatan
bunga api listrik oleh busi dan terbakar
cepat sekali di dalam udara kompresi
tersebut. Kecepatan pembakaran
melalui campuran bahan bakar udara
biasanya 10 sampai 25 m/s. Suhu udara
naik hingga 2000°-2500° C dan
tekanannya mencapai 30-40 kg/m2.
Motor bakar solar (diesel)
Yaitu motor bakar yang menggunakan
bahan bakar yang lebih berat yakni minyak diesel
(solar) Proses pembakaran motor diesel berbeda
prosesnya dengan proses pembakaran motor
bensin, pada motor diesel diawali dengan udara
bersih masuk melalui lngkah isap, kemudian
bahan bakar dimasukan pada silinder setelah
udara dulu dimampatkan oleh piston. Setelah itu
bahan bakar solar yang sudah berbentuk kabut
diinjeksikan oleh injektor pada ruang silinder.
Karena kabut bahan bakar mudah terbakar, maka
pada ruang bakar terjadi pembakaran (dan
dikompresikan oleh torak, tekanan naik hingga
30-50 kg/cm2, suhu udara naik hingga 700°-
900o C, suhu udara kompresi terletak di atas
suhu udara penyala bahan bakar. Bahan bakar
disemprotkan ke dalam udara kompresi yang
panas kemudian terbakar, tekanan naik sehingga
mencapai 70-90 kg/cm2. Dan perlu diperhatikan
bahwa dalam motor bakar diesel tidak
menggunakan busi sebagai penyala bunga api.