You are on page 1of 12

KEJANG DEMAM

PENDAHULUAN
Merupakan bangkitan kejang yang terjadi karena peningkatan suhu
tubuh dengan cepat hingga 38 derajat celcius, dan kenaikan suhu
tersebut diakibatkan oleh proses ekstrakranial.

Insidensi:
Kejadian tertinggi pada usia 17-23 bulan
Negara barat  3-5%
Asia  4.47% - 9.9%
Laki > Perempuan
KLASIFIKASI
1. Kejang demam simpleks 2. Kejang Demam Kompleks
- Kejang umum tonik, klonik, atau - Kejang fokal/parsial, atau kejang
tonik-klonik, anak dapat terlihat fokal menjadi umum
mengantuk setelah kejang. - Berlangsung >15 menit
- Berlangsung singkat <15 menit - Berulang dalam 24 jam
- Tidak berulang dalam 24 jam - Ada kelainan neurologis
- Tanpa kelainan neurologis sebelum/sesudah kejang
sebelum dan sesudah kejang
ETIOLOGI
Proses utama diakibatkan oleh demam yang disebabkan dari proses
ekstrakranial, yaitu:
- Infeksi saluran napas akut
- Otitis media akut
- Roseola
- Infeksi saluran kemih
- Infeksi saluran cerna

Proses penurunan penyakit secara genetik juga dipercaya terjadi akibat


kelainan pada kromosom seperti 19p dan 8q13-21
PATOGENESIS
DIAGNOSIS
1. Anamnesis
• Adanya kejang, jenis kejang , kesadaran, lama kejang
• Suhu sebelum/saat kejang, frekuensi dalam 24 jam, interval, keadaan anak
pasca kejang
• Penyebab demam di luar infeksi susunan saraf pusat (gejala infeksi saluran
napas akut/ISPA, infeksi saluran kemih/ISK. Otitis media akut/OMA, dll)
• Riwayat perkembangan, riwayat kejang demam dan epilepsi dalam
keluarga
• Singkirkan penyebab kejang yang lain (misalnya diare/muntah yang
mengakibatkan gangguan elektrolit, sesak yang mengakibatkan
hipoksemia, asupan kurang yang dapat menyebabkan hipoglikemia)
DIAGNOSIS
2. Pemeriksaan Fisik
• Kesadaran : apakah terdapat penurunan kesadaran
• Suhu tubuh: apakah terdapat demam
• Tanda rangsang meningeal: kaku kuduk, Bruzinski I dan II, Kernique,
Lasuque dan pemeriksaan nervus cranial
• Tanda peningkatan tekanan intrakranial: ubun ubun besar (UUB)
membonjol, papil edema
• Tanda infeksi di luar susunan saraf pusat seperti infeksi saluran pernapasan,
faringitis, otitis media, infeksi saluran kemih dan lain sebagainya yang
merupakan penyebab demam
• Pemeriksaan neurologi: tonus, motorik, reflex fisiologis, reflex patologis
DIAGNOSIS
3. Pemeriksaan Penunjang
• EEG
gelombang lambat di daerah belakang yang bilateral, sering asimetris
kadang-kadang unilateral. Perlambatan ditemukan pada 88% pasien
bila EEG dikerjakan pada hari kejang dan ditemukan pada 33% pasien
bila EEG dilakukan 3 sampai 7 hari setelah serangan kejang
• Pemeriksaan Cairan serebrospinal
untuk menyingkirkan kemungkinan meningitis, terutama pada pasien
kejang demam yang pertama.
DIAGNOSIS
Diagnosis kejang demam sederhana menurut konsensus ikatan dokter
anak Indonesia yaitu jika memenuhi kriteria sebagai berikut:
• Terjadi pada anak usia 6 bulan - 5 tahun
• Kejang berlangsung singkat, tidak melebihi 15 menit
• Kejang umumnya berhenti sendiri
• Kejang berbentuk umum tonik dan atau klonik tanpa gerakan fokal
• Kejang tidak berulang dalam 24 jam
TATALAKSANA
Terdiri dari:
• Pengobatan fase akut
• Mencari dan mengobati penyebab
• Pengobatan profilaksis terhadap berulangnya kejang demam
TATALAKSANA
1. Atur jalan napas
2. Antipiretik (Parasetamol 10-15 mg/kgBB/kali, 4 kali sehari)
3. Diazepam
Intravena: 0,3-0,5 mg/kgBB, diberikan perlahan-lahan dengan
kecepatan 1-2 mg/menit atau dalam waktu 3-5 menit
Intrarektal:
5 mg pada anak dengan berat badan < 10 kg
10 mg untuk berat badan anak > 10 kg
TATALAKSANA