You are on page 1of 21

ANALISA PELENGKAP

Kenapa perlu analisa pelengkap???
• Pada beberapa metode pemilihan alternatif
nilai-nilai parameter diasumsikan telah
diketahui dengan pasti
• Ada kemungkinan estimasi parameter
tersebut tidak tepat
• Diperlukan analisa untuk mengestimasi
konsekuensi yang dihadapi jika estimasi
tersebut salah

Sumber ketidak pastian • Informasi yang tersedia sebagi dasar estimasi • Tipe/jenis bisnis • Tipe pabrik/alat • Panjang horizon perencanaan .

maka dapat dipertimbangkan resiko-resiko yang dihadapi. . Dan mengetahui besarnya perubahan nilai faktor yang menyebabkan keputusan alternatif akan berubah • Analisa Resiko Dengan mengetahui probabilitas hasil. Agar diketahui pengaruh hasil jika terjadi perubahan suatu faktor. Metode –metode Analisa pelengkap • Analisa Titik Impas Digunakan jika pemilihan alternatif dipengaruhi satu faktor yang tidak pasti mis utilitas kapasitas • Analisa Sensitifitas Untuk masalah dengan lebih dari 1 faktor ketidak pastian.

BEP). • Nilai suatu parameter atau variabel yang menyebabkan dua atau lebih alternatif sama baiknya disebut nilai titik impas (break even point. ANALISA TITIK IMPAS • Digunakan pada pemilihan alternatif yang cukup sensitif terhadap variabel atau parameter dan bila variabel-variabel tersebut sulit diestimasi nilainya. . dan oleh karenanya bisa dipilih salah satu diantaranya. • Dicari parameter menyebabkan dua atau lebih alternatif dianggap sama baiknya. • Apabila nantinya pengambil keputusan bisa mengestimasi besarnya nilai aktual dari variabel yang bersangkutan (lebih besar atau lebih kecil dari nilai BEP) maka akan bisa ditentukan alternatif mana yang lebih baik.

2. Bila suatu alternatii proyek bisa berproduksi di atas titik impas ini maka alternatif tersebut layak dilaksanakan. biaya-biaya yang terjadi akan sama antara membeli suatu komponen atau membuatnya sendiri. Menentukan tingkat produksi dari dua atau lebih fasilitas produksi yang memiliki konfigurasi ongkos-ongkos yang berbeda sehingga pada tingkat tersebut ongkos tahunan yang terjadi adalah sama antara fasilitas yang satu dengan fasilitas yang lainnya. Pada tingkat produksi tertentu. Penggunaan Analisa Titik Impas 1. Melakukan analisa jual-beli. Menentukan berapa tahun yang dibutuhkan atau berapa produk yang harus dihasilkan) agar perusahaan berada pada titik impas. . 3. yaitu biaya- biaya yang dikeluarkan sama persis dengan pendapatan-pendapatan yang diperoleh.

• Fungsi biaya maupun fungsi pendapatan diasumsikan linier terhadap volume produksi. .1. Analisa Titik Impas pada Permasalahan Produksi • Untuk menentukan tingkat produksi yang bisa mengakibatkan perusahaan berada pada kondisi impas • Harus dicari fungsi-fungsi biaya maupun pendapatannya. Pada saat kedua fungsi tersebut bertemu maka total biaya sama dengan total pendapatan.

• Biaya-biaya variabel (variabel cost) yaitu biaya-biaya yang besarnya tergantung (biasanya secara linier) terhadap volume produksi. . Biaya-biaya yang tergolong biaya variabel diantaranya adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Beberapa yang termasuk biaya tetap adalah biaya gedung. dan sebagainya. biaya tanah. biaya mesin dan peralatan. Komponen biaya dalam analisa titik Impas • Biaya-biaya tetap (fixed cost) yaitu biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi. • Biaya total (total cost) adalah jumlah dari biaya-biaya tetap dan biaya-biaya variabel.

dan c adalah ongkos variabel yang terlibat dalam pembuatan satu buah produk maka ongkos variabel untuk membuat X buah produk adalah. VC = cX Karena ongkos total adalah jumlah dari ongkos-ongkos tetap dan ongkos-ongkos variabel maka berlaku hubungan TC = FC + Vc = FC + cX dimana : TC = ongkos total untuk membuat X produk FC = ongkos tetap VC = ongkos variabel untuk membuat X produk c = ongkos variabel untuk membuat satu produk .Bila dimisalkan X adalah volume produk yang dibuat.

. atau : TR = pX dimana : • TR = total pendapatan dari penjualan X buah produk • p = harga jual per satuan produk Titik impas akan diperoleh apabila total ongkos-ongkos yang teriibat persis sama dengan total pendapatan.Dalam analisa titik impas diasumsikan total pendapatan (total revenue) diperoleh dari penjualan semua produk yang diproduksi. atau : • TR = TC FC • atau pX = FC + cX dan X  pc dimana X adalah volume produksi yang menyebabkan perusahaan pada titik impas (BEP). Bila harga satu buah produk adalah p maka harga X buah produk akan menjadi total pendapatan.

2. pilih altematif yang memiliki ongkos-ongkos variabel yang lebih rendah (gradiennya lebih kecil). 3.2. Definisikan secara jelas variabel yang akan dicari dan tentukan satuan atau unit dimensinya. Analisa Titik Impas pada Pemilihan Alternatif Investasi Diselesaikan dengan menggunakan alat bantu analisa EUAC atau nilai sekarang (PW). . Bila tingkat utilitas yang diinginkan lebih kecil dari nilai titik impas. Langkah-langkah : 1. pilih alternatif yang memiliki ongkos variabel yang lebih tinggi (gradiennya lebih besar) dan bila tingkat utilitas yang diinginkan di atas nilai titik impas. 4. Gunakan analisa EUAC atau analisa nilai sekarang untuk menyatakan total ongkos setiap alternatif sebagai fungsi dari variabel yang didefinisikan. Ekuivalenkan persamaan-persamaan ongkos tersebut dan carilah nilai impas dari variabel yang didefinisikan.

Ongkos operasi dan perawatan tahunan diperkirakan Rp. Perkiraan outputnya adalah 6 ton per jam.000 ton per tahun. 24. Bila mesin ini dibeli maka operator harus dibayar Rp.000 per jam. 1. 8 juta dengan masa pakai ekonomis 5 tahun dan tanpa nilai sisa.000 dan ongkos-ongkos operasional dan perawatannya Rp. Berapa lembaran logam yang harus diproduksi tiap tahun ag'ar mesin otomatis lebih ekonomis dari mesin semiotomatis ? b. Alternatif kedua adalah mesin semiotomatis yang memiliki harga awal Rp.5 juta per tahun. 23 juta dan nilai sisa Rp. a.5 juta. Apabila manajemen menetapkan tingkat produksi sebesar 2. Output mesin ini adalah 8 ton per jam. Ongkos tenaga kerja per jam bila mesin ini dioperasikan adalah Rp. 4 juta setelah 10 tahun. Contoh Sebuah perusahaan pelat baja sedang mempertimbangkan 2 altematif mesin pemotong plat yang bisa digunakan dalam proses produksinya. Alternatif pertama adalah mesin otomatis yang memiliki harga awal Rp. 12.? . mesin mana yang sebaiknya dipilih. 3. MARR yang dipakai analisa adalah 10%.

10) .000 X/8 = 6.12. 10) +3.16275) .5 juta + 12.000 X/8 = 23 juta (0. 10%.000 1 jam Xton Rp . Ongkos-ongkos variabel tahunan untuk mesin otomatis adalah : Rp.12.4 juta (0.000 AC1  x x  X jam 8ton tahun 8 Sehingga ongkos ekuivalen tahunannya adalah : EUAC = 23 juta (A/P. Misalkan X adalah jumlah lembaran logam (ton) yang diproduksi dalam setahun. 10%.06275) + 3.4 juta (A/F. Variabel Cost 2. Penyelesaian 1.5 juta + 12.992 juta + 1500 X .

Dengan cara yang sama akan diperoleh ongkos variabel tahunan untuk mesin semiotomatis adalah : Rp. 10%.24.000 X Kedua persamaan EUAC tadi diekuivalenkan sehingga diperoleh : EUAC1 = EUAC2 6.000 1 jam Xton = Rp.382 juta = 2500 X X = 1.500 X = 3.610 juta + 4.000 X =3.610 juta + 4. 4000 X AC2  x x jam 6ton tahun Sehingga ongkos ekuivalen tahunannya adalah : EUAC = 8 juta (A/P.000 X =8 juta (0.8 ton per tahun .992juta + 1. 5) + 1.352.26380) + 1.000 X 3.5 juta + 4.5 juta + 4.

• Apabila manajemen memutuskan tingkat produksi sebesar 2.000 ton per tahun maka mesin otomatis yang harus dipilih (karena lebih besar dari titik impas).Kesimpulan • Jadi. .352.8 ton per tahun. mesin otomatis akan lebih ekonomis dipakai bila dibandingkan dengan mesin semiotomatis bila tingkat produksinya lebih besar dari 1.

• Analisa titik impas diperlukan untuk mengetahui pada tingkat kebutuhan berapa keputusan buat atau beli memiliki nilai ekonomis yang sama • Keputusan beli dipilih jika tingkat kebutuhan komponen lebih tinggi dari nilaititik impas.3. Analisa Titik Impas pada keputusan Buat-Beli • Pada umumnya bila perusahaan membutuhkan komponen dalam jumlah besar maka lebih efisien untuk membuat sendiri. .

Contoh • Seorang insinyur diserahi tugas untuk melakukan analisa buat beli pada 2 buah komponen yang akan digunakan untuk melakukan inovasi pada produk-produk tertentu yang menjadi andalan perusahaan Komponen biaya produksi Komponen A Komponen B Ongkos Awal Rp.15jt Umur Fasilitas 8 thn 7tahun Biaya overhead Rp. 2000 Rp.18juta/tahun Rp. 3000 Rp.juta Rp.2500 Ongkos bahan baku/unit Rp.350jt Ongkos tenaga kerja/unit Rp. 200.2500 Nilai sisa Rp. 15juta/tahun . 10Juta Rp.

Pada kebutuhan berapa komponen per tahunkah perusahaan sebaik-nya membuat sendiri komponen tersebut ? b.Disisi lain perusahaan juga mempertimbangkan tawaran dari suatu perusahaan untuk membeli komponen A dan B masing-masing seharga Rp. keputusan apa yang harus diambil perusahaan berkaitan dengan permasalahan tersebut ? Asumsikan bahwa produksi komponen A independen terhadap produksi komponen B .000 unit per tahun. tentukanlah : a. 15.000 dan Rp. 10.000 per unit. Bila kebutuhan masing-masing komponen adalah 2. Bila diasumsikan tidak ada biaya-biaya lain yang terlibat dalam proses pembelian produk dan i = 15% untuk analisa.

Penyelesaian Misalkan XA adalah kebutuhan komponen A per tahun dan XB aadalh Kebutuhan Komponen XB Untuk komponen A : • Biaya alternatif membeli UEAC beli =Rp 10.10 juta (0.1. 5) + (3.000+ 2.000 XA . 15%. 15%.000 XA .000 XA .3843 juta + 5.000 XA • Biaya alternatif membuat sendiri EUAC buat = 200 juta (A/P.18097) + 18juta = 46.23097) + 5.10 juta (A/F.8097 juta + 18juta = 62.194 juta +5. 5)+ 18 juta = 200 juta (0.000) XA .

3843 juta + 5. .000 XA = 62. Jika kebutuhan hanya 2000 unit maka sebaiknya diputuskan untuk membeli.3843 juta XA = 12.000 XA 5.477 komponen per tahun. alternatif membuat akan sama ekonomisnya dengan alternatif membeli komponen A pada kebutuhan sebesar 12.477 komponen.000 XA = 62. Jadi.Untuk mencapai titik impas antara alternatif membuat dan membeli maka harus terpenuhi : EUAC beli = UEAC buat 10.

• Untuk Komponen B ????? .