You are on page 1of 21

FOSIL JEJAK

Oleh:
HITA PANDITA
DEFINISI

Fosil jejak (trace fossils) merupakan struktur sedimen hasil dari aktivitas
suatu organisme. Ilmu yang mempelajari fosil jejak disebut dengan
Ichnology (Ekdale, et al., 1984).
Yang termasuk dalam fosil jejak antara lain adalah : burrows, tracks,
trackways, trails, root penetration, algal stromatolites, boring,
cophrolits, dan sebagainya. Fosil jejak umumnya dipelajari oleh ahli
paleontologi dan sedimentologi, sehingga ichnologi dapat
menjembatani perbedaan presepsi yang ada.
KLASIFIKASI

Klasifikasi fosil jejak dapat didasarkan pada 4 hal, yaitu: taksonomi,


model pengawetan, pola hidup, dan lingkungan pengendapan (Ekdale,
et. al, 1984).
Secara umum dari keempat dasar klasifikasi tersebut tidak dapat
dipisahkan satu sama lainnya, dan bergantung pada tujuan
penggunaan fosil jejak tersebut.
Taksonomi
Penggunaan taksonomi dalam fosil jejak disebut dengan ichnotaxonomy.
Sampai sekarang taksonomi di dalam fosil jejak masih menjadi perdebatan,
hal ini disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

1. Jejak yang sama dapat saja dihasilkan oleh lebih dari satu jenis
organisme. Contoh: Ophiomorpha bisa hasil dari kelompok
pelecypoda maupun annelida.
2. Satu organisme yang sama dapat menghasilkan berbagai jenis jejak.
Contoh: Nereites dan Scalarituba.
3. Bagian-bagian struktur biogenik dapat dihasilkan oleh dua atau lebih
organisme yang hidup bersama-sama. Contoh: Thallasinoides
Scalarituba

Thallasinoides

Nereites

Ophiomorpha
Model Pengawetan
Epichnia (Concave)

Endichnia
Exichnia

Semirelief
(Epirelief)/Epichnia

Hypichnia/Exichnia
Pola Hidup (Behavior)

1. Domichnia: merupakan jejak-jejak tempat tinggal dari suatu organisme


2. Repichnia: merupakan jejak yang dibentuk oleh pergerakan organisme
termasuk berlari, merayap, dan berjalan. Bentuk dapat memotong bidang
perlapisan, sejajar, berkelok atau berpola tidak teratur.
3. Cubichnia, merupakan jejak yang dibentuk pada saat organisme istirahat
selama beberapa waktu.
4. Fodinichnia, jejak yang terbentuk pada infaunal deposit feeders,
kombinasi antara tempat tinggal sementara dengan pencarian makanan.
5. Pascichnia, jejak yang terbentuk dari kombinasi antara mencari makan
dan berpindah tempat.
6. Fugichnia, merupakan jejak yang terbentuk dari aktivitas melepaskan diri
dari kejaran organisme pemangsa.
7. Agrichnia, jejak yang berbentuk tidak teratur, belum dapat ditentukan
jenis aktivitasnya.
Pola Hidup (Behavior)

1. Domichnia: merupakan jejak-jejak tempat tinggal dari suatu organisme

Thalassinoides

2. Repichnia: merupakan jejak yang dibentuk oleh pergerakan organisme


termasuk berlari, merayap, dan berjalan. Bentuk dapat memotong bidang
perlapisan, sejajar, berkelok atau berpola tidak teratur.

Cruziana
Pola Hidup (Behavior)

3. Cubichnia, merupakan jejak yang dibentuk pada saat organisme istirahat


selama beberapa waktu.

Asteriacites

4. Fodinichnia, jejak yang terbentuk pada infaunal deposit feeders,


kombinasi antara tempat tinggal sementara dengan pencarian makanan.

Chondrites
Pola Hidup (Behavior)

5 Pascichnia, jejak yang terbentuk dari kombinasi antara mencari makan


dan berpindah tempat.
6 Fugichnia, merupakan jejak yang terbentuk dari aktivitas melepaskan diri
dari kejaran organisme pemangsa.
7 Agrichnia, jejak yang berbentuk tidak teratur, belum dapat ditentukan
jenis aktivitasnya.
Asteriacites
Cruziana

Rizhocorallium

Spirorhaphe

Thalassinoides
Chondrites
Lingkungan
Pengendapan
Seilacher (1967)
SISTEMATIKA LAPORAN

• Judul
• Kata Pengantar
• Bab 1. Pendahuluan
• Bab 2. Dasar Teori
• Bab 3. Pembahasan
• Bab 4. Kesimpulan
• Daftar Pustaka
• Lampiran
LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM PALEONTOLOGI

Analisa Lingkungan Pengendapan Formasi


Sambipitu Bagian Atas Berdasarkan Fosil Jejak

Nama :

NIM :
Regu :

Laboratorium Paleontologi
Program Studi Teknik Geologi
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional
Yogyakarta
2014
PENDAHULUAN
• Lokasi Penelitian
• Maksud Dan Tujuan

PEMBAHASAN

3.1. LITOLOGI
3.2. FOSIL JEJAK
3.3. ANALISA LINGKUNGAN PENGENDAPAN
Lokasi pengamatan
STRUKTUR SEDIMEN

TEBAL (m)
FORMASI
LINGKUNGAN PENGENDAPAN

UMUR
LITOLOGI PEMERIAN

Psr. halus

Lempung
Psr. kasar
Kerakal

Psr. sdg
Kerikil

Lanau
Litoral Neritik Bathyal

OYO
Perulangan btpsr dg btlp. Btpsr
silangsiur, dg strk Cruziana ,
Lp 4
Thlasinoides dan Asteriacites

Btpsr gpan, strk laminasi, berselingan dg


Lp 3 btlp. Pada btpsr gpan dijumpai struktur
Ophiomorpha .

Lp 2 Btps gpan. strkChondrites


MIOSEN AWAL - TENGAH

FORMASI SAMBIPITU

Perselingan btpsr str silang siur dengan btpsr


Lp 1 str laminasi. Fosil jejak berupa Chondrites
> 400

dan Thalasinoides

Perselingan batupasir dengan


batulempung. Batupasir warna putih
kecoklatan, tebal 20-30 cm, laminasi,
uk. Butir psr sedang, mengandung
karbonat.
Batulempung abu-abu, tebal 5-15 cm