You are on page 1of 63

1

BIO-RADIASI

Radiologi dan Radiografi Pada Peralatan Rongten

Sifat-sifat Sinar-X
Proses Terjadinya Sinar-X dari Tabung Rongten
Bahaya Radiasi Dan Pencegahannya

BLOK RESPIRASI

Created By : Manogari Sianturi. S.Si, MT


PENGERTIAN
2

 Radiasi adalah : Pancaran energi melalui suatu materi


dalam bentuk panas, partikel dan gelombang
elektromagnetik (foton) dari sumber radiasi.

 Sumber radiasi di sekitar kita : Televisi, Lampu


Penerangan, Alat pemanas makanan (Microwave oven),
Komputer, Handphone, dll

 Created By : Manogari Sianturi. S.Si, MT


SUMBER RADIASI
3

 2 jenis sumber radiasi

RADIASI ALAM :
RADIASI BUATAN :
a. Berasal dari sinar kosmis
a. Sinar – X (dari tabung
b. Berasal dari sinar Roentgen)
matahari
b. Sinar radioaktif buatan (
c. Unsur-unsur kimia yang Phospor, Iodium)
terdapat dalam kerak
bumi (Uranium & Thorium) c. Radiasi Nuklir

d. Bahan Radioaktif alam ( a. Sinar Laser


air : Tritium & Deuterium)
JENIS – JENIS RADIASI
4

 Secara garis besar, radisai digolongkan ke dalam radiasi


pengion dan non-pengion.

RADIASI PENGION RADIASI NON-PENGION

1. Partikel Alpha 1. Gelombang Radio


2. Partikel Beta 2. Gelombang Mikro
3. Sinar Gamma 3. Sinar Inframerah
4. Sinar –X 4. Sinar Ultraviolet
5. Partikel Neutron 5. Sinar Tampak
5 RADIASI PENGION
6

Adalah : jenis radiasi yang dapat menyebabkan proses


ionisasi ( terbentuknya ion positf & ion negatif) apabila
berinteraksi dengan materi.

partikel alpha, partikel beta, sinar gamma, sinar- x,


partikel neutron.

Created By : Manogari Sianturi. S.Si, MT


PARTIKEL ALPHA
7

 Mempunyai ukuran (volume) & muatan listrik positif yang besar.


 Tersusun dari dua proton dan dua neutron yang dipancarkan oleh sebuah
inti.
 Daya ionisasi sangat besar, ± 100 kali daya ionisasi partikel beta &
10.000 kali daya ionisasi sinar gamma.
 Daya tembus partikel alpha di udara yaitu 4 cm.
 Massa partikel Alpha > Massa elektron sehingga partikel alpha tidak
mengalami pembelokkan saat bertumbukan dengan elektron, hal ini
karena elektron terpental.
Hubungan antara Energi dan Jarak Tembus partikel alpha
yaitu :
8

E = 2,12

Ket : E = Energi (MeV)


R = Jarak Tembus (cm)

 Partikel tidak dapat menembus pori-pori kulit kita, meskipun


pada lapisan yang paling luar.
PARTIKEL BETA
9

 Mempunyai ukuran & muatan listrik lebih kecil dari partikel alpha.

 Daya ionisasi di udara 1/100 kali daya ionisasi partikel alpha.

 Partikel beta dapat berupa elektron bermuatan negatif atau elektron


bermuatan positf).

 Energi sinar beta sebesar 0,01 – 3 MeV

 Sinar beta 1 MeV daya tembusnya dalam air 0,4 cm.

 Massa partikel beta sangat kecil sehingga mengalami pembelokan


saat bertumbukan dengan elektron.
Hubungan antara Energi dan Jarak Tembus partikel beta
yaitu :
10

R = 0,543 E – 0,160

Ket : E = Energi Maksimum (MeV)


R = Jarak Tembus (gr/cm)
SINAR GAMMA
11

 Tidak mempunyai besaran volume & muatan listrik


sehingga dikelompokkan gelombang
elektromagnetik.

 Daya ionisasi di dalam medium sangat kecil.

 Terbentuknya sinar gamma merupakan hasil


disintegrasi inti atom.
 Inti atom yang mengalami diintegrasi dengan
memancarkan sinar alpha akan terbentuk inti – inti
12

baru yang agak tinggi, kemudian terjadi transisi ke


tingkat energi yang lebih rendah dengan
memancarkan sinar gamma.

Inti mula-mula dengan α


Energi 1,48 MeV Inti baru dengan energi 1,31MeV

Inti dengan energi 1,17 MeV


 Jika sinar gamma menembus lapisan materi setebal x maka intenstas
akan berkurang menurut persamaan :
13

I=

Ket : I = Intensitas sinar gamma setelah menembus materi


Io = Intensitas mula-mula sinar gamma
μ = Koefisien penyerapan materi yang dilalui

I0 μ I

X
SINAR - X
14

 Mempunyai kemiripan dengan sinar gamma, dalam daya jangkau


pada suatu media & pengaruhnya oleh medan listrik.
 Sifat – sifat sinar – X :

 Menghitamkan plat film

 Mengionisasi gas

 Menembus berbagai zat

 Menimbulkan Fluoresensi

 Merusak jaringan
PARTIKEL NEUTRON
15

 Mempunyai ukuran kecil dan tidak mempunyai muatan


listrik dan dihasilkan dalam reaktor nuklir.

 Neutron tidak menimbulkan ionisasi, namun mempunyai


energi.

 Memiliki daya tembus yang tinggi.

 Dapat dihasilkan dari reaksi nuklir antara satu unsur


tertentu dengan unsur lainnya.
16 RADIASI NON - PENGION
 Adalah : Jenis radiasi yang tidak menyebabkan efek ionisasi apabila
17

berinteraksi dengan materi.

Sumber-sumber radiasi non-pengion :


1. Gelombang Radio  Membawa informasi & hiburan melalui
radio dan televisi.
2. Gelombang Mikro  Digunakan dalam microwave oven &
transmisi seluler handphone.
3. Sinar Inframerah  Memberikan energi dalam bentuk panas.
4. Sinar Ultraviolet  Dipancarkan Matahari.
5. Cahaya Tampak  Cahaya yang bisa dilihat.
18
PENGGUNAAN RADIASI DALAM
KEDOKTERAN
RONTGEN
19

 Rontgen berasal dari kata roentgen (Wilhelm Roentgen,


seorang dokter berkebangsaan Jerman) yang menemukan
suatu bentuk sinar, oleh karena tidak mengetahui namanya
maka ia memberi nama sinar-X.

 Alat ini digunakan untuk mengetahui bagian dalam


khususnya paru-paru.
Cara Kerja
20

 Foto rontgen menggunakan sinar X sebagai pemantul


cahayanya. Sinar ini tidak dapat dilihat dengan mata
telanjang.

 Untuk memotret bagian tubuh, seseorang harus berada di


antara tempat penyimpanan film dan tabung yang
memancarkan sinar-X tersebut. Sinar ini akan menembus
kulit & bagian tubuh lain kecuali tulang.
Lanjutan ..
21

 Bayangan sinar akan direkam film. Setelah film tersebut


dicuci, bagian yang tidak dapat ditembus akan berwarna
PUTIH, sedangkan yang dapat ditembus akan berwarna
HITAM.
 Kelebihan :

Dapat dengan mudah mendeteksi penyakit-penyakit dalam


22

Created By : Manogari Sianturi. S.Si, MT


Pemanfaatan sinar-X di bidang kedokteran nuklir
23

 Aplikasi radiasi untuk diagnostic, pemeriksaan sinar-X gigi dan


penggunaan radiasi sinar-X untuk terapi.
 Radioterapi adalah suatu pengobatan yang menggunakan
sinar pengion yang banyak dipakai untuk menangani penyakit
kanker.
 Alat diagnosis yang banyak digunakan di daerah
 adalah pesawat sinar-X (photo Rontgen) yang berfungsi
photo thorax, tulang, tangan,kaki dan organ tubuh yang
lainnya.
 Alat terapi banyak terdapat di RS perkotaan karena
membutuhkan daya listrik yang cukup besar.
DASAR PERCOBAAN SINAR-X
24

 Peristiwa terjadinya sinar-X diawali dari percobaan


Heinrich Hertz pada tahun 1887
 Tabung hampa yang berisi katoda dan anoda Katoda
dan anoda dihubungkan sumber listrik E
 Pada tegangan, E, yang rendah tidak ada arus
 elektron dari katoda ke anoda yang dapat dilihat dari
galvanometer
 Pada saat katoda disinari gelombang pendek
elektromagnetik ternyata dari katoda keluar elektron
menuju anoda yang diamati dari galvanometer
 Arus yang terbaca di Galvanometer adalah arus yang
sangat kecil dalam order mikro ampere. Peristiwa disebut
dengan efek foto listrik.
25

Cara kerja efek foto listrik Set-Up Percobaan efek foto listrik

 Makin pendek gelombang


elektromagnetik yang menumbuk
katoda, maka makin besar arus
yang mengalir dan sebaliknya
 Hal demikian dapat dipahami
karena bila gelombang
elektromagnetik panjang
gelombangnya makin pendek
berarti frekuensinya makin besar
dan energinya juga makin besar
 Gambar 1. Alat Foto Listrik
TERJADINYA SINAR-X
26

 Pada peristiwa terjadinya tumbukan tak kenyal sempurna


antara elektron dengan atom anoda (targed) akan terjadi
dua hal sebagai berikut :
 Terjadi radiasi yang dikenal dengan “ bremstrahlung” yaitu
elektron yang
 mendekati atom targed (anoda) akan berinteraksi dengan
atom bahan anoda, tepatnya dengan elektron luar atom
tersebut.
 Ia mengalami perlambatan sehingga mengeluarkan radiasi.
 Radiasi ini memiliki aneka ragam panjang gelombang, oleh
karena itu proses bremstrahlung dapat dialami elektron
berulang kali, sehingga spektrum radiasi ini bersifat
kontinyu
Peristiwa tumbukan antara elektron dengan atom
anoda dapat dilihat pada Gambar
27

Elektron mendekati
atom didalam
anoda berinteraksi
dengan elektron
dalam atom,
berupa tumbukan
tak kenyal
sempurna,
akibatnya elektron
anoda terlepas
dari kulitnya.

Atom tertinggal
dalam keadaan
bereksitasi yang
dalam keadaan
tidak stabil.

Dalam waktu 10-8


detik pengisian
kekosongan itu oleh
elektron-elektron
yang lebih luar
 Gambar 2. Tumbukan Antara Elektron dengan Anoda
28

Perpindahan
kulit yang luar
ke kulit yang
dalam disertai
pancaran
radiasi dengan
panjang
gelombang
tertentu, maka
radiasi ini
bersifat
diskrit.
Interaksi
elektron
dengan atom
anoda dapat
dilihat pada
Gambar 3.
 Gambar 3. Interaksi Elektron dengan Atom Anoda
BERKAS SINAR-X DAN PEMBENTUKAN CITRA
29

 Berkas sinar-X dalam penyebaranya dari sumber melalui suatu


garis yang menyebar ke segala arah kecuali dihentikan oleh
bahan penyerap sinar-X.
 Sinar-X adalah fotonfoton yang mempunyai energi tinggi,
karena elektron memancarkan energi maka energi kinetik
elektron akan berkurang dan akhirnya akan kehilangan
seluruh energi kinetiknya.
 Energi foton maksimum atau panjang gelombang minimum
dapat ditulis dengan persamaan
BERKAS SINAR-X DAN PEMBENTUKAN CITRA
30

 Sinar-X merupakan gelombang elektromagnetik


yang dapat menembus suatu bahan, tetapi hanya
sinar-X yang mempunyai energi yang tinggi yang
dapat menembus bahan yang dilaluinya, selain itu
akan diserap oleh bahan tersebut.
 Sinar-X yang mampu menembus bahan itulah yang
akan membentuk gambar (Citra) atau bayangan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA CITRA
31

 Pengaruh Arus (mA)


 Arus akan berpengaruh pada intensitas sinar-X
atau derajat terang/brighnees.
 Dengan peningkatan mA akan menambah intensitas
sinar-X dan sebaliknya.
 Oleh sebab itu derajat terang dapat diatur dengan
mengubah mA.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA CITRA
32

 Pengaruh jarak dan waktu pencitraan (exposure) Di samping arus


(mA) jarak dan waktu pencitraan juga berpengaruh pada intensitas.
 Waktu exposure yang lama juga akan meningkatkan intensitas dari
sinar-X.
 Untuk itu dalam setiap pengoperasian pesawat sinar-X selalu
dilakukan pengaturan waktu (S) dan arus (mA) atau biasa disebut
dengan mAS yang bergantung pada obyek yang disinari.
 Jika tabung didekatkan pada obyek maka intensitas akan naik dan
hasil gambar jelas dan terang.
 Sebaliknya jika tabung dijauhkan dari obyek maka intensitas akan
menurun.
 Dari sini dapat disimpulkan bahwa cahaya dan sinar-X merambat
dalam pancaran garis lurus yang melebar.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA CITRA
33

 Pengaruh Tegangan (kV) Tegangan tinggi


merupakan daya dorong elektron di dalam tabung
dari katoda ke anoda.
 Supaya dapat menghasilkan sinar-X daya dorong
ini harus kuat sehingga mampu menembus obyek.
 Dengan demikian perubahan kV sangat
berpengaruh terhadap daya tembus sinar-X
Penyerapan Sinar-X
34

 Penyerapan sinar-X oleh suatu bahan tergantung


pada tiga faktor sebagai berikut :
a. Panjang gelombang sinar-X
b. Susunan obyek yang terdapat pada alur berkas sinar-X
c. Ketebalan dan kerapatan obyek.
Penyerapan Sinar-X
35

 Penyerapan sinar-X oleh suatu bahan juga tergantung pada susunan


obyek yang dilaluinya, sedangkan susunan obyek tergantung pada
nomor atom unsur.
 nomor atom alumunium lebih rendah dari nomor atom tembaga.
Ternyata penyerapan sinar-X alumunium lebih rendah dari
penyerapan sinar-X oleh tembaga.
 Timah hitam mempunyai nomor atom yang besar, maka daya
 serap terhadap sinar-X juga besar.
 Ketebalan dan kerapatan suatu unsur bahan juga berpengaruh
terhadap penyerapan sinar-X.
 Bahan yang tebal akan lebih banyak menyerap sinar-X dibanding
dengan bahan yang tipis, tentunya pada unsur yang sama.
Penyerapan Sinar-X
36

 Penyerapan sinar-X oleh tubuh manusia pada proses photo Rontgen


dapat dijelaskan sebagai berikut.
 Tubuh manusia dibentuk oleh unsur-unsur yang sangat komplek.
 Oleh sebab itu, penyerapan sinar-X oleh tubuh pada proses
 Rontgen tidak sama, misalnya tulang akan lebih banyak menyerap
sinar-X dibanding dengan otot atau daging.
 Bagian tulang yang sakit atau daging akan lebih besar menyerap
sinar-X dibanding kondisi normal.
 Usia juga akan menjadi penyebab perbedaan penyerapan sinar-X.
 Tulang orang tua yang telah kekurangan kalsium, maka penyerapan
sinar-X akan berkurang dibanding tulang anak muda
CT - SCAN
37

 Adalah : Alat penunjang diagnosa yang mempunyai


aplikasi yang universal untuk pemeriksaan seluruh organ
tubuh.

 Seperti : susunan saraf pusat, otot dan tulang,


tenggorokan dan rongga perut.

 Pemeriksaan ini untuk memperjelas adanya dugaan yang


kuat antara suatu kelainan.
Prinsip Dasar

38

Prinsipnya hampir sama dengan perangkat radiologi yang sudah


lebih umum dikenal. Keduanya sama-sama memanfaatkan intensitas
radiasi terusan setelah melewati suatu obyek untuk membentuk
citra/gambar.
Perbedaannya adalah tekhnik yang digunakan untuk memperoleh citra
dan pada citra yang dihasilkan. Informasi yang dihasilkan tidak
tumpang tindih sehingga dapat dianalisis dengan mudah dari segi
tegak lurus ataupun tampang lintang obyek yang dinspeksi.
Lanjutan ..
39

 CT Scan menggunakan penyinaran khusus yang


dihubungkan dengan komputer berdaya tinggi yang
berfungsi memperoleh gambaran panampang lintang
badan.
 Waktu yang digunakan untuk seluruh proses scanning dari
45 – 1 jam.
 Pasien disarankan tidak makan dan meminum suatu cairan
material cairan kontras yang digunakan untuk melakukan
proses scanning khususnya daerah perut.
Prinsip Kerja
40

 Menggunakan tabung sinar-x sebagai sumber radiasi yang


berkas sinarnya dibatasi oleh kollimator, sinar-x menembus
tubuh dan diarahkan ke detektor.

 Intensitas sinar-x yang diterima oleh detektor akan berubah


sesuai kepadatan tubuh sebagai objek dan detektor akan
merubah sinar-x menjadi arus listrik, kemudian diubah oleh
integrator menjadi tegangan listrik analog.
41
Aplikasi CT-Scan
42

 Memiliki kemampuan unik untuk memperhatikan suatu


kombinasi dari jaringan, pembuluh darah dan tulang secara
bersamaan.
 CT Scan dapat digunakan dalam permasalahan berbeda,
• Adanya gumpalan darah di dalam paru-paru
• Pendarahan di dalam otak
• Batu Ginjal
• Kanker otak, hati, pankreas, tulang, dll
• Tulang yang retak.
Perkembangan CT-Scan kini
43

 Pemanfaatan sinar-x yang berguna untuk meneliti lebih dalam


terhadap sebuah penyakit, namun sinar ini memancarkan radiasi
tinggi. Sehingga para ahli menghasilkan CT-scan yang rendah
radiasi.
 Hasilnya  Sebuah alat CT scan jantung yang memiliki radiasi lebih
rendah dari CT-Scan standar sekitar 91%.
 Einstein membandingkan CT-Scan standar yang memiliki 64 detektor
yang memindai jantung sepanjang 4 cm, sedangkan CT-Scan
terbaru memiliki 320 detektor yang dapat memindai jantung
sepanjang 16 cm.
44

Created By : Manogari Sianturi. S.Si, MT


FLUOROSCOPY
45

 Adalah pesawat radiologi yang memperlihatkan


gambaran struktur tubuh melalui pemanfaatan paparan
sinar-x secara real time.

 Fungsi : Untuk menyelidiki fungsi serta pergerakan suatu


organ atau sistem tubuh, seperti peredaran darah, jantung
serta pergerakan diafragma dan aberasi paru-paru.
Cara kerja
46

 Sinar-x yang dipancarkan dari tabung sinar-x akan diterima


oleh fluoroscent, selanjutnya ditangkap oleh kamera (CCTV).

 Kamera sinyal diperkuat kemudian dimasukkan kedalam


rangkaian LPF (Low Power Frekuensi) berupa sinyal analog &
dimasukkan ke dalam ADC untuk di ubah menjadi sinyal digital.

 Dari ADC dimasukkan ke sistem komputer untuk diubah menjadi


gambar atau obyek. Membutuhkan arus 3 mA, tegangan 75 kV.
Lanjutan ..
47

 Posisi meja diagnostik dapat dibuat tegak atau horizontal.


Tabung sinar-x berada di bawah meja diagnostik.
 Arah pencitraan berasal dari bawah menembus obyek
selanjutnya diterima oleh screen. Kemudian ditangkap oleh
kamera yang ditempatkan di atas screen sehingga dapat
menerima cahaya dengan tepat.
 Hasil tangkapan cahaya berupa gambar dan obyek
diteruskan ke sistem komputer untuk diolah dan ditampilkan di
monitor.
48
49
Penggunaan Radioisotop
50
RADIOISOTOP PENGGUNAAN RADIASI T½

Arsenic 74 & Penentuan Tumor Otak Gamma


Copper 64
Chromium 51 Penelitian Anemia, Perkiraan volume
plasma dalam hati/pembuluh darah

Cobalt 60 Menyelidiki kerja hati Gamma 5,3 Th

Phosphorus - 32 Penentuan dan pembedaan sel-sel Betha 14,3 Th


kanker
Technetium 99 Penentuan tumor otak Betha 6 Jam

Tritium (H3) Penentuan kandungan air dalam tubuh Betha 31 Th

Iron – 59 Mengukur kecepatan, Pembentukan, Betha, Gamma 47 Th


Umur dan Volume sel darah merah
Iodine - 131 Metabolisme lemak, Kelenjar tyroid, Betha, Gamma
Tumor otak, Ukuran, bentuk & kegiatan
kelenjar tyroid
51 DAMPAK RADIASI
NUKLIR
52

 Energi nuklir merupakan suatu bentuk energi yang dipancarkan secara


radiasi dengan memiliki dua sifat khas yaitu :

 Tidak dapat dirasakan secara langsung oleh indra manusia.

 Dapat menembus beberapa jenis bahan.

 Dampak sesaat  mual, muntah, diare, sakit kepala dan demam.

 Dampak beberapa hari  pusing, mata berkunang-kunang,


disorientasi, lemah, letih, tampak lesu, kerontokan rambut, muntah
darah, tekanan darah rendah dan luka susah sembuh.
 Dampak Kronis  kanker, penuaan dini, gangguan sistem
saraf dan reproduksi, serta mutasi genetik.
53

 Dampak berdasarkan tingkat radiasi :


 5 – 10 rem

Terjadi kerusakan sel, perubahan komposisi kimia darah serta

peningkatan resiko kanker. Efeknya akan muncul antara 5-20

tahun.

 50 – 55 rem

Keluhan ringan : perut mual, kepala pusing dan rasa letih. Kadang

kadang disertai pengelupasan kulit, bibir kering dan mata pedih.


 70 – 75 rem
Menyebabkan orang muntah-muntah. Yang lebih sensitif, rambut
54
akan mengalami kerontokan.
 350 – 400 rem
Pada tingkatan ini, penderita bisa memicu kematian dalam
jangka 2 bulan berikutnya.
 > 500 rem
Dapat menyebabkan kematian dalam 30 hari. Secara alami,
tubuh manusia mekanisme untuk melindungi diri dari kerusakan
sel akibat radiasi. Namun, radiasi pada tingkatan tertentu tidak
bisa ditoleransi oleh tubuh.
SINAR ULTRAVIOLET
55

 Radiasi ini merupakan energi panas yang menimbulkan


perubahan suhu, tekanan dan kelembaban udara di bumi.

 Radiasi sinar UV menurut panjang gelombangnya :


1. Sinar UV-A
Yang paling banyak menimbulkan radiasi dengan panjang
gelombang 100 – 290 nm. Radiasi UV-A menembus sampai
dermis dan dapat merusak serat-serat yang berada di
dalamnya. Efek  Pigmentasi kulit, kerusakan kulit dan kerutan.
2. Sinar UV-B
Memiliki panjang gelombang 290 – 320 nm. Sinar ini
56

hanya merusak lapisan luar kulit. Efek  Kerusakan


fotokimia DNA sel sehingga memicu tumbuhnya kanker kulit.
3. Sinar UV-C
Memiliki panjang gelombang 320 – 4 nm.
Efeknya  Merusak DNA dengan memutus ikatan gen yang
terkena radiasi dan mengaktifkan bahan kimia dalam tubuh,
memicu timbulnya kanker kulit.
57
Kanker kulit dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :
1. Melanoma maligna (mm)
Merupakan jenis kanker kulit yang paling ganas dan
berpotensi mematikan.
2. Nonmelanoma Mangha
Kanker jenis ini dibagi 2 yaitu :
a. Karsinoma Sel Basal (KSB)
Merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita. Kanker ini
tidak mengalami penyebaran ke bagian tubuh lain, tapi dapat
berkembang dan merusak jaringan kulit sekitarnya.

Kanker kulit dibedakan menjadi dua jenis yaitu :


58

B. Karsinoma sel squamosa


Merupakan jenis kanker kulit yang lebih banyak
diderita pria, terutama kaum lanjut usia. Kanker ini dapat
dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain, umumnya
diderita mereka yang berada di wilayah tropis.
KOMPUTER / LAPTOP
59

 Pengaruh jangka pendek


 Mata menjadi lelah dan berair

 Asthenopia, yaitu pupil mata menjadi lambat bereaksi terhadap


cahaya.

 Akibat kerja mata yang berlebihan, emperngaruhi produktivitas


hormon melatonin dalam tubuh.

 Produksi hormon melatonin menimbulkan berbagai keluhan,


termasuk sakit kepala, pusing dan keletihan insomnia.
 Pengaruh jangka panjang
60

 Katarak  Gangguan pengelihatan yang disebabkan


pada lensa mata. Katarak biasanya berkaitan dengan
proses menua dan radiasi sinar ultraviolet.
 Gangguan seksual  Mengurangi tingkat kesuburan
baik bagi pria maupun wanita.
 Iritas pada kulit, muka lebih sering mengalami iritasi,
dan pipi merah sehabis memakai monitor.
HANDPHONE
61

 Handphone yang dipakai oleh seluruh orang di dunia


memiliki efek negatif dari radiasi.

 Transmitter radio frequency  digunakan mengubah


gelombang suara dari jarak jauh mengandung radiasi
elektromagnetik.
 Efek jangka pendek  sakit mata, sakit telinga, pusing, insomnia,
dan kenaikan temperatur organ tubuh lalu otak.

 Efek jangka panjang  Gangguan kesuburan dan kanker otak.


62

 Efek negatif dari handphone tergantung dengan


lamanya durasi pemakaian handphone maupun tata
cara penggunaan handphone yang baik.

 Indonesia menjadi negara yang menduduki peringkat


ke-5 sebagai pengguna handphone terbanyak di dunia
sebanyak 236, 8 juta.
63

TERIMA KASIH