You are on page 1of 46

PENANGANAN

ANAPHYLACTIC REACTION

Dr. Ratna E. Hutapea, Sp.An

DEFINISI

 Anaphylaxis  Yunani
Ana : jauh, phylaxis : perlindungan
Anaphylaxis : menghilangkan perlindungan

 Anafilaksis :
 reaksi hipersensitif tipe 1
 Sindroma klinis yang di tandai oleh perubahan mendadak dan
mengancam nyawa.
 Manifes pada beberapa organ
 Terpapar antigen pada pasien yang telah tersensitisasi
 IgE memediasi pelepasan mediator : histamin,IL

 Reaksi anafilaktoid :
 Suatu reaksi yang mirip reaksi anafilaktik tanpa
melibatkan respon IgE
 Reaksi karena ekposure pertama kali terhadap suatu
zat
 Contoh: kontras media radioopak.opioid,polisakarida
volume expander (Hemacell),zat anestesi,muscle
relaxan

.

Patofisiologi reaksi anafilaksis .

and -13. -6. IgE receptor Lipid mediators IgE Platelet-activating factor. carboxypeptidase. chondroitin sulfate Figure 1. plasminogen activator. arylsulfatase. Tryptase. Proteases fibroblast growth factor. elastase. Activation of the IgE receptor on mast cells induces the release of preformed mediators such as histamine and various proteases as well as the synthesis of lipid mediators and cytokines. COLOR FIGURE tor α. matrix metalloproteinase 9 Other enzymes β-glucuronidase. prostaglandin D2 Histamine Cytokines Interleukin-4. -5. stem-cell factor chymase. TNF-α denotes tumor necrosis fac. -8. GM-CSF. and GM-CSF granulocyte–macrophage colony-stimulating factor. Proteoglycans β-hexosaminidase Mast cell Heparin. Draft 6 12/17/07 Author Burks Fig # 1 . TNF-α. Mediators of Anaphylaxis. leukotriene C4.

ETIOLOGI .

.

in adults. carrots. nuts Unknown . Natural History of Food Allergy and Cross-Reactivity between Common Food Allergies. latex Unknown Apples. coreactivity with pea. coreactivity with Persistent cross-reactivity to birch pollen peanuts (9% of cases resolve after 5 yr) Sesame seeds 6–36 mo None known. sheep’s milk.Table 1. lentils. Food Usual Age at Onset Cross-Reactivity Usual Age at Resolution Hen’s egg white 6–24 mo Other avian eggs 7 yr (75% of cases resolve)* Cow’s milk 6–12 mo Goat’s milk. other fruits. 5 yr (76% of cases resolve)* buffalo milk Peanuts 6–24 mo Other legumes. avocado. and peaches§ Late childhood and adulthood Birch pollen. onset occurs after Other tree nuts. Persistent nuts and tree nuts (20% of cases resolve by 7 yr) Fish Late childhood and adulthood Other fish (low cross-reactivity Persistent† with tuna and swordfish) Shellfish Adulthood (in 60% of patients Other shellfish Persistent with this allergy) Wheat‡ 6–24 mo Other grains containing gluten 5 yr (80% of cases resolve) Soybeans‡ 6–24 mo Other legumes 2 yr (67% of cases resolve) Kiwi Any age Banana. peas. Persistent coreactivity with tree nuts (20% of cases resolve by 5 yr) Tree nuts 1–7 yr.

procain  Obat hormon  Agent diagnostik-kontras  Analgesik narkotik :morphin.cephalosporin.anti serum  NSAID: ketorolac  Anestesi lokal iv :LIdocain. Obat-obatan  Antibiotika :penicillin procain.snake.sulfona mides.  Toxoid: ATS.  Obat kemoterapi  Produk darah  Imunoglobulin  Produk vaksin .

Stevens– Johnson syndrome. Stevens– Johnson syndrome. angioedema. aplastic anemia. photosensitivity reactions Macrolides Urticaria. Antibiotic-Induced Allergic Reactions. hemolytic anemia Sulfonamides Urticaria. erythema multiforme. exfoliative dermatitis. allergic myocarditis. angioedema. anaphylaxis. angioedema. toxic epidermal necrolysis. pericarditis. vasculitis. maculopapular drug eruptions. anaphylaxis. toxic epidermal necrolysis. maculopapular skin eruptions.Table 1. angioedema. erythema nodosum. drug fever. vesicular eruptions. erythema multiforme. cytopenias Cephalosporins Urticaria. serum- sickness–like reactions. flushing. polyarthralgia. vasculitis . anaphylaxis. photosensitivity. chills. toxic epidermal necrolysis. maculopapular skin eruptions. Stevens–Johnson syn- drome. serum-sickness–like reactions. renal dysfunction. pruritus. exacerbation of systemic lupus erythematosus. angioedema. toxic epidermal necrolysis. pulmonary infiltrates with eosinophilia Vancomycin Anaphylaxis. skin eruptions (including exfoliative dermatitis). fever. hyperpigmentation Tetracyclines Urticaria. mild skin eruptions. photosensitivity. anaphylaxis. toxic epidermal necrolysis Fluoroquinolones Urticaria. Penicillins Urticaria. exfoliative dermatitis. angioedema. Stevens–Johnson syndrome. anaphylaxis. erythema multiforme. angioedema. peri- arteritis nodosa. eosinophilia. hepatic dysfunction. anaphylaxis. toxic nephropathy. Stevens–Johnson syndrome.

 Makanan  Ikan laut  Telur  Kacang-kacangan  Susu  Alergen lainnya  Sengatan lebah .

.mengantuk. Manifestasi klinik tergantung : sensitivitas pasien Route kuantitas dan kecepatan masuknya alergen .mual muntah.nyeri kepala. KLINIS REAKSI ANAFILAKTIK .urtikaria. Gejala awal : gelisah.warna kulit kemerahan.

AIRWAY  Stridor  Wheezing  Obstruksi komplit .

.

BREATHING  Batuk  Napas cepat dan pendek  Bronkospasme  Edem paru  Hipoksia .

CIRCULATION  Me ↑ permeabilitas vaskuler  Volume intra vaskuler ↓  Vasodilatasi perifer ↓ Hipotensi Takikardi Cyanosis Aritmia .

.

Disability  Penurunan kesadaran oleh karena perfusi ke otak turun .

nyeri lambung . Gejala lain  Kulit: urtikaria  GI tract: muntah.

aritmia  Darah  hemokonsentrasi  Imunoglobulin E . Pemeriksaan Penunjang  Thoraks foto  gambaran udem paru  EKG  ST elevasi.

.

.

.

PENATALAKSANAAN SYOK ANAFILAKSIS ( I )  AIRWAY  Bebas : O2 per masker Non- Rebreathing 10-12 lpm  Monitor lebih seksama .

 AIRWAY  Tidak bebas :  Snoring  persiapan intubasi  Bebaskan jalan napas  Trakeostomi .

PENATALAKSANAAN ANAFILAKTIK SYOK ( II )  BREATHING  Tidak adekuat  intubasi  Bagging  Ventilator .

PaCO2 turun. BREATHING  Pemeriksaan :  Pulse oxymetry : O2 > 92 %  AGD  PaO2 turun. Saturasi O2 turun 29 .

PENATALAKSANAAN ANAFILAKTIK SYOK ( III )  CIRCULATION  HIPOTENSI  TERAPI :  Posisi Syok .

 CIRCULATION  HIPOTENSI  TERAPI  Pasang IV line .

 Therapi cairan : Cairan kristalloid (RL.NaCl) 1000 cc dalam 20- 30 mnt Evaluasi respon hemodinamik Cairan koloid (HES) CVP ↑ 7 mmHg .

c perfusi ke otak ↙  Terapi :  Atasi ABC . PENATALAKSANAAN ANAFILAKTIK SYOK ( IV )  DYSABILITY  Kesadaran menurun e.

PENATALAKSANAAN ANAFILAKTIK SYOK (V)  MEDIKAMENTOSA  Adrenalin  Difenhidramin  Aminophilin  Dexametason .

PENATALAKSANAAN ANAFILAKTIK SYOK ( medikamentosa)  Adrenalin  Obat utama dan pilihan  Efek :  Kontraksi otot jantung  Vasokontriksi perifer  Memperbaiki permeabilitas membran  Dilatasi bronchus  Dosis:  Ringan: 0.25-2.3 – 0.5 ml larutan 1:1000 subcutan  Sedang : 1 – 2 ml larutan 1:10000  Persisten : continous infusions 1 – 2 ml lar 1:1000dalam 500 cc D5 kecepatan 0.5 ml/mnt .

dan bronkospasme  Dosis : 50-70mg. IV . pruritus. oedem. PENATALAKSANAAN ANAFILAKTIK SYOK ( medikamentosa)  Difenhidramin (H1 recep antihistamin)  Mengurangi manifestasi hipotensi.

IV  Continous infusions 0. PENATALAKSANAAN ANAFILAKTIK SYOK ( medikamentosa)  Aminofilin  Mengatasi spasme bronkus  Dosis :  Bolus  5-6 mg/kgBB.9 mg/kg/jam  Cimetidin (H2 recep antihistamin) Dosis 300 mg IV .2-0.

PENATALAKSANAAN ANAFILAKTIK SYOK ( medikamentosa)  Kortikosteroid  Mengatasi spasme bronkus yang refrakter  Peningkatan tekanan darah  Mengurangi gejala alergi  Penekanan peradangan pada gangguan alergi  Mencegah timbulnya reaksi lambat  Hidrikortison 5 mg/kgBB IV/ 6 jm (2-4 kali)  Metilprednisolon 1 mg/kgBB/iv/6 jm (2-4 kali) .

.

setelah itu pusing mual dan lemas.setengah jam kemudian pasien sesak nadi cepat kesadaran menurun tampak pucat (bibir kebiruan )  Penanganan : Airway : bebaskan jalan napas beri O2 face mask NRM 10-12 lpm Breathing : adekuat lanjutkan terapi di atas tidak adekuat persiapan intubasi . Contoh kasus : Wanita 30 thn selama makan ikan tongkol gatal-gatal pada wajah.

5 ml larutan 1:1000 subcutan metiprednisolon 60 mg iv Pasien hemodinamik stabil → masuk ruang intermedier . skin tes negatif sebelum di beri antibiotika T =120/70.EKG irama sinus Penanganan : Airway : bebas Breathing : O2 face mask NRM 10-12 lpm Circulation : RL 1000 cc dalam 20 – 30 mnt Fimahes 500 cc Medikamentosa : Adrenalin 0.N= 72 kali/mnt RR=12 kali/mnt.3-0.Contoh kasus Laki-laki 40 thn mendapat antibiotika cephalosporin di OK. sadar baik saturasi 100.

3-0.5 ml lar 1:1000 subcutan.metilprednisolon 50 mg iv .Circulation : posisi syok Pasang iv line 1nfus RL 1000 cc dalam 20 – 30 mnt → evaluasi Medikamentosa : Adrenalin 0.

Muscle Relaxan Tracurium 25 mg. Fentanyl 100 meq. . frekuensi 12 . nadi : 72 RR : 12 saturasi 100% riwayat alergi (–) BB 50kg General Anestesia : Premedikasi Midazolam 5 mg.Kasus 3 Wanita 30 tahun akan operasi angkat kandung empedu (colecystektomi) TD : 120/70. Intubasi ETT no 7.maintanance isoflurane + 02 +N20 control ventilasi tidal volume 350. Induksi : propofol 100mg.5 kinking.

N : 100 x . saturasi 02 : 100% ↓ Pasang double infus → infus RL 500cc/ 20-30 menit Ephedrin 15 mg/IV . saturasi O2 100% ↓ Ephedrin 10 mg/IV Loading inj RL masih terus berlanjut ↓ TD : 72/52 . N: 92 x. ephedrin 10mg/N TD : 70/50. 5 menit kemudian setelah intubasi TD 70/50 nadi 98 x saturasi 100% ↓ cairan injeksi RL loading 500 cc/30 menit.

nafas spontan. pasien bangun. saturasi 100% Pasien mulai bangun.↓ Stop agent anestesi 02 100%. dibangunkan Infus koloid HES 500cc Adrenalin drip Metilprednisolon 50mg ↓ TD : 90/60. Saturasi 02 100%. N : 100 x. wheezing (-/-) → TD : 110/70 . N : 86 x . EKSTUBASI Pindah ke ruang intermediate . frekuensi nafas 12.

TERIMA KASIH .